All for Glory of Jesus Christ

Being Focus

Pembahasan hari ini adalah mengenai kunci sukses yang lainnya, yaitu mengenai menjadi fokus dalam usaha dan bisnis kita. Fokus artinya memusatkan perhatian, tenaga, konsentrasi, waktu, pemikiran kita hanya pada satu hal.

Saya akan mengambil contoh sebuah lup (suryakanta/kaca pembesar). Saya yakin Anda semua sudah sangat familiar dengan percobaan dengan lup. Lup dan juga semua alat optik lainnya mempunya titik fokusnya. Pada saat siang hari, tempatkan kertas dan arahkan lup mengenai cahaya matahari.

Jika jarak lup terhadap kertas itu mencapai titik fokus lup, maka cahaya matahari yang diteruskan tersebut akan dapat membara dan membakar kertas itu. Perhatikan: daya fokus lup yang digunakan itu dapat memaksimalkan energi panas matahari ke kertas sehingga dapat digunakan untuk membakar kertas tersebut. Itulah salah satu contoh mengenai fokus.

Saya akan memberikan contoh lain. Dalam penggunaan internet, sering kita menggunakannya untuk berbagai macam keperluan. Untuk browsing (mencari) informasi, masuk ke suatu situs tertentu, atau download (mengambil) file.

Bagi pengguna internet yang memiliki kecepatan tinggi, tentu saja tidak masalah untuk membuka sekian banyak situs sekaligus, untuk browsing sekian banyak informasi sekaligus, dan juga untuk download banyak file sekaligus. Hanya untuk pengguna internet yang memiliki kecepatan rendah (seperti internet yang saya gunakan ini), sulit untuk melakukan hal itu.

Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena terbatasnya kecepatan yang ada untuk dapat melakukan semua hal yang diinginkan. Akibatnya: jika saya membuka sejumlah situs atau download sejumlah file pada saat bersamaan, yang terjadi adalah entah pemberitahuan error, atau harus menunggu lama sekali (pernah saya harus menungg satu jam untuk sekedar posting 1 note).

Kemudian saya usahakan hanya membuka 1 situs saja pada satu waktu. Walau relatif tetap lama, tapi setidaknya berhasil. Hahahaha memang nasib yang internetnya lambat ya inilah, harus pintar-pintar mencari celah.

Mengapa kita harus fokus? Dari dua contoh tersebut sudah dapat ditarik dua kesimpulan:

1. Untuk memperbesar daya dan kemampuan kita. Ya, jika kita mengerahkan konsentrasi kita hanya pada satu hal pada satu waktu, jelas daya dan kemampuan kita akan hal tersebut akan jauh lebih baik jika kita melakukan dua atau bahkan lebih dari dua hal sekaligus.

Contoh: jika akan menjelaskan sesuatu sambil menulis jika dibandingkan menulis dahulu baru menjelaskan. Jelas fokus lebih tinggi jika menulis dahulu baru menerangkan daripada menjelaskan sambil menulis. Hal ini terutama untuk orang-orang dengan pekerjaan seperti saya, yaitu pengajar, lalu juga untuk trainer, motivator, dan orang-orang yang harus menjelaskan sesuatu .

Contoh lain: menghitung uang sambil berbicara jika dibandingkan dengan menghitung uang dulu baru berbicara atau berbicara dahulu baru menghitung uang. Saya sangat yakin akan banyak kesalahan yang terjadi jika Anda menghitung uang sambil berbicara (mengobrol). Hal ini terutama untuk orang-orang dengan pekerjaan yang berhubungan dengan hitung-menghitung uang, yaitu teller, bagian keuangan, dan akuntan.

2. Hal ini erat kaitannya dengan keterbatasan kita sebagai manusia. Sebagai manusia betapa hebatnya pun kita, jelas kita punya keterbatasan. Sepintar apapun kita, jelas kita punya keterbatasan. Dalam usaha dan pekerjaan kita, kita selalu memiliki batas-batas, di antaranya: waktu, tenaga, kemampuan, pengalaman, modal, dan lain-lain.

Oleh karena keterbatasan inilah, maka kita harus memilih hal yang akan kita kerjakan pada satu waktu, hal yang akan kita usahakan pada suatu waktu, dan mengesampingkan hal yang lain untuk dikerjakan dan diusahakan pada hal yang lain. Itulah fokus. Jika Anda ingin mengerjakan semua hal dalam suatu waktu, saya memperkirakan ada beberapa hal yang bisa terjadi:

a. Berantakannya atau gagalnya hal yang dikerjakan.

b. Sejumlah hal berhasil, namun sejumlah hal gagal.

c. Berhasil semua, namun imbalannya entah: gangguan kesehatan atau terganggunya hubungan Anda (keluarga – bila yang sudah menikah, pacaran – bila yang sudah berpacaran).

Kalaupun misalnya Anda terlibat dalam usaha dan pekerjaan yang bersifat korporasi/konglomerasi (melibatkan beberapa unit usaha yang berbeda-beda) dan harus diurusi semuanya, perlu bagi Anda untuk tetap fokus. Salah satu caranya adalah dengan bekerja cerdas, yaitu dengan mendelegasikan sejumlah pekerjaan kepada orang-orang bawahan Anda yang menurut Anda cukup mampu dan dapat dipercaya untuk menangani pekerjaan tersebut.

Setelah mendelagasikan pekerjaan tersebut, buatlah suatu deadline (tenggat waktu) yang relatif sedikit lebih awal daripada tenggat waktu normal sehingga jika ternyata orang-orang yang Anda delegasikan mengerjakan di bawah standar Anda, Anda masih memiliki waktu untuk melakukan inspeksi dan juga untuk meminta orang-orang tersebut untuk memperbaiki pekerjaannya agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Jika ternyata orang-orang yang Anda delegasikan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik, bukankah hal ini sangat menggembirakan? Ya, jika Anda bercita-cita untuk memiliki sejumlah usaha yang berbeda, ini juga tidak menjadi masalah. Namun jelas Anda perlu fokus: lakukan satu demi satu, rintis satu demi satu.

Saat sudah besar usaha yang satu, rintis usaha yang kedua, dan seterusnya. Sementara itu cari orang untuk memegang tanggung jawab sehingga Anda bisa fokus dengan satu hal dan sisanya Anda cukup mengawasi dan menginspeksi saja.

3. Karena Tuhan sendiri juga adalah Allah yang fokus. Tidak percaya? Saya akan beri contohnya. Saat penciptaan dunia beserta isinya (Kejadian 1 – 2:1-7) Tuhan sangat fokus.

Hari pertama menciptakan terang. Hari kedua menciptakan cakrawala. Hari ketiga menciptakan daratan dan lautan, lalu setelah itu menciptkan tumbuhan. Hari keempat menciptkan benda-benda penerang cakrawala. Hari kelima menciptakan hewan. Hari keenam menciptakan. Hari keenam menciptakan manusia. Hari ketujuh Tuhan istirahat.

Lihat betapa fokusnya Tuhan kita. Jadi tidak dicampur-campur pengerjaan penciptaan dunia beserta isinya. Padahal Ia adalah Allah yang Maha Kuasa dan tidak ada keterbatasan dalam diri-Nya. Jika Allah saja yang tidak terbatas bekerja secara fokus, masa kita manusia yang terbatas tidak mau bekerja secara fokus?

Contoh kedua: Tuhan Yesus sangat fokus dalam hidup dan pelayanan-Nya. Untuk mengerjakan berbagai hal, Tuhan Yesus memanggil 12 orang murid (Matius 4: 18-22). Ini adalah bentuk fokus dengan cara mendelegasikan murid-murid-Nya untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

Dengan demikian Tuhan Yesus tidak perlu one man show, tidak perlu harus menangani semua hal. Ya, ini adalah fokus. Bagaimana Tuhan Yesus dapat mengajar dengan baik jika Ia harus repot mengurusi ini dan itu pula pada saat yang bersamaan? Ya, Ia memang 100% Tuhan, tapi Ia juga 100% manusia. Ia tahu benar cara untuk fokus. Ini perlu kita teladani.

Jika kita memiliki banyak kemampuan, memang tidak ada salahnya kita melakukan ini dan itu. Namun jelas kita perlu mengatur hal-hal tersebut sebaik-baiknya, kerjakan dan usahakan satu per satu pada satu waktu. Setelah selesai baru kerjakan hal yang lainnya. Begitu seterusnya sampai semua hal selesai.

Janganlah kita memaksakan diri mengerjakan semua hal dalam satu waktu. Inilah awal dari yang namanya stres, depresi, dan frustasi.

Ingat pembahasan kemarin mengenai orang yang mendapat 5 talenta dan dua talenta? (Matius 25:15-17). Jika kita menjadi orang yang memiliki dua talenta, fokuslah dengan mengusahakan dua talenta itu dan jangan rakus ingin memiliki 10 talenta dengan berusaha mengerjakan segala hal. Kalaupun berhasil semua dan mengakibatkan gangguan kesehatan atau gangguan dalam hubungan kita, apalah artinya 10 talenta itu?

Jadi, ingat: fokuslah!

Amin.

Iklan

Comments on: "Being Focus" (14)

  1. FB Comment from RS:
    Walau co ga bisa multitasking but most of the time mereka ga fokus krn hal2 lain yg tidak penting dan genting. Thanks. Must focus!

  2. FB Comment from EE:
    kurang Alkitabiah ya, mirip motivational words

    • FB Comment from KRC:
      beberapa kebenaran tidak perlu dukungan kebenaran lain untuk diterima.
      some people commonsense nya jadi blunt gara2 kebanyakan disuapin ayat, sehingga pas diberi kebenaran mereka menolaknya karena ga ada ayat.
      hehehehe

  3. FB Comment from EE:
    Ini yang dinamakan jebakan Spiritualitas – perbedaan antara spiritualitas dan doktrin Alkitab . spiritualitas , mirip mirip Firman, tapi bukan, lebih ke arah motivasi . Lama kelamaan centernya manusia, bukan Tuhan /Alkitab lagi.

    • FB Comment from EHC:
      masi tetep centernya God kok, klo anda baca bukan versi BVnya anda kan melihat ini bukan sekedar motivational word, kebenaran masi tetep ada

    • Puji Tuhan, ada komentar berarti ada peluang untuk diskusi J. Puji Tuhan disebut motivational words, berarti bisa memotivasi orang :D.

      Ok, pertama-tama buat Eva kalau membaca yang teliti ya :). Karena di notes itu walau pendek juga tet…ap ada ayat Alkitabnya, jadi silakan buka Alkitab berdasarkan ayat yang disebutkan. Kalau belum puas, ya bacanya jangan BV Notes. Tapi baca yang Regular notes seperti yang disarankan Hardy. Thanks Hardy buat sarannya :).

      Kedua, memang beberapa notes ke depan sedang dan akan membahas aspek “natural”. Apa itu aspek “natural”? Silakan baca di “Dimensions of Prayer”. Hahaha, jadi promosi dot com. Mengenai aspek “supra” atau aspek “super” sudah saya bahas di sejumlah notes, tapi kalau pembahasan aspek “natural” disebut center-nya tidak Tuhan atau Alkitab ini kurang tepat.

      Begini, kalaupun aku tidak menyebutkan mengandalkan Tuhan dan sebagainya, tapi salah satu alasan fokus yang aku bahas itu meneladani Allah sendiri dan juga Yesus. Jadi kalau dibilang centernya tidak Tuhan atau Alkitab, nah itu ga ngerti lagi gimana menjelaskannya, karena jelas2 melihat teladan dari Allah Bapa dan Kristus. Teladan ini tertulis di Alkitab.

      Ketiga aku mau bahas mengenai Alkitabiah. Alkitab itu memuat ilham-ilham dari Allah. Masalah Alkitabiah atau tidak, sepanjang yang aku pahami adalah nilai-nilainya, jadi baik eksplisit maupun implisit, sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dalam Alkitab itu Alkitabiah. Jadi entah ayatnya ditulis secara eksplisit ataupun tidak, sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dalam Alkitab, ya itulah Alkitabiah.

      Aku kasih satu contoh kecil aja deh biar gampang dimengerti :). Kata-kata “Jangan merokok!”, itu termasuk alkitabiah atau ga? Soalnya kalau mau dibaca dari Kejadian 1 sampai Wahyu 22, tidak ada lho kata-kata “Jangan merokok!”…

      Kalau begitu “Jangan merokok!” itu tidak alkitabiah dong? Hehehe, ya kan ga gitu ya. Masalah Alkitabiah itu bukan harus tertulis eksplisit kitab apa pasal brapa ayat brapa dengan bunyi sama persis “Jangan merokok!” Kan tidak seperti itu. Tetapi hal-hal yang tidak tertulis secara eksplisit namun secara implisit ada, ya itu juga termasuk alkitabiah J. Bahkan Tuhan Yesus sendiri banyak mengajar dengan perumpamaan, yang artinya itu implisit. Ada hal-hal yang tertulis secara eksplisit, namun ada (bahkan lebih banyak lagi) hal-hal yang yang tidak tertulis secara eksplisit. Selain itu, apakah “Jangan merokok!” itu centernya ke manusia dan bukan ke Tuhan/Alkitab?

      Mudah2an menambah wawasan dan cakrawala pemikiran. Gbu all.

      • FB Comment from EE:
        Dengan kerendahan hatiku, manusia berdosa mengatakan

        Memang centernya manusia (Jangan Merokok) ini beda bahasan sekarang bahas yang penting dulu

        Paragraf pertama, u bilang kunci sukses = Sukses yang Elo mau? atau Sukses yang Tuhan mau = beda ….

        Sukses yang Manusia Daging mau = Kaya raya, sukses, berhasil secara material/makanya bahas FOKUS pada pekerjaan iya kannn?

        Tetapi Sukses yang Tuhan Mau = Sikap hidup sesuai Teladan Kristus, pikul salib, kalau disuruh BOS BOONG, kagak bisa BOSS (akibatnya dipecat) ,

        Fokus nya kunci sukses yang Manusia mau ?

        Atau Fokus sukses yang TUhan mau ? BEDA dong

        Fokus yang aku maksud, apakah hidup kita sudah fokus kepada kehendak Allah ?

        Pekerjaan yang kita lakukan apakah sudah disesuaikan dengan kehendak Tuhan ?

        Centernya tuh Manusia atau Tuhan ?

        Misalnya: Mengesampingkan pelayanan, soalnya harus fokus dengan usaha bisnis akyuu . walah, ngutip ngutip ayat Roma WOIIII jangan sembarangan ngutip Ayat Alkitab,

        Beda artinya , mendingan sekolah Alkitab deh supaya kagak sesat.

        Janganlah kita memaksakan diri mengerjakan semua hal dalam satu waktu (Roma 12:3)

        Roma 12:3 Artinya bukan itu ya. (Santi sekolah Alkitab tidak?

        Aku kutip dari Alkitab LAI yah:

        Roma 12:3 : Berdasarkan kasih karunia yang dianugrahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang diantara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing

        BEDA BANGET DONG, konteksnya tuh supaya Setiap Anggota Tubuh Kristus bekerja sama agar Nama Tuhan Dipermuliakan,

        Misalnya : Aku talenta nya MENYAPU LANTAI , Jangan IRI hati dengan PENGKOTBAH,

        Jauh banget dengan FOKUS yang ELO maksud (out of KONTEKS)

        Hati hati kalau menulis – Penghakiman nanti akan diminta pertanggungjawaban.

  4. Terima kasih untuk komentarnya. Kalau memang Eva menganggap demikian ya silakan saja. Mengenai sukses sudah pernah dibahas, mengenai pelayanan juga sudah dibahas. Terima kasih juga untuk mengingatkan bahwa pada penghakiman nanti akan diminta pertanggungjawaban. Memang saya belum sempurna harus terus belajar :). Tuhan memberkati.

  5. FB Comment from HaS:
    sedikit meluruskan…
    note yg sdg di bahas ini..lebih di tekankan dlm konteks pekerjaan & bisnis…
    dan pekerjaan & bisnis itu jg termasuk pelayanan…
    kesuksesan memang bersumber dr pd ALLAH BAPA…
    tp kita di berikan tanggung jawab untuk mengelolanya..
    nah..untuk supaya kita mengelola apa yg d percayakn TUHAN kepada kita..maka di butuhkan focus…
    kl kita gk focus…otomatis..semua pekerjaan terbengkalai..dan asal jadi…
    nurut gua..itu yg ingin d sampaikan penulis.
    GOD bless all.

    Ps:sebelom kita mengatakan org lain sesat..ada baiknya kita melihat ke dlm diri kita..jgn menjadi hakim atas org lain…apa lagi saudara seiman..sebab penghakiman ada di TANGAN TUHAN…ukuran iman dan kebaikan hanya TUHAN yg tau…

    • FB Comment from EE:
      Memang pembahasannya, enak di dengar yah
      (fokusnya ke manusia – Tuhan dibelakang)

      Woiii maksud gua, FOKUS itu pada kehendak Tuhan bukan pada kehendak manusia dalam melakukan pekerjaan.

      …Fokus yang penulis maksud, adalah kunci sukses manusia
      (MOTIVATION)

      Memang semua manusia kalau dengar kata SUKSES, SENANG DI HATI. (PUSATnya manusia, dalam hal ini beda dengan YESUS, yang pusatnya melakukan kehendak Tuhan, sampe tidak mengindahkan diriNya sendiri/biblical )

      Kalau yang dibahas untuk meng enak kan daging, tidak pikul salib , namanya motivational (apa bedanya dengan Dunia)

      Dunia juga menekankan fokus kok, Pusatnya manusia.

      Jebakan Spiritualitas yang gua maksud :
      Manusia sekarang mau dengar apa yang di kuping , dirasa enak, menguntungkan diri sendiri – dan comot ayat buat lebih meyakinkan hati nurani.

      Bekerja memang harus fokus, tapi apakah memuliakan nama Tuhan ? JOIN BIBLE SCHOOL

      • FB Comment from KRC:
        ckckckckck….
        Iya hebat deh!
        Ingat ye, kesombongan awal kehancuran.

        Firman yaa tinggal Firman, semua balik lagi ke keputusan manusianya. Bersukacita misalnya itu adalah keputusan, state of mind. Being Focus tidak pikul salib? Anda SALAH besar…! Focus adalah mematikan daging dan memusatkan perhatian pada apa yang Tuhan mau dalam hidup. Focus adalah mengeliminasi semua hal yang tidak perlu, bahkan kedagingan.

        Beberapa kan ngotot seperti anda, merasa diri lebih suci, lebih jenius, lebih hebat dari yang lain hanya karena sudah sekolah Alkitab. Anda juga merasa diri anda lebih tinggi derajatnya dari kita semua kan? Apakah manusia baru bisa berbicara dengan Tuhan kalau sudah sekolah Alkitab???
        Apakah surga bagi para pendeta berbeda dengan orang biasa?
        Matthew7:1″Do not judge, or you too will be judged. 2For in the same way you judge others, you will be judged, and with the measure you use, it will be measured to you.”

        ah kurang lengkap.
        Matthew 7:1 “Do not judge, or you too will be judged. 2For in the same way you judge others, you will be judged, and with the measure you use, it will be measured to you.
        3″Why do you look at the speck of sawdust in your b…rother’s eye and pay no attention to the plank in your own eye? 4How can you say to your brother, `Let me take the speck out of your eye,’ when all the time there is a plank in your own eye? 5You hypocrite, first take the plank out of your own eye, and then you will see clearly to remove the speck from your brother’s eye.”

  6. Ok, cukup ya. Untuk EE terima kasih untuk masukannya. Untuk teman-teman yang lain terima kasih untuk dukungannya. Memang kita semua tidak ada yang sempurna dan masih harus belajar, apalagi saya :). Saya cukupkan sampai di sini karena …saya pikir mungkin banyak orang yang belum percaya juga yang melihat hal ini, karena notes saya dapat dibaca umum. Jadi, akan menjadi kesaksian yang kurang baik jika kita saling menjatuhkan dan menyudutkan satu dengan lainnya di sini.

    Saya akan mengakhiri pembahasan notes ini dengan mengutip 1 Korintus 13:1-3: Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang b…erkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

    Yuk, kita semua, termasuk saya juga (apalagi saya) untuk mengutamakan kasih dalam setiap hal yang kita lakukan. Amin. Gbu all.

    • FB Comment from EE:
      aku bingung deh – Dikasih tau – komentarin kalau itu salah

      (malah aku dibilang sombong) , emangnya KRC udah pernah ketemu aku belum? – ya memang itu fokus yang aku maksud, syukur deh KRC ngasi komentar

      Aku tuh kasih komentar kalau mau b…elajar, ada sekolah alkitab, responnya galak – bilang kalau aku sombong lah – u belum pernah ketemu saya , sudah menyudutkan, pake ayat segala.

      KRC, bisa bilang orang sombong, artinya KRC lebih sombong lagi 😀 (setau aku sih gitu) Jadi kalau ngajak penulis sekolah Alkitab, aku sombong yah? .

      Fokus nya diri atau Allah ?

      Buat penulis: aku memberi tahu banyak hal terhadap kamu. dan menyarankan supaya ikut sekolah Alkitab, agar latar belakang sejarah, kebudayaan dan pemahaman kontekstual jelas. Kalau mau cari kebenaran , STRIJ (SEKOLAH TEOLOGI REFORMED INJILI JAKARTA) , Tanah abang 3 no.1 See u soon (bukan kesombongan,tapi pengetahuan)

      Memang tidak jaminan belajar Alkitab, kehidupan spiritualitas jadi lebih baik, tapi setidaknya dicoba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: