All for Glory of Jesus Christ

Gombal vs True Love

Pembahasan selama satu bulan ke depan adalah dalam area relationship. Pembahasan hari ini adalah mengenai “Gombal vs True Love”. Pada umumnya penyakit gombal ini seringkali menjangkiti kaum pria, namun kaum wanita juga ada mengidap penyakit gombal hahahaha.

Seringkah Anda mendengar kata-kata demikian?

“Kamu adalah wanita tercantik di dunia, tidak ada seorangpun yang secantik kamu di dunia ini.”

“Bungapun kalah kecantikannya bila dibandingkan dengan kecantikanmu.”

“Seluruh bidadari dari kahyangan pun akan tertunduk malu jika dibandingkan dengan keelokan parasmu.” (maksudnya: tidak dapat dibandingkan karena begitu cantiknya).

Menurut Anda kata-kata tadi merupakan suatu kegombalan atau tidak?

Gombal adalah berkata-kata dengan tidak sesuai sesungguhnya dengan maksud menyenangkan atau ingin mendapatkan sesuatu dari seseorang. Gombal tidak harus selalu dengan pasangan, bisa dengan siapa saja.

Mengapa pada umumnya penyakit gombal itu menjangkiti pria? Karena wanita itu makhluk audible. Jadi biasanya sangat menyukai kata-kata yang manis dan halus, kata-kata yang penuh cinta, penuh perhatian, dan penuh pengertian. Saya yakin pria juga demikian, tapi porsi kebutuhan untuk wanita mendengar kata-kata tersebut lebih besar pada wanita.

Hal ini bersumber dari hati wanita yang umumnya halus dan menyukai kata-kata yang lembut. Kalau para pria sering gusar melihat pasangan Anda sering menangis, coba introspeksi! Kemungkinan kata-kata Anda penuh dengan kekasaran. Kata-kata yang kasar menyakiti hati pria dan wanita, tapi karena wanita makhluk audible, wanita lebih mudah menangis bila perasaannya disakiti lewat kata-kata.

Kalau mau menelaah secara mendalam, berkata-kata manis, puitis, dan indah itu bukan dosa. Malah kita wajib berkata-kata yang manis, baik, dan membangun. Sama sekali kata-kata manis itu bukan gombal, ASALKAN benar-benar merupakan suatu kebenaran.

Jadi gombal itu unsurnya adalah kebohongan, bukan di penggunaan kata yang dipilih. Jadi bukan berarti supaya Anda tidak disebut gombal, lalu Anda berkata-kata secara kasar! Tidak, sama sekali tidak demikian!

Bahkan kalau Anda para pria dan Anda para wanita ingin belajar berkata-kata secara manis namun jujur, Anda dapat pelajari di Kitab Kidung Agung. Kidung Agung penuh sekali dengan kata-kata manis, indah, dan puitis namun jujur.

Kidung Agung atau dalam versi Inggrisnya adalah Song of Songs kalau mau diterjemahkan secara bebas adalah lagu dari lagu-lagu, atau dengan kata lain adalah lagunya lagu. Jadi kalau Anda pernah mendengar istilah rajanya raja, nah itulah Kidung Agung: lagunya lagu. Syair di Kidung Agung (apalagi bila Anda membaca versi Inggrisnya) wah luar biasa puitis dan indah.

Saya sangat merekomendasikan semua kita banyak membaca dan mempelajari Kidung Agung ini untuk membantu kita memilih kata-kata kita. Namun ingat: kata-kata yang indah itu akan menjadi kosong jika itu adalah suatu kebohongan.

Sekarang mari kita lihat sumber virus penyakit gombal.

Amsal 27:19: Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

Inilah virus dari segala penyakit, termasuk penyakit gombal: hati Anda. Coba cek motivasi Anda. Coba cek hati Anda. Apakah Anda gombal murni untuk menyenangkan pasangan Anda? Sungguhkah demikian? Saya sungguh tidak yakin!

Pada umumnya motivasi gombal itu tidak murni untuk menyenangkan pasangan Anda. Ya, ada sebagian untuk menyenangkan pasangan Anda, tetapi sebagian lagi adalah untuk keuntungan diri sendiri.

Apakah Anda memiliki pasangan yang senang mengeluh dan mengritik? Lalu suatu waktu Anda pernah berkata-kata gombal padanya, eh ternyata dia menjadi tersenyum manis, lalu sepanjang hari si dia jadi berprilaku sangat baik dan menyenangkan (karena hatinya sedang senang).

Nah apakah motivasi Anda murni untuk menyenangkan pasangan? Saya yakin tidak! Sebaliknya motivasi Anda adalah membuat diri Anda terhindar dari keluhan dan kritikannya. Berarti Anda gombal pada akhirnya adalah demi keuntungan diri sendiri. Ini namanya adalah manipulatif.

Mungkin bahkan lebih parah lagi, Anda berkata-kata gombal untuk mendapatkan sesuatu yang Anda inginkan dari dirinya. Misal para pria menginginkan sex dari pasangan atau para wanita menginginkan hadiah dari pasangan. Lalu masing-masing pihak berkata-kata gombal untuk mendapatkan hal yang diinginkannya.

1 Korintus 13:5a: Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

Hati-hati dengan motivasi Anda! Hati-hati dengan hati Anda! Kalau Anda mengasihi pasangan Anda namun Anda memanipulasi dirinya untuk keuntungan Anda sendiri, berarti Anda sama buruknya dengan penipu.

Penipu mungkin hanya akan mengambil uang Anda. Anda mungkin akan kaget, ngeri, namun dapat merelakan. Ya, karena uang itu dapat digantikan.

Namun bila Anda memanipulasi pasangan Anda untuk sex atau hadiah, apa yang terjadi? Pada akhirnya hal itu akan menghancurkan hubungan Anda berdua, dan menghancurkan dirinya.

Setiap orang ingin dicintai apa adanya. Setiap orang membutuhkan cinta Agape, cinta tak bersyarat. Setiap orang membutuhkan orang yang mencintainya karena apa adanya dirinya, bukan ada apanya dirinya.

Ya benar kita harus menjadi orang yang selalu melakukan yang terbaik dalam apapun yang kita lakukan (memiliki spirit of excellent/roh-semangat yang luar biasa). Ya benar bahwa kita harus menjadi orang yang terus-menerus diperbaharui untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

Kolose 3:10: dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Namun sejak adanya dosa asal dan manusia diusir dari Taman Eden, gambaran manusia yang secitra dengan Allah ini rusak. Akibatnya manusia jatuh ke dalam berbagai keterbatasan.

Syukur kepada Allah, berkat pendamaian lewat darah Anak Domba yang disalibkan di kayu salib: Yesus Kristus, kita memperoleh jalan untuk memulihkan kembali citra diri kita serupa dengan Allah.

Namun walau kita telah mendapatkan pemulihan dari Allah sendiri lewat putra-Nya Yesus, ada konsekuensi dosa yang masih perlu ditanggung: keterbatasan kita. Jelas saat kita lahir baru dan bertumbuh dalam iman di dalam doa dan pembacaan, merenungkan, menerima, menyimpan dalam hati, dan melakukan firman Allah, kita terus-menerus diperbaharui.

Namun karena selain roh dan jiwa, kita juga masih memiliki daging yang sering kali menuntun kita pada kelemahan kita. Di sinilah dibutuhkan cinta yang Agape, kasih yang Agape, bukan kata-kata gombal.

Ya kalau kita berkata memang dari hati kita bahwa

“Di mataku tidak ada yang secantik/setampan kamu, karena kamu adalah satu-satunya wanita/pria yang aku cintai.”

, itu tidak menjadi masalah. Kuncinya adalah KEJUJURAN.

Lalu bagaimana untuk mengobati atau mencegah virus gombal ini?

1. Hidup dalam firman Tuhan: membaca, merenungkan, menerima, menyimpan, dan melakukan firman Tuhan.

Ibrani 4:12: Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Ya, saat Anda hidup dalam firman Tuhan, Anda akan menghindari yang namanya gombal.

2. Menjaga hati senantiasa.

Amsal 4:23: Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Karena sumber dari segala penyakit adalah di hati, penting sekali bagi kita untuk menjaga hati kita. Bila hati kita murni, tentu kita tidak akan bergombal ria.

3. Berkata-kata jujur dan apa adanya, namun berhikmat.

Matius 5:37: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Jika memang bagus katakan bagus. Jika jelek katakan jelek. Dalam berkata jujur Anda perlu juga memakai hikmat. Misal: pasangan Anda tidak menguasai suatu program komputer tertentu, lalu saat Anda mengajarkannya si dia sulit sekali untuk diajari.

Jangan berkata:

“Aduh, bodoh sekali sih kamu!”

Sebaliknya katakan:

“Mungkin sekarang kamu masih sulit untuk menguasainya, tidak apa-apa. Nanti kita ulang dan pelajari lagi, pasti kamu bisa.”

Kasus lain misalnya pasangan Anda mencoba baju yang akan dibelinya. Menurut Anda baju itu membuat pasangan Anda terlihat sangat gemuk.

Jangan berkata:

“Waduh gemuk banget sih pakai baju itu!”

Sebaliknya katakan:

“Kelihatannya kamu akan lebih cocok kalau menggunakan baju yang lain. Bagaimana kalau kita cari lagi yang lain?”

Saya dengan sahabat wanita saya saja sering berbeda pendapat saat membeli sesuatu. Hal ini terjadi karena selera kami berbeda. Oleh karena itu, jika memang sahabat saya menyukai sesuatu, namun saya kurang menyukainya, saya katakan bahwa memang saya kurang menyukainya. Begitupun sebaliknya.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang penuh dengan kejujuran namun saling menghargai. Hubungan yang sehat perlu diwarnai oleh kemanisan, namun bukan kata-kata gombal. Jadi tidak salah bila Anda berkata-kata manis, asalkan itu berasal dari hati Anda.

Jadi, gombal vs true love?

Amin.

Iklan

Comments on: "Gombal vs True Love" (11)

  1. FB Comment from VH:
    kalo cc selalu perkatakan hal yg baik,itu termasuk kategori gombal gak?mis: papa,sungguh suatu berkat aku bisa menjadi istrimu…………nah ini termasuk true love or ? karna bukankah kita harus sll perkatakan hal yg baik,wlu keadaan tdk baik? minta pencerahan ya bu…..

    • FB Comment from IV:
      uji dala pernikahan itu penting mak, supaya pasangan merasa berarti disamping mak

      • @VH
        Dalam kata-kata ada kuasa. Perkataan kita harus memenuhi 3 hal: baik, berguna, dan membangun. Kalau kata cici ke suami, itu baik, berguna dan membangun kog, sama sekali bukan gombal. Kata-kata merupakan perwujudan iman kita. Perhat…ikan aja orang yang kuatir dan stres, apa kata2 yang keluar dari mulutnya? Kata-kata yang keluar dari mulut mencerminkan hal yang ada dalam hati. Jadi it’s ok ci, itu bukan gombal 🙂

        @IV
        Ya, isi Kidung Agung itu full puji-memuji 🙂 dan itu ga gombal. Segala sesuatu kembali ke motivasi kita. Motivasi kita ditentukan oleh hati kita. So jaga hati kita senantiasa 🙂

  2. FB Comment from JD:
    setiap wanita pengen dikatakan cantik.. klo dibilang jelek apa bs nerima kenyataan tuh?? wkwkwkw =))

    • Baca ulang point 3: jujur tapi berhikmat. :). Jangan bilang: “Kamu jelek.” (kata-kata punya kuasa kan). Sebaliknya bilang “walau kamu bukan wanita tercantik, tapi aku sangat mengasihi kamu.”

  3. FB Comment from JD:
    gombal tingkat tinggi deh…hihihi ga norak tp bikin wanita klepek2 😛

    • Haiya, udah dibilangin ga boleh gombal. Mau tingkat tinggi or rendah sama aja. Kalau gombal = bohong soalnya dan bertujuan untuk mengambil keuntungan.

  4. FB Comment from HaS:
    minta ijin note nya ku print ya…mo bagikan temen2 di gereja…yg masi usianya muda2…:) bisa sangat memberkati neh notenya …

    • Silakan2 :). Puji Tuhan. Kalau bisa memberkati lebih banyak orang lagi, itu emang tujuan g. Thanks malah membantu nyebarin notes g. Ntar kalau mau, daftar ebook gua aja. Jadi bisa dapat semua notes g, buat dibagikan ke yang lai…n. Liat aja di link g, tar ada judulnya Ebook gratis. Daftar aja di situ. Thanks lho.

  5. FB Comment from EHC:
    ya pembahasan hari ini mengajarkan aku untuk tidak menggombal secara sembarangan, tetap jadi nerkatNya ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: