All for Glory of Jesus Christ

You are Precious

Pembahasan hari ini berjudul “You are Precious” atau bila diterjemahkan adalah “Anda Berharga”. Seberapa banyak dari Anda yang merasa diri Anda tidak berharga? Merasa Anda lebih rendah dan kurang berharga dibandingkan oleh orang lain?

Seberapa banyak dari Anda yang saat menyukai lawan jenis merasa Anda kurang layak untuknya? Seberapa banyak dari Anda yang merasa si dia terlalu tinggi untuk Anda?

Seberapa banyak dari Anda yang merasa telah terlalu ‘kotor’? Seberapa banyak dari Anda yang merasa Anda sudah tidak ada harganya lagi? Seberapa banyak dari Anda para wanita yang saat ini sedang kuatir, cemas, was-was, takut karena Anda telah menyerahkan ‘mahkota’ Anda yang paling berharga pada seseorang yang bukan suami Anda dan saat ini Anda sedang atau akan menjalin hubungan dengan seorang pria yang benar-benar baik dan kudus?

Seberapa banyak dari Anda para pria yang merasa Anda terlalu bejat sehingga tidak layak lagi untuk mendapatkan wanita baik-baik? Seberapa banyak dari Anda yang merasa Anda sudah merupakan barang rusak, barang yang sebentar lagi dibuang, barang yang tidak diinginkan orang lagi?

Bila untuk semua pertanyaan yang saya ajukan tadi Anda benar-benar merasa sangat telak mengena pada diri Anda, maka pembahasan hari ini saya persembahkan khusus untuk Anda sekalian.

Ada sebuah film remaja yang saya pernah tonton. Judulnya adalah “10 Things I Hate about You”. Kisahnya tentang sepasang kakak beradik perempuan yang memiliki ayah seorang dokter yang menangani persalinan. Kakak beradik ini tidak memiliki ibu lagi, karena ibu mereka sudah meninggal.

Karena sang ayah membesarkan mereka seorang diri, sang ayah menjadi sangat protektif. Sang kakak (Kat) adalah tipikal pemberontak dan antisosial. Sang adik (Bianca) adalah tipikal anak baik-baik yang ingin sekali melihat dan mencicipi dunia yang baru.

Sebelumnya sang ayah membuat suatu peraturan yang isinya adalah tidak boleh berkencan karena ayahnya sangat kuatir dengan kehidupan bebas remaja saat itu. Karena ayahnya mengetahui dengan benar bahwa Bianca sangat penasaran ingin merasakan yang namanya berkencan, sementara Kat sangat antisosial; sang ayah lalu membuat suatu peraturan baru.

Peraturan baru tersebut adalah sebagai berikut: Bianca boleh berkencan, apabila Kat juga berkencan. Hal yang sangat ironis karena Kat tidak ingin berkencan, sedangkan Bianca sangat ingin berkencan.

Akhirnya Bianca membujuk-bujuk Kat namun Kat tetap tidak tergoyahkan. Lalu ada seorang murid baru (Cameron) di sekolah yang tertarik pada Bianca. Cameron lalu mengetahui mengenai peraturan baru yang mengatur masalah kencan tersebut.

Cameron lalu berusaha mencari orang yang bersedia berkencan dengan sang kakak. Sampai akhirnya pilihan jatuh pada seorang laki-laki pemberontak (Patrick). Namun untuk membuat Patrik mau mengencani Kat, diperlukan biaya.

Oleh karena itu Cameron beserta temannya (Michael) mencari penyandang dana: seseorang yang memang cukup berduit, tidak berkarakter baik, namun juga menyukai si adik: Joey. Setelah memaparkan rencana kepada Joey bahwa diperlukan dana untuk membuat Kat berkencan sehingga Bianca dapat berkencan pula dengan siapapun, Joey setuju mendukung (karena Joey ingin berkencan dengan Bianca).

Singkat cerita Patrick berhasil mengajak Kat pergi berkencan. Begitu pula Joey berhasil mengajak Bianca pergi berkencan. Mereka semua berkencan di sebuah pesta sekolah. Bianca berusaha menghindari Cameron sepanjang pesta.

Cameron merasa Bianca hanya memanfaatkan dan tidak memandang tinggi dirinya. Cameron kemudian mengatakan pada Patrick bahwa ia akan mundur saja karena Bianca tidak menyukai dirinya. Namun ada suatu pesan yang baik sekali yang dikatakan oleh Patrick:

“Jangan pernah membiarkan seorangpun membuat dirimu merasa tidak layak.”

Nah bila Anda tertarik menonton film ini silakan saja mencari VCD atau DVD-nya hehehe. Pesan yang ingin disampaikan oleh film ini menurut saya sangat menarik. Beberapa hari yang lalu saya baru saja melakukan suatu eksperimen.

Biasanya saya kalau berjalan-jalan ke mall ya berpakaian santai saja walau tentu tetap rapi. Saya perhatikan bahwa banyak pramuniaga yang tidak terlalu menganggap ‘tinggi’ saya. Hal ini kadang-kadang membuat saya kesal.

Karena saat saya pikirkan toh kalau saya mau membeli, saya pun membayar. Antara orang yang pergi ke mall dengan pakaian yang mentereng seperti hendak ke pesta dengan yang menggunakan pakaian biasa saja, atau bahkan yang menggunakan pakaian lusuh, asalkan mereka membayar barang yang mereka beli tetap saja toh konsumen itu adalah raja. Juga bahkan sekalipun bila mereka tidak membeli apapun, tetap harus dilayani bak raja.

Lalu saya melakukan eksperimen tersebut. Tanpa sengaja dan tanpa rencana sesungguhnya saya lakukan eksperimen tersebut. Saya sepulang dari mengajar pergi ke salah satu mall. Kalau saya mengajar memang pada umumnya saya berpakaian formal, bersepatu formal pula. Jadi silakan Anda membayangkan saya dalam kondisi yang rapi dan formal pergi ke sebuah mall.

Lalu saya teringat bahwa saya ingin membeli penghapus karena penghapus saya tinggal sedikit. Lalu ketika ke kasir tiba-tiba saya berpikir, harga penghapus itu hanya Rp 3.100,- namun saya sengaja membawakan diri saya dengan sangat percaya diri.

Anda tahu apa yang saya peroleh di kasir? Kasirnya melayani saya dengan hormat dan baik padahal barang yang saya beli hanya Rp 3.100,-. Menyapa saya dengan, “Terima kasih, Bu”. Begitu pula dengan yang petugas di penitipan barang. Padahal saya seringkali tidak terlalu dianggap kalau saya menggunakan pakaian dan penampilan yang santai. Padahal saya waktu itu membeli barang dengan harga yang jauh lebih mahal dari Rp 3.100,- itu.

Menarik sekali ya? Memang manusia umumnya melihat dan menilai sebatas hal yang dapat dilihatnya. Namun menjadi sangat tragis ketika seorang dinilai hanya karena penampilan luar: kecantikan/ketampanan, kesempurnaan fisik, kekayaan, dan kekuasaan yang dimilikinya.

Saya mau katakan pada diri Anda, nilai keberhargaan diri Anda tidak terletak pada penampilan luar anda. Nilai keberhargaan diri Anda juga tidak terletak pada penilaian orang akan Anda. Saya akan ulang perkataan Patrick di film “10 Things I Hate about You”:

“Jangan pernah membiarkan seorangpun membuat dirimu merasa tidak layak.”

Ya, nilai keberhargaan diri Anda tidak ditentukan oleh orang lain, sebaliknya ditentukan oleh Tuhan. Inilah nilai keberhargaan diri Anda di mata-Nya:

Yesaya 43:4: Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Lihat penilaian Tuhan atas diri Anda: nilai keberhargaan anda sangat berharga dan mulia. Bahkan begitu berharga dan mulianya Anda, sampai-sampai Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi Anda.

Anda sangat berharga, terlepas siapapun diri Anda, terlepas Anda cantik/tampan atau tidak, terlepas dari fisik Anda sempurna atau tidak, terlepas dari Anda kaya atau tidak, terlepas dari Anda memiliki kekuasaan besar atau tidak. ANDA SANGAT BERHARGA!

Hal yang membuat Anda merasa kurang atau tidak berharga adalah dosa. Bila Anda merasa kurang atau tidak berharga, coba masuk dalam suatu perenungan dengan Tuhan: apakah ada dosa yang belum Anda akui pada Tuhan? (silakan baca “For the Love of Myself”)

Kalaupun bagi Anda para wanita yang misalnya sudah terlanjur tidak perawan lagi sebelum menikah karena Anda terlanjur memberikan harta Anda yang paling berharga pada pria yang salah, saya mau katakan: ANDA SANGAT BERHARGA!

Kalaupun bagi Anda para pria yang misalnya sudah terlanjur hidup dalam kebejatan moral dan merasa Anda benar-benar tidak berharga, saya mau katakan: ANDA SANGAT BERHARGA!

Memang ada harga yang sangat tinggi yang harus Anda bayar saat Anda bertemu dengan pasangan hidup Anda yang sesungguhnya dibandingkan bila Anda yang menjaga kekudusan diri dan hidup Anda. Namun kasih karunia Tuhan adalah sangat besar dan cukup bagi semua orang, termasuk bagi Anda yang merasa sudah tidak ada harganya lagi.

Asalkan Anda mau datang kepada-Nya, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan minta Tuhan membuat diri Anda baru, Anda akan menjadi suatu ciptaan yang baru. Memang setelah itu, Anda tetap harus berhadapan dengan masa lalu Anda. Namun, Anda tidak akan lagi merasa tertuduh dan merasa diri Anda tidak berharga lagi.

2 Korintus 5:17: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Ingat: You are Precious (Anda berharga)!

Amin.

Iklan

Comments on: "You are Precious" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    You Are Precious erat kaitannya dengan pemulihan gambar diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: