All for Glory of Jesus Christ

Notes hari ini merupakan kelanjutan dari Trilogi 1 dan 2Purpose, Vision, and Mission in Your Life”. Bila Anda belum membaca dua bagian dari trilogi tersebut, silakan membacanya terlebih dahulu.

Karena setiap bagian bersifat integral dan saling mendukung satu dengan lainnya, Anda akan memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh bila telah membaca dua bagian sebelumnya.

Seperti dua bagian yang sudah dibahas, mari kita berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pembahasan notes ini. “Bapa yang Maha Baik, terima kasih buat semua kasih-Mu yang dicurahkan bagi hidup kami. Bapa, pada hari ini kami ingin mengetahui misi dalam hidup kami dan lebih terjun ke dalamnya, Tuhan.

Biarlah kami senantiasa taat dan senantiasa mau membayar harga, karena Engkau terlebih dahulu telah membayar lunas harga setiap kami. Bersyukur ya Tuhan buat arahan-Mu dalam hidup kami.

Terus campur tangan dan sertai kami ya Tuhan, apapun misi kami itu kami ingin serahkan dalam tangan-Mu dan hanya demi kemuliaan nama-Mu. Terpujilah Engkau sampai selama-lamanya. Dalam nama Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur. Amin”.

Sebelum memulai pembahasan mengenai misi, saya akan mengupas dulu definisi misi yang diambil dari Kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John Echols dan Hassan
Shadily.

Mission (misi) merupakan: 1. tugas. 2. perutusan, utusan. 3. misi.

Berdasarkan definisi di atas, apa misi Anda? Hal yang pasti Anda camkan adalah apapun misi Anda, yang pasti tidak akan menyimpang dari life purpose (tujuan hidup) Anda dan visi Anda. Kalau menyimpang brarti ada sesuatu yang keliru dan Anda perlu berbalik untuk meluruskan itu terlebih dahulu.

Kalau mau disimpulkan secara singkat jalinan antara trilogi 1, 2, dan 3 adalah sebagai berikut:
Tujuan hidup (life purpose) adalah gambar besar (big picture) yang merupakan pedoman untuk penentuan arah hidup Anda. Visi adalah arah yang Anda tuju. Misi merupakan kompas untuk mencapai arah tersebut.

Untuk menyederhanakan dan memperdalam pengertian Anda, saya akan membuat dalam bentuk contoh.

Misal tujuan hidup Anda berkaitan dengan tujuan penciptaan Anda yang Anda pilih adalah memuji dan memuliakan Tuhan (lihat pembahasan pada trilogi 1).

Visi Anda dalam memuji dan memuliakan Tuhan adalah membawa orang lain juga untuk memuji dan memuliakan Tuhan.

Misi Anda dalam membawa orang lain untuk memuji dan memuliakan Tuhan adalah dengan pengajaran. Contoh mudahnya seperti itu.

Berkaitan dengan misi, terdapat beberapa hal yang ingin saya bagikan:
1. Setelah mengetahui tujuan hidup dan visi Anda, Anda perlu bergerak ke misi. Ya, penetapan misi. Poin ini menjadi sangat penting karena tanpanya Anda tidak dapat berjalan mencapai tujuan dan visi Anda.

2. Setelah menetapkan misi cek kembali sesuai atau tidaknya misi yang Anda tetapkan dengan tujuan hidup dan visi Anda (baca kembali trilogi 1 dan 2). Ingat: misi Anda harus sesuai dengan visi Anda. Visi Anda harus sesuai dengan tujuan hidup Anda. Tujuan hidup Anda harus sesuai dengan tujuan Tuhan menciptakan Anda.

3. Serahkan misi Anda pada Tuhan dan taatlah.

Yeremia 10:23: Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Ya, kita mungkin telah menentukan misi yang mau kita kerjakan, tetapi jika Tuhan mau kita mengubahnya taatlah.

4. Lakukan langkah untuk menjabarkan misi Anda dalam kerangka yang lebih kecil dan manageable. Dalam Renungan Harian edisi Januari 2009: “Goal Setting” yang ditulis oleh Christov dituliskan mengenai goal.

Saya akan menggunakan istilah target untuk goal ini. Dalam “Goal Setting terdapat banyak hal yang menarik namun saya hanya akan mengutip dua hal, yaitu kriteria penyusunan terget (goal) dan prinsip-prinsip penting untuk mencapai target (goal).

Kriteria penyusunan target (goals): SMART
a. S-pecific (khusus dan jelas).
b. M-easurable (dapat diukur).
c. A-ttainable (dapat dicapai).
d. R-ealistic (realistis).
e. T-angible (konkrit).

Prinsip-prinsip penting untuk mencapai target (Goals):
– Berkatalah TIDAK pada sebuah kesempatan dan berkatalah YA kepada target (goals).
– Target (goals) kita harus bersumber dari kerinduan yang dalam dan keinginan yang besar.
– Teguhlah terhadap target (goals) kita dan jadilah fleksibel terhadap metode kita (aktivitas).
– Tulislah target (goals) kita.
– Kenalilah hambatan-hambatan dalam mencapai target (goals) kita.
– Kenalilah pendukung kita (hal-hal atau orang-orang) untuk mencapai target (goals) kita.
– Visualisasikanlah target (goals) kita.
– Jangan pernah menyerah untuk mencapai target (goals) kita.
– Revisilah target (goals) kita bila diperlukan.
– Berpikirlah positif selalu.
– Untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama manusia.

5. Lakukan sekarang juga. Just do it. Ya, jangan menunda-nunda.

Efesus 5:16: dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Saya masih sering bergumul dengan hal ini hahahaa (jadi pengakuan dosa wakkakakaka). Penyakit saya adalah sering menunda-nunda. Entah karena mood atau memang karena ingin sempurna melakukan sesuatu. Ketika banyak hal harus dikerjakan rasanya jadi tidak tertahankan banyaknya.

Oleh karena itu saya biasanya membuat suatu daftar untuk memuat hal-hal yang harus saya kerjakan dan membuat reward sistem untuk menyemangati saya bila saya telah kerjakan saat itu juga. Anda bisa melakukan hal yang sama untuk menyemangati diri sendiri.

6. Mau membayar harga. Membayar harga artinya ada sesuatu yang harus kita korbankan saat kita mau mencapai misi kita.

2 Timotius 4:5: Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

Ya, untuk memperoleh sesuatu perlu ada korban, pembayaran harga. Apakah korban Anda? Kesenangan Anda? Hobi Anda? Waktu Anda? Uang Anda? Tenaga Anda? Pikiran Anda? Kedagingan Anda? Dosa Anda? Silakan menjawabnya sendiri.

Seperti Abraham mengorbankan Ishak walaupun Ishak adalah anak yang begitu lama ditunggunya, bahkan Kristus telah memberikan teladan sempurna dalam membayar harga.

1 Korintus 6:20: Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.

Ya, harga kita adalah darah-Nya. Puji Tuhan untuk kasih-Nya yang sempurna!

Bersyukur buat kasih-Nya yang tidak berkesudahan yang telah menjadikan kita seorang pemenang bahkan lebih dari pemenang! Jadi, mau jadi lebih dari pemenang? Lakukan bagian kita dengan setia dan lihat Ia yang adalah setia akan melakukan bagian-Nya.

Amin.

(Footnote:
Many thanks to Rita Kusmiaty who sent me Renungan Harian edisi Januari 2009: “Goal Setting”. Thanks, Rit, for inspiring and supporting me more by sending it to me.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: