All for Glory of Jesus Christ

Power of Prayer

Pembahasan hari ini masih mengenai kunci sukses. Jadi saya akan membagi kunci sukses dalam dua kelompok besar. Pembagian kelompok itu berdasarkan dari kata “Supernatural”. Hal ini pernah dibagikan oleh kakak saya.

Supernatural itu berasal dari kata “super” dan “natural”. Kata “super” dapat diartikan sebagai yang luar biasa, besar, dan dahsyat. Kata “super” ini dapat dikaitkan sebagai suatu hal yang adikodrati, merupakan suatu bentuk kerja Allah yang membantu manusia.

Kata yang kedua ”natural” dapat diartikan sebagai hal yang wajar dan alami. Kata “natural” ini dapat dikaitkan sebagai hal-hal sehari-hari, merupakan suatu bentuk kerja manusia dalam mengisi hidupnya.

Jadi dari kata “supernatural” terlihat jelas ada dua bagian: bagiannya Allah dan bagiannya manusia (bagiannya kita). Pembahasan hari ini masih di sektor “super”, yaitu mengenai doa.

Pembahasan mengenai doa telah pernah saya bahas dalam “Dimensions of Prayer”, namun kali ini akan saya angkat khusus kaitannya dengan konteks bisnis dan pekerjaan.

Saya akan membagikan kesaksian saya sendiri dan kesaksian ayah saya. Kesaksian saya dalam kapasitas saya sebagai seorang pengajar (pekerja) dan kesaksian ayah saya sebagai seorang pengusaha (orang bisnis).

Ketika tahun pertama saya mengajar sebagai dosen, yaitu tahun 2005, saya masih ingat ada satu kejadian yang menarik yang tidak pernah saya lupakan. Itu adalah minggu kedua perkuliahan dan di kelas pertama. Saya menjelaskan mengenai suatu materi, lalu ternyata seorang mahasiswa bertanya.

Ternyata mahasiswa tersebut tidak mengerti hal yang saya jelaskan. Sebenarnya waktu di rumah saya juga sudah berpikir-pikir mengenai hal yang mahasiswa itu tanyakan. Karena saya telusuri buku-buku teks yang saya punyai, seluruhnya tidak ada yang menjelaskan hal itu. Kemudian ternyata memang ada yang bertanya mengenai hal itu.

Saya saat itu berjalan mendekati mahasiswa tersebut, lalu ketika ia bertanya dan saya sedang berpikir, saya membalikkan badan saya dan berjalan menuju papan tulis sambil berpikir, “Wah bagaimana ini?” Tiba-tiba sekejap, saya mendapat suatu pencerahan. Jadi, sambil saya berjalan ke papan tulis tiba-tiba mendapatkan suatu jawaban. Jawaban ini tidak ada dalam buku-buku teks manapun.

Walaupun saya menghabiskan sekian jam di rumah untuk mencari jawaban itu, saya tidak menemukannya. Tetapi ketika di kelas, sekejap saya menemukannya. Kemudian saya menjelaskan di depan kelas mengenai hal tersebut dan juga saya kaitkan dengan rumusan matematika yang ada. Para mahasiswa saya justru malah mengerti setelah saya jelaskan dengan materi yang saya peroleh dari pencerahan sekejap mata itu.

Saya tidak bisa melupakan hal itu sampai sekarang karena saya sungguh kagum akan kebaikan Tuhan. Saya ingat karena itu adalah awal-awal saya mengajar dan saya berdoa dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan membantu saya dalam menerangkan agar mahasiswa saya dapat mengerti.

Ya, Tuhan tidak pernah mengecewakan. Hal yang saya cari jawabannya selama berjam-jam dapat Ia beritahukan dalam sekejap mata, tanpa satu teori apapun yang saya pikirkan. Benar-benar sekejap mata, sungguh menakjubkan cara kerja Tuhan. Kuasa doa ternyata dapat mengalahkan usaha keras untuk mempelajari suatu materi selama berjam-jam.

Kesaksian kedua adalah kesaksian ayah saya. Ayah saya memiliki suatu usaha di bidang pembuatan pakaian. Waktu itu surat izin usaha (SIUP) ayah saya habis dan waktu itu orang yang biasa menguruskan SIUP tersebut meminta biaya yang cukup tinggi. Ayah saya berkeberatan dan bertekad untuk mengurus sendiri.

Kemudian ayah saya berdoa dengan sungguh-sungguh malam harinya. Esok harinya ayah saya pergi ke kantor perizinan usaha. Ternyata hal yang sungguh aneh terjadi. Karena baru kali itu ayah saya mengurus sendiri masalah perizinan ke kantor tersebut, ayah saya bingung dengan letak kantornya. Lalu ayah saya bertanya kepada satu orang:

“Pak, kalau mau mengurus SIUP di sebelah mana ya?”

Lalu orang yang ditanya tersebut menunjukkan arah, bahkan kemudian setelah mengobrol dengan ayah saya, orang tersebut menjelaskan bahwa biasanya yang menguruskan SIUP adalah seseorang yang sudah dia kenal baik. Lalu orang ini memperkenalkan ayah saya pada orang yang biasa menguruskan SIUP di kantor tersebut dan dalam ternyata biayanya jauh lebih rendah daripada biaya yang diminta oleh orang yang biasa menguruskan SIUP ayah saya. Sementara orang yang mengenalkan tersebut tidak meminta uang jasa sedikitpun, padahal orang tersebut juga merupakan orang yang biasa menguruskan perizinan.

Ayah saya pulang dan menceritakan hal ini kepada saya. Ia berkata:
”Benar-benar kita perlu berdoa.”

Ya, kuasa doa memang luar biasa. Doa yang dipanjatkan sanggup membuka hal-hal yang tak pernah kita duga. Seperti yang saya bagikan sebelumnya kepada Anda dalam notes saya yang lain, teman saya yang mendapat PHK kemudian mendapat dua tawaran kerja sekaligus setelah ia melamar kerja itu juga saya yakin karena faktor doa. Tuhan memang Allah yang luar biasa baik. Ia adalah Allah yang peduli dan mendengarkan setiap doa kita.

Mazmur 65:3: Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup.

Lalu ada pula seorang teman yang belum mendapatkan pekerjaan sudah cukup lama. Ia telah melamar ke berbagai tempat dan sudah mulai putus asa. Kemudian dia bercerita kepada saya. Kami kemudian bersepakat untuk dia tetap berusaha dan berdoa, sedangkan saya juga mendukungnya dalam doa.

Beberapa lama setelah itu, ternyata pintu dibukakan. Teman saya beberapa waktu kemudian menghubungi saya dengan penuh sukacita dan mengatakan bahwa ia telah diterima bekerja.

Matius 7:7: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Ya, kita perlu berdoa. Jelas kita perlu melakukan bagian kita (aspek “natural”), tapi kita juga perlu sekali untuk berdoa untuk menghubungkan aspek “natural” dengan aspek “super”.

Ingat: dalam berdoa kita yakin bahwa Tuhan mendengar doa kita dan Ia Allah yang begitu baik akan menjawab doa kita menurut kehendak-Nya.

Mazmur 66:19: Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan.

Kehendak Tuhan adalah yang terbaik. Saat “natural” sudah kita lakukan, dan kita berdoa, kita membuka aspek “super”. Itulah “supernatural”: ketika aspek “natural” berpadu dengan aspek “super”.

Jadi, berdoalah!

Amin.

Iklan

Comments on: "Power of Prayer" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    “Super” and “natural” 2 bagian yang tidak bisa kita pisahkan ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: