All for Glory of Jesus Christ

Pembahasan hari ini merupakan bagian ketiga dari tetralogi “Lover vs Other (s)”. Hari ini saya akan membahas mengenai posisi kekasih bila berseberangan dengan kegemaran kita (Lover vs Hobby (s)).

Bila ditinjau dari satu sisi, sebenarnya permasalahan ini tergabung dalam permasalahan Lover vs I. Namun karena hal ini merupakan suatu bentuk spesifik, maka saya mengangkatnya sebagai satu topik tersendiri.

Apakah kegemaran (hobby) Anda? Apakah hobby kekasih Anda? Apakah Anda pernah bertengkar dengan kekasih Anda karena hobby Anda?

Saya dulu pernah bertengkar dengan kekasih saya karena masalah hobby ini. Ya, saya dulu sangat hobby dengan yang namanya tidur, membaca, dan nonton. Kalau saya sudah tidur, membaca, dan nonton, saya bisa lupa waktu. Jangankan waktu, kepada kekasih saya saja waktu itu saya bisa lupa hahahaha.

Ya itu memang tidak baik. Karena setelah memiliki kekasih seharusnya saya menempatkan prioritas kekasih saya lebih tinggi daripada hobby saya. Masih ingat prioritas yang tepat? Kalau sudah lupa, silakan baca “Prioritas”.

Hal yang terjadi waktu itu selain kekasih saya jadi kesal karena saya asyik sendiri dengan hobby saya, saya juga jadi kesal dengan dirinya. Karena dia sendiripun saat sedang telpon dengan saya malah asyik dengan hobby-nya dan kurang memperhatikan saya.

Yah, memang orang harus belajar dari pengalaman, bukan? Hahahaa. Tetapi lebih bijaksana lagi bila orang tidak perlu mengalami sendiri untuk bisa belajar, tapi berkaca dari pengalaman orang lain dan menarik pelajaran dari sana.

Memiliki kekasih berarti waktu yang kita miliki untuk diri sendiri akan menjadi semakin sedikit. Hal ini terjadi karena kita perlu membagi waktu yang kita miliki untuk bersama dengan sang kekasih. Setiap orang memiliki waktu yang sama: 24 jam atau 1440 menit atau 86400 detik setiap harinya.

Ada banyak hal yang dapat kembali, namun waktu adalah salah satu yang tidak akan kembali. Karena begitu berharganya waktu yang kita miliki, sampai-sampai dalam Mazmur, Raja Daud menuliskan sebagai berikut:

Mazmur 90:12: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Ya, uang yang hilang dapat kita cari kembali. Kekasih yang hilang bisa kita cari lagi gantinya. Semangat yang patah bisa dipulihkan jika kita memang datang kepada Tuhan dan memang kita MAU untuk bangkit kembali. Namun waktu yang hilang, bagaimana menggantinya?

Nah, oleh karena terbatasnya waktu kita, kita perlu mengatur waktu kita dengan sebaik-baiknya. Memiliki hobby bukanlah sesuatu yang buruk. Saya bahkan seringkali melihat di Televisi bahwa banyak orang yang memulai dari hobby, lalu kemudian dari hobby-nya tersebut ternyata bisa menjadi mata pencahariannya.

Ayah saya suatu waktu pernah berkata demikian:

“Orang yang senang adalah orang yang menggunakan hobby-nya sebagai pekerjaan.”

Sekarang ini yang terjadi adalah sebaliknya. Banyak orang yang menggunakan pekerjaannya sebagai hobby. Mengerti maksud saya? Maksud saya adalah demikian: banyak orang menghabiskan begitu banyak waktunya untuk bekerja, bahkan sampai-sampai melupakan orang-orang terdekat yang memerlukan waktu dan perhatiannya juga.

Orang-orang ini memperlakukan pekerjaan sebagai hobby. Pada tingkat tertentu, tentu saja kita perlu bekerja sangat keras, bahkan bukan hanya keras lebih penting lagi kita perlu bekerja cerdas. Ya, kita perlu bahkan harus mencintai pekerjaan kita. Orang-orang yang mencintai pekerjaannya adalah orang-orang yang bahagia, orang-orang yang sukses.

Sukses bukan bicara mengenai jumlah uang Anda di bank. Sukses bukan bicara mengenai jumlah harta kekayaan yang Anda miliki. Sukses bukan bicara mengenai nama besar yang Anda punyai. Sukses bukan bicara mengenai kekuasaan besar yang ada di tangan Anda.

Bukan! Bukan semua itu! Sukses adalah hidup sesuai dengan fungsinya. Sukses adalah hidup menjalankan perannya. Sukses adalah hidup sepenuhnya (Success is living at the fullest). Sukses adalah hidup sesuai dengan prioritas benar. Sukses adalah hidup dengan mengerjakan bagian Anda secara yang terbaik yang dapat Anda lakukan.

Saat Anda hidup sesuai fungsi, peran, dengan sepenuhnya, pada prioritas yang benar, dan mengerjakan bagian Anda secara yang terbaik, maka timbal baliknya sudah pasti kebahagiaan, kekayaan, dan nama besar itu akan Anda sandang.

Bila Anda memperlakukan pekerjaan Anda sebagai hobby Anda dalam arti Anda menghabiskan seluruh waktu Anda untuk pekerjaan Anda, mungkin Anda dapat sukses dalam arti sempit. Sukses dalam arti sempit ,yaitu banyak uang, banyak kekuasaan, memiliki nama besar, tetapi dengan suatu harga yang sangat mahal.

Apakah harga yang sangat mahal yang harus Anda bayar? Keluarga Anda. Saat Anda mencurahkan seluruh waktu Anda untuk pekerjaan Anda, keluarga Anda akan terlantar. Bukan secara ekonomi dan materi, bukan! Tetapi secara perhatian dan kasih sayang Anda, itulah yang membuat mereka terlantar.

Anda perlu serius dengan pekerjaan Anda. Menggunakan waktu, tenaga, konsentrasi, pikiran, dan usaha Anda yang terbaik untuk pekerjaan Anda. Tetapi jangan lupa dengan harta Anda yang paling berharga: keluarga Anda. Jangan sampai Anda menukarkan sukses dalam arti sempit dengan harta Anda yang paling berharga!

Begitu pula dengan hobby Anda. Ya, Anda jelas butuh waktu dengan diri Anda sendiri. Anda perlu memanjakan diri Anda dengan hobby Anda. Tetapi jelas porsinya perlu diatur sedemikan rupa supaya tidak mengganggu relasi Anda dengan kekasih Anda, juga dengan keluarga, dengan teman-teman, dan dengan pekerjaan/pelayanan /apapun yang harus Anda lakukan dalam upaya Anda memuliakan Tuhan.

Jadi bukannya hobby itu tidak boleh. Hobby itu boleh dan harus. Saya tidak bisa membayangkan bila ada orang yang hidup tanpa memiliki hobby. Hobby membuat hidup Anda lebih berwarna. Dengan hobby juga Anda dapat memperluas pergaulan, membuat diri Anda lebih menarik.

Ya, mengapa saya katakan demikian? Orang dengan suatu hobby tertentu, itu dapat diceritakannya pada orang lain. Hal itu membuat diri Anda lebih menarik. Akan tetapi, jangan lupa untuk menjaga prioritas Anda tetap pada urut-urutan yang benar.

Jadi Lover vs Hobby? Saya berharap Anda tidak akan mengalaminya setelah membaca pembahasan hari ini.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: