All for Glory of Jesus Christ

Pembahasan hari ini berjudul “Tanda Supernatural vs Hikmat?”. Pembahasan hari ini berkaitan erat dengan pergumulan untuk menentukan pasangan hidup. Sebelumnya saya akan berangkat dahulu dari dua teori besar mengenai pasangan hidup.

Pada dasarnya teori mengenai pasangan hidup bermula dari ayat berikut ini:

Kejadian 2:18: Tuhan Allah berfirman: Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Dalam Bible (NIV) saya mendapati kata “a helper suitable for him” yang kemudian diterjemahkan dalam Alkitab sebagai “Penolong baginya, yang sepadan baginya.” Berarti dari sana terlihat jelas bahwa Allah menciptakan bagi kita satu orang pasangan hidup.

Dari teori dasar ini kemudian timbul pertanyaan:

“Apakah memang Tuhan menciptakan satu penolong bagi kita sebagai pasangan hidup itu sudah ditentukan secara pasti orangnya ataukah dari sekian banyak orang kita bebas mencari orang tersebut?”

Dari teori dasar ini melahirkan dua teori besar mengenai pasangan hidup:

  1. Tuhan menciptakan satu penolong yang sudah ditetapkan orangnya.
  2. Tuhan menciptakan manusia begitu banyak dan manusia diberikan kebebasan memilih satu penolong yang sepadan baginya.

Saya termasuk penganut teori satu. Mengapa saya bisa dengan yakin memilih teori ini? Karena dari pengalaman orang-orang di sekitar saya, dari hal-hal yang saya dengar, dari yang saya baca, mendukung ke arah teori ini.

Sebagai contoh saja, saya akan mengambil contoh orang tua saya. Saya bertanya pada ayah saya saat ayah saya pertama kali berjumpa dengan ibu saya. Ternyata menurut ayah saya, ibu saya yang lebih peka untuk mengetahui masalah pasangan hidup ini. Karena ibu saya pada saat pertama kali bertemu dengan ayah saya tidak bisa melepaskan pandangannya dari ayah saya, tanpa mengerti alasannya.

Ayah saya mengatakan bahwa pada waktu ayah saya melihat ibu saya, ada semacam perasaan “deg” dalam hati. Perasaan “deg” ini juga dialami oleh teman saya. Ia mengatakan bahwa sulit dijelaskan dengan kata-kata, namun ada semacam perasaan “klik” bahwa si dialah orangnya.

Dari banyak kisah yang lain, bahkan kisah klasik di Alkitab mengenai Adam dan Hawa sangat menjelaskan hal ini (Kejadian 2:18-25). Bahkan saya percaya mengenai kisah Ishak dan Ribka juga demikian (Kejadian 24).

Kisah Ishak dan Ribka bagi banyak orang merupakan contoh bagi pemilihan satu penolong yang sepadan dari sekian banyak wanita lain. Namun saya mencermati hal ini bukan contoh pemilihan satu wanita dari sekian banyak. Mengapa saya bisa berkata demikian?

Karena hamba Ishak ini berdoa dan meminta petunjuk Tuhan mengenai jodoh yang tepat bagi tuannya, Ishak. Jadi di sini menurut saya cukup aman bila saya mengambil kesimpulan bahwa jodoh itu memang ditentukan oleh Tuhan.

Lalu mengapa sejumlah orang (bahkan banyak orang) yang telah menginjak usia cukup matang (bahkan dalam sejumlah kasus) sudah sangat matang, namun belum bertemu juga dengan pasangan hidupnya?

Saya menyakini ada 3 hal yang melatarbelakanginya:

  1. Memang Tuhan menginginkan bahwa orang tersebut berkarya dulu dalam Tuhan.
  2. Memang ada karakter yang perlu diubah dulu dari orang tersebut.
  3. Karena penetapan standar pemilihan pasangan hidup yang tidak masuk akal.

Saya pernah menuliskan ketiga hal ini dalam respon saya terhadap seseorang yang mengomentari artikel saya di jawaban.com. Untuk alasan pertama, ini sangat jelas karena saat orang masih lajang atau berkeluarga terdapat perbedaan yang sangat besar, terutama dalam hal waktu luang.

Orang yang sudah berkeluarga tidak lagi memiliki waktu sesenggang orang yang masih lajang. Ini sudah merupakan hal yang sangat lumrah. Masalah pasangan hidup memang merupakan suatu misteri Tuhan: mengenai siapa, kapan, bagaimana, di mana kita akan bertemu dengan pasangan hidup kita. Jadi jangan kuatir, percaya saja bahwa Tuhan yang adalah Jehova Jireh: Allah yang menyediakan pasti akan menyediakan kita pasangan hidup yang sepadan.

Alasan kedua: bisa jadi memang alasan pertama benar, namun juga ditunjang alasan kedua. Alasan karakter adalah alasan yang sangat krusial. Saya pernah mendengar dari seseorang seperti ini:

“Saya menyadari kog mengapa saya baru diberi pasangan hidup sekarang ini dan bukan dulu-dulu. Hal itu terjadi karena memang saya berkarakter cukup keras. Bila saya diberi pasangan hidup dari dulu, mungkin akan terjadi banyak perselisihan. Karena semakin bertambah usia, semakin karakter saya dilembutkan.”

Alasan ketiga merupakan alasan yang sering menjadi batu sandungan. Banyak orang yang tidak sadar dengan penetapan standar yang tidak masuk akal. Dari respon saya di artikel jawaban.com adalah demikian:

“Bila kita memiliki kualitas emas murni, maka pasti kita akan mendapatkan pasangan dengan kualitas emas murni juga. Tetapi bila kita baru memiliki kualitas jerami, maka jangan harap mendapatkan pasangan dengan kualitas emas murni. Tuhan itu adalah Allah yang adil. Mustahil bagi kita memiliki kualitas jerami lalu mendapatkan pasangan dengan kualitas emas murni.”

Namun sayangnya tidak banyak orang yang cukup sadar akan hal ini. Sementara mereka menunggu dan jodoh tidak kunjung datang, akhirnya jadi menyalahkan Tuhan. Sayang sekali!

Berkaitan dengan teori pertama dan kedua, ini saya serahkan pada iman Anda. Saya tidak akan memaksakan pendapat saya pada Anda karena pemahaman tiap orang berbeda-beda.

Dalam kita mengindentifikasi pasangan kita (entah 1 yang dipilihkan Tuhan atau yang kita pilih sendiri), ada dua cara untuk mengidentifikasinya: dengan cara supernatural dan dengan cara natural.

Saya pertama-tama akan membahas cara supernatural. Cara Tuhan untuk memberitahukan kepada kita mengenai jodoh secara supernatural bisa bermacam-macam, di antaranya: lewat mimpi, lewat penglihatan, lewat pendengaran, lewat nubuatan yang disamapaikan kepada kita, bahkan lewat tanda-tanda supernatural lainnya.

Saya mau menegaskan sekali lagi dan hal ini sudah saya tegaskan saat saya memberikan tanggapan pada thread di forum jawaban.com. Bila Anda mendapatkan tanda-tanda supernatural tetap perlu diuji. Jadi jangan 100% menelan mentah-mentah, apalagi bila Anda tidak memiliki kepekaan untuk menangkap dan mengerti mengenai tanda-tanda supernatural dari Tuhan.

1 Tesalonika 5:21: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Mengapa saya perlu tegaskan demikian? Karena hal ini bisa menjadi batu sandungan yang sangat besar bagi Anda maupun bagi orang lain. Bahkan walaupun tanda-tanda supernatural itu benar adanya, bila Anda dan jodoh Anda tidak bisa menjaga komitmen, hasilnya adalah kehancuran hubungan.

Saya bukannya mau mengatakan tidak boleh bagi Anda percaya tanda-tanda supernatural dari Tuhan. Tentu saja boleh, bahkan saya termasuk orang yang percaya akan tanda-tanda supernatural dari Tuhan. Namun tetap segala sesuatu perlu diuji dan karena Tuhan memberikan kita hikmat, selain tanda-tanda supernatural sangat penting untuk kita menguji calon pasangan kita dengan hikmat.

Seandainya Anda mendapatkan nubuatan bahwa pasangan hidup Anda adalah si A, namun ternyata si A adalah istri/suami orang, apakah Anda perlu berpikir-pikir lagi? Tentu saja tidak! Jelas sudah pasti si A bukan pasangan hidup Anda. Memang bisa saja setelah tahun berganti tahun dan Anda menginjak usia tua, lalu istri/suami si A sudah meninggal dunia dan begitu pula pasangan Anda, lalu Anda menemukan bahwa si A lah pasangan hidup Anda, itu permasalahan yang lain.

Tetapi jelas untuk saat itu untuk kasus tadi, si A bukan pasangan hidup Anda untuk saat itu dan tidak perlu Anda memikir-mikirkan dan menimbang-nimbang. Jelas sekali diperlukan hikmat dalam identifikasi pasangan hidup.

Hikmat dalam pemilihan pasangan hidup telah saya tuliskan dalam notes “Cinta, Jatuh Cinta, dan Pasangan Hidup”. Silakan mengacu ke sana dalam pembahasannya. Bahkan dalam pemilihan pasangan hidup, tidak cukup hanya di tangan Anda saja keputusannya. Tetapi Anda juga perlu berkonsultasi dengan orang-orang berhikmat lainnya, misal: pendeta Anda, pemimpin rohani, orang tua. Karena pemilihan pasangan hidup ini hanya sekali seumur hidup, jelas kita perlu sangat ekstra hati-hati.

Saya saat ini juga memang telah mendapat berbagai nubuatan berkaitan dengan pasangan hidup. Saya juga telah menguji dengan doa, dengan firman, dan bahkan dari awal sampai sekarang dengan hikmat. Saya juga bahkan telah mendapatkan rasa “klik” itu. Saya juga mendapatkan tanda yang khusus yang tidak saya minta, namun menimbulkan rasa “deg” dalam hati saya. Bahkan masih banyak hal lagi yang kapan-kapan akan saya ceritakan bila memang benar dialah orangnya.

Namun benar atau tidaknya seseorang itu adalah pasangan hidup saya, saya masih terus menggumulinya dan membawanya dalam doa. Pembuktiannya hanya waktu dan Tuhan yang dapat menjawabnya. Bila jawabannya adalah benar, suatu waktu kelak saya akan menceritakannya pada Anda. Harap dukungannya saja dalam doa :).

Jadi, selamat bergumul dan jangan lupa bawa selalu Tuhan dalam pergumulan Anda!

Amin.

Iklan

Comments on: "Tanda Supernatural vs Hikmat?" (4)

  1. FB Comment from ASP:
    ttg “deg” dan “klik” koq gw blom pernah ngalamin ya… hahahaha jadi penasaran… padahal gw cukup open minded.

  2. FB Comment from VIR:
    sapa tuh ci…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: