All for Glory of Jesus Christ

Stop and Relax

Pembahasan hari ini terinspirasi oleh daily devotional yang ditulis oleh Rick Warren yang berjudul “Is It Time to Take a Nap?” Masih erat kaitannya dengan pembahasan kemarin “Know Your Limit”, berhenti dan beristirahat sejenak dari berusaha dan bekerja itu merupakan bagian dari pembahasan tersebut.

Sebenarnya sebelum saya menuliskan pembahasan ini saya baru saja tidur sejenak hahahaa. Pas sekali waktunya. Saya tidak merencanakan hal ini sebenarnya, tapi ternyata waktu saya terbangun dan mau menulis, saya lihat di catatan saya, ternyata  adalah mengenai “Stop and Relax”. Benar-benar Tuhan itu luar biasa!

Mengapa saya tidur sejenak? Karena saya merasa capek luar biasa dan pusing. Ya, merasa hal yang harus dikerjakan banyak sekali dan waktu yang tersedia begitu pendek. Saya pikir kalau saya paksakan, hasilnya tidak akan maksimal.

Ada kalanya saya menahan untuk tidur karena saya tahu kalau saya tidur bisa-bisa kebablasan hahahhahaa. Ya, memang melihat situasi. Ada kalanya kita harus memaksakan diri, ada kalanya kita tidak boleh memaksakan diri.

Ingat pembahasan kemarin: jika Roh Kudus menyuruh kita untuk terus, ya taatlah. Jika tidak, berhenti dan beristirahatlah. Ini bukan berarti kita menjadi pemalas, yang sedikit-sedikit berhenti berusaha dan bekerja. Bukan! Bukan demikian!

Keluaran 20:11: Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Lihat: Tuhan sendiri bekerja selama enam hari dan berhenti pada hari ketujuh. Tuhan sendiri ada berhentinya. Masa kita mau terus berusaha dan bekerja tanpa henti?

Keluaran 31:17: Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”

Lihat: Tuhan sendiri beristirahat! Apakah kita lebih hebat dari Tuhan?🙂. Ya, kadang-kadang manusia ini aneh. Perintah Tuhan tidak diikuti, larangan Tuhan malah dilakukan. Inilah akibat dosa.

Saat Tuhan menyuruh untuk berusaha dan bekerja, sejumlah manusia malah bermalas-malasan. Sementara Tuhan menyuruh untuk beristirahat, sejumlah manusia malah terus bekerja tanpa henti.

Kalau Tuhan yang memerintahkan, pasti ada alasannya. Ia Allah yang Maha Tahu, kalaupun kita tidak mengerti, ikuti saja. Jangan terlalu banyak berpikir ini dan itu! Sebaliknya kalau Tuhan yang melarang, jangan dilanggar! Juga pasti ada alasannya kalau Tuhan melarang.

Saya mengenal seorang teman. Ia benar-benar tipe orang yang pekerja keras. Begitu kerasnya ia bekerja sampai-sampai bisa tidak tidur. Dia menceritakan kepada saya bahwa saat general check-up (pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh) ternyata terdapat sejumlah gangguan kesehatan pada organ-organ tubuhnya.

Saya tidak ingat persisnya organ-organ tersebut, namun yang saya ingat jumlahnya cukup banyak. Ingat kemarin di pembahasan mengenai “Being Focus”? Saat kita melakukan sejumlah hal pada satu waktu akibatnya bisa gangguan kesehatan dan gangguan dalam hubungan kita.

Saya sangat terenyuh melihat teman saya yang satu ini. Saya sudah sering menasihati dia, namun yang bersangkutan berkeras. Betul kita harus berusaha dan bekerja dengan yang terbaik, kita perlu bekerja keras, namun kita juga perlu bekerja cerdas! Berhenti dan beristirahat adalah salah satu cara untuk bekerja cerdas (baca di “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”).

Mazmur 127:2: Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Ingat ayat ini. Kita perlu bekerja keras dan bekerja cerdas, namun bukan bekerja payah. Jelas ada perbedaan mendasar antara keduanya. Bekerja keras dan cerdas berarti mengupayakan yang terbaik, tentu bukan hanya dengan kekuatan kita sendiri tapi dengan mengandalkan Tuhan pula. Nah kalau bekerja dengan susah payah, itu cenderung mengupayakan yang terbaik dengan hanya kekuatan sendiri.

Seberapakah kekuatan kita? Seberapakah kemampuan kita? Seberapakah pengetahuan kita? Seberapakah pengalaman kita? Orang yang terkuat sekalipun tanpa penyertaan Tuhan akan jatuh (ingat Simson dalam “Minder, Sombong, dan Percaya Diri (Trilogi-2)”?). Orang yang paling mampu sekalipun butuh hikmat dan penyertaan Tuhan (ingat Daniel dalam “Heart vs Brain”?). Orang yang paling banyak pengetahuannya dan sangat berhikmat pun tanpa Tuhan akhirnya jatuh (ingat Salomo dalam “Hikmat”?). Orang yang paling banyak pengalaman pun tanpa Tuhan akan jatuh (ingat Saul dalam “Putus Asa, Berkeras, dan Berserah (Trilogi-2)”?).

Berhenti dan beristirahat sejenak dari kesibukan kita merupakan satu resep mujarab untuk menjadi lebih produktif dan lebih efektif. Bahkan berhenti dan beristirahat merupakan salah satu resep mujarab untuk hidup yang lebih bermakna.

Banyak orang yang begitu payah bekerja sampai-sampai menelantarkan keluarganya. Berapa banyak keluarga yang hancur karena banyak orang memutuskan untuk bekerja payah, bukannya bekerja keras dan cerdas? Berapa banyak keluarga yang hancur karena banyak orang memutuskan untuk tidak pernah berhenti dan beristirahat sejenak untuk meluangkan waktu bersama keluarga?

Apakah yang bisa dilakukan saat berhenti dan beristirahat sejenak?

1. Membangun relasi dengan Tuhan.

    Membangun relasi dengan Tuhan bukan seminggu sekali pada hari minggu saja, namun setiap hari, setiap saat. Berusaha dan bekerja harusnya menjadi tempat kita berkarya, tempat kita melayani. Kalau ada yang berusaha memisahkan antara bisnis dan bekerja sebagai hal yang sekular dan bukannya rohani, ini keliru.

    Anda dapat berhenti dan beristirahat sejenak dari kesibukan Anda di kantor, di pabrik, di tempat usaha, di tempat kerja, dengan mengambil waktu untuk berdoa, membaca firman, atau sekedar menyapa Tuhan.

    Ada satu kesaksian yang indah dari teman saya. Ia mengeluh pada saya karena atasannya meminta dia mengerjakan sesuatu dan setelah dia kerjakan ternyata tidak sesuai dengan yang diinginkan atasannya. Ia merasa sangat tertekan dan berusaha terus mengerjakannya.

    Ketika ia menceritakan kepada saya, saya mengingatkannya untuk berdoa. Ketika ia berdoa, sekian jam kemudian dia memberitahukan kepada saya dengan sangat sukacita bahwa ia berhasil mengerjakan pekerjaan itu dengan baik dan atasannya puas dengan pekerjaannya. Luar biasa Tuhan kita! Lihat: berhenti dan beristirahat sejenak untuk berkomunikasi dengan Tuhan membawa kepada produktivitas dan kebahagiaan.

    2. Membangun relasi dengan keluarga dan teman-teman.

      Membangun relasi dengan keluarga dan teman-teman ini merupakan tantangan di dalam dunia bisnis dan kerja yang semakin sibuk. Ya, waktu yang kita miliki rasa-rasanya semakin tersedot habis oleh beban kerja kita.

      Namun, berhenti dan beristirahat sejenak dari bisnis dan pekerjaan untuk membangun relasi dengan keluarga dan teman-teman ini adalah hal mutlak. Ingat yang pernah saya bahas sebelumnya dalam “Love Your Business and Your Work”? Sukses yang sejati adalah sukses yang integral, bukan parsial!

      Percuma Anda bergelimang uang, kekuasaan tinggi, nama besar dan dikenal orang, dan seterusnya jika ternyata keluarga Anda kacau balau dan jika Anda kehilangan teman-teman sejati Anda.

      3. Merawat dan mengasihi diri.

        Sering kali kesibukan dalam bisnis dan pekerjaan membuat kita lupa untuk merawat dan mengasihi diri sendiri. Padahal tanpa kita merawat dan mengasihi diri sendiri, bagaimanakah kita bisa melakukan bisnis dan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya?

        Jika kita sakit, bagaimana kita dapat berusaha dan bekerja? Jika kita stress dan depresi, bagaimana kita dapat produktif dan efektif dalam bekerja? Bagaimana kita bisa mencapai sukses sejati, tanpa kita merawat dan  mengasihi diri?

        4. Meluangkan waktu untuk hobi.

          Meluangkan waktu untuk hobi adalah bagian dari merawat dan mengasihi diri. Seperti yang telah dibahas dalam “Lover vs Other (s) (Tetralogi-3)” hobi kita yang positif jika dikerjakan dalam porsi yang tepat ini hal yang sehat bagi kita.

          Berhenti dan beristirahat sejenak dari bisnis dan pekerjaan kita untuk meluangkan waktu dengan hobi kita akan memberikan kepada suatu energi baru sehingga kita bisa mengerjakan bisnis dan pekerjaan kita selanjutnya dengan lebih baik.

          5. Meluangkan waktu untuk orang lain.

            Ya, selain dengan Tuhan, dengan keluarga dan teman-teman, dengan diri kita dan hobi kita, kita perlu berhenti dan beristirahat sejenak dari kesibukan kita untuk meluangkan waktu untuk orang lain.

            Pada saat kita mengurus bisnis dan pekerjaan kita, kita harus fokus. Tapi, selalu siaplah untuk berhenti dan beristirahat sejenak dan fokus untuk meluangkan waktu bagi orang lain yang membutuhkan waktu dan perhatian kita.

            Tidak semua orang perlu kita urus, ada orang-orang yang perlu kita abaikan juga. Maksud saya, ada orang-orang yang memang kita perlu pedulikan namun ada orang-orang yang memang tidak perlu terlalu kita pedulikan. Contoh orang-orang yang tidak perlu terlalu kita pedulikan: orang-orang yang memang hanya ingin menyita waktu kita dan kalaupun kita meluangkan waktu untuk orang-orang ini tidak akan banyak manfaat bagi yang bersangkutan.

            Saya mendapatkan nasihat tersebut dari buku “Understanding Your Spiritual Gifts” yang ditulis oleh Dr. Bruno Caporrimo. Ya, ada sejumlah orang yang memang hanya akan berperan sebagai lintah dan parasit yang akan menghabiskan waktu Anda. Untuk orang-orang ini, abaikan saja. Untuk itu memang perlu hikmat dan tuntunan Roh Kudus untuk membedakan keduanya: antara yang butuh kepedulian Anda dan yang tidak.

            Jadi, siap untuk “Stop and Relax”?

            Amin.

            Tinggalkan Balasan

            Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

            Logo WordPress.com

            You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

            Gambar Twitter

            You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

            Foto Facebook

            You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

            Foto Google+

            You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

            Connecting to %s

            Awan Tag

            %d blogger menyukai ini: