All for Glory of Jesus Christ

Pengorbanan

Pembahasan hari ini adalah mengenai “Pengorbanan”. Mengenai pengorbanan secara umum telah pernah saya bahas dalam “Paying the Price”, lalu juga dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi 1, 2, 3, dan 4)”. Berbicara tentang pengorbanan saya teringat oleh satu kalimat berikut:

“Mengasihi berarti memberi tetapi memberi belum tentu mengasihi.”

Dalam kita mencintai seseorang jelas kita perlu berkorban. Kita harus berkorban waktu, tenaga, pikiran, uang, dan perhatian kita kepadanya. Bahkan tidak cukup itu saja, dalam mencintai juga kita perlu mengalahkan keakuan kita.

Saat terjadi konflik dan kita tidak ingin konflik tersebut berkepanjangan, tentu saja kita perlu memulai untuk berbaikan. Memulai untuk berbaikan bukan suatu hal yang mudah, apalagi bila pasangan kita mengabaikan kita. Di sini kita berkorban perasaan dan keakuan kita.

Bila kita mengikuti perasaan dan ego kita, mungkin kita lebih suka bila pasangan kita yang mengajak berbaikan lebih dahulu. Semakin besar ego Anda, semakin besar Anda akan dituntut berkorban dalam hal ego.

Bila Anda ditanya seberapa besar cinta Anda pada pasangan Anda? Jawabannya adalah tergantung seberapa besar hal yang akan Anda korbankan untuk pasangan Anda. Tentu saja dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi.

Pengorbanan yang dimaksud tentu saja bukan pengobanan yang berlawanan dengan firman Tuhan. Jika kekasih Anda meminta hubungan seksual sebagai bentuk cinta, tentu saja Anda harus, wajib, dan perlu sekali untuk menolak.

Hubungan seksual sebelum pernikahan bukanlah bentuk cinta. Hubungan seksual sebelum pernikahan adalah bentuk nafsu. Bila pasangan Anda mengancam untuk Anda melakukan hubungan seksual sebelum menikah dengannya bila Anda menolak ia mengancam akan memutuskan hubungan, putuskan saja dengan segera hubungan Anda!

Seseorang yang meminta sesuatu yang bukan haknya adalah pencuri dan Anda perlu waspada. Bila seseorang berkata:

“Aku mencintaimu”

, seharusnya itu bermakna: aku menghormatimu, aku mengagumimu, aku menyayangimu, aku menjagamu, aku melindungimu, dan aku memberikan padamu tempat yang istimewa di hatiku.

Itulah makna dari

“Aku mencintaimu”.

Jangan pernah Anda mengatakan mencintai namun Anda masih suka bermain-main dengan pria/wanita lain. Pengorbanan juga berarti Anda memberikan perhatian Anda hanya kepada dirinya dan bukan pada wanita/pria lain (dalam arti hubungan antara lawan jenis, kalau persahabatan atau hubungan keluarga tentu saja di luar konteks ini. Jangan salah menangkap!).

Bila Anda masih ingin bermain-main dengan pria/wanita lain dan belum mau terikat, jangan berpacaran dulu! Sebaiknya bersahabat dulu saja. Jika Anda masih ingin mencari-cari pria/wanita lain yang lebih baik, sebaiknya jangan pacaran dulu. Lebih baik berteman saja secara biasa terlebih dahulu.

Banyak orang berprinsip:

“Kalau tidak dicoba tidak tahu.”

Masalahnya adalah pacaran itu bukan bentuk permainan, bukan bentuk makanan atau minuman yang perlu dicoba-coba untuk menikmati rasanya; dinikmati jika suka dan dibuang jika tak suka. Ini adalah permasalahan serius.

Anda berurusan dengan hati seseorang. Jika Anda seorang pria dan Anda memiliki adik perempuan, bayangkan apa yang terjadi jika seorang pria mempermainkan hati Anda? Mungkin Anda ingin meninju pria itu bukan?

Bayangkan jika Anda seorang wanita dan Anda memiliki seorang adik laki-laki yang sangat dekat dengan Anda. Lalu ternyata ada seorang wanita yang mempermainkan hati adik Anda. Sakit sekali bukan hati Anda?

Love is not a game. Cinta bukanlah suatu permainan. Cinta adalah suatu bentuk komitmen. Cinta bukan hanya perasaan: saat merasa masih berkobar-kobar mencintainya Anda akan tetap bersamanya, dan saat cinta itu memudar bakan hilang maka Anda meninggalkannya. BUKAN! Sama sekali bukan! Cinta bukanlah hanya perasaan.

Tuhan sendiri mengatakan bahwa dirinya adalah kasih, bahwa dirinya adalah cinta.

1 Yohanes 4:8b: sebab Allah adalah kasih.

Apa jadinya jika kasih Allah semata hanya perasaan saja? Jika Ia sedang merasa mencintai kita, maka Ia mencurahkan kasih-Nya, sementara jika tidak sedang merasa kasih, maka Ia akan melupakan kita. Sama sekali tidak demikian!

Cinta merupakan kata kerja: komitmen, diusahakan, dipupuk, dibina, ditumbuhkan. Tanpa itu, cinta mati. Pengorbanan adalah pupuk dari cinta. Kita berkorban waktu, tenaga, pikiran, uang, perhatian kita untuk membuat hubungan kita semakin indah. Tanpa itu, maka hubungan kita akan menjadi semakin gersang dan mati pada akhirnya.

Pengorbanan lainnya adalah dalam bentuk pengertian. Saat sang kekasih sibuk bekerja dan tidak bisa selalu bersama kita, dapatkah kita mengerti itu? Saat sang kekasih sedang bersama keluarganya, dapatkah kita memahami itu? Saat sang kekasih sedang bersama sahabatnya, maukah kita memberikan waktu dan ruang baginya? Saat sang kekasih sedang butuh waktu untuk menikmati hobinya, bisakah kita memakluminya?

Saat kita sedang menghadapi suatu masalah dan kekasih kita memang tidak bisa menemani kita selau, bisakah kita menerima itu? Ya, pasangan yang baik akan berusaha meluangkan waktu untuk menemani kita, terutama saat kita sedang mengalami permasalahan.

Namun, perlu diingat, pasangan kita hanyalah manusia biasa yang terbatas. Kita tidak bisa menuntut si dia akan berada di samping kita selama 24 jam sehari. Bahkan saat kita sudah menikah pun, kita tidak bisa menuntut si dia berada di samping kita 24 jam sehari. Apakah dia tak perlu bekerja? Apakah dia tak perlu mengurusi usahanya? Apakah dia tak perlu mengerjakan segala hal? Apakah yang penting adalah dia selalu menemani kita?

TIDAK! Sama sekali tidak! Jika itu yang Anda harapkan dalam diri seorang pasangan: kekasih, suami/istri sebaiknya Anda membeli robot saja yang akan dapat Anda atur supaya senantiasa bersama Anda.

Pengorbanan juga berarti menerima saat si dia tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Menerima saat pendapatnya tidak sama dengan pendapat kita. Pasangan hidup dari Tuhan bukan berarti menemukan seseorang yang persis sama dengan kita. Sama sekali tidak! Banyak kesamaan mungkin sekali, karena wanita berasal dari tulang rusuk pria.

Berasal dari satu tubuh yang sama, jelas memiliki kesamaan-kesamaan. Tapi persis sama? Jelas tidak! Jika kita memiliki kembaran identik sekalipun, tetap tidak sama. Padahal kembar identik berasal dari sel telur yang sama, tapi tetap saja berbeda. Apalagi pasangan hidup kita?

Pengorbanan juga berarti memaklumi saat si dia sedang uring-uringan atau bad mood. Biasa wanita mengalami ini sebulan sekali, pria juga ternyata mengalami ini sebulan sekali.

Dari sejumlah teman pria yang saya amati, ternyata bukan hanya wanita yang mengalami PMS (Pre Menstrual Syndrome-Gejala sebelum menstruasi), pria juga mengalami PDB (Pra Datang Bulan). Gejalanya juga agak mirip hehehe, aneh tapi nyata bukan?

Untuk itu diperlukan pengorbanan untuk bisa lebih sabar dan lebih mendukung si dia, saat si dia mendapatkan PMS atau PDB. Juga saat si dia mengalami kesulitan dan masalah yang membuat dirinya tertekan, sebagai pasangannya kita perlu memberikan dukungan lebih. Apalagi bila saat itu juga kita sedang ada suatu masalah. Ini benar-benar butuh pengorbanan.

Kristus telah memberikan teladan yang sempurna dalam hal pengorbanan.

Yohanes 15:13: Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Dalam pacaran kita tidak dituntut untuk berkorban sampai mati demi pasangan kita, namun kita dituntut untuk berkorban menyangkal kedagingan kita.

Galatia 5:19-21a: Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Menyangkal kedagingan itu juga merupakan suatu bentuk mati terhadap keakuan kita. Itu adalah suatu bentuk pengorbanan juga.

Jadi, bagi yang ingin dan siap berpacaran, siapkah Anda untuk berkorban?

Amin.

Iklan

Comments on: "Pengorbanan" (12)

  1. FB Comment from AG:
    Thanks ya k buat notey, sy diberkati dgn note ini, cinta memang bth pengorbanan! Be Blessed n Be Blessing!

  2. FB Comment from MS:
    Kak emang T.O.P dech. pas bgt artikelnya kak. thanx kak .

  3. FB Comment from ASP:
    Pengorbanan dalam pacaran ya…
    sebenernya ttg sex dan love, logic aja. klo seseorang tega mutusin hub demi dapet sex, berarti diragu in dia nempatin cinta nya d atas hal2 laen.

    btw, PDB ny co kapan ya c??

  4. FB Comment from ASP:
    dapet apa? gaji??? wakakakka
    co kan ga ada siklus ky ce…

    • Ada ah, sebulan sekali kan? G perhatiin temen2 g yang cowo ada kog siklusnya. Emang ga pas sebulan sekali, tapi keliatan kog ada masa2nya PDB.

  5. FB Comment from ASP:
    mungkin ya. subjek ga ngerasain biasanya. hahahaa
    yg gw rasa in klo akhir bulan duit sekarat sama awal bulan duit melimpah pasti beda mood nya. hahahaha

    • Ga ngerasain ya? Hehehe, tapi cewe ada juga yang ga moody pas PMS. Yah selalu ada kekecualian, tapi ga moody bisa juga dalam bentuk yang lain. Temen g tuh yang memperhatikan masalah PMS cewe, sedangkan g yang memperhatikam masalah PDB cowo wakkakakaka. Ada tim survei 😛

  6. Ini bkn saran,tp menggurui…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: