All for Glory of Jesus Christ

Mujizat Kesembuhan

Bagi Anda yang setia membaca artikel saya setiap harinya pasti tahu bahwa saya mengidap suatu penyakit. Well, hari ini saya nyatakan bahwa saya sudah sembuh dari penyakit tersebut. Puji Tuhan! Kalau sebelumnya saya tidak bisa menceritakan penyakit saya karena ibu saya meminta dengan sangat bagi saya untuk tidak menceritakannya, sekarang saya bebas untuk menceritakannya.

Tiga tahun lalu, saya sering mengalami keluhan saat datang bulan (menstruasi). Sebelumnya kalau datang bulan, saya tidak pernah mengalami keluhan apapun. Jadi datang bulan ya seperti hari-hari biasanya saja.

Tiga tahun lalu, saya mulai sering mengalami kesakitan yang amat sangat. Bahkan saya ingat saya sudah hampir 2 kali pingsan. Kedua-duanya terjadi saat saya sedang berjalan-jalan di mall.

Karena mulai terganggu oleh rasa sakit yang luar biasa itu, saya ditemani ibu saya pergi ke ginekolog dan memeriksakan kesehatan saya. Alangkah terkejutnya saya ketika itu, ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di rahim saya ada kista berukuran cukup besar. Saya lupa persisnya ukurannya saat pertama kali diperiksa itu.

Dokter yang memeriksa saya ketika itu mengatakan bahwa sekarang sudah ada teknologi terbaru untuk mengoperasi kista. Operasi itu dimungkinkan untuk memasukkan semacam selang lewat perut untuk mengambil kistanya. Biayanya “hanya” 70 juta saja saat itu. Suatu harga yang sangat besar bagi saya.

Dokter mengatakan lebih lanjut bahwa kalau kista berukuran sampai 3 cm itu normal bagi wanita. Tapi kalau lebih dari 3 cm, biasanya itu sudah tidak normal. Jika memiliki kista ukuran besar, maka peluang untuk memiliki anak agak berkurang.

Hasil diagnosis oleh dokter dengan menggunakan Mesin Ultrasonografi (USG) itu membuat saya shock. Saya ingin sekali memiliki anak-anak. Hal yang dikatakan dokter tersebut membuat saya takut sekali.

Kemudian saya mendengar bahwa kakak sepupu saya juga ada yang mengalami hal yang sama. Saya dengar kesaksiannya bahwa ia cukup berdoa saja dan ternyata kistanya keluar pada saat ia datang bulan. Puji Tuhan!

Oleh karena itu, saya pun berdoa dengan keras. Saya mengimani bahwa saya akan sembuh karena kuasa Tuhan tidak terbatas. Ia sanggup menyembuhkan dengan kuasa-Nya yang ajaib. Kakak sepupu saya adalah buktinya.

Setelah berdoa beberapa lama, saya yakin sudah sembuh. Orang tua meminta saya untuk diperiksa lagi. Akhirnya dengan berdebar-debar saya diperiksa lagi. Ternyata, hasil menunjukkan bahwa kista saya masih tetap ada, dengan ukuran yang besar, yaitu diameter 45,5 mm dan 39.5 mm (hasil tes laboratorium per tanggal 30 Juli 2007). Saya terkejut.

Saya berpikir bahwa rasanya saya sudah berdoa dengan segenap hati. Mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya? Padahal saya percaya 100% kalau Tuhan sanggup menyembuhkan saya. Saya berpikir, apa mungkin Tuhan sedang menguji saya?

Beberapa saat berlalu, lalu ibu saya mendengar dari kenalannya bahwa yang bersangkutan memiliki kista juga dan dengan meminum daun inbau ditambah dengan daun delima itu berhasil menghilangkan kistanya. Selain kenalannya itu, ramuan yang sama sudah dicoba oleh kakak sepupu saya yang lain, juga oleh kenalan ibu saya yang lain.

Semua, termasuk saya, mengalami bahwa gangguan sakit saat datang bulan lenyap. Ada yang kistanya mengecil, bahkan menghilang. Saya pun cukup yakin bahwa saya akan sembuh kali ini.

Meminum ramuan daun inbau yang ditambah dengan daun delima itu sungguh perjuangan berat. Rasanya luar biasa, super sekali, amat sangat pahit. Saya termasuk orang yang cukup tahan sakit dan cukup tahan untuk meminum obat-obatan sepahit apapun. Hanya saja dari sepanjang sejarah saya meminum berbagai macam ramuan obat pahit, ramuan daun inbau yang ditambah dengan daun delima inilah juaranya.

Setiap kali meminumnya, saya merasa ingin muntah. Begitu pahit rasanya, sering saya tidak tahan dan mencoba menahan nafas ketika meminumnya. Tidak ada gunanya. Begitu saya bernafas, rasa pahit itu menyerbu lidah saya dan menimbulkan rasa mual.

Setelah 3 bulan 3 minggu, tepatnya tanggal 23 November 2007, kembali saya memeriksakan kesehatan saya di laboratorium. Saya sangat yakin bahwa saya sudah sembuh karena saya tidak merasakan gangguan sakit sama sekali ketika datang bulan.

Ternyata, fakta berbicara lain. Bukannya mengecil, kista saya semakin besar. Ukurannya menjadi 47,9 mm x 38.7 mm. Saya semakin terpukul. Ketika orang lain yang mengonsumsi ramuan tersebut malah mengalami pengecilan bahkan hilangnya kista tersebut, mengapa kista saya malah membesar?

Dokter lain yang memeriksa saya bercerita bahwa memang kalau kista berukuran besar itu bisa mengganggu kehamilan. Entah bisa menyebabkan sulit hamil atau bahkan saat kehamilan akan mengganggu janin. Walaupun demikian, dokter tersebut bercerita bahwa menantunya dioperasi pengangkatan sebelah rahimnya namun justru indung telurnya malah bekerja lebih giat dan menantunya itu bisa mengandung dan memiliki anak.

Mendengar hal tersebut saya merasa ada harapan. Tapi, ternyata ujian tidak berhenti sampai di situ. Saya sangat terpukul ketika kekasih saya saat itu meninggalkan saya demi wanita lain. Saya memang menceritakan semua kondisi gangguan kesehatan yang saya alami kepadanya, termasuk komentar dari dokter-dokter yang menangani saya. Semuanya, tanpa ada yang saya tutup-tutupi. Ketika saya sakit dan saya jujur bercerita kepadanya, membuat saya harus kehilangan dia.

Akhirnya, karena tidak sembuh juga, saya berpikir bahwa kalau Tuhan memang mau saya sembuh, Ia bisa bekerja dengan ajaib. Saya memutuskan untuk tidak meminum obat apapun.

Saya kemudian berkenalan dengan seseorang. Ternyata seorang teman ini memiliki karunia nubuatan. Ia memberikan nubuatan kepada saya bahwa saya akan menjadi seorang istri dan ibu yang hebat.

Ketika mendengar nubuatan itu, saya menangis karena saya tahu dengan persis bahwa saya memiliki kista dalam rahim saya yang bisa menghalangi saya menjadi seorang ibu. Nubuatan dari teman saya itu membuat saya berpikir bahwa saya akan memiliki anak suatu hari kelak, bahwa saya akan menjadi seorang ibu. Hal itu membuat saya memiliki harapan lagi.

Setelah lewat 3 tahun, tiba-tiba 2 bulan lalu ayah saya melihat suatu iklan di surat kabar terkemuka. Di sana diiklankan satu jenis obat yang dapat menyembuhkan penyakit kanker, myom, dan kista. Obat tersebut dinyatakan sudah teruji klinis oleh dua Jurusan Farmasi dari universitas ternama di Indonesia. Karena mereka begitu berharap saya sembuh, mereka membeli obat itu dan meminta saya meminumnya setiap hari. Harga obat ini cukup mahal, tapi mereka sangat ingin saya sembuh. Jadi, mereka beli juga.

Jadi begitulah, sudah 2 bulan ini saya habiskan dengan minum obat ini. Setelah 2 minggu mengonsumsi obat ini, ayah saya diberitahu bahwa mengonsumsi obat ini harus disertai dengan berpantang berbagai jenis makanan. Jadi sudah 1,5 bulan ini saya berpantang berbagai jenis makanan. Efeknya cukup dahsyat. Berat badan saya turun 6 kg dalam 1,5 bulan ini.

Rasanya menderita sekali untuk berpantang berbagai makanan yang ada. Saya terutama merasa sangat menderita karena tidak bisa memakan makanan kesukaan saya. Semua makanan kesukaan saya tidak boleh saya makan. Akan tetapi mengingat pengorbanan orang tua saya dan betapa mereka ingin saya sembuh, saya menahan diri saya sekuat mungkin. Saya tidak menyentuh berbagai daging, ikan, makanan dengan MSG (monosodium glutamat, alias vetsin), makanan dengan pengawet, makanan dengan ragi, susu tinggi lemak, mie instant, berbagai jenis buah-buahan yang dilarang, termasuk di dalamnya buah-buahan yang sangat saya sukai: durian dan berbagai buah-buahan lainnya.

Sayangnya selain efek samping yang menyenangkan karena berat badan saya berkurang banyak, ada efek samping yang tidak menyenangkan. Akibat dari berpantang itu, tekanan darah saya turun drastis. Biasanya tekanan darah saya normal, tapi sejak berpantang tekanan darah saya turun drastis. Saya mengetahuinya karena saya beberapa kali mengalami pandangan menjadi gelap ketika bangkit dari duduk. Puji Tuhan, Tuhan memberikan saya kekuatan. Jadi saya tidak pernah mengalami pingsan atau sejenisnya.

Kemudian ayah saya mendapatkan informasi yang menyarankan supaya saya memeriksakan kesehatan saya setelah mengonsumsi 14 botol obat tersebut. Jadi kalau sudah dicapai kesembuhan, supaya tidak perlu lagi mengonsumsi obat tersebut. Paling hanya perlu mengonsumsi dalam jumlah sedikit saja.

Akhirnya seperti saya sudah ceritakan dalam artikel yang sebelumnya, saya memeriksakan diri ke laboratorium. Ternyata terdapat gangguan mesin, sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan pada Selasa, 14 September 2010 lalu. Karena saya sudah mengatakan akan kembali ke sana, saya akhirnya hari ini kembali ke sana untuk memeriksakan diri.

Sesudah berdoa terus dan meminum banyak air yang merupakan syarat untuk pemeriksaan rahim dengan menggunakan USG, sayapun diperiksa. Ternyata, Tuhan yang saya percayai adalah Tuhan yang luar biasa! Ia memberikan saya kesembuhan. Kista saya menjadi berukuran 2.2 cm menurut dokter yang memeriksa saya. Kista berukuran sekian itu adalah normal bagi para wanita dan biasanya setelah datang bulan akan hilang. Saya sangat bergembira mendengar hal tersebut. Memang dari dokter yang lain saya dengar bahwa kista sampai ukuran 3 cm adalah normal, lebih dari itu baru tidak wajar.

Saya sangat bahagia karena berarti saya tidak perlu lagi berpantang makanan ini dan itu. Orang tua saya pun sangat bahagia. Begitu pulang, saya dapat langsung memakan baso dan udang yang saya sukai. Ah, betapa bahagianya!

Sungguh Tuhan Yesus adalah Jehovah Rapha. Artinya: Allah adalah penyembuhku. Ia adalah Tuhan yang luar biasa! Penyembuhan dari-Nya bisa melewati berbagai cara, entah tanpa obat-obatan, entah dengan obat dokter, entah dengan obat ramuan tradisional dan alternatif.

Karena Ia adalah Allah yang terlalu besar untuk dibatasi oleh pemikiran manusia, Ia bisa berkarya lewat apapun, dengan cara apapun, pada waktu kapanpun. Saya sungguh bahagia sampai menangis.

Saya menyadari dalam perjalanan ini, Tuhan sedang mengajar saya untuk dapat membayar harga demi mencapai suatu tujuan. Saya menyadari Tuhan sedang mengajar saya untuk dapat mengendalikan diri untuk tidak mengonsumsi sejumlah makanan yang saya sukai pada masa pengobatan. Walaupun itu berat, hanya saja saya bersyukur Ia memberikan saya kekuatan dan kemampuan untuk melewati 1,5 bulan ini.

Doaku hari ini: Segala puji syukur bagi-Mu, Tuhan. Engkaulah Allah yang dapat kupercaya. Pengharapanku tidak sia-sia. Setiap orang yang berharap kepada-Mu tidak dikecewakan. Hatiku limpah dengan syukur, karena sungguh ajaib kebesaran-Mu.

Ya, Yesus, nama-Mu itu sungguh agung. Terima kasih buat kasih-Mu bagiku. Terima kasih buat karunia-Mu bagiku. Aku percaya bahwa nubuatan-Mu pasti akan terjadi, bahwa aku akan menjadi seorang istri dan ibu yang hebat bagi kemuliaan nama-Mu.

Tuhan, aku berdoa bagi setiap orang yang mengalami sakit-penyakit yang membaca artikel ini. Biarlah mereka dikuatkan dengan kesaksianku ini. Biarlah harapan mereka diperbaharui karena memang dasar pengharapan kepada-Mu adalah dasar yang teguh, yang tak tergoyahkan, yang tak akan berubah dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lama-Nya. Terpujilah nama-Mu, Yesus, sampai selama-lama-Nya.

Amin.

Comments on: "Mujizat Kesembuhan" (1)

  1. Anonymous said:

    amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: