All for Glory of Jesus Christ

Pembahasan hari ini merupakan bagian kedua dari tetralogi dengan bahasan posisi kekasih yang berseberangan dengan suatu pihak atau beberapa pihak. Kali ini pembahasannya adalah mengenai posisi kekasih yang berseberangan dengan diri kita (Lover vs I).

Hubungan pacaran tidak selalu mulus tanpa konflik. Bisa saja terjadi riak-riak dalam hubungan. Bila berselisih paham mengenai sesuatu masalah, itu adalah hal yang sangat wajar dan memang normal terjadi. Malah kalau suatu hubungan tidak pernah ada konflik, hubungan itu perlu dipertanyakan tingkat kedalamannya.
Salah satu ujian dalam pacaran adalah konflik. Konflik yang timbul bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu:

  1. Perbedaan iman.
  2. Perbedaan visi dan misi
  3. Perbedaan kepribadian (personality) dan karakter.
  4. Perbedaan cara pandang.

Perbedaan-perbedaan yang ada perlu dihadapi dengan tiga kunci iman. Khusus masalah perbedaan iman serta visi dan misi telah saya bahas dalam “Cinta, Jatuh Cinta, dan Pasangan Hidup”.

Kepribadian (personality) dan karakter pada sejumlah buku dan talk show ada yang menyamakannya, namun ada pula yang membedakannya. Saya sendiri dalam pembahasan ini mengganggap personality sebagai induknya sedangkan karakter sebagai anaknya. Maksudnya begini: personality merupakan suatu kumpulan dari sejumlah karakter yang dimiliki seseorang dan bersifat unik dalam hal kadarnya untuk setiap orang.

Perbedaan kepribadian (personality) jelas akan membuat kekasih atau pasangan (suami/istri) kita memiliki peluang cukup besar dalam menyumbang potensi konflik. Berkaitan dengan personality dapat dibaca dalam “Personality Plus”. Perbedaan karakter juga dapat memiliki peluang dalam hal konflik.

Perbedaan cara pandang ini juga sangat rentan menimbulkan konflik. Bila kita memiliki kekasih atau pasangan (suami/istri) yang seiman, dengan visi dan misi yang sama, kepribadian dan karakter yang sama, namun memiliki perbedaan cara pandang, tetap ini memiliki potensi dalam menimbulkan konflik.

Lalu pertanyaannya apakah kita perlu mencari orang yang persis sama dengan kita? Jawabannya adalah tidak! Tidak mungkin menemukan orang yang persis sama dengan kita, bahkan orang yang kembar saja dan berasal dari sel telur yang sama tetap memiliki perbedaan-perbedaan.

Selain itu, perbedaan-perbedaan yang ada menolong kita untuk semakin bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Kita perlu terus-menerus diperbaharui. Kita perlu menjadi lebih baik lagi setiap harinya.

Kolose 3:10: dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Perbedaan-perbedaan yang ada membuat timbulnya gesekan. Kita membutuhkan gesekan-gesekan tersebut untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Amsal 27:17: Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Selain tiga kunci emas, kita juga dapat mengatasi permasalahan Lover vs I itu dengan buah Roh.

Galatia 5:22-23b: Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.

Dengan adanya kasih (telah dibahas dalam “All about Love (Part-2)”), sukacita (telah dibahas dalam “Joyful”, dan ketujuh buah Roh lainnya (yang telah dibahas dalam “Buah Roh 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7”, kita akan dapat mengatasi berbagai konflik yang timbul antara kekasih (pasangan/suami/istri) dan kita.

Bagaimana bila ternyata hanya salah satu pihak yang memiliki buah Roh? Bila Anda yang ternyata sebagai pihak yang tidak memiliki buah Roh, maka saya meminta kepada Anda untuk menggunakan tiga kunci emas: hikmat, berdiri dalam firman, dan bergumul dalam doa yang dituntun Roh Kudus.

Pembahasan mengenai hikmat dan cara memperoleh hikmat dapat dibaca dalam “Hikmat”. Berdiri dalam firman merupakan suatu niat dan keputusan. Hal ini sangat mungkin dan sangat dapat Anda lakukan. Kuncinya hanya di kata: MAU. Bergumul dalam doa yang dituntun Roh Kudus adalah suatu hak istimewa bagi orang percaya.

Berdasarkan kotbah dari pendeta saya dan juga dari yang saya peroleh dari saat pemuridan dahulu adalah sebagai demikian:

Untuk dapat dituntun Roh Kudus, Roh Kudus perlu tinggal dan penuh dalam diri Anda terlebih dahulu. Roh Kudus akan tinggal pada diri Anda jika:

1. Saat Anda percaya dan mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Ia mati bagi dosa-dosa Anda, dikuburkan, dan bangkit kembali pada hari ketiga. Ia akan kedua kalinya ke dunia dan akan mengadili orang benar dan orang yang tidak benar.

2. Setelah Anda percaya dan mengimani bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan, berilah diri Anda dibabtis. Babtis sebagai tanda pertobatan sungguh-sungguh Anda dan Anda mati terhadap kehidupan serta dosa lama Anda. Anda memberi diri dibabtis sebagai tanda Anda mau hidup yang baru dalam Kristus.

Setelah tinggal dalam diri Anda, Roh Kudus akan menuntun hidup kita. Tetapi tidak cukup hanya itu, kita butuh Roh Kudus penuh dalam diri kita. Saat kita penuh oleh Roh Kudus maka kita akan merasa cukup dan puas dalam hidup ini, juga produktif. Istilahnya adalah makarios.

Bagaimana supaya Anda dapat penuh oleh Roh Kudus? Caranya sederhana:

1. Setiap bangun pagi, begitu bangun senantiasa bersyukur. Jangan bangun pagi dengan keluhan dan sungut-sungut. Lalu sapalah Roh Kudus, bina hubungan yang akrab dengan-Nya. Belajar untuk mendengar suara-Nya.

2. Baca firman Tuhan senantiasa: ini yang saya istilahkan sebagai berdiri dalam firman. Berdiri dalam firman berarti membaca firman Tuhan, merenungkannya, menerimanya, menanamkannya dalam hati, dan bertindak sesuai kebenaran firman tersebut (menghidupi firman).

3. Jika Roh Kudus berkata secara lembut di dalam hati Anda yang melarang Anda melakukan sesuatu, maka taatlah! Berkaitan dengan ketaatan telah saya bahas dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-1)”. Juga bila Roh kudus menyuruh Anda melakukan sesuatu, taatlah!

Bagaimana bila kekasih (pasangan/suami/istri) kita yang ternyata tidak memiliki buah Roh? Sebelum ia menjadi kekasih kita, tentunya kita harus sudah memilih dengan hikmat dan bergumul dalam doa. Jika ia telah menjadi kekasih kita, memang masih bisa putus karena pacaran bukan pernikahan yang merupakan hubungan sehidup semati.

Bila ia telah menjadi pasangan kita (suami/istri), jelas apapun yang terjadi kita harus mempertahankan hubungan kita. Gunakan tiga kunci emas senantiasa. Bantulah pasangan Anda untuk menumbuhkan buah Roh dalam dirinya. Tumbuhkanlah senantiasa buah Roh dalam diri Anda supaya Anda dapat memahami dan menerima pasangan Anda apa adanya.

Namun bila kita telah berpacaran dan kekasih kita ternyata tidak memiliki buah Roh, apakah kita perlu memutuskannya? Kita bisa menjalin hubungan pacaran tentu telah melewati tahap-tahap pertimbangan, kecuali tentu saja jika hanya didorong oleh emosi dan asmara belaka. Bila kita telah memutuskan sesuatu, hendaklah kita menjadi orang yang penuh integritas (baca dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-3)”).

Banyak orang yang menjadi kepahitan (baca dalam “Kepahitan”) ketika pasangannya memutuskan hubungan karena si dia tertarik pada orang ketiga yang lebih “wah”. Benar bahwa memang kita ingin yang terbaik bagi kita. Itu tidak salah. Tetapi hendaknya pemilihan itu adalah sebelum hubungan pacaran dimulai dan bukan setelahnya.

Jika ternyata kemudian hubungan Anda putus hendaklah bukan dikarenakan Anda memang mencari-cari masalah. Jadi alasan hubungan itu putus misalnya: karena memang kekasih Anda yang memilih orang lain atau misal alasan-alasan kuat lainnya. Jika memang itu yang terjadi, jangan kecewa dan kepahitan.

Berarti itulah waktunya konflik Anda dan si dia berakhir secara permanen. Jika sesuatu diizinkan Tuhan berarti memang itulah yang terbaik bagi Anda.

Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Jadi, saat Lover vs I terjadi, ingat senantiasa tiga kunci emas dan buah Roh.

Amin

Comments on: "Lover vs Other (s) (Tetralogi-2)" (2)

  1. FB Comment from VWF:
    Yup,setuju…sangat penting dalam menjalin relationship dengan pasangan kita adalah adanya LOVE yg tulus dari kedua belah pihak bukan kecocokan karakter ato kebaikan fisik laiinnya..krn setelah menjalin kehidupan pernikahan semuanya akan terbongkar sampai keburukan masing2 jk tidak ada LOVE hubungan pun akan hancur n kedua belah pihak akan saling menyakiti. Krn dengan kehadiran LOVE itu sendiri menciptakan keharmonisan hubungan dan saling menerima perbedaan membuat keduanya lbh dewasa

    • Amin. Hahaha yang ngomong udah merit sih, jadi lebih menyelami ya😀. Hihihihihi, iya ciciku juga bilang gitu, cinta membuat dapat menerima apa adanya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: