All for Glory of Jesus Christ

Whole

Hari ini saya akan membahas mengenai masalah utuh (whole). Pernah mendengar kata-kata seperti berikut ini?

Jadilah orang yang utuh!

Sering? Pernah? Baru sekarang? Ya, apapun jawaban Anda tidak menjadi masalah. Pertanyaan berikutnya: apakah utuh itu?

Mengacu pada Kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John Echols dan Hassan Shadily, definisi whole adalah sebagai berikut:

Whole: kb. 1. keseluruhan, 2. jumlah; ks. 1. seluruh, 2. lengkap, 3. bulat, utuh, 4. murni.

Ya, keseluruhan, seluruh, lengkap, utuh. Persamaan lain dari utuh adalah integral (kesatuan/menyatu), sedangkan lawan dari integral adalah parsial (bagian/terbagi). Mungkin pernah mendengar kata-kata romantis berikut ini:

Aku berikan cintaku padamu, utuh dan tak terbagi.

(Hahahahah, romance is in the air wakakakakak. I can’t help it, I’m romantic person wakakkaka.)

Dalam Yakobus 1:4 dituliskan mengenai utuh.

Yakobus 1:4: Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Lengkap dan utuh berarti suatu kesatuan yang melekat kuat, tidak ada bagian yang terpisah. Berkaitan dengan melekat kuat, ada satu bagian dalam Alkitab yang sangat baik menjelaskan masalah utuh ini, yaitu di Yohanes 15:1-8.

Yohanes 15:1: “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Yohanes 15:2: Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Yohanes 15:3: Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Yohanes 15:4: Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Yohanes 15:5: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Yohanes 15:6: Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Yohanes 15:7: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Yohanes 15:8: Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Mari kita bahas dua bagian mengenai keutuhan:
1. Pertama-tama kita akan berbicara mengenai keutuhan dan konsep integral dari Putra dan Bapa. Hal ini dibahas dalam Yohanes 15:1. Yesus dianalogikan sebagai pokok anggur yang benar dan Bapa sebagai pengusahanya. Mengapa saya katakan ini merupakan suatu keutuhan dan konsep integral?

Dalam Marketing terkenal sekali konsep 4P: Product, Price, Promotion, dan Place (bahkan sekarang ini sudah berkembang menjadi lebih dari sejumlah 4P). Suatu bisnis yang berhasil akan terjadi jika dan hanya jika 4P (atau bahkan lebih) merupakan suatu kesatuan, integral.

Begitu juga dengan Yesus dan Bapa: pokok anggur dan pengusaha kebun anggur. Bila tidak ada pokok anggur, bagaimana pengusaha bisa memproduksi anggur? Bagaimana pengusaha bias menjual anggur? Lha tidak ada produk kog?

Sebaliknya, bila tidak ada pengusaha kebun anggur, bagaimana pokok anggur itu bisa tumbuh dengan baik? Bagaimana pohon anggur itu bisa berbuah banyak? Jangan-jangan, yang terjadi pohon anggurnya kering lalu mati, karena tidak diurus.

Ya, Yesus dan Bapa adalah satu kesatuan, integral, tak terpisahkan.

2. Kedua kita akan berbicara mengenai keutuhan dan konsep integral kita dan Yesus. Hal ini dibahas dalam Yohanes 15:5. Yesus dianalogikan sebagai pokok anggur dan kita (Anda dan saya) sebagai ranting-rantingnya. Ini merupakan suatu konsep yang integral. Tidak boleh terpisah.

Yesus sebagai pokok mempunyai kita ranting-rantingnya. Tanpa kita, Yesus akan tetap berjalan baik-baik saja. Ya, sebagai pokok, Yesus memiliki akar. Sebenarnya tidak masalah bagi Yesus bila kita sebagai ranting tidak menyatu dengan dia.

Permasalahannya bagaimana bila kita sebagai ranting tidak menyatu dengan Dia? Oh fatal sekali. Ranting itu terpasang pada pokok. Bila ranting itu tidak mau menyatu dengan pokoknya, apa akibatnya?

Mari kita tinjau satu per satu akibatnya:
a. Tidak berbuah (Yohanes 15:4). Salah satu tujuan penciptaan kita adalah untuk menghasilkan buah (lihat/baca kembali “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-1)”).

b. Tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5). Bisnis macet? Pekerjaan bermasalah? Suami/istri pergi dari rumah dan tidak kembali-kembali? Apapun usaha Anda untuk menyelesaikan masalah, bila Anda tidak melekat erat pada Sang Pokok Anggur Sejati, Anda tidak dapat berbuat apa-apa. Mungkin Anda berusaha keras, namun hasilnya adalah NOL besar. Ayo, datang pada Sang Pokok Anggur Sejati!

c. Menjadi kering (Yohanes 15:6). Kering adalah suatu kondisi hati yang berbahaya. Kondisi hati yang kering dapat membuat orang yang hidup tapi merasa tidak hidup. Berkaitan erat dengan ini telah dibahas dalam notes “Emptiness”. Silakan mengacu ke sana.

d. Dicampakkan ke dalam api lalu dibakar (Yohanes 15:6). Bila ranting yang telah kering terus menerus dibiarkan, akhirnya akan dipotong, dimasukkan ke dalam api, lalu dibakar. Inilah bahaya yang sangat mengerikan! Saat kita tidak melekat, tidak menjadi kesatuan, tidak integral, tidak utuh karena tidak menempel pada Pokok Anggur yang Benar, akibat akhirnya adalah kita akan meninggalkan Tuhan.

Bila kita sudah meninggalkan Tuhan, maka hidup kita akan benar-benar jauh dari Tuhan: melakukan segala yang jahat di mata-Nya. Hasil akhirnya adalah kemurtadan dan orang yang menolak Tuhan, hanya dapat menerima dicampakkan dalam api neraka. Mengerikan bukan? Saya berdoa kita (Anda dan saya) semua akan menjadi orang yang integral dan melekat terus dengan Tuhan sampai akhir. Utuh sampai akhir. Amin.

Sebaliknya bila kita melekat pada Tuhan apa hasilnya:
a. Berbuah banyak (Yohanes 15:5).

b. Bila kita berbuah banyak, kita akan makin dibentuk supaya semakin banyak berbuah (Yohanes 15:2)

c. Dengan berbuah banyak, kita memuliakan Tuhan (Yohanes 15:8).

d. Dengan berbuah banyak, kita adalah murid-murid-Nya (Yohanes 15:8).

e. Sebagai murid-murid-Nya, kita mendapat hak istimewa (Yohanes 15:7), yaitu kita minta apapun akan Tuhan beri. WOWWW! Asyik sekali bukan? Heheheh.

Ingat, bila Anda seorang lajang yang merindukan pasangan hidup, jangan mengharapkan Anda akan menjadi utuh dengan mendapatkan pasangan hidup, dengan menikah. Sama sekali tidak! Jadilah utuh terlebih dahulu, entah ada lajang ataupun tidak.

Jadi bila Anda ingin menjadi orang yang diberkati, jadilah orang yang utuh terlebih dahulu.

Sudahkah Anda menjadi orang yang utuh?

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: