All for Glory of Jesus Christ

Strive Your Best

Pembahasan hari ini masih mengenai salah satu kunci “Sukses” dan di dalamnya terdapat “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”. Nah, pembahasan hari ini merupakan bagian dari “Kerja Keras dan Kerja Cerdas” tersebut, yaitu “Strive Your Best” atau berusaha yang terbaik.

Bila Anda ingin memancing ikan besar, apakah umpan Anda? Apakah hanya cacing kecil? Semakin menggiurkan umpan Anda, semakin besar pula kemungkinan Anda memperoleh ikan besar itu.

Dalam berusaha dan bekerja, kita perlu berusaha yang terbaik: promosi yang terbaik, pelayanan/service yang terbaik, melakukan usaha dan pekerjaan dengan sepenuh hati. Orang yang berusaha yang terbaik akan memperoleh yang terbaik pula.

2 Korintus 9:6: Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Mazmur 126:5: Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Jadi kalau misalnya Anda ingin mendapatkan promosi, tetapi Anda tidak memberikan yang terbaik yah jangan harap untuk mendapatkan promosi. Sudah bagus kalau Anda tidak mengalami demosi (turun posisi) atau malah di-PHK sekalian.

Kalau Anda berusaha yang terbaik, jelas butuh usaha yang lebih (“istilah mencucurkan air mata”). Ya, bayangkan: saat orang lain sudah bersantai, Anda masih di tempat usaha atau di tempat kerja, apakah tidak membuat sedih? Berusaha yang terbaik adalah salah satu kunci sukses, baik bagi usahawan maupun bagi pekerja. Mari kita melihat perumpamaan mengenai talenta ini.

Matius 25:15: Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Matius 25:16: Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

Matius 25:17: Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

Setiap orang memiliki kemampuan, bakat, dan kepandaian yang berbeda-beda. Tidak perlu iri hati dengan orang yang memiliki kemampuan, bakat, dan kepandaian yang di atas Anda. Lihat ayat di Matius 25:17.

Kalaupun kemampuan, bakat, dan kepandaian Anda hanya dua talenta (yang artinya di bawah orang yang memiliki lima talenta), jangan kuatir atau iri! Asalkan Anda berusaha yang terbaik, dari dua talenta Anda dapat mengembangkan menjadi empat talenta.

Ya, bagi para pebisnis jangan kecil hati bila hanya memiliki modal kecil sehingga mungkin Anda menggolongkan diri Anda sebagai pengusaha kelas teri. Memang jika dibandingkan pengusaha kelas kakap, jelas jika dilihat dari faktor modal Anda kalah. Namun jika teri-teri ini diusahakan semaksimal mungkin, bukan tidak mungkin lama-kelamaan akan menjadi sebesar kakap juga.

Bagi para pekerja juga jangan kecil hati jika hanya memiliki posisi rendah. Bekerjalah dengan usaha yang terbaik. Promosi itu dampak, efek samping. Jadi, kalau Anda bekerja dengan baik, saya cukup yakin kalaupun misalnya Anda tidak mendapatkan promosi, perusahaan atau atasan Anda akan mempertahankan Anda dengan sangat. Istilah dari sahabat saya adalah membuat diri Anda menjadi aset perusahaan.

Saya akan menuliskan suatu ayat yang sering disalahartikan:

Mazmur 127:2: Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Pada waktu yang lalu saya sudah mengatakan akan membahas ayat ini. Banyak orang mengartikan ayat ini sebagai berikut: anak Tuhan tidak perlu bersusah payah karena Tuhan memberikan berkat pada waktu kita tidur.

Ini keliru! Coba kita bandingkan dengan ayat berikut ini:

Amsal 6:9: Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

Amsal 6:10: “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” –

Amsal 6:11: maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Ayat di Alkitab bersifat saling mendukung, tidak akan saling bertentangan. Jadi, kalau kita hanya bermalas-malasan dan tidak berusaha yang terbaik, bagaimana kita bisa sukses?

Kembali ke ayat Mazmur 127:2. Tuhan memberikan kepada yang dicintai-Nya pada waktu kita tidur. Tidur ini artinya beristirahat setelah bekerja. Jadi jelas kita berusaha dan bekerja yang terbaik yang kita bisa lakukan, lalu kita beristirahat.
Berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan yang harus sangat bersusah payah. Lihat perbedaannya? Bersusah payah dengan usaha yang terbaik. Jadi tetap sama-sama bekerja, tetapi yang satu harus berpayah-payah, sedangkan yang satu tidak sepayah itu namun harus tetap berusaha yang terbaik.

Nah, kelanjutan penjelasannya akan saya gunakan ayat ini:

Matius 13:23: Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Saat Anda mendengar dan mengerti bahwa Anda harus berusaha dan bekerja yang terbaik, lalu Anda sungguh-sungguh melakukannya, itulah yang disebut di Mazmur 127:2: Tuhan memberikan kepada yang dicintai-Nya pada waktu kita tidur.

Jadi kalau orang yang tidak dicintai Tuhan mungkin hanya mendapat 5 kali lipat, sedangkan orang yang dicintai Tuhan mendapat seperti yang dituliskan dalam Matius 13:23: 30 kali lipat, 60 kali lipat, atau 100 kali lipat.

Berapa kali lipat ini tergantung dari apa? Di antaranya: tingkat kesungguhan kita dalam Tuhan: artinya seberapa kita menjalankan firman-Nya:

1.Dalam hal ini berusaha dan bekerja sungguh-sungguh serta memberikan yang terbaik dalam usaha dan pekerjaan kita.

2. Dalam memberi, karena di Alkitab dituliskan:

Matius 5:7: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

3. Dalam berinvestasi dan menabung. Ini juga merupakan bagian dari menabur.

Oleh karena itu, bagi pengusaha kelas teri, bagi pekerja posisi bawah jangan kuatir.

Kejadian 26:12: Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Ya, asalkan Anda memberikan yang terbaik dan hidup dalam takut akan Tuhan, Anda akan dapat menjadi kelas kakap dan posisi atas. Ini adalah janji Tuhan! Kita semua tahu bahwa Ia Allah yang setia dan dapat dipercaya.

Yeremia 12:13: Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala.”

Ternyata bersusah payah tidak berguna jika kita tidak hidup benar karena pada akhirnya bukan kesuksesan yang diperoleh.

Jadi, berusahalah yang terbaik dalam usaha dan pekerjaan Anda serta tetap hidup senantiasa dalam takut akan Tuhan. Itulah kunci sukses selanjutnya.

Amin.

Iklan

Comments on: "Strive Your Best" (10)

  1. FB Comment from EE:
    aku boleh nyontek ? buat bahan kotbah (kalau diundang di umum/cita cita) hehehe

  2. FB Comment from DHK:
    Gut gut gut …
    Bisa bangkitkan cmangat nech …

  3. FB Comment from EHC:
    setuju banget, and arch gw boleh copas pembahasan yang ini nggak?

  4. FB Comment from KRC:
    hoho ada tambahan.
    jangan harapkan duren kalo lu cuma nabur bibit cabe.
    wakakakakakakakaka
    mo hasil yang oke? taburlah dengan oke.
    so kadang orang maksa minta hasil yang oke padahal ngebajak tanah aja ga pernah, nyiram aja kalo inget.
    …hehehehe

  5. FB Comment from HK:
    comment dikit yah…You have to prepare the field to receive the rain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: