All for Glory of Jesus Christ

Pembahasan hari ini berjudul “Long Distance Relationship” atau hubungan jarak jauh. Bagi Anda yang sedang mengalami hubungan jarak jauh, saya persembahkan pembahasan ini untuk Anda.

Masalah jodoh  memang suatu misteri. Kita tidak pernah akan tahu 5W + 1 H tentang jodoh sebelum kita menikah dengannya. 5W + 1 H merupakan suatu rumusan yang biasa digunakan wartawan dalam menuliskan berita, yaitu Who (siapa), What (apa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), How (bagaimana).

Karena merupakan hal yang misteri, masalah jodoh ini merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas, diperbincangkan, dan persoalan mengenainya juga tidak pernah habis-habisnya. Mendapatkan jodoh di tempat yang jauh saya yakin bukan rencana setiap orang. Kalau disuruh memilih, mungkin setiap orang memilih jodohnya di tempat yang dekat-dekat saja.

Mengapa demikian? Saya akan tuliskan satu ayat yang walaupun bukan dengan konteks pasangan hidup, namun masih dalam konteks hubungan antara manusia:

1 Tesalonika 2:17: Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.

Ya inilah permasalahan utamanya. Jika si dia berada jauh dari kita, jelas kita akan merasa sangat rindu kepadanya. Kalau bisa ingin berada di dekatnya. Bagi sebagian orang hal ini merupakan siksaan besar. Ya, tidak bisa berada dekat dengan seseorang yang kita cintai ini bukan hal yang menyenangkan.

Namun jangan kuatir, Tuhan hanya akan memberikan beban yang ringan.

Matius 11:29-30: Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Jika memang Tuhan mengizinkan kita memiliki jodoh dari tempat yang jauh, itu karena Tuhan memberikan beban yang dapat kita tanggung. Beban yang diberikan-Nya kepada kita tidak pernah melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Puji Tuhan!

Selain masalah kerinduan dan tidak bisa selalu bersama, kelemahan lain dalam hubungan jarak jauh adalah masalah biaya. Ya, tidak dapat dipungkiri masalah biaya ini akan muncul. Karena tidak dapat bertemu, jelas biaya komunikasi akan relatif tinggi.

Untungnya sekarang teknologi sudah maju sehingga sudah tidak terlalu menjadi hambatan lagi dan biaya komunikasi jarak jauh pun sudah tidak semahal dulu. Namun jelas bila dibandingkan dengan hubungan jarak dekat, biaya komunikasi untuk hubungan jarak jauh jauh lebih tinggi.

Permasalahan lainnya seperti masalah kepercayaan dan pengertian ini sebenarnya juga terjadi pada hubungan jarak dekat. Jadi sebenarnya letak permasalahannya bukan di masalah jarak, tapi di masing-masing individu yang terlibat dalam hubungan.

Jika Anda mempercayai pasangan Anda, mau dia pergi ke tempat yang jaraknya sekian ribu kilometer dari Anda tentu tidak masalah. Tetapi jika Anda tidak mempercayai pasangan Anda, dia dekat dengan Anda pun Anda akan sulit untuk bisa mempercayainya.

Masalah pengertian juga demikian. Pria dan wanita memang diciptakan berbeda dan unik. Masing-masing diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dengan peran masing-masing, dengan kebutuhan masing-masing. Karena memang sejak awal berbeda, jelas perlu banyak pengertian dan saling memahami satu dengan lainnya.

Mengenai pasangan yang sibuk dan tidak selalu bisa menemani, ini juga butuh pengertian yang besar dari setiap pihak. Hal ini terjadi di semua hubungan, baik di hubungan jarak jauh maupun dekat.

Di samping tantangan hubungan jarak jauh, keunggulan hubungan jarak jauh juga banyak. Pasangan dengan memiliki jarak sebagai pemisah umumnya memiliki kedekatan secara hati yang dalam. Tentu saja ini terjadi kalau memang pasangan tersebut berkomunikasi secara intensif.

Komunikasi yang terjadi pada pasangan yang mengalami hubungan jarak jauh jelas akan berbeda dengan komunikasi pada pasangan yang mengalami hubungan jarak dekat. Pada umumnya tingkat kedalaman dan pengenalan pasangan dalam hubungan jarak jauh lebih tinggi.

Pasangan dengan hubungan jarak dekat sering (walau tidak selalu) terjebak pada menghabiskan waktu bersama untuk suatu aktivitas: jalan bersama, makan bersama, nonton bersama, dll. Saya tidak mengatakan hubungan jarak dekat lebih buruk daripada hubungan jarak jauh. Tentu saja tidak. Masing-masing memiliki keunggulan dan tantangannya sendiri.

Baik hubungan jarak jauh maupun hubungan jarak dekat tentu saja harus dapat mencapai goal yang diharapkan: sebagai sarana bagi rencana lebih tinggi, yaitu pernikahan.

Bagi yang telah menikah sebenarnya idealnya tidak mengalami hubungan jarak jauh. Mengapa demikian? Dasarnya adalah ayat berikut ini:

1 Korintus 7:5: Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

Pasangan yang telah menikah pada dasarnya telah menjadi satu tubuh, sehingga bagaimana mungkin satu tubuh dapat terpisah jauh? Kecuali seperti di ayat 1 Korintus 7:5 sebutkan hanya untuk sementara waktu atas persetujuan bersama.

Memang bila untuk sementara waktu saja suami dan istri terpisah jauh dalam hal jarak itu tidak masalah, tapi untuk waktu yang lama tentu saja hal ini bisa menjadi bermasalah. Benar bahwa asalkan bisa saling menjaga komitmen, kepercayaan, saling mengerti dan memahami satu dengan lainnya, ini tidak akan menjadi masalah.

Namun jangan lupa, suami dan istri seberapa pun hebatnya adalah manusia biasa. Jadi jika tidak sangat terpaksa, untuk pasangan suami istri sebaiknya tidak tinggal terpisah jauh, apalagi untuk waktu yang lama.

The last but not the least (hal yang terakhir tetapi bukan berarti tidak penting), jangan lupa libatkan selalu Tuhan dalam hubungan Anda. Saat hubungan Anda membentuk segitiga yang kuat (baca “I, You, and God”), maka entah itu hubungan jarak jauh ataupun dekat tidak akan menjadi persoalan berarti.

Melibatkan Tuhan dalam segala hal, termasuk hubungan Anda bukan berarti hubungan akan mulus-mulus saja tanpa satupun riak dan gelombang yang berarti. Tetapi bila kita melibatkan Tuhan dalam hubungan kita, apapun yang kita hadapi akan dapat kita tanggung, karena jika kita izinkah Tuhan sebagai nahkoda atas kapal kita, mana mungkin Ia membiarkan kapal kita karam?

Jadi, berencana atau dalam hubungan jarak jauh? Siapa takut!

Amin.

Iklan

Comments on: "Long Distance Relationship" (18)

  1. Like any relationship, long distance relationships require effort for them to succeed. Where your relationship differs from a normal relationship, is the fact that you have time to live for yourself. How many couples do you know of, who complain that they never have time for themselves. As with any sort of relationship, there are undoubtedly times where frustrations start creeping in. The quality time that you spend together, probably on the end of a telephone line can quickly end up in mind games, destroying the small amount of time you do get to be close together. If the wonders do start creeping up on you, remember that your relationship is built on trust, love and respect.

    • archaengela said:

      I’m so agree with you. Yes, indeed long distance relationship or short distance relationship requires trust, love, and respect. Plus live according God’s will. I did write it in the article too :). Thanks for your comment. God bless you.

  2. FB Comment from AWB:
    hiks..hiks…
    gmnpun, jrak jauh tu brat…

    • Kalau mau memandang sesuatu sebagai berat, maka beratlah sesuatu itu. Tapi kalau mau memandang sesuatu itu ringan, maka ringanlah sesuatu itu :). Cara pandang kita menentukan cara kita melihat suatu masalah. Cara kita melihat sua…tu masalah menentukan cara kita mengatasi masalah tersebut. Tetap semangat :). Gbu.

  3. FB Comment from JD:
    klo untuk masalah biaya, LDR ga selalu mahal kok.. skrg pake esia/flexy kan cuma 1000/jam.. klo xl malah gratis…haahha, justru LDR lbh murah dr segi biaya, karna jauh ga bs selalu jalan bareng, makan bareng n nonton bareng kan?? otomatis …biaya ga kluar….hehehe, yg jadi mahal nanti pas ketemunya.. krna biaya pesawat n hotel mahal..hahaha, tp itu juga bisa disiasati kok… pake budget airline, pesen tiket jauh2 hari bisa dapet yg murah.. mslh tmpt tinggal klo ada family disono ato tinggal di tmpt kost ato jika dah deket bs tinggal di rumah doi ato rmh sodara dia… hehehe 😀

    • Wkakakakaa masalahnya itu kalau sesama di Indonesia, kalau ga kan lumayan wakakkakaka. Tinggal di rumah doi kalau buat ortu g sih ga boleh hahahahaha.

  4. FB Comment from JD:
    oo ini lg omongin elo ya?? wkwkwkwk
    hmm..klo di luar negri sih emang berat di ongkos, tp normalnya dan biar fair, harusnya yg di luar negri dtg ke indo, secara penghasilan mereka kan lebih gede pake dollar (ga pduli co ato ce loh), klo kita …yg keluar negri sih berat kecuali kita berlebih banget…hhehehe, lagian yg di luar negri kan jg pnya family di indo?? jd sebenarnya biaya ke indo itu tidak termasuk dlm kategori biaya pcaran tp emang biaya pulkam, kan dia pul mang sekalian mo kunjungin kluarganya… ga khusus buat kita aja?? hehehe

    oya..untuk komunikasi luar negri, utk nelpon kan bisa pake voice call via ym ato msn, klo kangen bisa pake webcam utk liat wajahnya… eehehehe

    • Wkaakkaak, bukan tentang g lagi wakakakak, kog jadi disangkut2in ke g? Wakakakkaak, kalau webcam harus beli webcamnya, kalau voice call via ym or msn, harus punya koneksi inet yang kecepatannya cihuy wakakaka. Brarti keluar duit lag…i tuh 😛 wakakkaa.

  5. FB Comment from MS:
    ha..ha…ha..kak ..takut..n kapok. tapi thanks kak notesnya…

  6. FB Comment from AG:
    yups ku juga da pernah coba eh ternyata kandas juga,,,
    tp thanks buat notenya
    karena ku jadi tau…kalau
    jarak dan waktu tidak menjadi penentu dlm suatu hubungan
    tetapi komitment dan pengertian n Kasih yang tulus itu intinya

    sekali lagi thanks ya kak
    Be Blessed and Be Blessing

  7. FB Comment from JD:
    dimana2 cinta mah mang perlu modal …wkwkwk, tp kan duitnya buat beli webcam n koneksi inet ga seberapa jika dibanding sli ke luar negri…hahaha

  8. FB Comment from ASP:
    hal paling berharga dari LDR :
    TRUST. dan EGO

    sebener ny banyk banget yg d dapet. tapi yg paling utama itu. sekali km survive d LDR, gw percaya km pasti bisa lewatin rintangan lainnya.
    tapi ga banyk orang sanggup tahan sama luka2nya…. dan karena yg nama relation tuh 2 arah. salah satu tumbang relasi ny tumbang, walaupun yg 1 lagi berjuang. hahaha

    • Hehehe, sebenernya SDR juga butuh itu sih :). Intinya benernya bukan di masalah jarak tapi di masalah 2 orang yang berhubungan ini bisa saling support, ngerti, n percaya or ga. Kalau bisa, aman. Kalau ga bisa, biar SDR juga ya tumbang 🙂

  9. FB Comment from ASP:
    klo sering ktemu, kadang2 bnyk hal2 yg d samarkan. hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: