All for Glory of Jesus Christ

Time (Trilogi-2)

Pembahasan hari ini adalah kelanjutan dari pembahasan kemarin. Hari ini akan dibahas mengenai masa sekarang. Masa sekarang atau dalam Bahasa Inggris disebut now, present, at this moment, right now, dan today. Ya masa sekarang itu berbicara tentang saat ini, detik ini, menit ini, jam ini, hari ini. Itulah sekarang.

Saya ingin mengangkat satu film berkaitan dengan tema pembahasan hari ini, yaitu film kartun Kungfu Panda. Begitu menariknya film ini, saya sampai menontonnya dua kali di bioskop. Ini merupakan hal yang tidak pernah saya lakukan sekalipun dalam hidup saya; apalagi untuk film kartun. Bahkan biasanya saya malas menonton film kartun di bioskop. Tapi di luar kebiasaan, Kungfu Panda mematahkan kebiasaan saya hehehe. Ada sebuah kalimat yang sangat indah dalam film ini:

“Yesterday is history. Tomorrow is mystery. Today is a gift. That’s why it called the Present.”

Atau bila diterjemahkan secara bebas adalah:
“Kemarin adalah sejarah. Besok adalah misteri. Hari ini adalah hadiah. Itu sebabnya dinamakan Present (saat ini, tapi juga berarti kado-hadiah).”

Ya, dalam pembahasan kemarin mengenai masa lalu, kita sudah membahas bahwa masa lalu itu tidak bisa kita ubah. Besok (masa depan) adalah suatu hal yang kita tidak ketahui, maka disebut sebagai misteri. Sedangkan hari ini, itu adalah sesuatu yang dapat kita ubah sehingga merupakan hadiah bagi kita.

Hal yang sangat ironis adalah banyak orang yang hidup di masa lalu, tinggal di masa lalu, terikat dan terbelenggu oleh masa lalunya. Sementara masa sekarang yang merupakan controllable variable (variabel yang dapat dikendalikan) tidak disentuh. Hari ini adalah hadiah bagi Anda. Setiap kita diberi hadiah setiap hari. Hari ini adalah hadiah spesial bagi kita (Anda dan saya). Bahkan detik ini, menit ini, jam ini: saat ini; itu adalah kado istimewa bagi kita semua.

Matius 21:28: “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.

Perumpamaan seorang yang memiliki dua orang anak ini merupakan suatu perumpamaan populer. Biasanya yang disoroti adalah anak sulung dan anak bungsu. Hal yang disoroti mengenai anak sulung adalah ia dia mau pergi dan bekerja di ladang, tapi tidak melakukannya. Mengenai si anak bungsu, si anak bungsu berkata tidak mau pergi, tapi menyesal dan lalu pergi untuk bekerja di ladang.

Pemilik kebun anggur adalah perumpamaan Bapa di Surga. Dua anak ini adalah kita semua, yaitu dua jenis manusia. Namun ada satu hal yang jarang disoroti dalam perumpamaan ini, yaitu kalimat pemilik kebun anggur (Bapa kita) berkata pada anak-anaknya (kita) untuk pergi bekerja hari ini di kebun anggur. Ya, kata hari ini sering kali terlewatkan.

Allah, Bapa kita, tidak memerintahkan kita untuk pergi bekerja besok atau di masa lalu. Ya kita harus mengerti bahwa kita harus bekerja karena kerja itu adalah suatu panggilan. Jangan salah mengerti. Bukan berarti besok kita tidak perlu bekerja, bukan! Tapi maksud saya mengapa Tuhan mengatakan kepada kita untuk pergi bekerja hari ini? Mengapa bukan besok, apalagi kemarin?

Jawabannya adalah karena hari ini adalah hari yang perlu kita kuasai. Hari ini adalah waktu yang Tuhan berikan bagi kita. Inilah saatnya, inilah waktunya. Hari ini, sekarang, saat ini juga. Bahkan ada satu lagu lama yang liriknya sebagai berikut:

“This is the day, this is the day
that The Lord had made, that The Lord had made.
I will rejoice, I will rejoice
and be glad in it and be glad in it.

This is the day that The Lord had made.
I will rejoice and be glad in it.
This is the day, this is the day
that The Lord had made.”

Jika diterjemahkan lirik tersebut adalah sebagai berikut:
“Ini (hari ini) adalah harinya, ini (hari ini) adalah harinya
yang Tuhan sudah buat, yang Tuhan sudah buat.
Aku akan bersuka, aku akan bersuka
dan bergirang dalamnya, dan bergirang dalamnya.

Ini (hari ini) adalah harinya yang Tuhan sudah buat.
Aku akan bersuka dan bergirang dalamnya.
Ini (hari ini) adalah harinya yang Tuhan sudah buat.”

Ya, bekerja, bersukacita, semua dikatakan hari ini. Sikap pertama yang harus kita lakukan berkaitan dengan masa sekarang, hari ini, saat ini:
1. Efesus 5:16: dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Kerjakan yang terbaik pada hari ini. Lakukan semua yang memang menjadi kewajiban Anda dengan usaha yang maksimal. Bahkan ada sebuah buku yang saya belum beli, tapi saya membaca resensinya. Judulnya adalah “One Month to Live” atau satu bulan untuk hidup. Intinya adalah untuk hidup seolah-olah umur Anda tinggal satu bulan.

Namun sesuai pembahasan hari ini, saya akan mengusulkan “One Day to Live” atau satu hari untuk hidup. Bayangkanlah jika Anda hanya punya satu hari ini saja untuk hidup, ya hanya hari ini yang tersisa bagi Anda untuk hidup dan Anda sudah mendapatkan informasi yang sangat akurat untuk itu. Jadi besok bayangkan Anda sudah tidak di dunia ini. Apa yang akan Anda lakukan? Pasti Anda akan berusaha keras melakukan hal-hal yang terpenting yang belum Anda lakukan bukan?

Jadikan setiap hari, terutama hari ini sebagai “One Day to Live”. Jadikan hari ini maksimal. Keluarkan semua potensi Anda. Susun prioritas yang terbaik hari ini.

2. Mazmur 115:18: tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Kapankah kita memuji Tuhan? Kemarin? Tahun lalu? 5 tahun lalu? Atau besok? Bulan depan? Tahun depan? Saat kondisi sudah membaik? Saat Tuhan akhirnya mengabulkan doa kita?

Tidak! Sekarang! Saat ini! Ini adalah waktu bagi-Nya. Jangan menunda lagi. Sekaranglah waktunya. Apakah kesibukan Anda menyita saat terpenting Anda bagi Dia hari ini, bahkan setiap harinya? Apakah Tuhan adalah yang terpenting bagi Anda?

Semua kita ingin berkat-Nya. Semua kita ingin anugerah-Nya. Semua kita ingin Ia mengabulkan doa kita. Namun sayangnya sebagian dari kita tidak mengambil waktu untuk bersekutu dengan-Nya: untuk memuji-Nya, untuk menyembah-Nya, untuk mendengarkan perkataan-Nya (lewat firman-Nya), dan bukan sekedar mendengarkan tetapi juga merenungkan, memasukkan perkataan-Nya, dan melakukannya dalam hidup kita.

Bila kita tipe orang seperti yang saya sebutkan, itu ibaratnya seorang teman yang hanya datang saat dia butuh sesuatu. Apakah Anda memiliki tipe teman seperti itu? Saya menyebutnya orang dengan ‘azas manfaat’.

Ya di negara kita tercinta, salah satu azas yang menarik adalah azas manfaat: untuk kepentingan orang banyak. Mungkin begitu berhasilnya pendidikan PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) di negara kita, sampai-sampai sejumlah orang (kalau tidak mau dikatakan banyak) memegang erat azas manfaat ini dengan keliru (‘azas manfaat’): untuk kepentingan banyak orang yang diselewengkan menjadi kepentingan golongan, sampai kepentingan pribadi.

Bagaimana bila Anda memiliki teman yang memegang teguh ‘azas manfaat’? Sebal bukan? Malas dekat-dekat bukan? Bahkan secara ekstrim mungkin kalau dia datang, Anda akan mencari cara untuk pergi dan menjauh.

Walaupun Allah kita, Tuhan kita itu bukan manusia yang terbatas yang kalau kita memiliki ‘azas manfaat’ Dia jadi sebal dan menjauh, Ia juga Allah yang adil. Saya ingin bertanya: terhadap orang yang menjalin persahabatan secara tulus dengan kita dan dengan orang yang menjalin persahabatan karena ‘azas manfaat’, mana yang lebih Anda sukai?

Nah saya yakin Anda mengerti maksud saya. Jangan perlakukan Tuhan yang begitu baik dengan ‘azas manfaat’. Hari ini juga, saat ini juga, mari datang kepada-Nya dengan penuh ucapan syukur. Bila Anda mengalami permasalahan dan beban berat, jangan bersungut-sungut terus.

Bila Anda bersungut-sungut apakah hari Anda jadi cerah? Apakah permasalahan dan beban Anda jadi hilang? Tidak! Sebaliknya datang pada Tuhan hari ini, ungkapkan permohonan Anda dalam bentuk doa dan ucapan syukur! Ya, hari ini.

3. Mazmur 131:3: Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Berharaplah pada Tuhan untuk segala sesuatu yang Anda rencanakan agar terjadi sesuai kehendak-Nya. Berharap bukan besok, bukan lusa. Berharapnya itu adalah sekarang, hari ini. Mungkin pemenuhan hal yang kita rencanakan tidak hari ini, tidak apa-apa, bisa jadi juga malah hari ini. Kita tidak pernah tahu.

Tetapi kita perlu untuk berharap kepada Tuhan, mulai sekarang, mulai hari ini, mulai jam ini, mulai menit ini, dan mulai detik ini sampai selama-lamanya. Anda tahu, Ia Allah yang setia. Setiap orang yang menaruh harapan kepada-Nya tidak pernah dikecewakan.

Yesaya 43:19: Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Ya, saat kita berharap kepada-Nya, Ia memberikan hal yang kita minta, bahkan lebih lagi. Ia berikan yang terbaik, sesuatu yang bahkan tidak pernah kita bayangkan. Puji Tuhan! Sesuatu yang baru, yang belum tumbuh itu adalah sesuatu hal yang belum kita lihat hasilnya, yang tidak kita pikirkan dan tidak kita bayangkan. Jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara adalah sesuatu terobosan yang luar biasa. Itu yang disediakan Tuhan bagi orang yang berharap pada-Nya.

Jadi, jangan tunda-tunda. Taruh harapan Anda pada Tuhan, sekarang juga! Saat ini juga! Hari ini juga!

4. Kolose 3:8: Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Apakah hidup kita penuh dengan hal-hal daging? Hal-hal daging bicara tentang marah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut kita? Tuhan ingin kita mengenyahkan semua itu sekarang juga! Saat ini juga!

Kita dipanggil untuk menghasilkan buah Roh dan bukan untuk hidup dalam kedagingan. Ya, kita masih berada dalam tubuh jasmani kita, sehingga kita tidak dapat lepas oleh keterbatasan dan godaan daging kita.

Namun, Tuhan mengatakan pada kita untuk menyangkal diri kita (kedagingan kita) dan hidup dalam Roh (dipimpin oleh Roh Kudus dan menghasilkan buah Roh).

Matius 16:24: Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Galatia 5:25: Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Galatia 5:22-23b: Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Ya, Tuhan meminta pada Anda untuk hari ini juga, sekarang ini, saat ini juga untuk hidup dalam Roh.

5. Roma 6:22: Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Apakah Anda masih terikat pada dosa Anda? Datang pada-Nya hari ini juga, saat ini juga! Minta pengampunan pada-Nya dan bertobatlah sekarang juga, saat ini juga, hari ini juga!

Apakah Anda belum merasakan kasih karunia Kristus? Apakah hidup Anda diliputi kekuatiran? Apakah Anda rindu untuk merasakan hidup dengan penuh kepastian? Apakah Anda ingin mengalami suatu terobosan dalam hidup Anda? Apakah Anda mendengar tentang Yesus dan Anda rindu untuk menjadi anak-Nya?

Mari datang sekarang juga kepada-Nya. Hari ini juga, ambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi Anda. Ya, saat ini juga, detik ini juga, ambil waktu untuk berdoa singkat seperti ini:

“Tuhan Yesus, saya adalah orang berdosa. Upah dosa adalah maut. Saya tahu bila saya menerima Engkau, maka Tuhan akan menghapuskan semua dosa saya. Ampuni semua dosa-dosa saya (sebutkan semua dosa Anda) dan saya berjanji akan memulai hidup yang baru bersama Tuhan.

Saya tahu bila saya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi saya, maka saya akan hidup dan hidup dalam kemenangan. Saya akan menang atas segala persoalan dan kekuatiran karena saya punya Allah yang penuh dengan kepastian. Saya tidak akan takut lagi menghadapi segala apapun.

Tuhan Yesus, masuklah dalam hati saya dan jadilah Raja, Tuhan, dan juru selamat dalam hidup saya. Pimpinlah hidup saya untuk selalu hidup seturut kehendak Tuhan, karena kehendak Tuhan adalah yang terbaik bagi saya. Dalam nama Yesus saya telah berdoa dan berterima kasih. Amin.”

Bila Anda mau mengambil keputusan itu sekarang juga, maka ketahuilah bahwa kunci di bumi dan di surga ada di tangan Anda: kepastian akan segala sesuatu ada di tangan Anda. Anda mendapatkan jaminan tempat di Surga dan juga mendapatkan kepastian di bumi: hidup dalam damai, terlepas dari permasalahan apapun yang Anda hadapi.

Jadi, siap untuk melakukan yang terbaik hari ini, sekarang ini, saat ini?

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: