All for Glory of Jesus Christ

Hikmat

Pembahasan hari ini adalah mengenai hikmat. Sebenarnya pembahasan mengenai hikmat seharusnya untuk pembahasan besok, tetapi hari ini renungan pagi saya adalah mengenai hikmat. Jadi saya pikir, saya harus menulis hikmat pada hari ini.

Pembahasan mengenai hikmat sebenarnya sudah banyak saya singgung-singgung dalam beberapa notes. Namun belum ada yang khusus membahas tentang hikmat. Karena hikmat ini begitu penting, hari ini secara khusus saya akan membahas tentang hikmat.

Hikmat artinya adalah kebijaksanaan. Hikmat berbeda dengan pengetahuan (marifat), walaupun pengetahuan adalah bagian dari hikmat. Jadi hikmat itu sifatnya adalah lengkap dan menyeluruh (integral).

Kita dapat menjumpai banyak orang pintar dan cerdas saat ini. Ya tentu saja, lulusan S1 (tingkat sarjana) sudah banyak sekali dan merupakan hal yang sangat umum sekarang ini. Lulusan S2 (tingkat magister) juga sudah banyak kita jumpai. Bahkan lulusan S3 (tingkat doktor) itu juga sudah relatif banyak kita jumpai.

Orang yang bisa menjadi lulusan S1, S2, dan S3 tentu saja bukan orang bodoh, bukan? Kalau bodoh, tidak mungkin bisa lulus. Saya tidak mengatakan bahwa orang yang tidak lulus kuliah atau yang tidak mengenyam bangku kuliah sebagai orang bodoh. Tidak demikian!

Karena bisa saja orang tidak lulus, karena alasan ekonomi atau memang sudah terjun ke dunia kerja lebih dulu sehingga kuliahnya tidak dapat diselesaikan. Bisa juga orang tidak mengenyam bangku kuliah karena tidak mendapat kesempatan itu. Padahal yang bersangkutan adalah orang yang pintar dan cerdas.

Ya memang sayang, banyak orang begitu mendambakan kesempatan belajar sementara terbentur pada dana, sementara ada orang yang memiliki kesempatan dan fasilitas begitu luas untuk belajar namun tidak digunakan secara maksimal, malahan lebih tragis lagi menyia-nyiakan kesempatan belajar itu.

Amsal 8:12: Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.

Dari Amsal 8:12 dapat kita lihat bahwa hikmat itu berbeda dengan kecerdasan, namun kecerdasan itu bagian dari hikmat. Orang yang memiliki hikmat adalah orang yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan.

Untuk mendapatkan pengetahuan, orang dapat belajar. Untuk mendapatkan kebijaksanaan, ini memerlukan proses yang panjang. Namun puji Tuhan, ternyata ada satu cara untuk mendapatkan hikmat.

Mazmur 111:10: Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Ya, bila kita ingin menjadi orang yang berhikmat, kita perlu memiliki takut akan Tuhan. Ini adalah resep kuno yang sudah teruji. Dari http://www.sabda.org/sabdaweb/biblical/intro/?b=19 saya memperoleh informasi bahwa sebagian besar kitab Mazmur dituliskan abad ke-10 hingga ke-5 SM.

Bayangkan! Ini kitab kuno, tapi seringkali hal-hal yang bersifat kuno ternyata malah yang bernilai tak lekang oleh waktu. Bahkan seorang tokoh yang paling berhikmat, yaitu Salomo menuliskan sebagian besar kitab Amsal.

Ayat dalam Mazmur 111:10 bila disambung dengan Amsal 2:6 akan menjelaskan dengan sangat jelas bagi kita mengenai sumber hikmat.

Amsal 2:6: Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Dikatakan dalam Mazmur 111:10 permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Alasannya ada di Amsal 2:6. Mengapa takut akan Tuhan itu menjadi awal kita memiliki hikmat? Karena Tuhan adalah sumber segala sesuatu, termaksud hikmat.

Seorang raja yang luar biasa, Salomo merupakan orang yang sangat berhikmat. Begitu luar biasanya orang ini sampai-sampai Allah sendiri mengatakan bahwa Salomo lah orang paling berhikmat di muka bumi ini. Luar biasa!

1 Raja-raja 3:12: maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.

Sungguh pernyataan yang sangat mengagumkan dari Allah! Ya, Salomo memang seorang yang sangat luar biasa karena ketika Tuhan menyuruh Salomo untuk meminta hal yang ia butuhkan, Salomo meminta hikmat. Ya, HIKMAT!

Bukan kekuasaan, bukan kekayaan, bukan umur panjang, tetapi hikmat. Inilah orang yang sangat luar biasa.

1 Raja-raja 3:9: Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”

1 Raja-raja 3:10: Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.

Tuhan melihat ini adalah keinginan yang baik. Keinginan Salomo meminta hikmat adalah bukan demi kemahsyuran dan kejayaannya, tetapi berdasar atas hatinya yang murni: ingin menjadi raja yang baik dan adil bagi rakyatnya.

Jadi, dari sini kita bisa melihat urut-urutan yang terpenting. Segala sesuatu dimulai dari hati. Bila Salomo tidak memiliki hati nurani yang murni, tentu saja Salomo tidak akan meminta hikmat. Bila Salomo memiliki hati yang egois, tentu saja Salomo tidak akan meminta hikmat. Tuhan selalu melihat hati.

Oleh karena itu sangat penting bagi kita menjaga hati kita.

Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Akan saya ulang: urut-urutan untuk mendapatkan hikmat adalah memiliki takut akan Tuhan karena Tuhan sumber segala sesuatu termaksud hikmat. Untuk memiliki takut akan Tuhan kita perlu hati yang murni.

1 Timotius 1:19: Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,

Lalu bagaimana untuk mendapatkan hati yang murni? Segala sesuatu bersumber dari Allah dan kembali pada Allah. Hati yang murni tidak mungkin kita miliki tanpa Allah memberikannya.

Hati yang murni adalah anugerah. Untuk mendapatkan hati yang murni kita perlu memintanya kepada Tuhan dan setelah Tuhan memberikannya, kita perlu menjaganya dengan segala kewaspadaan.

Jadi untuk memiliki hikmat memang kalau kita telusuri sumbernya hanya ada satu, yaitu Allah sendiri. Ya, Ia yang adalah Yang Awal dan Yang Akhir. Segala sesuatu akan berawal dari Allah dan kembali pada Allah.

Wahyu 22:13: Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”

Begitu pula dengan hikmat. Selain untuk meminta hati yang murni, memiliki takut akan Tuhan, kita perlu untuk mencari, mengejar, mendengarkan, membaca, menerima, dan menyimpan Firman Tuhan dalam hati kita (Amsal 2:1-10).

Ya, mengapa kita perlu mencari, mengejar, mendengarkan, membaca, menerima, dan menyimpan Firman Tuhan dalam hati kita? Karena Firman Tuhan merupakan pengajaran dan sumber hikmat bagi kita. Tanpa kita perlu mencari, mengejar, mendengarkan, membaca, menerima, dan menyimpan Firman Tuhan dalam hati kita, bagaimana kita bisa memiliki pengertian akan Tuhan?

Tanpa memiliki pengertian akan Tuhan, bagaimana kita bisa memiliki takut akan Tuhan? Tanpa memiliki takut akan Tuhan, bagaimana kita bisa memiliki hati nurani yang murni? Tanpa memiliki hati nurani yang murni, bagaimana kita bisa meminta hikmat? Tanpa kita meminta hikmat, bagaimana kita bisa mendapat hikmat?

Lihat, betapa menariknya kaitan dari semua ayat ini! Semuanya saling kait-mengait. Saling menjelaskan kepada kita mengenai cara untuk mendapatkan hikmat.

Bila kita memiliki hikmat, manfaat yang kita peroleh banyak sekali. Dalam Amsal 3:13-18 dicatat hal tersebut (silakan dibaca sendiri). Setidaknya yang akan kita peroleh jika kita memiliki hikmat adalah umur panjang, kekayaan, kehormatan, dan kebahagiaan. Luar biasa!

Amsal 3:18: Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

Ya, bila orang memiliki hikmat, orang tersebut memiliki kehidupan. Apakah yang dicari dalam hidup ini selain kebahagiaan? Ternyata sumber kebahagiaan adalah hikmat, dan sumber hikmat adalah Tuhan sendiri. Sebenarnya sangat mudah ya untuk berbahagia. Carilah Tuhan maka Anda akan berbahagia.

Matius 6:33: Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Bila kita lihat Salomo, sebagai orang yang paling berhikmat di muka bumi, mengapa ternyata ia tidak bahagia? Dalam kitab Pengkotbah 2, ia mengatakan semuanya adalah sia-sia, bahkan dikatakan hikmat juga adalah suatu hal yang sia-sia.

Bagaimana mungkin? Padahal hikmat adalah sumber kebahagiaan? Ingat, segala sesuatu tanpa Tuhan akan sia-sia saja! Salomo sebagai orang paling berhikmat di dunia ini akhirnya jatuh karena ia lupa akan nasihat ayahnya, Daud, untuk tetap menjaga sikap takut akan Allah (1 Raja-raja 2:3-4).

1 Korintus 1:27: Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Bagi dunia, takut akan Tuhan adalah suatu kebodohan, suatu hal yang lemah. Namun justru orang-orang yang takut akan Tuhan akan dipilih Allah untuk memalukan orang yang kuat: orang yang bijaksana, orang yang berhikmat.

Ada suatu peribahasa:

“Di atas langit, ada langit lain yang lebih tinggi.”

Hikmat sebagai sesuatu yang begitu tinggi ternyata ada lagi yang lebih tinggi, yaitu takut akan Allah. Karena Allah adalah sumber segala sesuatu, termasuk hikmat. Bila Anda ingat dalam “All about Love (Part-1)” telah dibahas bahwa yang paling tinggi adalah kasih.

Ya, walaupun hikmat adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan, tanpa takut akan Allah hasilnya nol besar. Di atas hikmat masih ada kasih. Tanpa kasih, walaupun seorang berhikmat, hasilnya nol besar. Segala sesuatu harus bersumber pada kasih, karena Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8b). Ingin memiliki kasih? Milikilah sikap takut akan Tuhan.

Jadi, ingin menjadi orang yang berhikmat? Milikilah sikap takut akan Tuhan.

Amin.

Comments on: "Hikmat" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    setuju tanpa hati yang takut akan Tuhan kita tidak akan mendapatkan hikmat, always be a bless on your wirte :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: