All for Glory of Jesus Christ

Friendship

Hari ini saya akan membahas mengenai “Friendship” atau persahabatan. Kalau Anda ditanya:

“Berapa banyak sahabat Anda?”

“Siapa saja sahabat Anda?”

“Apa saja yang dilakukan sahabat Anda?”

Saya yakin akan memperoleh jawaban yang bermacam-macam. Ya, sahabat, teman baik, sobat, best friend, close friend, itulah dia. Kita perlu berteman dengan banyak orang, tetapi orang-orang yang menjadi sahabat kita perlu kita pilih dengan teliti. Mengapa demikian?

1 Korintus 15:33: Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Ayat yang keras! Disebutkan jangan kamu sesat. Sesat merupakan suatu perkataan yang keras dan tidak sembarangan disebutkan dalam Alkitab. Mengapa pergaulan itu menjadi hal yang sangat penting?

Jawabannya adalah: pergaulan atau dengan siapa kita bersahabat erat akan membentuk diri kita. Bahkan ada perkataan seperti ini:

“Tunjukkan pada saya siapa teman-teman Anda dan akan saya tunjukkan siapa Anda.”

Diri kita sadar atau tidak sadar dipengaruhi oleh sahabat-sahabat kita. Kita juga mempengaruhi sahabat-sahabat kita. Permasalahannya adalah pengaruh mana yang lebih kuat? Kalau kita memberi pengaruh positif dan sahabat kita juga begitu, tentu itu tidak menjadi persoalan.

Permasalahannya adalah bagaimana kalau sahabat kita memberi pengaruh negatif dan kita terpengaruh? Seharusnya kita yang memberi pengaruh positif pada sahabat kita! Oleh karena itu, berhikmatlah dalam memilih sahabat-sahabat kita.

Berikut ini merupakan sejumlah kriteria orang-orang yang bisa kita jadikan sahabat:

1. Amsal 17:17: Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Ya, sahabat sejati adalah orang-orang yang mengasihi kita setiap waktu, bukan hanya saat kita senang, kaya, sehat, dan sukses; tetapi juga saat kita sedih, miskin, sakit, dan bangkrut.

Menaruh kasih setiap waktu bukan berarti harus 24 jam sehari dan 7 hari seminggu selama sepanjang tahun harus terus di sisi Anda. Tidak! Bahkan mungkin sahabat Anda itu tidak selalu berkomunikasi dengan Anda. Tetapi saat kita membutuhkan dia, dia bersedia mendampingi kita.

Menaruh kasih setiap waktu bukan berarti harus selalu manis dan berbaik-baik pada kita. Tidak! Menaruh kasih setiap waktu juga berarti menegur, mengingatkan, dan bahkan kalau perlu ‘mengguncang-guncang’ kita jika kita salah.

2. Matius 11:19: Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

Sahabat sejati menerima apa adanya. Ya, seperti Tuhan Yesus yang menerima semua orang, termasuk pemungut cukai dan orang-orang berdosa, apa adanya.

Orang-orang yang kita terima sebagai sahabat pasti memiliki banyak kelemahan juga. Di situlah kita perlu dapat menerima apa adanya. Menerima kelebihan teman mungkin adalah hal yang mudah, tetapi menerima kelemahannya? Diperlukan kasih yang besar! (baca “All about Love (Part-2)”).

3. Amsal 17:9: Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Sahabat sejati dapat dipercaya. Persahabatan yang dalam akan menyebabkan kita membagi diri kita pada sahabat-sahabat kita. Membagi diri maksudnya adalah membuka diri kita untuk dikenali oleh sahabat kita: kelebihan, kelemahan, bahkan hal-hal terburuk yang ada di dalam diri kita.

Kalau Anda mengaku memiliki sahabat, tetapi Anda tidak pernah membagi diri Anda kepadanya, tidak pernah membuka diri kepadanya, saya sangat meragukan persahabatan Anda.

Ya, karena kita membagi diri kita pada sahabat-sahabat kita, sangat penting untuk memilih orang-orang yang dapat dipercaya. Hal yang banyak terjadi adalah orang yang kita anggap sebagai sahabat ternyata menusuk kita dari belakang. Sangat menyakitkan! Karena itu, berhikmatlah dalam memilih sahabat.

4. Yohanes 15:15: Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Pada saat Tuhan menganggap kita sebagai sahabat-Nya, Ia akan memberitahukan pada kita segala sesuatu yang didengar-Nya dari Bapa. Ya begitu pula sahabat sejati. Berpadanan dengan nomor 3, sahabat sejati mempercayai sahabatnya.

Selalu ada dua sisi dalam mata uang logam. Begitu pula dalam persahabatan. Bila di satu sisi kita dapat dipercaya, tetapi sahabat kita tidak mempercayai kita, persahabatan itu tidak akan jalan. Begitu juga sebaliknya. Diperlukan kedua sisi.

5. Yakobus 2:23: Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

Abraham disebut sahabat Allah karena Abraham melakukan kebenaran. Ya sahabat sejati melakukan kebenaran.

Bagaimana bila sahabat Anda ternyata tidak memiliki kriteria 1-5 tadi? Coba periksa apakah dia memiliki kriteria-kriteria di bawah ini? Jika ternyata sahabat kita tidak memiliki kriteria 1-5 tadi dan memiliki kriteria-kriteria di bawah ini, berarti sesungguhnya, Anda telah salah memilih sahabat.

Jika sahabat Anda tidak memiliki kriteria 1-5 yang telah disebutkan sebelumnya tetapi juga tidak memiliki kriteria-kriteria di bawah ini, Anda masih bisa menjadi sahabatnya. Namun dengan catatan Anda harus menjadi orang yang mempengaruhi secara positif dirinya, dan bukan sebaliknya.

Sahabat sejati yang ideal seharusnya memiliki kriteria-kriteria yang telah disebutkan tadi dan tidak memiliki kriteria-kriteria yang akan disebutkan berikut ini.

Berikut ini merupakan kriteria-kriteria orang-orang yang perlu dihindari sebagai sahabat:

1. Mazmur 41:10: Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

Kriteria pertama: orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, bahkan membalas kebaikan dengan kejahatan.

2. Amsal 19:4: Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.

Kriteria kedua: orang-orang yang mendekati Anda hanya karena kekayaan atau manfaat yang dapat diambilnya dari Anda. Saat kekayaan atau manfaat yang dapat diambilnya dari Anda tidak ada lagi, demikian pula dirinya.

3. Amsal 16:28: Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.

Kriteria ketiga: orang-orang yang curang dan suka memfitnah. Demi kedamaian hidup Anda, jauhi saja orang-orang seperti ini sebagai sahabat!

4. Yakobus 4:4: Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Kriteria keempat: orang-orang yang menjadi musuh Allah. Di sini yang saya maksud bukan berarti Anda hanya boleh bersahabat dengan saudara seiman. Bukan, sama sekali bukan itu! Anda boleh bersahabat dengan saudara yang tidak seiman, namun tentu saja yang tidak memusuhi Allah.

Bila Anda memiliki sahabat yang tidak seiman, justru di situlah panggilan Anda untuk menjadi terang bagi-Nya, menjadi orang yang mempengaruhi secara positif.

5. Amsal 18:24: Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Kriteria kelima: orang-orang yang mendatangkan kecelakaan. Bukan berarti Anda harus menghindari setiap permasalahan yang dihadapi oleh sahabat Anda. Jangan salah mengerti! Sebagai seorang sahabat yang baik, kita tentu saja harus membantu sahabat kita.

Tetapi memang ada sejumlah orang yang kecenderungannya adalah mencari-cari permasalahan, membawa itu kepada Anda, dan menyeret Anda ke dalamnya. Nah, sekali lagi demi kedamaian hidup Anda, hindarilah orang-orang seperti ini sebagai sahabat!

Bedakan dengan jelas sahabat-sahabat Anda dengan orang-orang yang mau Anda jangkau! Dengan orang-orang yang mau Anda jangkau, jelas Anda tidak boleh dan tidak dapat memilih-milih. Semua orang perlu Anda jangkau.

6. Ulangan 13:6: Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

Kriteria keenam: orang-orang yang akan membujuk dan membuat Anda berpaling pada allah yang lain. Ini benar-benar perlu Anda hindari sebagai sahabat.

Nah saya akan menutup notes hari ini dengan mengucapkan terima kasih pada Tuhan Yesus, keluarga, dan semua orang yang menerima saya sebagai sahabat dan menganggap saya sebagai sahabatnya.

Saya bukan seorang artis film yang dapat memenangkan penghargaan untuk film yang saya perankan. Jadi, saya tidak memiliki kesempatan untuk mengucapkan terima kasih saya pada orang-orang yang berarti bagi saya di atas sebuah panggung prestisius.

Saya juga bukan seorang artis musik sehingga juga tidak bisa mengucapkan terima kasih saya bila saya memenangkan penghargaan platinum untuk album saya.

Hal yang pernah saya lakukan adalah mengucapkan terima kasih di skripsi dan tesis saya. Jadi pada kesempatan ini akan saya gunakan untuk berterima kasih. Akan menjadi terlalu panjang kalau saya sebutkan satu per satu, walaupun untuk berterima kasih seharusnya saya menyebutkan satu per satu sebagai tanda penghargaan saya.

Namun saya juga menimbang kemungkinan saya melupakan dan melewatkan orang-orang yang seharusnya saya tulis. Jadi, untuk singkat dan baiknya saya akan melakukan ucapan terima kasih ini secara anonim.

Untuk Tuhan Yesus, keluargaku (karena kalian adalah sahabatku juga), dan untuk sahabat-sahabatku; di mana pun kalian berada, apapun yang kalian kerjakan:

Terima kasih untuk setiap doa.
Terima kasih untuk setiap perhatian.
Terima kasih untuk setiap semangat.
Terima kasih untuk setiap dorongan.

Terima kasih untuk setiap teguran.
Terima kasih untuk setiap peringatan.
Terima kasih untuk setiap omelan.
Terima kasih untuk setiap kemarahan untuk kebaikanku.

Terima kasih untuk berbagi tawa bersamaku.
Terima kasih untuk berbagi tangis bersamaku.
Terima kasih untuk berbagi mimpi bersamaku.
Terima kasih untuk berbagi pergumulan bersamaku.

Terima kasih untuk membelaku.
Terima kasih untuk mengajariku.
Terima kasih untuk menjagaku.
Terima kasih untuk menegurku saat aku berbuat salah.

Terima kasih untuk berbagi denganku.
Terima kasih untuk menjadi pendengarku.
Terima kasih untuk menerimaku apa adanya.
Terima kasih untuk membantuku menjadi seorang yang lebih baik.

Terima kasih untuk setiap hal yang pernah kalian lakukan buatku.
Terima kasih untuk hadir dalam hidupku.
Terima kasih telah mewarnai hidupku dengan kasih kalian.
Terima kasih untuk senantiasa menjadi malaikat-malaikat tanpa sayap bagiku.

Tuhan Yesus, keluarga, sahabat-sahabatku, terima kasih untuk segalanya.
Aku persembahkan notes ini untuk kalian.

Amin.

Iklan

Comments on: "Friendship" (4)

  1. FB Comment from EHC:
    jadi inget lagu “sahabat” yang dinyanyikan oleh O** W**y
    thx for remind me what the meaning of a friendship, tetep berkarya baginya ^^

    • Aku malah inget salah satu lagu favorite: Yesus. Itu lho, yang liriknya: “Yesus, Kaulah sahabatku. Yesus, Kau yang tak pernah jemu-jemu di sisiku. Kau sumber kuatku.”

      Sama-sama. Thx ya. Seneng banget punya pembaca setia yang rajin men…yemangati :). GBU.

  2. FB Comment from KRC:
    hahaha, you’re my inner circle sis.
    hehehe, my sister, my best friend. reliable ally.
    i am happy to have you in my life.
    God bless you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: