All for Glory of Jesus Christ

Dimensions of Prayer

Notes hari ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya. Dalam notes “Correction (Part-2)” banyak disinggung-singgung mengenai doa. Selain itu dalam “Dimension of Sacrificing (Tetralogi-4)” juga telah dibahas mengenai jawaban atas doa. Bagi Anda yang belum membaca kedua notes tersebut silakan membacanya terlebih dahulu.

Pembahasan hari ini adalah mengenai “Dimension of Prayer” atau “Dimensi Doa”. Sebelumnya saya akan memulai pembahasan mengenai suatu hal yang sering diucapkan oleh orang

“Dia hanya sejauh doa.”

Ya, Tuhan itu begitu dekat dengan kita sampai-sampai diibaratkan sejauh doa. Doa itu timbulnya dari hati, bukan dari perkataan yang keluar sesungguhnya. Jadi kalau perkataan

“Dia hanya sejauh doa.”

Berarti memang Tuhan itu sangat dekat dengan kita, bahkan ada di hati kita. Permasalahannya adalah mengapa ada orang yang mengatakan:

“Saat saya berdoa, saya tidak merasakan apa-apa.”

“Walaupun saya berdoa, Tuhan terasa begitu jauh.”

“Saat saya berdoa, saya merasa hanya berbicara sendiri.”

“Saat berdoa, katanya merupakan komunikasi dengan Tuhan. Kalau komunikasi berarti dua orang yang bicara, tetapi mengapa Tuhan tidak pernah bicara?”

Perlu Anda ingat, Tuhan itu ada terlalu dekat dengan Anda. Permasalahannya adalah bagaimana dengan Anda? Apakah justru Anda yang menjauh dari Dia? Apakah Anda mengerti dimensi-dimensi doa?

Apa saja dimensi doa itu? Mari kita kupas satu per satu:

1. Mazmur 65:3: Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup.

Dimensi yang pertama dari doa: Tuhan mendengarkan doa kita. Ya, kalau kita mau datang pada-Nya dan membawa apapun persoalan kita kepada-Nya, Ia mendengarkan kita. Permasalahannya adalah apakah kita MAU datang kepadanya?

2. 1 Yohanes 5:14a: Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita,

Dimensi yang kedua dari doa: Tuhan mengabulkan doa kita. Ya, Tuhan selalu mengabulkan doa kita, namun dengan cara-Nya. Ia tahu yang terbaik bagi kita.

Matius 7:11: Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Ya, Tuhan hanya akan memberikan yang baik. Jadi kalau kita tidak memperoleh yang kita minta atau masih perlu menunggu untuk mendapatkan yang kita minta, itu artinya ada sesuatu rencana Tuhan untuk memberikan yang lebih baik bahkan yang terbaik, lebih dari yang kita doakan dan lebih dari yang kita minta. Puji Tuhan!

3. 1 Timotius 2:1: Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

Dimensi yang ketiga dari doa: tidak egois. Doa-doa kita hendaklah tidak menjadi sempit dan egois: it’s not all about I, me, and myself (jangan semuanya untuk saya, untuk aku, dan hanya bagiku sendiri). Pembahasan mengenai tidak egois sudah pernah dibahas dalam (“Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-2)”)

4. Ibrani 5:7a: Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut,

dan juga dalam

Amsal 15:8: Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Dimensi yang keempat dari doa: jujur. Saat kita sedang sedih, saat kita sedang memiliki masalah berat, dan saat kita merasa terpuruk; tidak ada salahnya kita untuk meratap, menangis, dan menyampaikan keluhan kita pada Tuhan.

Tuhan itu mengasihi kita apa adanya. Bukan hanya pada kondisi baik kita diterima-Nya, tapi dalam kondisi terburuk pun, Dia tetap mengasihi kita, bahkan lebih-lebih lagi mengasihi kita.

Raja Daud merupakan seorang raja terbesar yang pernah memimpin Bangsa Israel. Dalam perjalanan hidupnya bersama dengan Tuhan, Daud bersuka cita, bersorak, bergembira, dan bersyukur dalam doanya kepada Tuhan.

Namun Daud juga sering meratap, mengeluh, menangis dalam doanya kepada Tuhan. Hubungannya dengan Tuhan merupakan hubungan yang sangat istimewa. Bahkan Tuhan sampai menyebutkan:

Kisah Para Rasul 13:22b: Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Jadi, Anda lihat, Tuhan tidak keberatan dengan segala bentuk doa Anda, sepanjang itu jujur: keluar dari hati Anda yang terdalam.

Berikut ini merupakan kriteria doa yang berhasil:

a. I Yohanes 5:14b: jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Aspek pertama dari doa yang berhasil: kita mendoakan hal yang memang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Bahkan Tuhan Yesus sendiri berdoa demikian:

Lukas 22:42: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Seberat apapun yang kita alami, mari kita berdoa supaya kehendak Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.

b. Matius 6:7: Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Aspek kedua dari doa yang berhasil: tidak bertele-tele. Bukan berarti doa yang panjang itu tidak boleh, tetapi sekali lagi yang Tuhan lihat itu adalah hati. Jadi yang terpenting dari doa itu bukanlah panjang doa, keindahan kata yang digunakan, bahasa yang digunakan, sistematika doa. Bukan, sama sekali bukan! Hal yang Tuhan lihat itu adalah hati.

c. Lukas 20:47: yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”

Aspek ketiga dari doa yang berhasil: tidak munafik. Ingat pembahasan mengenai integritas di “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-3)”?

d. Kisah Para Rasul 1:14: Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Aspek keempat dari doa yang berhasil: bertekun dan sehati dalam doa. Ya, selain doa pribadi, Anda juga dapat berdoa secara bersama-sama dengan sejumlah saudara seiman.

e. Yakobus 5:15: Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

Aspek kelima dari doa yang berhasil: lahir dari iman. Ya bila kita berdoa akan segala sesuatu dan memang sesuai dengan kehendak-Nya, yakinlah bahwa kita sudah meperolehnya.

Markus 11:24: Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

f. Yohanes 15:7: Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

dan juga dalam

Amsal 15:29: TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-
Nya.

Aspek keenam dari doa yang berhasil: tinggal dalam firman. Arti tinggal dalam firman adalah kita menjadi orang-orang yang menjadi pelaku firman Tuhan. Untuk menjadi pelaku firman Tuhan tentu saja kita perlu tahu, mengerti, merenungkan Firman Tuhan. Setelah itu, tentu saja menjadi pelaku firman.

g. Efesus 6:18: dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Aspek ketujuh dari doa yang berhasil: berdoa setiap waktu dalam Roh.

Roma 8:26: Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Ya, saat kita berdoa, bukan hanya dengan jiwa, pikiran dan roh kita, tetapi juga melibatkan Roh Kudus. Roh Kudus akan menuntun hal yang harus kita doakan.

h. 1 Petrus 3:7: Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Aspek kedelapan dari doa yang berhasil: bagi yang telah menikah, tetap setialah pada pasangan Anda. Allah adalah Tuhan yang setia. Bila Anda tidak setia pada pasangan Anda, doa Anda jadi terhalang. Jadi setialah pada pasangan Anda.

Bagaimana bila kita telah jauh dari Tuhan dan bila telah banyak berdosa? Dapatkah doa-doa kita didengar? Tentu saja DAPAT! Tetapi dengan catatan sebagai berikut:

1. Yesaya 19:22: TUHAN akan menghajar orang Mesir, akan menghajar dan menyembuhkan; dan mereka akan berbalik kepada TUHAN dan Ia akan mengabulkan doa mereka serta menyembuhkan mereka.

Mesir bicara mengenai kedagingan. Kedagingan erat kaitannya dengan dosa. Tuhan yang adalah kudus tidak bisa bercampur dengan dosa. Namun saat orang yang berdosa kembali pada Tuhan: bertobat dan kembali pada-Nya, Tuhan akan mengabulkan doa-doa mereka.

2. Yakobus 5:16: Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Dosa yang dilakukan perlu diakui dan minta bantuan orang lain untuk saling mendoakan dan saling menguatkan dalam Tuhan. Tentu saja perlu menggunakan hikmat untuk memilih orang yang tepat untuk mengakui dosa tersebut dan juga untuk minta didoakan.

Jadi, mari kita bertekun dalam kehidupan doa kita!

Amin.

Iklan

Comments on: "Dimensions of Prayer" (4)

  1. FB Comment from JD:
    gw tertarik dgn statement ‘jujur’ emang ada yg prnah ga jujur dlm berdoa??, jadi penasaran nih jika ada yg nekad ga jujur berdoa ma Tuhan 😀

  2. FB Comment from JD:
    oo getoo…tp kan bisa aja dia berpikiran, toh Tuhan tau segalanya?? ga usah minta, sblm doa Tuhan dah tau kebutuhannya??

    • Ya emang Tuhan udah tau, tapi kenapa di

      Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”.

      Jawabannya adalah: Tuhan pengen kita jujur bilang sama Dia apa aja yang ktia butuhkan. Itu selain jujur, juga merupakan sikap hati rendah hati dan bergantung sama Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: