All for Glory of Jesus Christ

Buah Roh (Bagian-1)

Sebagai kelanjutan dari pembahasan kemarin, hari ini saya akan membahas mengenai “Buah Roh”. Pembahasan akan saya bagi dalam beberapa bagian agar pembahasan tidak menjadi terlalu panjang.

Berbicara tentang buah Roh sudah pasti kita akan mengacu pada ayat:

Galatia 5:22-23b: Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Dari pembahasan kemarin kita bisa saja memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tetapi buah Roh ini merupakan hal yang perlu kita miliki.

Terdapat sembilan bagian dalam buah Roh:
– Kasih,
– Sukacita,
– Damai sejahtera,
– Kesabaran,
– Kemurahan,
– Kebaikan,
– Kesetiaan,
– Kelemahlembutan,
– Penguasaan diri.

Sebenarnya semua bagian dari buah Roh ini sudah pernah saya bahas sebelumnya. Hanya saja ada yang secara terperinci, ada yang hanya sekilas. Untuk yang sudah saya bahas secara terperinci:
– Kasih sudah saya bahas dalam “All about Love (Part 1 dan 2)”.
– Sukacita sudah saya bahas dalam “Joyful”.

Sedangkan tujuh bagian dari buah Roh yang lain, baru dibahas secara sekilas. Oleh karena itu, untuk dua bagian buah Roh yang sudah saya bahas, tidak akan saya bahas ulang. Silakan mengacu padah pembahasan yang telah disebutkan.

Pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai damai sejahtera. Damai sejahtera memiliki kemiripan dengan sukacita, yaitu merupakan suatu sikap hati untuk memilih menjadi damai, bukan karena situasi di luar, tetapi merupakan keputusan untuk memilih damai sejahtera.

Jadi situasi di luar kita bisa saja bergolak seperti apapun, tapi kalau hati kita damai makan diri kita akan merasa damai.

Roma 14:19: Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Pada ayat di atas jelas tertulis supaya kita semua mengejar damai sejahtera. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya mengejar damai sejahtera?

Berikut ini merupakan sejumlah langkah untuk mengejar dan mengusahakan damai sejahtera dalam hati dan hidup kita:

1. Saat kita memilih Yesus sebagai juru selamat dan Tuhan kita, kita dibenarkan oleh iman kita. Saat kita dibenarkan oleh karena iman kita, kita dapat hidup dalam damai.

Roma 5:1: Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

Berkebalikan dengan itu, dalam

Yesaya 48:22: “Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” firman TUHAN.

Hati-hati! Jangan sampai kita hidup menjauh dari Tuhan, apalagi bila kita sampai meninggalkan Tuhan. Bila kita menjauh atau bahkan sampai meninggalkan Tuhan, kita akan kehilangan damai sejahtera.

2. Hidup dengan secara aktif mempelajari Firman: membaca, mendengar, merenungkan, dan menerima Firman Tuhan; serta melakukan Firman Tuhan. Tanpa kehidupan mempelajari dan melakukan Firman Tuhan, kita tidak dapat memperoleh damai sejahtera dari Allah.

Filipi 4:9: Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

3. Mengerti dengan sungguh mengenai janji dan rancangan Allah bagi kita. Kita perlu mengerti dengan sungguh bahwa Tuhan hanya merancangkan kebaikan dan damai sejahtera bagi kita; bukan hal-hal yang buruk, apalagi kecelakaan bagi kita. Saat kita mengerti dengan sungguh mengenai rancangan Tuhan bagi kita, itulah saat kita dapat merasa damai sejahtera senantiasa.

Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Yeremia 29:11: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

4. Tuhan sendiri memberikan dan meninggalkan damai sejahtera-Nya bagi kita. Jadi bila Tuhan sendiri telah memberikan dan meninggalkan damai sejahtera-Nya bagi kita, jangan kita menjadi gelisah, kuatir, takut akan segala hal. Biarlah damai sejahtera itu diam dalam hati kita.

Yohanes 14:27: Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

5. Memilih secara sadar untuk hidup dalam damai sejahtera saat ada kemungkinan terjadi perselisihan, konflik, dan permusuhan.

Efesus 2:14: Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,

Berarti implikasi dari hal ini adalah untuk berdamai dengan orang lain:
– Mencoba mengerti orang lain (simpati).
– Menempatkan diri dalam kondisi orang lain (empati).
– Memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain.

Mari kita hidup dan memelihara damai sejahtera itu dalam hati dan hidup kita.

Amin.

Iklan

Comments on: "Buah Roh (Bagian-1)" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    jadilah damai, karena damai itu telah diberikan bagi kita untuk mereka ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: