All for Glory of Jesus Christ

Bosan

Bosan pernahkah Anda mengalaminya? Saya yakin Anda pernah mengalaminya. Kebosanan seringkali menjangkiti terutama untuk hal-hal yang bersifat rutinitas. Bagaimana dengan hubungan Anda? Apakah Anda pernah mengalami kebosanan dalam hubungan Anda?

Saya yakin semua orang yang menjalin hubungan, khususnya yang telah menjalin hubungan dalam waktu relatif lama pernah juga mengalami yang namanya kebosanan. Baik yang sifatnya ringan sampai yang sifatnya berat.

Lalu bagaimana caranya menghadapi segala kebosanan ini? Apa kata firman Tuhan tentang kebosanan?

Amsal 25:17: Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu.

Menarik sekali ya yang dikatakan dalam Amsal 25:17. Semakin sering kita bertemu kekasih kita, kemungkinan kita menjadi bosan terhadapnya semakin besar. Lalu bagaimana kita menghadapinya?

Sesuai Amsal 25:17, salah satu tips yang dapat dilakukan adalah mengatur frekuensi pertemuan. Dari yang saya dengar di salah satu gereja malah terdapat suatu patokan yang walaupun bukan aturan pokok, tetapi menarik juga untuk diikuti.

Patokan tersebut adalah demikian: bagi yang sedang berpacaran disarankan untuk mengatur frekuensi pertemuannya tidak sampai melebihi 200 jam saat berduaan saja. Mengapa demikian? Saya pertama kali mendengarnya juga sangat tertarik akan hal ini. Karena berdasarkan penelitian, setelah 200 jam persentase kemungkinan pasangan tersebut melakukan hubungan seksual akan lebih besar.

Tentu saja hal ini tergantung dari pihak yang berpacaran, namun tidak dapat disangkal ada benarnya juga. Godaan hubungan seksual dan juga kebosanan akan semakin besar seiring dengan semakin seringnya bertemu dan beraktivitas bersama.

Lalu bagaimana dengan pasangan yang sudah menikah? Bukankah mereka malah akan lebih rentan lagi terhadap bahaya kebosanan? Apalagi pasangan yang sudah menginjak 10, 20, 30, 40, atau 50 tahun?

Saya beberapa hari yang lalu membaca di daily devotional yang ditulis oleh Rick Warren. Disebutkan bahwa kunci pernikahan yang sukses adalah mengacu pada 5 hal, yaitu: worship (menyembah Tuhan), fellowship (bersekutu: baik dengan Tuhan, dengan pasangan dan dengan anak-anak), discipleship (pemuridan), ministry (pelayanan), and missions (misi).

Saya sangat yakin bila dalam pernikahan lima hal itu dijalankan pasangan suami istri, maka tidak akan sempat bosan. Ya, karena setiap hari selalu ada hal yang baru yang akan dikerjakan bersama. Dalam prosesnya akan saling membangun, membentuk kepercayaan, saling menghormati, saling menyayangi, dan saling memahami satu dengan yang lain.

Bila pilar-pilar hubungan telah terbentuk dengan kokoh, saya yakin bukan kebosanan yang hinggap, tetapi yang timbul adalah rasa puas dan bahagia akan hubungan tersebut. Pacaran merupakan proses pembelajaran dan sarana menuju ke arah pernikahan, maka sudah selayaknya dan sepantasnya jika dalam pacaran pun terdapat lima hal tersebut.

Mengapa kebosanan hinggap dalam hubungan pacaran? Salah satunya karena pacaran bersifat ekslusif: hanya berdua saja menghabiskan waktu. Saya tidak mengatakan bahwa ini tidak boleh dilakukan. Dalam proses lebih saling mengenal, jelas diperlukan saat-saat hanya berdua saja untuk saling mengenal lebih dalam satu dengan lainnya, bertukar pikiran, menikmati aktivitas bersama kekasih (seperti: jalan-jalan, menikmati hobby, atau hanya menikmati kebersamaan saja).

Pacaran berdua saja itu sifatnya penting, namun jangan dilakukan secara berlebihan. Bila dilakukan secara berlebihan, selain bisa menimbulkan kebosanan juga ada bahaya bagi hubungan seksual pranikah. Selain mengatur frekuensi pertemuan, menempatkan lima hal dalam hubungan (worship, fellowship, discipleship, ministry, and missions), mengatur frekuensi pacaran berdua saja pada porsi yang wajar, juga diperlukan variasi dalam pacaran.

Rutinitas merupakan sumber utama kebosanan. Kadar kemampuan setiap orang menangani dan menikmati rutinitas berbeda-beda. Ada orang yang menikmati rutinitas dengan tingkat penghayatan yang sangat tinggi, tetapi ada juga yang membenci rutinitas.

Bahkan orang dengan tingkat penghayatan yang sangat tinggi pun, akan dapat merasa bosan jika terus-menerus melakukan hal yang sama dalam waktu yang relatif sangat lama, apalagi bila yang bersangkutan tidak menyukai rutinitas tersebut.

Untuk mengatasi rutinitas tersebut, memang perlu ditetapkan hal-hal yang harus dijadikan rutinitas dan yang tidak merupakan rutinitas. Misalnya: kekasih Anda sangat suka makan satu jenis makanan, sementara Anda biasa saja. Mungkin bisa diatur giliran untuk makan makanan tersebut dan makanan lainnya.

Mengenai masalah komunikasi, saya lebih suka untuk menjadikan komunikasi sebagai hal yang rutin. Mengapa demikian? Rutinitas tidak selalu merupakan hal yang buruk. Komunikasi yang terjaga secara baik memerlukan waktu dan kontinuitas dalam prosesnya. Sulit bagi Anda untuk menjaga hubungan Anda secara dekat dan manis bila Anda kurang berkomunikasi dengan kekasih Anda.

Dalam banyak pernikahan, komunikasi yang terganggu merupakan musuh utama dari pernikahan.

Kejadian 5:24: Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

Ibrani 11:5: Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

Henokh merupakan contoh orang yang berkomunikasi dengan baik sekali dengan Tuhan. Ini adalah orang yang memiliki hubungan yang sangat intim dengan Tuhan, sehingga akibatnya Tuhan berkenan kepadanya.

Inisiatif suatu hubungan datang dari Tuhan. Jika Tuhan menjadi kepala atas hubungan tersebut, maka Tuhanlah yang akan memimpin hubungan itu. Jelas dalam hubungan itu, seperti Henokh yang berkomunikasi secara intensif dengan Tuhan untuk mencapai hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan, juga perlu ditiru demikian. Komunikasi yang intensif ini penting.

Komunikasi yang intensif membangun terciptanya kedekatan dari dua hati yang sedang berpacaran ini. Komunikasi yang intensif bukan selalu dalam kuantitas (lama komunikasi), tetapi dalam hal kualitas (kedalaman komunikasi). Saat terbentuk komunikasi yang baik, maka kebosanan akan hilang dengan sendirinya.

Selain itu, variasi aktivitas juga perlu dilakukan. Selain variasi antara hubungan pacaran yang melakukan aktivitas berdua saja, juga perlu diselang-seling dengan hubungan pacaran yang melakukan aktivitas dengan orang lain juga (keluarga, teman-teman, rekan kerja, dll). Selain itu, jenis, waktu, tempat aktivitas dilakukan perlu dilakukan variasi.

Hal lain yang dapat ditempuh untuk mengatasi kebosanan dalam berpacaran atau dalam pernikahan adalah dengan menjaga api cinta tetap menyala. Misalnya dengan melakukan hal-hal yang manis untuk pasangan. Hal-hal yang sifatnya kejutan ini bisa membuat kekasih atau pasangan Anda (suami/istri Anda) merasakan kembali romantisme.

Romantisme ini penting sekali dalam hubungan. Saat romantisme hilang, yang ada adalah rutinitas. Padahal kita tahu bahwa rutinitas adalah sumber dari kebosanan. Untuk menjaga api cinta tetap menyala tidak harus dengan sesuatu yang mahal atau rumit. Intinya adalah untuk memberikan bumbu yang indah dalam hubungan Anda.

Ada juga orang yang walaupun telah melakukan segala macam variasi, tetap saja merasa bosan. Saya pikir orang semacam ini mungkin perlu mengalami pemulihan dulu dalam dirinya. Orang yang senang berganti-ganti kekasih supaya tidak bosan pada dasarnya bosan terhadap dirinya sendiri, sehingga membutuhkan orang lain untuk membuat dirinya tidak bosan.

Bila ini kasusnya jelas yang dapat menyembuhkan adalah Tuhan semata. Orang yang bersangkutan perlu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam dirinya dan perlu melakukan pemberesan dengan Tuhan. Sebelum itu terjadi, maka dirinya akan terus berganti-ganti pasangan demi mendapatkan sensasi kesenangan dan demi tidak bosan.

Jadi, bosan dalam hubungan? Saya harap tidak lagi.

Amin.

Iklan

Comments on: "Bosan" (6)

  1. FB Comment from MS
    benar itu kak. jadi ganti2 pacar bukan alasan untuk menghindari kebosanan. thanks kak notes-nya.

    GBU

  2. FB Comment from JD:
    klo bosen berhubungan dgn sapapun gmn ?? hihihi

  3. Baca 2 paragraf terakhir. 😀

  4. FB Comment from JD:
    gw bukan bosen berganti2 kekasih san, tp bosen utk mulai menjalin hubungan…..beda ga?? heheehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: