All for Glory of Jesus Christ

Pembahasan hari ini adalah penutup dari Trilogi “My Everything” yang pertama dan yang kedua. Dari pembahasan pertama, kita mengetahui bahwa tidak benar jika kita mengutamakan pasangan kita. Dari pembahasan kedua, kita mengetahui juga bahwa tidak benar jika kita mengutamakan diri kita dalam hubungan kita.

Lalu pertanyaannya siapakah yang perlu kita utamakan dalam hubungan kita? Ingat pembahasan kita dalam “Prioritas”? Jelas Tuhan adalah nomor 1 dalam hidup kita, termasuk dalam hubungan kita. Jangan lupa untuk mengikutsertakan Tuhan dalam hidup kita, termasuk dalam hubungan kita (baca “I, You, and God”).

Mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita bukan berarti kita harus menghabiskan waktu kita 24 jam di gereja terus-menerus. Bukan! Tidak demikian!

Markus 12:30-31: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.

Tuhan di tempat terutama, artinya bukan pasangan kita yang terus-menerus kita pikirkan, bukan pula diri kita. Tetapi Tuhan yang seharusnya menjadi pusat dalam hidup kita. Jika Tuhan di tempat terutama dalam hubungan kita, berarti kita perlu mencari tahu kehendak Tuhan yang terutama dalam hubungan kita.

Bahkan sebelum kita memulai hubungan, jelas kita perlu tahu dengan benar kehendak Tuhan. Oleh karena itu, tiga kunci emas menjadi sangat penting. Saya ingin menguji Anda (maklum dosen, jadi hobinya nge-test hahahahah). Apa saja tiga kunci emas itu?

Bagi Anda yang tidak ingat, Anda dapat melihat dalam “Heart vs Brain”, “From Best Friend to Lover”, atau dalam pembahasan kemarin “My Everything (Trilogi-2)” juga telah dijelaskan mengenai tiga kunci emas ini.

Menempatkan Tuhan di tempat terutama dalam hubungan kita dengan mencari kehendaknya berarti kita perlu tahu dengan jelas tujuan penciptaan kita, yaitu untuk memuji dan memuliakan Tuhan, menghasilkan buah, melayani, dan menangkap kerinduan hati Tuhan, yaitu yang tertulis dalam Amanat Agung:

Matius 28:19-20a: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Keempat tujuan penciptaan kita selain merupakan indikator bahwa kita telah menjadikan Tuhan sebagai yang paling utama, juga merupakan suatu indikator yang sangat jelas untuk mengecek si dia memang jodoh pilihan Tuhan bagi kita atau bukan. Mari kita telaah satu per satu.

Kita telah menjadikan Tuhan sebagai yang paling utama dalam hubungan kita bila:

1. Lewat hubungan kita, kita dapat memuji dan memuliakan Tuhan. Lewat diri pasangan kita, kita mengalami Allah. Lewat diri kita pasangan kita mengalami Allah. Lewat diri kita dan diri pasangan kita, baik secara bersama-sama maupun secara terpisah, orang-orang di sekitar kita dapat memuji dan memuliakan Allah.

Hal yang perlu diperhatikan di sini, memuji dan memuliakan Allah bukan harus selalu dalam bentuk ibadah, bukan selalu dalam pujian dan penyembahan lewat musik dan lagu, lewat tarian, lewat doa, dan seterusnya. Karena sering kali orang menjadi salah kaprah dengan istilah “memuji dan memuliakan Tuhan”.

Saat orang melihat hubungan kita dan mereka melihat betapa hubungan kita itu mencerminkan kasih Allah dan mereka belajar dari hubungan kita, saat itulah Allah dipuji dan dimuliakan. Saat orang melihat hubungan kita berdampak positif, baik bagi diri kita maupun bagi diri pasangan kita, sehingga orang dapat berkata:

“Memang beda ya kalau yang pacaran dalam Tuhan dan yang tidak.”

, itulah tandanya Tuhan dipuji dan dimuliakan lewat hubungan kita.

2. Senada dengan nomor 1, lewat hubungan kita, baik kita maupun pasangan kita semakin menghasilkan buah, yaitu buah Roh (baca “Buah Roh 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7” untuk pembahasannya).

Kalau orang berkata:

“Wah sesudah si A pacaran dengan si B kog dia jadi lebih sabar, lebih penyayang, lebih ramah, lebih…. (isi sendiri dengan hal-hal positif)”.

, itu tandanya karena kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita, sehingga kita juga menghasilkan buah Roh yang semakin banyak. Seorang diri pun kita harus bisa mengasilkan banyak buah Roh. Namun dengan adanya pasangan, si dia akan membantu kita untuk menghasilkan buah Roh dengan lebih mudah. Mengapa demikian?

Kejadian 2:18: TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Ini yang mengatakan adalah Allah sendiri. Seorang diri itu tidak baik bagi manusia, karena manusia diciptakan secitra dengan penciptanya yang bersifat sosial, sehingga karena secitra maka manusia pun sifatnya adalah sosial: membutuhkan orang lain.

Jika kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita, jelas kita akan mengikuti firmannya. Salah satunya adalah untuk berbuah banyak. Semakin kita berbuah banyak dalam sebuah hubungan, selain sebagai ciri kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan, juga merupakan ciri si dia merupakan jodoh yang tepat bagi kita.

3. Lewat hubungan kita, kita semakin giat melayani. Tentang pelayanan telah saya tuliskan dalam “All about Ministry”. Jika dalam hubungan kita mengutamakan Tuhan, maka kita akan semakin giat melakukan hal-hal yang berkenan di hati Tuhan: pelayanan.

Implikasi dari pelayanan adalah semakin berkembangnya diri kita (erat kaitannya dengan nomor 2 untuk menghasilkan buah Roh dan juga dengan nomor 1 untuk memuji dan memuliakan Tuhan). Sebaliknya jika dalam hubungan kita, kita cenderung untuk ekslusif dan hanya berduaan saja, malah meninggalkan segala kegiatan kita yang positif dan berkenan bagi Tuhan, ini adalah tanda-tanda lampu kuning yang mengarah ke lampu merah.

Ya salah satu ciri si dia adalah pasangan hidup dari Tuhan adalah kita semakin maju dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sosial kita. Bila Anda sedang dalam suatu hubungan, coba saja dicek:

–         Apakah si dia mendukung pekerjaan Anda?

–         Apakah si dia mendukung pelayanan Anda di manapun?

–         Apakah si dia mau bergaul, bahkan ingin kenal secara akrab dengan keluarga Anda?

–         Apakah si dia mau bergaul dengan dengan teman-teman Anda?

Hal ini juga berlaku sebaliknya, jadi sifatnya timbal balik untuk Anda dan untuk pasangan Anda. Kalau jawabannya semua “ya”, berarti besar kemungkinan si dialah pasangan yang tepat untuk Anda.

Ciri lain dari pasangan hidup dari Tuhan adalah damai sejahtera. Jika kita hidup mengutamakan Tuhan dan dengan kita semakin maju dalam pekerjaan, pelayanan, dan kehidupan sosial, pasti kita akan merasakan damai sejahtera. Silakan cek dalam hubungan Anda.

Ciri terakhir dari pasangan hidup dari Tuhan adalah makin membuat kita dekat dengan Tuhan. Jika kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita, jelas hubungan kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Sekali lagi, silakan cek dalam hubungan Anda.

4. Lewat hubungan kita, kita semakin menangkap dan melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus: menjadikan semua bangsa murid Tuhan, membabtis, dan mengajar mereka perintah Tuhan. Apapun profesi Anda, Anda dapat menjadikan semua bangsa murid Tuhan.

Kisah Para Rasul 1:8: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Yerusalem berbicara tentang tempat yang dekat sekali, yaitu keluarga Anda. Apakah lewat hubungan Anda, Anda dapat lebih menjadi saksi Kristus di tengah-tengah keluarga Anda? Menjadi saksi tidak harus dengan mengutip ayat-ayat alkitab, mengucapkan kata-kata rohani, membawa-bawa alkitab, atau setiap saat mengucapkan “puji Tuhan”, “haleluya”, dan seterusnya. Kesaksian yang paling manjur adalah justru menjadi saksi tanpa kata-kata, tetapi lewat hidup kita.

Saat kita berada dalam suatu hubungan, hidup kita harus semakin mencerminkan Kristus. Orang akan menyaksikan kuasa, kemuliaan, keagungan, dan kehebatan Tuhan lewat hidup kita. Saat orang lain disakiti dan membalas dendam, kita malah mengampuni dan memberkati. Saat orang melihat itu, mereka akan heran dan bertanya-tanya mengapa orang ini berbeda? Saat itulah kita telah bersaksi bagi Tuhan.

Yudea berbicara tentang tempat yang sedikit lebih jauh, yaitu lingkungan sekitar: tempat kerja, kampus, tempat kursus, dan lain-lain. Sudahkah kita menjadi saksi bagi Tuhan di sana? Dengan adanya pasangan kita, kita harus makin terbentuk menjadi saksi Kristus.

Samaria berbicara pada tempat yang berbeda, yaitu lingkungan yang berbeda dengan kita: orang-orang berbeda iman. Di sinilah tantangan terbesar kita. Sudahkah kita menjadi saksi Kristus yang efektif? Seharusnya saat kita memiliki kekasih, suami/istri, kita semakin menjadi saksi Kristus yang efektif. Itulah tanda yang jelas bahwa kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita.

Ujung bumi berbicara pada tempat-tempat yang begitu jauh. Mungkin Tuhan menempatkan tempat tertentu yang begitu jauh untk menjadi sasaran doa syafaat kita atau justru Tuhan ingin kita pergi ke sana untuk menjadi saksinya. Lewat hubungan kita, kita bisa makin mengutamakan Tuhan dengan memberkati bangsa-bangsa lain. Bersama dengan pasangan kita, kita dapat sama-sama berdoa syafaat bagi suatu bangsa tertentu yang kita memiliki suatu beban di dalam hati kita.

Pada saat kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita, berarti kita taat untuk mengikuti kemauan dan kehendak Tuhan dibandingkan kemauan dan kehendak diri kita. Bila kita mengutamakan Tuhan dalam hubungan kita, maka kita akan mengikuti Maria dan berkata:

Lukas 1:38b: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Seorang hamba yang baik akan taat (baca dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-1)”), tidak memikirkan diri sendiri (baca dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-2)”), penuh integritas (baca dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-3)”), dan mengutamakan Tuhan (“Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-4)”).

Siapkah Anda untuk mengutamakan Tuhan dalam hubungan Anda?

Amin.

Comments on: "My Everything (Trilogi-3)" (3)

  1. FB Comment from EHC:
    of course He always have number one in our heart, never change ^^

  2. FB Comment from HaS:
    ^ ^
    cek ricek …
    *thinking…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: