All for Glory of Jesus Christ

Setelah pembahasan mengenai aspek “supra” pada beberapa hari lalu dan penghubung aspek “supra” dan “natural” pada pembahasan kemarin, hari ini dan ke depan saya akan membahas aspek “natural” dalam bisnis dan pekerjaan.

Ya, aspek-aspek yang memang merupakan bagian yang perlu kita kerjakan. Pembahasan hari ini adalah mengenai kerja keras dan kerja cerdas. Sangat penting bagi kita untuk bekerja keras dan juga bekerja cerdas.

Amsal 6:6: Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

Amsal 6:7: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

Amsal 6:8: ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Kita diperintahkan untuk belajar pada semut. Semut sangat terkenal sebagai makhluk pekerja keras. Mereka mengumpulkan makanan pada musim panas, dan pada musim dingin saat mereka tidak dapat mengumpulkan makanan lagi, telah tersedia cukup banyak makanan sepanjang musim dingin.

Amsal 30:25: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas,

Walau tidak ada yang memimpin atau mengatur, tapi semut dapat bekerja dengan sangat teratur, rajin, benar-benar tipe pekerja keras. Tidak perlu ada yang memantau, semut sudah bekerja dengan sendirinya.

Saya percaya kita semua jauh lebih kuat dari semut kecil, maka jelas kita semua harus menjadi pekerja keras. Masa kita kalah dengan semut?

Amsal 6:9: Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

Salah satu kunci sukses adalah bekerja keras. Untuk bekerja keras salah satunya dengan bangun dari tidur. Bangun dari tidur memiliki dua pengertian, pengertian secara arti kata dan pengertian secara luas. Dari arti kata, bangun dari tidur berarti kita memang harus bangun dari tidur untuk dapat bekerja.

Jika kita tidur terus-menerus bagaimana kita bisa bekerja? Saya perhatikan orang-orang tua itu memiliki siklus tidur yang lebih sedikit daripada orang-orang muda. Mereka telah terbiasa untuk tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi.

Ini adalah hal yang kelihatannya sudah menjadi patokan baku bagi orang-orang tua untuk bekerja keras, bangun lebih pagi. Kita perlu mencontoh ini karena ini sesuai dengan ayat Amsal 6:9.

Pengertian kedua untuk bangun dari tidur adalah bangun dari kemalasan, keengganan, ketidakmauan kita untuk bekerja keras. Bangun dari tidur artinya lepas dari kebiasaan buruk yang mencegah kita untuk bekerja keras. Sudahkah Anda bangun dari tidur?

Amsal 6:10: “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” –

Amsal 6:11: maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Tidur sebentar lagi berarti membiarkan diri kita untuk berhenti bekerja keras dan terlena sesaat lamanya. Mengantuk sebentar lagi berarti membiarkan diri kita untuk dininabobokan oleh dorongan untuk tidak bekerja keras dan bermalas-malasan.

Melipat tangan sebentar lagi adalah mengalihkan fungsi bekerja keras. Tangan yang seharusnya digunakan untuk bekerja dialihfungsikan untuk dilipat, tidak bekerja, melakukan hal yang tidak berguna. Tinggal berbaring artinya bermalas-malasan.

Saya tidak mengatakan bahwa kita semua harus selalu bekerja keras dari saat kita membuka mata pada waktu bangun tidur sampai saat kita tidur di malam hari. Tidak! Jelas perlu keseimbangan antara kerja keras, rekreasi, dan istirahat. Namun kerja keras itu sangat penting dan sangat perlu kita lakukan dalam porsi yang tepat.

Jika kita tidak bekerja keras, akibatnya adalah di ayat Amsal 6:11: kemiskinan. Ya, ini adalah hal yang sangat natural. Orang yang bekerja, dia akan mendapatkan hasilnya. Jika seseorang bekerja sedikit, dia mendapat sedikit pula. Orang yang bekerja keras, akan medapat sesuai hasilnya.

Namun perlu diingat bahwa kerja keras saja tidak cukup. Selain kerja keras, juga diperlukan kerja cerdas. Saya akan mengambil satu contoh kerja cerdas di dunia nyata dan di Alkitab. Untuk di dunia nyata, saya akan mengambil contoh Fredick W Taylor. Ya karena saya orang Teknik Industri, tentu saja tokoh ini merupakan tokoh wajib bagi saya hahaha. Saya yakin untuk orang Managemen juga tidak asing dengan tokoh ini.

Frederick Taylor merupakan orang yang memperhatikan pekerja di suatu tambang batu bara. Ia melihat pekerja itu menyekop batu bara dengan sekop berukuran besar dan terlihat pekerja itu begitu kelelahan. Perhatikan: pekerja bekerja keras dengan sekop berukuran besar. Setelah Frederick Taylor teliti, ternyata ukuran sekop tersebut terlalu besar sehingga tidak ergonomis bagi para pekerja di tambang batu bara untuk menggunakannya. Ingat: kerja keras tapi tidak kerja cerdas tidak selalu produktif!

Lalu ia melakukan penelitian untuk menentukan ukuran sekop yang ideal bagi para pekerja di tambang batu bara tersebut. Hasilnya: kelelahan berkurang, produktivitas meningkat.

Pengkotbah 7:17: Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?

Orang yang bekerja keras itu kemungkinan besar memang sukses, tapi lelah. Jadi kita perlu kerja keras dalam porsi yang semestinya, tapi terutama kita perlu kerja cerdas. Tidak ada kan yang mau disebut bodoh? Karena lebih mengerikan dari kemiskinan, akibatnya adalah mati sebelum waktunya.

Mati sebelum waktunya itu juga mengandung 2 arti, arti secara kata dan arti secara luas. Arti mati sebelum waktunya dalam pengertian pertama artinya karena bekerja terlalu keras hingga tidak menghiraukan istirahat dan rekreasi, akhirnya bermacam-macam penyakit hinggap sehingga mati lebih cepat.

Memang umur manusia di tangan Tuhan, namun jangan lupa ada aspek “supra”, ada juga aspek “natural”. Biarlah kita kerjakan aspek “natural” kita, sementara Tuhan mengerjakan aspek “supra”-Nya. Istirahat dan rekreasi itu termasuk kerja cerdas juga.

Pengertian mati sebelum waktunya yang kedua adalah tidak produktif. Orang bekerja keras itu mungkin lelah tapi tidak produktif. Seperti pekerja di tambang batu bara. Lelah jelas, tapi hasil yang diperoleh tidak sebanyak yang diperoleh dengan kerja cerdas.

Tokoh dari Alkitab yang akan saya angkat adalah Daniel. Ini adalah salah satu tokoh favorit saya. Muda, namun penuh dengan hikmat. Selain cerdas, ternyata Daniel punya satu senjata rahasia lain: takut akan Tuhan, sehingga ia selalu mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu.

Efesus 5:17: Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Daniel 2:22: Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.

Anda perlu menggunakan segala pengetahuan, pengalaman, dan keahlian untuk usaha dan bekerja. Tanpa itu relatif sulit bagi Anda untuk sukses. Memang untuk bisa cerdas Anda harus belajar. Jadi jangan ada yang berdebat dengan saya bahwa tidak perlu belajar! Itu salah! Tetap harus belajar. Ingat: kerjakan aspek “natural”.

Tapi di atas aspek “natural” dari kerja cerdas, ada aspek “supra” dari kerja cerdas, yaitu mengandalkan Tuhan, bertanya dulu pada Tuhan. Seperti yang saya bagikan kemarin dalam “Power of Prayer”.

Saya bekerja keras dengan mempelajari sekian banyak buku teks untuk mengajar. Saya bekerja cerdas dengan berdiam diri sejenak ketika ada mahasiswa yang bertanya dan saya belum bisa menjawab (aspek “natural”). namun kunci sukses saya adalah ketika aspek “supra” bekerja, yaitu Tuhan membantu saya dengan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam waktu sekejap mata.

Ya, kerja keras dibantu kerja cerdas, baik yang melibatkan aspek “natural” maupun aspek “supra”. Inilah kunci sukses selanjutnya.

Siap untuk sukses? Bekerja keras dan bekerja cerdaslah!

Amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: