All for Glory of Jesus Christ

All about Ministry

Pembahasan hari ini adalah “All about Ministry” atau mengenai pelayanan. Mengenai pelayanan juga sudah pernah saya bahas sekilas dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-1)”. Pembahasan kali ini akan membahas lebih mendalam.

Apakah pelayanan menurut Anda? Apakah ukuran pelayanan yang berhasil? Apakah yang terpenting dalam pelayanan? Jenis-jenis pelayanan apa saja yang ada? Di manakah pelayanan itu? Jenis pelayanan apakah yang terbaik? Jenis pelayanan apa yang tepat untuk kita (Anda dan saya) lakukan? Pelayanan apakah yang terbaik: full time atau full heart (sepenuh waktu atau sepenuh hati)? Sebelum menjawab delapan pertanyaan tersebut, saya akan menjelaskan dulu mengapa saya mengangkat topik ini.

Mengapa topik ini menjadi menarik untuk saya angkat? Karena saya beberapa kali (kalau tidak mau disebut sering) mendapati ditanya orang:

“Pelayanan Cici/Kakak/Mbak apa?”

Lalu biasanya saya akan menanyakan dulu, definisi atau konteks pelayanan seperti apa yang dipikirkan oleh penanya?

Jawaban umum yang diberikan adalah:

“Ya di gereja. Pelayanan Cici/Kakak/Mbak di gereja apa?”

Ini merupakan jawaban yang sangat menarik sekaligus menggelitik bagi saya. Setiap kali mendapat jawaban seperti itu (yang sudah saya duga sebetulnya), selalu tidak pernah gagal untuk membuat saya tersenyum.

Mengapa membuat saya tersenyum? Karena itu artinya pelayanan identik dengan di gereja. Gereja yang dimaksud di sini adalah bangunan ibadah bagi orang percaya. Jawaban ini tidak salah, tapi juga tidak menyeluruh.

Kalau mau dikatakan ini adalah pernyataan sebagian dari seluruh (pars pro toto). Pertanyaan:

“Pelayanan apa?”

, ini mengacu pada pertanyaan keseluruhan. Tetapi begitu di jawab:

“Di gereja.”

, dengan gereja yang di maksud adalah gedung, ini menjadi pernyataan sebagian; sehingga efeknya adalah pertanyaan seluruh menjadi pertanyaan sebagian.

Ilustrasi latar belakang ini sekaligus akan saya gunakan untuk menjawab pertanyaan:

“Apakah pelayanan menurut Anda?”

Jawaban:

“Di gereja.”

, itu mengacu pada dua ayat berikut:

Yehezkiel 44:14: Aku menetapkan mereka untuk bertugas di Bait Suci dan melakukan segala pelayanan yang berhubungan dengan itu dan melakukan segala sesuatu yang perlu di situ.

Roma 15:16: yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

Ya salah satu bagian dari pelayanan adalah bertugas di Bait Suci dan melakukan segala pelayanan di sana. Juga untuk pelayanan pemberitaan Injil Allah. Jadi termasuk di dalamnya adalah:

– Para pendeta, pastor, pengkotbah, gembala, penatua, majelis, penilik jemaat, diaken.
– Pemimpin departemen, koordinator, bagian dari setiap departemen/bagian dari gejeja.
– Pemimpin pujian dan penyembahan (praise and worship leader), pemuji/penyanyi (singer), pemusik.
– Penari tamborin, dance performance.
– Petugas multimedia, petugas dokumentasi.
– Bagian kreatif: menghias gereja, menentukan dekorasi.
– Penulis warta gereja.
– Penyambut jemaat (usher).
– Petugas administrasi gereja.
– Pengajar pemuridan, guru sekolah minggu.
– Pemimpin kelompok sel.

Bahkan sebenarnya masih lebih banyak lagi:
– Pionir/perintis penginjilan di daerah terpencil, misionaris.
– Bagian perlengkapan gereja.
– Pendoa syafaat.
– Penjaga gereja (satpam gereja).
– Petugas pengaturan ketertiban
– Petugas pembersih gereja.
– dan masih banyak lagi.

Begitu banyak pelayanan di gereja: dari yang di atas panggung sampai yang tidak kelihatan, dari yang paling disorot sampai yang bahkan kadang-kadang orang lupa bagian itu ada.

Sesungguhnya bahkan dengan kita hadir di gereja, mengikuti kebaktian, menyanyi, memuji, dan menyembah Tuhan dengan sepenuh hati, itu sudah merupakan pelayanan.

Mengapa? Karena atmosfir itu terbentuk bukan karena 1 orang pemimpin pujian dan penyembahan saja, bukan karena para singer, bukan karena para pemusik saja, tetapi juga oleh setiap kita yang berada di sana.

Dengan kita antusias mendengarkan kotbah dan mengaminkan Firman Tuhan, itu juga merupakan suatu pelayanan. Pendeta/pastor/pengkotbah juga manusia biasa. Ya, mereka bisa saja relatif tidak terpengaruh oleh respon jemaat, tetapi semakin antusias jemaat, semakin suasana akan hidup dan berpengaruh terhadap api penyampaian Firman Tuhan.

Semua pelayanan di gereja adalah baik, tetapi bukan hanya itu. Saya juga bukan mau mengecilkan pelayanan di gereja. Tetapi mengecilkan arti pelayanan hanya di gereja menurut saya adalah sesuatu yang kurang proporsional.

Kolose 3:23: Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Ayat ini lebih mengena menurut saya untuk menjelaskan arti pelayanan. Jadi pelayanan itu artinya sangat luas: segala sesuatu yang kita perbuat dengan segenap hati untuk Tuhan, untuk memuliakan nama Tuhan.

Lebih jauh lagi pelayanan adalah bekerja untuk menghasilkan buah.

Filipi 1:22a: Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

Buah yang dimaksud adalah buah Roh.

Galatia 5:22-23b: Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Jadi bila diringkas dalam satu kalimat, pelayanan adalah segala sesuatu yang kita perbuat dengan segap hati, untuk memuliakan nama Tuhan dan untuk menghasilkan buah Roh.

Definisi pelayanan sekaligus menjawab pertanyaan mengenai ukuran keberhasilan pelayanan, yaitu memuliakan nama Tuhan dan menghasilkan buah Roh.

Ukuran pelayanan yang berhasil adalah pelayanan yang membuat orang melihat Tuhan, dan bukan diri Anda. Maksudnya adalah begini: saat Anda melakukan segala sesuatu, saat Anda melayani; bila orang melihat Anda, mereka bukan melihat nama Anda yang ditinggikan, tetapi melihat Tuhan yang ditinggikan. Mereka melihat Tuhan: kuasa, kebaikan, keajaiban, kemurahan, keadilan, kesetiaan, anugerah-Nya dalam apapun yang Anda kerjakan.

Segala sesuatu yang terpenting adalah motivasi kita. Sumber dari motivasi kita adalah hati kita. Apakah motivasi kita dalam melayani? Cek tujuan Anda melayani apakah untuk memuliakan nama Tuhan ataukah untuk memuliakan nama Anda sendiri?

Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Apakah Anda sudah menghasilkan buah Roh? Memang ini merupakan proses, tapi kalau sama sekali tidak ada buah Roh yang dihasilkan dengan Anda melayani, berarti ada sesuatu yang salah.

Jagalah motivasi kita tetap murni, yaitu untuk memuliakan nama Tuhan semata dan bukan untuk keuntungan diri kita.

Saya teringat akan satu acara kotbah di Radio Maestro 92,5 FM Bandung. Acara kotbah ini sudah cukup lama dan saya juga tidak ingat pengkotbahnya siapa saat itu. Tetapi ada satu kalimat yang sangat indah dalam kotbah itu.

“Pelayanan bicara tentang berkorban.”

Ya, pelayanan adalah membayar harga. Bagaimana saat kita pelayanan ternyata tidak ada yang memuji? Bagaimana saat pelayanan bukannya senang, malah kita harus kecewa karena dikritik? Bagaimana kalau pelayanan kita membuat kita harus membayar banyak uang, waktu, tenaga, pikiran, kesenangan kita? Itulah harga pelayanan.

Ingat: kita melayani untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk kemuliaan diri kita sendiri. Saat kita mencari kepuasan dalam pelayanan, saat itu kita akan kecewa. Tapi saat kita justru ingin memuaskan Tuhan dalam pelayanan kita, saat itu kita akan dipuaskan.

Bahkan Kristus telah memberi teladan yang luar biasa. Ia membayar harga pelayanan-Nya dengan nyawa-Nya.

Matius 20:28: sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Bahkan Tuhan Yesus berkata, harga melayani adalah mengikut Dia.

Yohanes 12:26: Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Mengikut Tuhan berarti: menyangkal diri, memikul salibnya dan terus mengikut Dia. (Hal ini sudah pernah saya bahas dalam “Paying the Price”.)

Matius 16:24: Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.

Itulah arti penting pelayanan. Jadi, yang terpenting dalam pelayanan ada dua, yaitu motivasi yang murni dan mau membayar harga.

Pertanyaan berikutnya:

“Jenis pelayanan apa yang ada?”

Jawabannya adalah selain pelayanan di gereja yang sudah saya sebutkan, juga setiap hal yang memang kita tujukan untuk Tuhan. Jadi jawabannya adalah banyak sekali. Pekerjaan kita adalah pelayanan kita. Kita berbuat baik dan murah hati kepada orang lain, itu adalah pelayanan kita.

Kisah Para Rasul 6:1: Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.

2 Korintus 9:12: Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.

Jadi pelayanan itu selain di gereja (dalam bangunan gereja), juga di Gereja, dan di dunia. Gereja maksudnya adalah kumpulan orang percaya, dan bukan dalam bentuk bangunan. Dunia artinya adalah tempat kita berada, entah di kantor kita, sekolah kita, kampus kita, atau di manapun kita ditempatkan.

Jenis pelayanan yang terbaik adalah semua jenis pelayanan yang menyukakan hati Tuhan. Asalkan itu untuk memuliakan Tuhan, itu semua pelayanan terbaik. Tidak ada pelayanan yang lebih tinggi daripada yang lain. Semua pelayanan adalah sama baiknya.

Jenis pelayanan yang tepat untuk kita lakukan adalah pelayanan yang sesuai dengan bakat dan karunia rohani kita. Mengapa demikian? Setiap orang bisa saja melakukan semua jenis pelayanan, namun bila tidak sesuai dengan bakat dan karunia rohaninya, akan menjadi kurang efisien dan efektif.

Kita perlu menempatkan the right man, at the right ministry, at the right place, at the right time. Untuk mengetahui bakat dan karunia rohani Anda, Anda dapat membaca buku “Understanding Your Spiritual Gifts” yang ditulis oleh Dr. Bruno Caporrimo. Di sana terdapat tes bakat dan karunia rohani Anda, sehingga dengan mengetahuinya Anda dapat melakukan pelayanan pada bidang yang tepat.

Kita sampai pada pertanyaan terakhir. Pelayanan itu harus full time atau full heart (sepenuh waktu atau sepenuh hati)? Jawabannya adalah keduanya. Ya karena konteks pelayanan kita adalah bukan terbatas pada gereja, tapi pada Gereja, dan Dunia, maka jawabannya adalah full time dan full heart.

Jadi, sudahkah Anda melayani?

Amin.

Iklan

Comments on: "All about Ministry" (3)

  1. FB Comment from HT:
    yupz…pelayanan artinya luas bgt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: