All for Glory of Jesus Christ

All about Love (Part-1)

Hari ini akan berbau romantisme hahahahaha karena saya baru saja membaca daily devotional tanggal 22 Maret 2009 “Developing a Persistent Love” yang ditulis oleh Rick Warren (penulis buku “Purpose Driven Life). Ya, sedikit banyak kangen juga menulis yang berbau relationship and romance hahahahaha.

Apalagi kalau mengingat niat awal yang ingin menulis notes dalam area relationship and romance saja hahahaha. Plus winamp saya memutarkan lagu “Kasih-Mu Memberikan Segalanya” padahal tidak saya atur demikian heuehehehe, komplit wakakakakak. Karena pembahasannya akan cukup panjang, saya akan membaginya dalam dua bagian.

Ok, berbicara masalah All about Love, sudah pasti kita akan mengacu pada 1 Korintus 13. Ya, salah satu ayat favorit saya. Saya akan mengacu pada 1 Korintus 13:8-10. Bunyinya adalah demikian:

1 Korintus 13:8: Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap”.

1 Korintus 13:9: Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna”.

1 Korintus 13:10: Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap”.

Saya akan membahas mulai dari ayat 8-10 dulu. Ini menyangkut betapa pentingnya kasih. Hal yang sangat menarik dituliskan di ayat 8, “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap”.

Saya akan membahas mengenai nubuatan dan bahasa roh berdasarkan yang tertulis di 1 Korintus 14:1-5, sedangkan pengetahuan akan saya bahas dari Efesus 4:13, Filipi 1:9, Kolose 1:10, dan Kolose 3:10.

Pertama-tama akan saya bahas mengenai nubuatan. Berdasarkan yang saya peroleh dari buku “Understanding Your Spiritual Gifts” yang ditulis oleh Dr. Bruno Caporrimo. Ditulis di buku itu sebagai berikut,

“Nubuat dalam pengertian yang paling luas adalah Allah berbicara kepada manusia. Ini bisa berupa suara lirih yang lembut dalam roh orang percaya secara individual. Atau mungkin kata-kata yang formal di depan umum dari seorang hamba Tuhan yang mendapat pengurapan nabi.

Nubuat sejati merupakan perkataan supernatural yang dilahirkan dalam roh Anda oleh Allah. Nubuat membantu kita memahami penanganan Allah dalam hidup kita, memberikan petunjuk tentang yang ada di depan, dan memberikan perkataan Roh serta kehidupan kepada kita sehingga kita bisa menerapkan hikmat dalam situasi kehidupan.

Nubuat sejati mengungkapkan pikiran Kristus dan membantu kita menerapkan firman Allah di tempat kita berada. Itulah sebabnya hal itu membangun dan menghibur dengan cara sedemikian rupa. Kebanyakan nubuat meneguhkan bahwa Allah menyertai kita dan menguatkan kita untuk melakukan pekerjaan yang ada”.

Perhatikan pada

1 Korintus 14:1: Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

Menarik sekali fakta yang diungkapkan di sini. Karunia untuk bernubuat merupakan suatu karunia utama yang perlu kita kejar. Mengapa demikian? Kutipan yang saya tulis dari buku “Understanding Your Spiritual Gifts” tentang manfaat nubuat kiranya sudah cukup jelas dalam membahas alasannya. Lebih lanjut mengenai manfaat nubuat dapat dilihat pada 1 Korintus 14:3 (“Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur”).

Mengenai bahasa roh, tertulis jelas dalam

1 Korintus 14:2: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Bahasa roh merupakan bahasa yang ditimbulkan oleh Roh Kudus dalam kita yang tidak kita mengerti artinya (kecuali oleh orang yang mempunyai karunia menafsirkan bahasa roh).

Peranan bahasa roh adalah untuk berkata-kata pada Allah. Lebih lanjut dalam

Roma 8:26: Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Saya percaya bahwa Roma 8:26 berkaitan erat dengan bahasa roh. Itu sebabnya bahasa roh penting karena dapat menghiburkan kita, memberikan kita kekuatan, bahkan saat kita tidak tahu dan tidak mengerti mengenai hal yang harus kita katakan kepada Allah.

Perbandingan antara nubuatan dan bahasa roh terdapat dalam 1 Korintus 14:4-5.

1 Korintus 14:4: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

dan dalam

1 Korintus 14:5: Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

Ya, keduanya penting namun untuk membangun jemaat nubuat lebih penting.

Mengenai pengetahuan, hasil saya mencari di http://sabdaweb.sabda.org/search/?p=pengetahuan&s=on ternyata terdapat 95 kata “pengetahuan” di Alkitab. Dari Efesus 4:13, Filipi 1:9, Kolose 1:10, dan Kolose 3:10 tertulis jelas mengenai pentingnya pengetahuan.

Efesus 4:13: sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Filipi 1:9: Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

Kolose 1:10: sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah”,

Kolose 3:10: dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Lalu, melihat begitu pentingnya nubuatan, bahasa roh, dan pengetahuan, mengapa letak kasih menjadi yang paling utama? Mengapa rankingnya kasih itu adalah nomor 1? Bahkan pada ayat

1 Korintus 13:8a: Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Wow, yang paling kekal itu adalah kasih. Aneh ya? Padahal yang lain kelihatannya lebih gemerlap, lebih glamour, lebih mentereng. Kalau kasih terkesan begitu sederhana, begitu low profile, dan sama sekali tidak terkesan “Wah”. Tetapi mengapa ternyata hanya kasih yang bertahan sampai kekekalan?

Saya bisa menyebutkan setidaknya ada empat jawaban (silakan tambahkan yang lain), yaitu:
1. 1 Korintus 13:9: Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

Ya, pengetahuan kita terbatas seberapa pintarnya pun kita. Bahkan Raja Salomo, orang yang paling berhikmat di seluruh bumi ini mengatakan dalam Pengkhotbah 1:16-18, 2:12-23 bahwa sebagai orang yang luar biasa memiliki hikmat dan pengetahuan melebihi orang lain, ia pun mengerti bahwa ternyata seberapa banyaknya pun pengetahuan dan hikmat yang dimilikinya ternyata itu semua sia-sia.

Berkaitan dengan nubuatan, nubuatan itu merupakan hal yang utama yang perlu kita kejar dari semua karunia roh yang lain, bahkan juga melebihi bahasa roh dan pengetahuan. Dari nubuatan kita bisa membangun, menasehati, dan menghibur (1 Korintus 14:3).

Peranannya luar biasa: mencakup peranan bahasa roh: menghibur diri kita dan mencakup peranan pengetahuan, yaitu: membangun jemaat, yaitu karena memiliki pengetahuan dan hikmat mengenai kehendak dan rencana Allah dan juga dapat menasehati bila ternyata hal yang dibukakan oleh Tuhan itu menyangkut sesuatu yang perlu kita koreksi dalam hidup kita atau orang lain.

Walau nubuatan mencakup peranan bahasa roh dan pengetahuan, ternyata juga tidak menjadi sesuatu yang kekal, karena nubuatan kita tidak sempurna. Ya, nubuatan yang diberikan Tuhan umumnya bersifat parsial, sebagian, bukan gambaran besar dari keseluruhan hal, sehingga sifatnya adalah tidak sempurna.

2. 1 Korintus 13:10: Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Karena pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuatan kita tidak sempurna. Ya, karena pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuatan kita tidak sempurna, maka yang tidak sempurna itu pada akhirnya akan lenyap. Mengapa? Mengapa nubuatan, bahasa roh, dan pengetahuan yang begitu luar biasa peranannya akan lenyap juga?

Jawabannya adalah hukum alam! Dalam hukum alam diatur yang lebih kuat akan bertahan menggantikan yang lebih lemah. Kalau peribahasa mengatakan:

“Di atas langit, ada langit yang lebih tinggi.”

Ya, walaupun peranan dan fungsi nubuatan, bahasa roh dan pengetahuan begitu powerful dan menakjubkan, ternyata masih lebih lemah dari…..KASIH! Mengejutkan ya? Sangat!

1 Korintus 1:27: Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Saat saya menuliskan notes ini tiba-tiba ayat ini teringat oleh saya. Menarik, karena selama ini saya berpikir bahwa Allah bisa memberikan hikmat bagi orang-orang bodoh, melebihi orang-orang yang berhikmat, bahkan sampai dapat memalukan orang-orang berhikmat tersebut. Tetapi sekarang saya mendapatkan suatu pengertian dan pemahaman baru mengenai ayat ini.

Kasih merupakan suatu yang bodoh bagi dunia. Contohnya banyak dalam Alkitab. Saya akan menyebutkan dua contoh saja.

Matius 5:38-39: Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Lebih lanjut dalam

Matius 5:44: Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Dari dua ayat tadi, terlihat jelas kedua hal tersebut merupakan hal yang sangat bodoh. Bagaimana tidak? Orang melakukan hal yang jahat pada kita, tentu saja nature kita seharusnya adalah membalas, bahkan ada peribahasa:

“Pembalasan lebih kejam dari perbuatan sebelumnya.”

Ya, bagi dunia, kalau orang menyakiti Anda, balas lebih lagi: dua kali lipat, tiga kali lipat, atau bahkan lebih. Biar dia kapok, biar jera, biar dia tahu rasanya! Begitu kan? Tapi ternyata hukum kasih berbicara lain sekali dengan hukum dunia.

Kasih terlihat lemah. Ya, membalas dendam kesannya lebih kuat bukan? Mengampuni kesannya begitu apa ya? Aman? Hahhaha, jauh dari pada itu! Membalas dendam kelihatannya berbobot dan berpengaruh? Kesempatan unjuk gigi dan strategi untuk menjatuhkan lawan?

Itu hanya gambaran sekilas, hanya suatu tinjauan yang dangkal. Ibaratnya orang melihat sebuah danau lalu mencoba menerka kedalamannya hanya melihat riak di permukaan. Ya, itu hanya gambaran sepintas. Padahal Anda tahu, untuk bisa mempraktekkan kasih secara total itu sungguh berat sekali. Ya, kasih begitu kuat.

Kasih yang merupakan kebodohan dan kelemahan bagi dunia, ternyata merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Sumber kekuatan yang tersembunyi yang wajib kita semua (Anda dan saya) miliki, bahkan melebihi nubuatan, bahasa roh, dan pengetahuan.

3. Hal yang paling penting dan utama pada umumnya merupakan hal yang paling banyak disebutkan bukan? Perhatikan saja bila teman Anda sedang jatuh cinta pada seseorang, kemungkan besar bila dia sedang tidak ada kesibukan apapun dan Anda sedang menemaninya, bisa-bisa dia akan terus bercerita mengenai orang yang dicintainya. Ya, terus-menerus tanpa henti. Saya berbicara ini bukan tanpa dasar.

Dari sekian banyak sahabat saya, orang yang saya kenal dengan cukup baik, orang yang saya kenal dengan tingkat pengenalan yang biasa saja, bahkan dengan orang yang saya tidak kenal namun percaya dan mau menceritakan kisah cintanya pada saya, saya menemukan dan mendapati hal yang sama hahahhahaa.

Ya, percaya atau tidak. Entah saat jatuh cinta atau patah hati kalau memang sahabat/teman/orang yang bercerita tersebut sungguh-sungguh mencintai orang yang dikasihinya, dia akan cenderung bercerita tentang orang tersebut, ya tentang KASIH!

Saya akan sebutkan bukti yang lain. Dari hasil pencarian di sabdaweb.org saya menemukan fakta yang menarik. Di sepanjang Alkitab dicatat sebagai berikut:
– “Hikmat” dicatat 176 kali.
– “Pengetahuan” dicatat 95 kali.
– “Nubuat”, “Nubuatan”, “Bernubuat” masing-masing dicatat 22 kali, 1 kali, dan 80 kali.
– “Kasih” dicatat 457 kali.

Alkitab yang merupakan buku kumpulan surat cinta dari Tuhan kepada umat-Nya ternyata mencatat kata “kasih” jauh lebih banyak dari pada kata “hikmat”, “pengetahuan”, dan “nubuat, nubuat, bernubuat”. Ini membuktikan kasih merupakan hal yang sangat luar biasa penting dan utama bagi Allah.

4. Allah menyatakan diri-Nya dalam berbagai nama. Saya akan mengutip dari http://www.ladangtuhan.com/komunitas/kumpulan-kotbah-renungan/sebutan-sebutan-allah/msg37572/?PHPSESSID=8be7e1eea5188d197c4353ce4d5a28b2 mengenai sebutan-sebutan Allah tersebut:

a. Adonai (Tuhan atas semua tuhan) (Mazmur 39:7; 54:4; 71:5; Yesaya 6:8; Yehezkiel 18:25; Lukas 6:46)

b. Elohim (Allah yang esa) (Kejadian 1:26)

c. El Elyon (Allah yang maha tinggi) (Bilangan 24:16; 2 Samuel 22:14; Mazmur 18:13).

d. El Olam (Allah yang kekal) (Kejadian 9:16; Yohanes 3:16).

e. El Roi (Allah yang maha tahu) (Mazmur 139:1,2,7).

f. El Shaddai (Allah yang maha kuasa) (Kejadian 17:1-2; Keluaran 6:13; Ayub 40:2).

g. Jehovah Jireh (Allah yang menyediakan)

h. Jehovah Mekkadesh (Allah yang menyucikan) (Keluaran 13:2; Imamat 19:2; Roma 12:1; 1 Petrus 1:15-16).

i. Jehovah Nissi (Allah adalah panji-panjiku) (Keluaran 14:13; Ulangan 20:3-4; Yesaya 13:2-4).

j. Jehovah Rohi (Allah adalah gembalaku) (Mazmur 23:1-4; Yesaya 40:10; Yohanes 10:11).

k. Jehova Rapha (Allah adalah penyembuhku) (Bilangan 12 :13; Mazmur 103:2-3; Yeremia 3:22; Matius 4:23; Lukas 4:18).

l. Jehova Sabaoth (Allah semesta alam) (1 Samuel 1:3; Yeremia 11:20).

m. Jehovah Shalom (Allah adalah kedamaianku) (Bilangan 6:24-26; Matius 11:28-29; Yohanes 14:27; Roma 5:1).

n. Jehovah Shammah (Allah ada di sana) (Keluaran 33:14-16; Yesaya 63:9; Matius 28:20; Yohanes 1:14).

o. Jehovah Tsidkenu (Allah adalah kebenaranku) (Ulangan 32:4; Mazmur 89:14; Kisah Para Rasul 3:14; Roma 3:20; 2 Korintus 5:21).

Anda tahu mengapa saya mengutip sejumlah sebutan untuk Allah? Alasannya adalah untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai pribadi-nya. Anda tahu mengapa 15 nama itu menjadi nama sebutan untuk Allah? Bahkan lebih dari 15, masih banyak lagi. Semua sebutan itu bersumber pada satu hal. Alasan yang utama dan terutama Allah bisa disebut 15 itu dan bahkan lebih dari 15 itu hanya satu: KASIH! Ya, karena kasih-Nya.

Ia yang adalah Adonai (Tuhan atas semua tuhan), Elohim (Allah yang esa), El Elyon (Allah yang maha tinggi), El Olam (Allah yang kekal), El Roi (Allah yang maha tahu), El Shaddai (Allah yang maha kuasa), Jehovah Jireh (Allah yang menyediakan), Jehovah Mekkadesh (Allah yang menyucikan), Jehovah Nissi (Allah adalah panji-panjiku), Jehovah Rohi (Allah adalah gembalaku), Jehova Rapha (Allah adalah penyembuhku), Jehova Sabaoth (Allah semesta alam), Jehovah Shalom (Allah adalah kedamaianku), Jehovah Shammah (Allah ada di sana), dan Jehovah Tsidkenu (Allah adalah kebenaranku) ternyata rela untuk membuang itu semua dan mengambil rupa seorang manusia. Ya, seorang manusia!

Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ya, Ia adalah Allah yang Maha Besar, Maha Tinggi, Maha Kuasa ternyata memilih menjadi manusia yang lemah dan terbatas! Allah yang Maha Kaya menjadi seorang manusia yang lahir dalam kesederhanaan, lahir di palungan yang kotor, bukan lahir dalam istana yang mewah nan megah dan menjadi anak seorang tukang kayu.

Allah yang merupakan pencipta seluruh alam ini beserta isinya, ternyata harus mengalami penolakan, difitnah, dibenci, dimusuhi, dikhianati oleh bahkan orang terdekat-Nya; juga tidak cukup dan tidak berhenti sampai di situ saja, ia juga harus mengalami sengsara dan wafat di kayu salib.

Salib yang merupakan lambang kutuk menjadi lambang yang disandang-Nya. Padahal Ia adalah Allah yang Maha Suci. Ia rela menjadi kotor karena menanggung seluruh dosa manusia, dosa kita semua, dosa Anda dan saya. Itu semua karena dilandasi oleh KASIH! Bahkan Ia menyatakan diri-Nya sendiri adalah KASIH.

1 Yohanes 4:8b: sebab Allah adalah kasih.

Jadi, ingin menjadi yang paling utama? Jadilah orang yang memiliki KASIH! Amin.

(Footnote:
– Thanks to “Ryonn” Ronny Santosa for sending me the daily devotional and informing about the subscription. It inspires me to write this notes. GBU.
– Thanks to “Talam” Ronny Taslim for giving me the copy of MP3 original files from various artists. It helps me a lot in writing since the MP3 songs become the background of my days. GBU).

Iklan

Comments on: "All about Love (Part-1)" (6)

  1. FB Comment from RS:
    …ternyata rela untuk membuang itu semua dan mengambil rupa seorang manusia. ”
    Langsung nancep.. JLEB!
    Thanks for the blessing:)
    Gbu

  2. FB Comment from PTPS:
    Kasih Allah emang TOP BGT, gak ada penguasa apapun siapapun,dimanapun bahkan malaikat2 yang bisa misahin kasih Allah pd kita… semenra kasih kita pd Allah pd sesama dipertanyakan… (ada ayatnya tp lupa, klo gak salah di surat yg ditulis Paulus, hehe)… Puji Tuhan dan thx udah jd saluran kasihNYA…cayo

    • Memang Kasih Allah itu sempurna. Walaupun kita sebagai mausia ga sempurna, tapi kita bisa belajar dari kasih-Nya :). Jangan lupa kita kan Kristus-kristus kecil, so kita juga perlu untuk meniru Dia :).

      Hasil search: itu ada di Roma 8:35: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Roma 8:39:

      “atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

      Puji Tuhan n thx juga buat Popy yang dah menyemangati :). GBU

    • Memang Kasih Allah itu sempurna. Walaupun kita sebagai mausia ga sempurna, tapi kita bisa belajar dari kasih-Nya :). Jangan lupa kita kan Kristus-kristus kecil, so kita juga perlu untuk meniru Dia :).

      Hasil search: itu ada di Roma 8:35: Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

      Roma 8:39:

      “atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

      Puji Tuhan n thx juga buat yang dah menyemangati :). GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: