All for Glory of Jesus Christ

Impossible is Nothing

Hari ini saya akan membahas mengenai kemustahilan. Sebenarnya saya sedang mempertimbangkan sejumlah topik tetapi waktu saya bersaat teduh ternyata pembahasannya mengenai kemustahilan. Jadi, saya pikir saya akan mengangkat topik ini terlebih dahulu.

Apakah yang sedang Anda alami hari-hari terakhir ini? Apakah masalah tidak kunjung mendapatkan pasangan hidup? Apakah hubungan Anda dengan kekasih Anda menghadapi jalan buntu? Apakah hubungan Anda bermasalah dengan suami/istri Anda? Apakah Anda tidak kunjung memperoleh anak yang Anda rindukan? Apakah Anda begitu sulit untuk memahami orang tua Anda? Apakah orang tua Anda begitu banyak menuntut?

Apakah Anda belum juga mendapatkan pekerjaan padahal sudah lama berdoa? Apakah masalah pekerjaan yang begitu memusingkan dan Anda merasa itu di luar kemampuan Anda? Apakah masalah bisnis yang macet padahal Anda sudah mengusahakan segala hal yang dapat Anda pikirkan?

Apakah Anda perlu membayar uang sekolah anak Anda padahal tidak ada uang di saku? Apakah Anda sedang sakit dan dokter menyatakan obatnya belum ditemukan? Apakah segala sesuatu terasa suram dan tiada lagi harapan? Apakah jawaban doa kita terasa begitu lama?

Ya, itulah permasalahan sehari-hari yang dapat kita alami sehari-hari. Saat kita dihadapkan pada segala macam persoalan yang terasa begitu berat dan menekan, kita (Anda dan saya) sering jatuh pada keputusasaan. Kita merasa persoalan ini terasa mustahil untuk dipecahkan karena berbagai macam hal sudah kita pikirkan, kita susun, kita rencanakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Walaupun begitu, ternyata hasilnya nihil, NOL besar!

Sungguh membuat hati terasa berat. Ya, itu bukan hal yang mudah untuk diatasi. Terlebih bila segala hal sudah kita upayakan, namun tetap kita berada pada jalan buntu. Saya yakin hal ini pernah kita alami, bahkan mungkin ada di antara Anda yang sedang mengalami hal itu saat ini.

Saya akan mengangkat suatu kisah terkenal di Alkitab yang saya yakin semua orang telah pernah mendengar atau membacanya. Kisah tentang Abraham. Hal ini bisa dibaca dalam Kejadian 12 – 25. Ya kisah yang sangat panjang. Suatu kisah bisa dicatat dalam Alkitab apalagi dalam sejumlah besar pasal menunjukkan hal tersebut adalah hal yang penting.

Ksah Abraham dimulai dengan saat Tuhan memintanya untuk pergi dari negerinya. Saat Tuhan meminta Abraham pergi, saat itu Abraham berumur 75 tahun. Tuhan menjanjikan pada Abraham untuk menjadikannya sebagai bangsa yang besar, memberkatinya, dan membuat Abraham menjadi berkat (Kejadian 12:2).

Ketika waktu pun berlalu dan Sara, istri Abraham belum juga mengandung dan Abraham mulai putus asa, Tuhan memberikan konfirmasi lagi kepada Abraham, yaitu bahwa Abraham akan memiliki keturunan dalam jumlah yang besar, yaitu sebanyak bintang di langit.

Waktu berlalu dan 24 tahun telah lewat sejak Tuhan pertama kali memerintahkan Abraham pergi dari negerinya. Abraham berusia 99 tahun sekarang. Tuhan menekankan kembali perkataan-Nya 24 tahun yang lalu dalam bentuk suatu janji formal.

Sebelumnya Tuhan berfirman namun tidak dituliskan dalam kata “janji”. Hal ini menunjukkan keseriusan arti kata “janji”. Tanpa kata “janji” sekalipun, Allah adalah Allah yang setia yang tidak pernah ingkar. Dengan adanya kata “janji”, Tuhan ingin menekankan kembali pentingnya kata-kata yang pernah Ia ucapkan 24 tahun yang lalu kepada Abraham.

Kemudian waktu berlalu dan Sara masih belum mengandung juga. Tetapi kembali Tuhan memberikan konfirmasi: Sara akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham tahun depan. Berarti kemungkinan Abraham telah 100 tahun saat itu.

Hal yang menarik adalah reaksi Sara. Sara tertawa dalam hati. Tertawa sebagai bentuk ketidakpercayaan. Mengapa Sara tertawa? Karena Sara berpikir dalam pikiran manusia yang terbatas. Sara telah menopause dan Abraham telah tua.

Pada proses biologis yang terjadi pada wanita, pada usia remaja (akil balik) seorang wanita akan mengalami menstruasi sampai akhirnya suatu waktu tertentu menstruasi akan berhenti dengan sendirinya. Saat itulah yang disebut menopause. Saat menopause terjadi, sel telur sudah tidak dihasilkan lagi.

Dalam proses pembuahan, sel sperma harus bertemu dengan sel telur untuk membentuk embrio. Seorang pria memiliki kemampuan menghasilkan berjuta-juta sel sperma yang akan dikeluarkan saat ejakulasi. Kemampuan pria menghasilkan berjuta-juta sel sperma ini akan menurun seiring dengan waktu dan kualitas sel sperma yang dihasilkan juga akan menurun seiring dengan waktu.

Tanpa adanya sel sperma dengan jumlah yang banyak dan juga dalam kualitas yang baik, akan memperkecil kemungkinan terjadinya pembuahan sel telur. Apalagi dari sekian juta sel sperma yang dilepaskan saat ejakulasi, tidak semuanya akan dapat bertahan untuk dapat menembus sel telur dan melakukan pembuahan.

Hanya satu atau sejumlah kecil yang dapat bertahan. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh kualitas sperma juga dipengaruhi oleh kondisi vagina wanita yang kurang kondusif bagi bertahan hidupnya sel sperma.

Bayangkan kondisi ini dari sekian juta sel sperma hanya satu atau sejumlah kecil yang dapat bertahan. Jumlah sperma yang dihasilkan semakin tahun semakin sedikit jumlahnya dan menurun kualitasnya. Pada kondisi Abraham dan Sara, keduanya secara biologis merupakan kasus mustahil bagi kedokteran termutakhir sekalipun untuk memperoleh anak.

Akan tetapi hal yang secara biologis merupakan kasus mustahil, sama sekali tidak mustahil bagi Tuhan. Hal yang merupakan kemustahilan bagi manusia, samal sekali tidak ada artinya bagi Tuhan. Imposible is nothing! Ya, Tuhan menjanjikan pada tahun depan (saat Abraham berumur 100 tahun), Sara akan melahirkan anak laki-laki baginya.

Kejadian 21:1: TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya.

Kejadian 21:2: Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.

Sungguh merupakan hal yang sangat luar biasa karya Tuhan. Hal yang mustahil berdasarkan medis, berdasarkan ilmu modern sekalipun, ternyata sangat mungkin bagi Tuhan. Puji Tuhan!

Namun cerita Abraham tidak cukup berhenti hanya di situ. Setelah Sara melahirkan Ishak, ternyata Tuhan malah meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran bagi Tuhan!

Hal yang sangat tidak manusiawi sekali bukan? Seseorang telah menjanjikan sesuatu kepada Anda, lalu memberikannya. Setelah memberikan, memintanya kembali. Kalau Anda menjadi orang yang dijanjikan sesuatu tersebut, apakah reaksi Anda? Marah? Kesal? Merasa dipermainkan?

Saya pikir Abraham pun secara manusiawi pasti ada pergumulan semacam itu, namun ia tetap taat. Secara manusiawi bila ia taat dan mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran, berarti Ishak akan mati. Bila Ishak mati, bagaimana Abraham bisa menjadi bapa bangsa yang besar? Suatu kemustahilan bukan?

Hal yang menarik adalah ternyata Abraham memilih untuk taat dengan harga apapun, termasuk untuk memberikan kembali anaknya kepada Tuhan. Ya, anaknya yang baru saja dimilikinya. Seharusnya Abraham bisa protes, namun Abraham tidak protes dan tetap taat. Luar biasa!

Hasil akhirnya adalah Tuhan menggenapi setiap hal yang Tuhan janjikan kepada Abraham. Tidak cukup hanya itu, sampai hari ini nama Abraham tercatat dalam Alkitab dan menjadi teladan besar bagi kita semua.

Kejadian 22:16: kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

Kejadian 22:17: maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Kejadian 22:18: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”

Ya, saat kita berpikir dengan cara pandang manusia yang terbatas, segala hal tampak mustahil, segala hal tampak sulit, segala hal tampak tak mungkin. Namun marilah kita meneladani Abraham yang walaupun menunggu waktu yang begitu lama, walaupun di tengah fakta yang bahkan secara biologis sangatlah tidak mungkin untuk terjadi dan dalam ilmu statistik kemungkinan Abraham untuk memiliki anak dari Sara adalah NOL! Ya, walaupun begitu Abraham tetap percaya.

Lihatlah hasil kepercayaan Abraham pada Tuhan: di tengah kemustahilan, Tuhan sanggup mengadakan perkara yang luar biasa.

Markus 9:23: Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Percaya, iman, itu adalah sesuatu yang luar biasa. Dalam Alkitab terdapat begitu banyak janji yang tersedia bagi kita, jika kita mau percaya, mau mengimaninya.

Apa persoalan Anda hari ini? Apakah hal itu hal yang mustahil? Ingatlah ayat berikut ini:

Lukas 1:37: Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Impossible is nothing!

Kemustahilan itu tidak ada apa-apanya!

Mari kita berjalan terus bersama Tuhan dan lihat mujizat dan keajaiban telah menunggu kita di muka.

Amin.

Iklan

Comments on: "Impossible is Nothing" (4)

  1. FB Comment from JD:
    wahh…gw jg mo nulis dgn judul yg sama…hahaha

  2. FB Comment from HK:
    Habakuk 3:17-19
    3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi da…lam kandang,
    3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
    3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

    Jika kita sedang dalam masalah seberat apapun…tetaplah bersukacita…take time to relax…and try to think out of the box..and do your very BEST to glorify HIM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: