All for Glory of Jesus Christ

Cemburu Tanda Cinta?

Pernahkah Anda mendengar ungkapan berikut ini?

“Cemburu merupakan tanda cinta”.

Jadi berdasarkan ungkapan tersebut, kalau seseorang cemburu berarti dia mencintai seseorang. Padahal kalau kita bandingkan di Alkitab:

1 Korintus 13:4a: Kasih itu … tidak cemburu.

Nah, jadi mana yang benar? Saya sudah pernah membahas mengenai tidak cemburu ini sebagai salah satu elemen kasih dalam “All about Love (Part-2)”. Jadi silakan membaca dahulu ke sana, sebelum membaca pembahasan hari ini.

Cemburu bila memang kekasih, apalagi pasangannya (suami/istrinya) melakukan tindakan yang tidak benar, seperti berselingkuh ini memang wajar. Jika kekasih atau pasangan kita berselingkuh dan kita santai-santai saja, ini ada sesuatu yang salah dengan kita.

Namun cemburu bila tidak ada apa-apanya, ini merupakan indikator yang menunjukkan sesuatu tidak benar. Kecemburuan merupakan tanda ketidakpercayaan. Bagaimana rasanya bila Anda tidak dipercayai? Tidak enak bukan?

Bagaimana bila Anda berhubungan dengan pria atau wanita yang senang sekali dicemburui? Kembali ini merupakan tanda-tanda yang aneh. Ini merupakan gejala-gejala ketidakberesan yang bersangkutan. Seorang pria atau wanita yang utuh tidak memerlukan konfirmasi (penegasan/kepastian) dari orang yang dicintainya dalam bentuk kecemburuan.

Ya, memang setiap orang, khususnya wanita butuh konfirmasi dan justifikasi (pembenaran) bahwa dirinya dicintai, entah lewat kata-kata cinta, maupun lewat perbuatan cinta. Namun, kecemburuan bukanlah bentuk konfirmasi maupun justifikasi cinta.

Sangat tidak menyenangkan bukan, jika Anda berusaha tampil cantik dan menarik untuk si dia (bagi yang wanita) atau berusaha tampil ganteng dan keren untuk si dia (bagi yang pria) lalu untuk mendapati kekasih atau pasangan Anda berkata:

“Kog beda dari biasanya sih? Jangan-jangan punya pacar baru ya?”

Bayangkan bila Anda mengalami seperti itu. Anda capek-capek berdandan cantik/ganteng untuk kekasih/pasangan (suami/istri) Anda, untuk dikatai seperti itu. Apa rasanya?

atau perkataan lain misalnya:

“Waduh, kog makin cantik/ganteng saja sih? Nanti banyak pria/wanita yang terpikat sama kamu.”

Pernah Anda mengalami hal seperti itu? Ya, saya pernah soalnya hahaha. Hal ini sangat tidak nyaman. Di satu sisi merupakan pernyataan bahwa saya semakin menarik, tapi di sisi lain merupakan pernyataan si dia cemburu.

Cemburu itu pada dasarnya selain merupakan bentuk ketidakpercayaan, juga merupakan bentuk ketidakamanan diri. Pada saat seseorang cemburu, sebenarnya seseorang sedang menyatakan bahwa dirinya sedang terancam, tidak aman pada posisinya.

Itu sebabnya jangan sampai Anda memutuskan untuk berpacaran dan atau menikah dengan seseorang yang tidak utuh. Seseorang yang tidak utuh akan membutuhkan kekasih atau pasangannya (suami/istrinya) untuk membuatnya utuh. Padahal tidak ada yang dapat membuat orang lain menjadi utuh, kecuali Tuhan (baca “Whole”).

Bayangkan ada 2 gelas. Satu gelas berisi setengah penuh sedangkan satu gelas lagi berisi penuh. Bagaimana caranya supaya kedua gelas menjadi penuh? Tidak ada cara lain, selain menuang gelas yang penuh tadi ke gelas yang setengah penuh.

Tetapi setelah dituang, kondisinya bukan keduanya penuh. Gelas yang setengah penuh menjadi tiga perempat penuh, sedangkan gelas yang tadinya penuh menjadi tinggal tiga perempat penuh. Ini sebabnya prinsip kesepadanan dalam pemilihan pasangan hidup menjadi begitu penting.

Kembali ke dua gelas tersebut. Untuk menjadi penuh, gelas yang setengah penuh harus diisi setengahnya lagi. Hal yang bisa mengisi gelas tersebut hanyalah dispenser air. Siapakah dispenser air itu? Allah sendiri.

Yohanes 6:35: Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Yohanes 4:14: tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Ya, gelas yang setengah penuh tadi adalah gambaran orang-orang yang tidak aman, penuh ketakutan, penuh kekuatiran, banyak luka masa lalu, banyak kepahitan masa lalu. Semakin banyak ketakutan, kekuatiran, luka, dan kepahitan yang ada, air yang ada dalam gelas tersebut semakin keruh.

Tidak heran bila Anda berhadapan dengan orang-orang semacam itu, dari sejumlah kalimat pertama yang dikatakannya Anda akan sudah dapat mendeteksi kondisi orang tersebut. Sepintar-pintarnya orang menyembunyikan kondisi dirinya, tidak dapat membohongi Roh Kudus.

Entah bagaimana, saya sering menemukan orang yang dari perkataannya tidak ada yang salah. Begitu kelihatan manis dan baik, bahkan sangat religius namun saya merasa tidak nyaman berada dekat dengan orang tersebut. Aneh bukan? Ya, aneh tapi nyata.

Lalu selang beberapa waktu berlalu dan saya memperoleh kabar bahwa yang bersangkutan menipu orang lain. Yah, kata-kata manis memang tidak menjadi jaminan di dalamnya juga manis.

Namun, orang yang setengah penuh akan terlihat dari rautnya, kata-katanya, dan bahasa tubuhnya. Orang yang penuh kecemburuan merupakan orang-orang yang setengah penuh, bahkan mungkin kurang dari setengah penuh.

Mereka butuh Kristus untuk membersihkan dahulu kandungan sampah dalam dirinya. Ya, ketakutan, kekuatiran, luka, dan kepahitan yang ada, itu adalah sampah yang membuat keruh hati kita, membuat pahit hati kita. Tanpa sampah itu dibersihkan, walaupun telah diisi oleh Kristus maka yang ada adalah orang yang penuh tapi tercemar sampah.

Itu sebabnya segala macam sampah harus dibersihkan dahulu. Saya akan mengulang ayat tadi:

Yohanes 4:14: tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Saat seseorang menerima Kristus, maka akan ada mata air dalam dirinya yang terus-menerus memancar. Coba anda ambil satu gelas. Isi dengan air setengah gelas. Lalu masukkan sirup dan aduk sampai rata. Sekarang Anda telah memperoleh satu gelas yang terisi setengah penuh sirup.

Kemudian coba Anda isi gelas tersebut sampai penuh. Lihat apa yang terjadi dengan air sirup di dalam gelas? Warnanya akan memudar tapi masih tetap ada warnanya. Isi terus sampai air meluap keluar (tentu Anda butuh baskom atau mangkok untuk menampung tumpahan air sirup yang keluar). Terus isi sampai air dalam gelas berubah bening.

Percobaan yang saya jabarkan tadi adalah yang diterangkan pada Yohanes 4:14. Saat seseorang berjumpa dengan Kristus, ia akan diisi penuh. Namun masih ada kekotoran di dalamnya. Jika ia terus membiarkan dirinya diisi terus, maka kekotoran yang ada akan terangkat keluar, terbuang keluar.

Semakin Anda dekat dengan Tuhan, Tuhan akan membongkar keluar semua sampah yang ada dalam diri Anda. Dari yang terbesar sampai yang terkecil. Langkah-langkah terperinci telah saya tuliskan dalam “For the Love of Myself” silakan baca ke sana untuk pembahasannya.

Entah Anda mengalami penolakan dari kecil, merasa pahit dengan berbagai peristiwa dalam hidup Anda, mengalami penolakan demi penolakan dari lawan jenis Anda, merasa tidak layak dan kurang baik sebagai seorang manusia, merasa gagal dan rendah dibandingkan kekasih/pasangan (suami/istri) Anda, mengalami pengkhianatan demi pengkhianatan, dan lain-lain. Apapun juga yang Anda alami, kuasa Tuhan jauh lebih besar dari apapun juga.

Tuhan sanggup mengubahkan orang-orang yang penuh kecemburuan, menjadi orang-orang yang penuh rasa aman dan kedamaian. Untuk itu, khusus bagi Anda yang penuh kecemburuan dan suka dicemburui, saya pada kesempatan ini hendak meminta pada Anda untuk datang pada Tuhan dan minta Tuhan membongkar sampah-sampah emosional yang ada pada diri Anda.

Yohanes 14:27: Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Ambil kesempatan ini untuk memperbaharui hidup Anda. Kepercayaan diri, rasa aman, dan diri yang utuh adalah kado terindah yang dapat Anda berikan kepada kekasih dan atau pasangan (suami/istri) Anda.

Amin.

Comments on: "Cemburu Tanda Cinta?" (2)

  1. FB Comment from VWF:
    * give a very big applause*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: