All for Glory of Jesus Christ

Orang Ketiga

Pembahasan ini menyangkut masalah kesetiaan dalam hubungan, yaitu dengan hadirnya “Orang Ketiga” dalam hubungan. Apakah Anda pernah mengalami saat Anda sedang dalam hubungan pacaran, ternyata muncul orang ketiga dalam hubungan Anda?

Bagaimana rasanya saat Anda sudah menjalin hubungan sekian lama, bahkan sudah membicarakan masalah pernikahan ternyata tiba-tiba ada orang ketiga yang muncul? Saya pernah mengalami hal itu beberapa kali dalam hubungan saya, baik yang sudah berpacaran maupun yang masih pra pacaran tapi sudah sangat dekat. Saya yakin ini merupakan tanda yang sangat jelas bahwa si dia bukan jodoh saya.

Kesetiaan merupakan suatu hal yang mutlak dimiliki seseorang yang ingin menjalin hubungan. Bahkan dalam segala hal kita perlu memiliki kesetiaan. Setia dipupuk dari hal-hal kecil setiap hari. Ya, kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan, maka kesetiaan itu wajib kita miliki.

Ulangan 7:9: Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

Ya karena Allah adalah setia, maka kita sebagai anak-anak-Nya juga harus setia. Jika kita mengaku sebagai anak-anak-Nya tetapi kita tidak setia, ini jelas tidak benar.

Jika kita berani memulai suatu hubungan, berarti kita juga berani untuk menyatakan tidak ada lagi orang selain dia di dalam hati kita. Berarti saat kita mengatakan:

“Maukah kamu menjadi kekasihku?” (bagi yang pria)

atau

“Mau.” (bagi yang wanita)

, itu merupakan suatu pernyataan yang menandakan kita berjanji untuk menjadikan dia sebagai satu-satunya dalam hati kita. Pacaran bukanlah pernikahan yang di dalamnya kita benar-benar telah diikat oleh janji setia sampai maut memisahkan. Namun pacaran merupakan proses dan sarana yang tujuannya adalah ke pernikahan (baca “Tujuan Pacaran”).

Jika memang kita berpacaran dengan tujuan yang semestinya, hendaknya dalam pacaran juga kita belajar aspek-aspek yang akan kita hadapi di pernikahan, terutama kesetiaan. Dalam pernikahan kita akan terus bersama dan melewati belasan, puluhan tahun bersama. Melewati naik dan turunnya pernikahan, kita tetap harus bersama pasangan kita (suami/istri kita). Di sini dibutuhkan kesetiaan yang tidak terputus. Di sini dibutuhkan komitmen yang kuat (baca “Until Eternity I’ll be Yours”).

Jika dalam pacaran Anda masih berpikir:

“Wah yang itu lebih cantik nih. Lebih pintar, lebih manis, lebih menyenangkan.” (untuk yang pria)

atau

“Wah yang itu lebih ganteng. Lebih keren, lebih hebat, lebih kaya.” (untuk yang wanita)

, ini sebenarnya sudah tidak pada tempatnya. Jika Anda mau berpikir seperti itu, harusnya itu pada tahap sebelum pacaran, yaitu pada tahap pertemanan. Pada tahap pertemanan silakan melihat dan membandingkan sepuas-puasnya. Silakan memilih yang terbaik.

Saat sudah masuk ke pacaran, seperti yang saya sebutkan tadi walau belum masuk ke pernikahan tapi itu adalah latihan sebelum ke pernikahan. Jika Anda masih suka mengganggap rumput tetangga lebih hijau pada saat pacaran, maka sulit bagi Anda untuk memasuki pernikahan. Mengapa demikian? Karena mentalitas Anda adalah mentalitas rumput tetangga.

Mentalitas rumput tetangga adalah mentalitas yang senang sekali membandingkan dan menginginkan milik, kondisi, situasi yang dimiliki/dialami orang lain. Padahal kalau kita sudah berada dalam kondisi orang lain tersebut, rumput yang tadinya terlihat begitu kejauhan tidak selalu sehijau kelihatannya.

Wanita yang kelihatan begitu cantik dan memukau saat belum menjadi kekasih Anda, pada saat sudah menjadi kekasih Anda belum tentu sememukau itu (walau bisa saja memang tetap memukau). Pria yang kelihatan ganteng, keren, dan lebih kaya saat belum menjadi kekasih Anda, pada saat sudah menjadi kekasih Anda belum tentu sekeren itu (walau bisa saja tetap keren).

Sayangnya yang terjadi pada mentalitas rumput tetangga saat rumput tetangga menjadi rumput pribadi, ternyata rumput itu tidak seindah yang kelihatannya. Saat itu terjadi, Anda akan melihat dan mencari rumput tetangga lainnya.

Mungkin wanita yang dulu Anda lihat ketika sedang berpacaran dengan kekasih Anda, tampak begitu rupawan. Ternyata, setelah berpacaran dengannya ada saja kekurangannya.

Begitu pula dengan pria yang saat Anda sedang berpacaran dengan kekasih Anda, tampak begitu penuh pesona. Ternyata setelah berpacaran dengannya Anda akan menemukan kekurangan demi kekurangan.

Orang dengan mentalitas rumput tetangga ini tidak akan pernah puas. Sudah mendapat sesuatu, akan terus meminta sesuatu yang lain: terus dan terus, tidak pernah puas. Pada dasarnya tidak ada orang yang sempurna. Bahkan diri kita sendiripun tidak sempurna. Hal yang tersedia adalah orang-orang dengan segala keterbatasannya, walaupun juga memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.

Bila kita terus mencari rumput tetangga yang lebih hijau, kita bahkan tidak akan berhenti pada orang ketiga. Bisa jadi timbul orang keempat, kelima, dan seterusnya. Bila Anda yang diperlakukan demikian, apa perasaan Anda?

Matius 7:12: Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Galatia 6:8: Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Galatia 5:19-21a: Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Jadi jika Anda tidak ingin disakiti, janganlah menyakiti! Bagaimana bila Anda disakiti? Ampunilah! Ya itulah yang harus Anda lakukan. Mengampuni merupakan suatu langkah untuk membebaskan diri Anda (baca “For the Love of Myself”).

Bagaimana bila muncul orang ketiga yang bukan karena memang Anda atau kekasih Anda memiliki mentalitas rumput tetangga? Jadi tahu-tahu saja muncul orang ketiga yang berniat merusak hubungan Anda, entah dia tertarik pada Anda atau pada kekasih Anda.

Hal yang pasti adalah jangan sampai kita menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Karena jika ada orang ketiga dalam hubungan kita, jelas sangat tidak mengenakkan bukan? Oleh karena itu, kalau tidak ingin disakiti jangan menyakiti!

Jika tiba-tiba muncul orang ketiga, asalkan Anda dan kekasih Anda memiliki saling percaya, pengertian, saling menghormati, saling menyayangi, dan menempatkan Tuhan sebagai pemimpin atas hubungan Anda, saya yakin orang ketiga ini tidak akan dapat berbuat banyak. Ya, asalkan sendi hubungan Anda kokoh, hadirnya orang ketiga tidak akan ada efeknya bagi hubungan Anda.

Jadi bila timbul orang ketiga yang mencoba mengacaukan hubungan Anda, kuncinya adalah semakin memperkuat komunikasi dan terus bawa hubungan Anda dalam doa. Bahkan bukan hanya ada orang ketiga, tapi dari awal sebelum hubungan pacaran dimulai sampai mulai pacaran dan seterusnya, kita perlu mendoakan masalah hubungan kita.

Jadi, hadirnya “Orang Ketiga?” Dengan sendi hubungan yang kokoh dan adanya Tuhan dalam hubungan Anda, itu tidak akan menjadi masalah.

Amin.

Iklan

Comments on: "Orang Ketiga" (4)

  1. FB Comment from TA:
    wah bagus cc itu buat gw semakin mencintai pasangan gw…

  2. FB Comment from EHC:
    memang komunikasi dengan pasangan kita merupakan hal yang terpenting sehingga kita dan pasangan kita dapat menghadapi “orang ketiga”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: