All for Glory of Jesus Christ

Buah Roh (Bagian-4)

Pembahasan hari ini adalah mengenai kebaikan. Pembahasan hari ini masih merupakan kelanjutan dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, jadi silakan membaca dahulu pembahasan sebelumnya (“Buah Roh (Bagian 1, 2, dan 3)”) untuk mendapatkan gambaran yang utuh.

Terdapat sedikit kesamaan antara kebaikan dan murah hati. Dalam kebaikan ada aspek murah hati (baca di pembahasan sebelumnya mengenai murah hati, yaitu di “Buah Roh (Bagian-3)”), tapi kebaikan tidak selalu berupa memberi barang atau sesuatu hal.

Amsal 12:14: Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

Kalau kemurahan hati selalu berupa memberi barang/uang sesuatu hal, kebaikan bisa berupa perkataan yang baik, melakukan sesuatu hal yang positif untuk orang lain, atau juga memberi sesuatu. Jadi, kebaikan atau baik hati tidak selalu berupa pemberian barang atau sesuatu hal.

Hal yang sangat menyedihkan adalah kadang-kadang kebaikan itu tidak mendapat tempat di masyarakat. Mengapa? Banyak orang berniat baik dan berbuat baik, tetapi malah dicurigai atau bahkan dibenci, karena caranya tidak sesuai dengan yang diinginkan atau diharapkan. Sangat ironis bukan? Jangankan perkataan terima kasih, kadang-kadang yang diterima oleh orang yang berniat baik adalah cibiran, tatapan sinis, atau perkataan pedas.

Tapi, jangan sampai kecewa atau bahkan sampai kepahitan kalau kita ditolak karena berbuat baik. Aneh bukan bahwa orang yang berbuat baik itu malah ditolak? Ya, aneh! Tapi itu nyata, dan merupakan hal yang sudah menjadi hal yang jamak (banyak) terjadi di belahan bumi manapun, dengan suku, golongan, ras, dan agama manapun.

Lucu ya bahwa kejahatan itu tidak mengenal SARA dan yang sangat menyedihkan hal ini juga terjadi di kalangan orang percaya. Tapi jangan pernah berhenti untuk menyebarkan kebaikan. Kita semua (Anda dan saya) dipanggil untuk melakukan perbuatan baik. Ingatlah ayat berikut ini:

Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Ingat, kalau kita memang bukan berasal dari dunia ini dan dunia membenci kita, bahkan kalaupun kita melakukan kebaikan. Jangan kalah oleh kejahatan.

Roma 12:21: Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Bagaimana bila kita dibenci oleh sesama orang percaya sendiri, walaupun kita berbuat baik? Tidak ada orang yang sempurna, bahkan orang percaya sekalipun. Seringkali yang membuat kecewa adalah orang yang kepadanya kita taruh banyak harapan.

Karena itu jangan taruh harapan kita pada orang, sebaik apapun dia, sehebat apapun dia, setulus apapun dia, serohani apapun dia. Sebaliknya, taruh harapan kita hanya kepada Tuhan. Mengapa? Karena Ia yang adalah Allah adalah sempurna.

Mazmur 43:5b: Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Bagaimana cara untuk menjadi orang yang baik dan penuh kebaikan?

Amsal 16:20: Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

Firman merupakan kunci hikmat. Dengan hikmat kita akan tahu dengan persis 5W+1H (what, when, where, who, why, dan how) untuk berbuat baik:

– Perbuatan/perkataan baik apa yang perlu kita lakukan/katakan.

– Saat yang tepat bagi kita berbuat baik,

– Tempat yang tepat untuk berbuat baik.

– Orang yang kepadanya kita harus berbuat baik,

– Alasan kita berbuat baik.

– Cara kita berbuat baik.

Kadang-kadang berniat baik, berkata baik, berbuat baik saja tidak cukup. Mengapa demikian? Tanpa hikmat seringkali perbuatan/perkataan/niat baik kita menjadi salah sasaran dan sia-sia, malah menjadi bumerang bagi kita sendiri.

Tapi ingat selalu: alasan kita berbuat baik karena memang itu adalah panggilan kita dan karena kita ingin menyenangkan hati Tuhan. Cara pertama untuk menjadi orang yang penuh kebaikan: mengerti firman Tuhan.

Efesus 5:9: karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

Terang hanya akan berbuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Bila kita tidak tinggal dalam terang Tuhan, maka akan sulit bagi kita berbuah kebaikan. Mungkin kita bisa berbuat baik/berkata-kata baik, tetapi bila kita tidak tinggal dalam terang Tuhan, maka kebaikan yang kita lakukan biasanya adalah kebaikan yang semu.

Setiap orang bisa melakukan kebaikan, namun ingat yang terpenting: hati kita. Motivasi kita selalu terletak di hati kita. Coba cek hal ini: apakah kita sudah tulus berbuat baik? Apakah kita sudah tanpa pamrih berkata-kata baik? Atau ada udang di balik bakwan? Hahahaha.

Apalagi Tuhan adalah sumber dari segala yang baik. Jadi cara kedua untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah tetap tinggal dalam Tuhan dan terang-Nya.

Amsal 3:27: Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

Bila kita telah menggunakan hikmat dan tetap tinggal dalam Tuhan dan terang-Nya, saat kita bertemu dengan orang yang butuh pertolongan kita, jangan menundanya. Hal-hal yang terjadi dalam hidup kita tidak terjadi dengan kebetulan tetapi merupakan rancangan Tuhan bagi kita. Kadang-kadang hal spontan yang terjadi dalam hidup kita merupakan campur tangan Tuhan. Di sini memang diperlukan gabungan antara hikmat, terang-Nya, kepekaan, dan refleks untuk berbuat baik.

Kesemuanya itu memang merupakan proses yang tidak sekali jalan tapi merupakan proses yang harus diikuti dan dilatih. Jadi cara ketiga untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah dengan melatih kepekaan dan refleks untuk berbuat baik.

1 Timotius 5:25: Demikianpun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi.

Perbuatan baik yang memang keluar dari hati yang tulus akan terlihat bersinar, walaupun disalahpahami atau ditolak. Jadi jangan jemu untuk berbuat baik.

Galatia 6:9: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Tidak jemu berbuat baik bicara tentang ketekunan. Jadi cara keempat untuk menjadi orang yang penuh kebaikan adalah tekun berbuat baik.

Mari kita berusaha untuk menjadi orang yang penuh kebaikan.

Amin.

Iklan

Comments on: "Buah Roh (Bagian-4)" (2)

  1. FB Comment from HT:
    edyaaaaann….ci ….luar biasa!!!bgitu saia buka fb lgsg banyak bgt notes cici …luar biasa!!maksimal!!!!salut deh ama cici….hohohohohohohohoho

    • Hahaha, kan tiap hari nulis. Jadi kalau kamu ga liat sehari, jadi numpuk, Han hahahaha. Thx ya, blum maksimal nih, masih harus ditingkatin lagi hahahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: