All for Glory of Jesus Christ

Know Yourself

Pembahasan hari ini adalah kunci sukses yang lain, yaitu untuk mengenal diri Anda sendiri. Pembahasan hari ini cakupannya bukan sekedar mengenal kepribadian Anda (baca “Personality Plus”), tetapi juga termasuk di dalamnya mencakup keseluruhan diri kita.

Kepribadian kita hanya satu bagian dari diri kita yang perlu kita ketahui, masih banyak hal yang perlu kita ketahui tentang diri kita, yaitu: tujuan hidup, visi, dan misi kita (baca “Purpose, Vision, and Mission in Your LifeTrilogi-1, 2, dan 3).

Bisnis dan pekerjaan kita merupakan suatu bagian yang menyita waktu kita cukup banyak sehingga dengan sendirinya hal ini menjadi hal yang penting dalam hidup kita. Tanpa kita mengenal kepribadian kita, tanpa kita tahu tujuan hidup, visi, dan misi kita di dunia ini, maka bisnis dan pekerjaan kita menjadi hanya sarana pencari nafkah.

Memang salah satu fungsi bisnis dan pekerjaan adalah untuk mencukupi kebutuhan hidup, tetapi tidak hanya itu saja. Bisnis dan pekerjaan seharusnya juga menjadi ladang kita untuk berkarya.

Kolose 3:23: Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Bagaimana kita bisa berkarya yang maksimal? Bagaimana kita bisa melakukan yang terbaik? Bagaimana kita bisa melaksanakan peran, tugas, dan fungsi kita dengan yang terbaik? Salah satunya dengan kita mengenal diri kita sendiri.

Selain dua yang sudah disebutkan tadi, saya masih akan mengeksplorasi dua hal lain tentang diri kita yang perlu kita kenali. Satu di antaranya adalah bakat dan minat kita. Apakah respon kita terhadap bakat dan minat kita?

Matius 25:15: Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Matius 25:16: Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.

Matius 25:17: Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

Matius 25:18: Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

Sangat menarik perumpamaan tentang talenta ini. Ada orang dengan 5 bakat (talenta) dan mengembangkannya, begitup pula dengan orang dengan 2 bakat (talenta). Namun sayangnya, ada orang dengan 1 bakat (talenta) dan menguburnya.

Dalam bisnis dan pekerjaan, sangat penting bagi kita untuk tahu jumlah bakat yang kita miliki dan jenis minat kita. Setelah itu langkah yang lebih penting setelah mengetahui adalah untuk menerapkannya dalam usaha dan pekerjaan kita.

Bagaimana jika bakat dan minat kita berbeda dengan bisnis dan pekerjaan kita? Seperti sudah saya bahas dalam “Love Your Business and Your Work”, bila bakat dan minat kita sejalan dengan bisnis dan pekerjaan kita, itu akan membuat kita lebih mudah menjalankan peran, tugas, dan fungsi kita dengan sebaik-baiknya atau dengan kata lain untuk mencapai sukses relatif lebih mudah.

Namun jika berbeda, jangan cepat-cepat melepaskan usaha dan pekerjaan Anda begitu saja. Jelas Anda perlu berhikmat. Cari tahu usaha dan pekerjaan Anda memang tepat untuk Anda atau tidak walaupun berbeda dengan bakat dan minat Anda.

Untuk mengetahuinya, jelas Anda perlu mengerti kehendak Tuhan.

Roma 12:2: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Apa kehendak Allah yang baik? Untuk Anda berusaha dan bekerja dengan yang terbaik. Apa kehendak Allah yang berkenan? Untuk Anda bisa melakukan peran, tugas, dan fungsi Anda dengan yang terbaik (sukses). Apa kehendak Allah yang sempurna? Untuk Anda berusaha dan bekerja yang terbaik sehingga dapat memuliakan nama-Nya.

Nah, coba saja cek dari sana, apakah tiga kehendak Allah itu terpenuhi atau tidak? Jika tidak, ini waktunya bagi Anda untuk berganti haluan. Bagaimana untuk mengetahui tiga kehendak Allah tersebut? Jawabannya adalah dengan tiga kunci emas. Apakah itu tiga kunci emas? Silakan baca di “From Best Friend to Lover”. Walaupun konteksnya berbeda, tetapi tiga kunci emas ini merupakan solusi yang up-to-date (tidak ketinggalan zaman) untuk setiap konteks permasalahan.

Ok, selain tiga yang sudah disebutkan tadi, hal lain yang perlu Anda eksplorasi adalah apakah Anda ingin berbisnis atau bekerja? Ini penting karena dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Bisnis memiliki peluang ROI yang tinggi. ROI adalah return on investment atau pengembalian investasi. Ya, bisnis itu merupakan suatu bentuk investasi tersendiri. Jadi ROI bisnis itu besar, bisa berlipat-lipat kali dari bekerja. Kita akan menjadi pemilik dari usaha. Pengalaman yang diperoleh akan sangat luas.

Namun, ingat:

“High gain, high risk.”

(“Mendapatkan banyak, resiko juga tinggi.”)

Ya, bisnis memiliki resiko tersendiri. karena modal yang kita miliki jelas relatif lebih besar yang perlu dicurahkan untuk usaha daripada untuk bekerja. Jelas ada resiko tinggi terutama untuk perjanjian-perjanjian bisnis. Selain itu, tidak tetapnya pendapatan per bulannya.

Untuk bekerja resikonya kecil, karena modal yang kita miliki relatif kecil yang perlu dicurahkan untuk bekerja. Kita juga akan mendapatkan pendapatan tetap per bulan. Pengalaman juga cukup banyak diperoleh dari bekerja. Namun kelemahannya ROI-nya tidak sebesar bisnis dan sebagai pekerja berarti kita bukan pemilik usaha.

Untuk itu, kita perlu berhikmat. Ya, segala sesuatu ada kelebihan dan ada kekurangannya, maka perlu hikmat untuk menentukan yang terbaik bagi kita. Kembali ke tiga kunci emas tadi.

Untuk mengenal kepribadian kita, bakat, dan minat kita, kita bisa menggunakan perangkat tes psikologi. Namun untuk mengetahui tujuan hidup, visi, dan misi, lalu untuk menentukan kita harus berbisnis atau berusaha, jelas kita perlu menggunakan tiga kunci emas.

Untuk total mengenal diri kita, ada satu kunci khusus yang perlu Anda pegang selalu. Kunci itu adalah di:

Matius 6:33: Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ya, ini saya mengalami sendiri. Saat saya mencari Tuhan, Ia memberikan saya pengenalan diri yang lebih baik. Hal-hal yang belum saya ketahui, Tuhan bukakan bagi saya. Memang inilah kunci yang luar biasa.

Mau sukses? Kenalilah dulu diri Anda.

Amin.

Iklan

Comments on: "Know Yourself" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    tanpa kita mengenal diri kita kita tidak tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita = belum bisa dikatakan sukses 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: