All for Glory of Jesus Christ

Berkata-kata Sinis

Hari ini kita masih membahas mengenai kebiasaan buruk di area perkatan. Topik hari ini adalah mengenai berkata-kata sinis. Kata-kata sinis pada umumnya dikeluarkan dengan maksud menyindir. Umumnya kata-kata sinis dilontarkan karena ketidaksukaan terhadap sesuatu atau terhadap seseorang.

Hasil dari kata-kata sinis bervariasi. Mulai dari perasaan tidak enak bagi yang mendengar sampai menjadi sakit hati kronis. Pada umumnya orang yang senang mengeluarkan kata-kata sinis memiliki luka di dalam dirinya. Ingat: orang luka akan melukai orang lain.

Jadi semakin pedas dan sinis kata-kata seseorang, sebenarnya itu merupakan indikator semakin dalam luka seseorang. Para nabi juga kata-katanya terus terang, tapi tidak sinis. Ada perbedaan mendasar antara terus terang dengan sinis.

Coba perhatikan setiap perkataan nabi di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Mereka terbiasa mengatakan kebenaran dengan apa adanya, tapi tidak sinis. Jadi memang kenyatannya adalah seperti yang mereka katakan.

Sementara kata-kata sinis, kata-kata yang diucapkan bisa hanya sambil lalu namun menyakitkan hati orang yang mendengarnya karena bukan berupa kebenaran.

Amsal 18:21: Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Kata-kata sinis yang kita ucapkan akan kembali kepada kita. Jadi kita perlu berhati-hati atas ucapan kita. Akibat langsung yang dapat dirasakan seseorang dengan kebiasaan berkata-kata sinis adalah hancurnya hubungan baik yang ada.

Tidak ada orang yang suka dilukai. Tidak ada orang yang suka bergaul dengan orang yang kata-katanya sinis dan pedas.

1 Samuel 1:7: Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun, setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.

Jika kita menyakiti hati orang lain dengan kata-kata kita, efeknya adalah hubungan yang ada akan rusak. Mengapa Penina senang menyakiti hati Hana? Karena Elkana memiliki 2 istri, yaitu Hana dan Penina. Selain kasih yang terbagi, Elkana mengasihi Hana kemungkinan lebih daripada kasihnya kepada Penina.

Hal ini tertulis dalam ayat 5.

1 Samuel 1:5: Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab Tuhan telah menutup kandungannya.

Jadi kita bisa mendapatkan suatu gambaran alasan Penina menyakiti hati Hana. Karena cemburu, karena luka. Oleh karena itu, memang dalam Perjanjian Baru dinyatakan dengan jelas bahwa satu pria hanya boleh memiliki satu istri saja. Mengapa demikian? Untuk menghindari banyak luka.

Saat orang terluka memang akhirnya akan melukai orang lainnya. Setidaknya ini memberikan kita pemahaman yang lebih baik terhadap orang tersebut. Bagaimana untuk kita sendiri?

Jelas kita perlu menjaga supaya tidak ada kata-kata sinis keluar dari mulut kita. Jika kita memiliki kecenderungan untuk berkata-kata sinis, kita perlu memeriksa luka yang ada dalam diri kita.

Luka terjadi karena ada penyebab. Entah seseorang, entah suatu peristiwa. Jelas perlu kita obati luka itu, karena kalau kita biarkan akan menjadi infeksi dan akibatnya fatal. Mengenai menyembuhkan luka hati dapat dibaca di “For the Love of Myself”.

Mazmur 59:8: Sesungguhnya, mereka menyindir dengan mulutnya; cemooh ada di bibir mereka, sebab–siapakah yang mendengarnya?

Ingat: Tuhan mendengar setiap perkataan kita. Coba balikkan kata-kata sinis itu kepada diri kita. Jika itu menyakiti kita, maka itu juga menyakiti orang lain. Oleh karena itu, mari kita semua berusaha menjaga perkataan kita.

Jika kita mengandalkan diri sendiri, jelas itu tidak akan bisa. Jika kita mengandalkan Tuhan dalam usaha kita untuk memperbaiki diri, maka pasti kita akan mampu menghadapi segala perkara, termasuk mengatasi kebiasaan berkata-kata sinis.

Amin.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: