All for Glory of Jesus Christ

Procrastinating

Pembahasan hari ini adalah mengenai “Procrastinating” (menunda). Ada dua aspek dalam menunda: menunda yang positif dan menunda yang negatif. Pembahasan kemarin (“Stop and Relax”), berhenti dan beristirahat sejenak untuk melakukan 5 hal yang sudah dibahas kemarin merupakan menunda yang positif.

Menunda tidak selalu buruk. Menunda mengambil keputusan yang penting dalam bisnis dan pekerjaan untuk mencari keputusan yang terbaik itu adalah menunda yang positif. Di tangan saya ada sebuah buku menarik yang layak untuk Anda baca. Judulnya adalah “Saya akan Melakukannya… Besok! Cara-cara Menghentikan Kebiasaan Menunda Anda” yang ditulis oleh Jerry & Kirsti Newcombe.

Buku ini menarik karena selain isinya memang Alkitabiah, juga terdapat ilustrasi-ilustrasi gambar komik sehingga menarik sekali untuk dibaca dan dinikmati. Di dalamnya, ada dua contoh menunda yang luar biasa baik yang perlu kita lakukan.

Hal yang pertama adalah menunda untuk mengambil keputusan penting secara terburu-buru. Ilustrasi yang diceritakan dalam buku tersebut adalah seorang tokoh terkenal gereja yang memutuskan menikahi istrinya hanya satu minggu setelah mereka berkenalan dan terbukti kemudian istrinya menjadi ‘duri dalam daging’ sepanjang hidupnya.

Keputusan penting itu kita membutuhkan hikmat dari Tuhan dan pertimbangan serius. Pengambilan keputusan secara terburu-buru dalam bisnis dan pekerjaan tak jarang membawa pada malapetaka. Mengapa demikian? Karena kita belum sempat mengaji aspek-aspek positif dan negatif dari hal yang perlu diputuskan. Pembahasan mengenai hikmat silakan baca di “Hikmat”.

Kecuali memang jika Roh Kudus berkata jelas kepada kita untuk melakukan hal tersebut saat itu juga, jelas kita harus taat. Ya, kita perlu fleksibel dan tidak kaku. Selain jika Roh Kudus berkata kepada kita untuk memutuskan dengan segera untuk keputusan-keputusan penting, apalagi yang berimplikasi luas, maka positif bagi kita untuk menundanya. Tentang tuntunan Roh Kudus telah dibahas dalam “In Holy Spirit’s Guidance”.

Hal kedua yang perlu ditunda menurut buku tersebut adalah berbuat dosa. Ya, disebutkan dalam buku tersebut untuk menunda berbuat dosa selamanya. Saya akan ambilkan sejumlah ayat untuk hal ini:

Pengkotbah  7:20: Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!

Roma 3:23: Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Ya, tidak ada orang yang tanpa dosa, semua orang berbuat dosa.

1 Petrus 3:18: Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,

Namun syukur kepada Tuhan, karena kasih karunia-Nya, Kristus telah mati bagi kita sehingga kita bisa hidup bukan lagi dalam dosa, tapi dalam hidup yang penuh kemenangan.

Yohanes 5:14: Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Yohanes 8:11: Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Sesudah kita ditebus, jelas kita tidak bisa hidup dengan cara kita sendiri Seperti di Yohanes 5:14, setelah Yesus menyembuhkan orang lumpuh, dan di Yohanes 8:11, setelah Yesus menolong wanita yang kedapatan berbuat zinah, perkataan Tuhan Yesus adalah:

“Jangan berbuat dosa lagi”.

Jangan berbuat dosa berarti menunda berbuat dosa selamanya. Apakah Anda sedang digoda untuk berbuat dosa dalam bisnis dan pekerjaan Anda? Apakah Anda sedang memikirkan untuk menggunakan cara-cara yang tidak benar dalam bisnis dan pekerjaan Anda? Ingat: tundalah berbuat dosa selamanya!

Bagaimana dengan menunda dalam pengertian negatif? Seperti cerita saya dalam “In Holy Spirit’s Guidance” ada pengusaha yang mendapat tuntunan Roh Kudus tapi ragu dan menunda melakukannya dalam bentuk yang diperintahkan Roh Kudus. Akhirnya ia mendapat hanya sebesar yang ia kerjakan dan bukan sepenuh yang seharusnya ia terima. Jika Roh Kudus menuntun kita melakukan sesuatu, jangan tunda. Lakukan saja!

Jangan kita pisahkan bahwa bisnis dan pekerjaan adalah bidang sekuler sedangkan karya Tuhan adalah bidang rohani. Segala sesuatu itu ada dalam bidang rohani. Asalkan kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, ya bisnis dan pekerjaan kita itu pun bidang rohani.

2 Samuel 20:4: Berkatalah raja kepada Amasa: “Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari!”

2 Samuel 20:5: Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya.

2 Samuel 20:6: Lalu berkatalah Daud kepada Abisai: “Sekarang Seba bin Bikri lebih berbahaya bagi kita dari pada Absalom; jadi engkau, bawalah orang-orang tuanmu ini dan kejarlah dia, supaya jangan ia mencapai kota yang berkubu, dan dengan demikian ia luput dari pada kita.”

Ya, waktu itu terjadi pemberontakan oleh Seba bin Bikri pada masa pemerintahan Raja Daud. Pemberontakan ini ingin ditumpas oleh Daud dan ia memerintahkan Amasa untuk mengerahkan orang Yehuda dalam waktu tiga hari. Amasa melakukan tugas itu, namun ia melakukannya lebih dari tiga hari karena ia menunda-nunda tugas itu.

Apa akibatnya? Akibatnya pemberontakan Seba bin Bikri menjadi lebih berbahaya lagi dan akhirnya Daud menunjuk orang lain (Abisai) untuk menumpas Seba bin Bikri.

Ya penundaan bisa mengakibatkan hal yang negatif. Dalam bisnis dan pekerjaan jika kita menunda ada kemungkinan permasalahan yang ada jadi semakin besar (seperti pada kasus pemberontakan Seba bin Bikri). Kita semua tahu, jika permasalahan sudah semakin besar, akan lebih sulit untuk ditangani.

Penundaan yang negatif dalam bisnis dan pekerjaan juga dapat menyebabkan lepasnya peluang dari tangan kita. Seharusnya kita yang mendapat order tersebut, seharusnya kita yang mendapat promosi, malah orang lain yang mendapatkannya (seperti Amasa yang akhirnya membuat Daud menunjuk orang lain).

2 Samuel 20:7: Lalu Yoab, orang Kreti dan orang Pleti dan semua pahlawan keluar menyusul dia. Mereka keluar dari Yerusalem untuk mengejar Seba bin Bikri.

2 Samuel 20:9: Berkatalah Yoab kepada Amasa: “Engkau baik-baik, saudaraku?” Sementara itu tangan kanan Yoab memegang janggut Amasa untuk mencium dia.

2 Samuel 20:10:Amasa tidak awas terhadap pedang yang ada di tangan Yoab itu; Yoab menikam pedang itu ke perutnya, sehingga isi perutnya tertumpah ke tanah. Tidak usah dia ditikamnya dua kali, sebab ia sudah mati. Lalu Yoab dan Abisai, adiknya, terus mengejar Seba bin Bikri.

Hasil yang lebih parah akibat penundaan negatif dalam bisnis dan pekerjaan kita adalah matinya bisnis dan pekerjaan kita. Alih-alih mendapat order dan promosi, malah bisnis kita tergusur dan kita mengalami PHK.

Ya, karena Amasa menunda-nunda akibatnya Yoab (kakak Abisai), salah seorang pahlawan Daud yang bersama Abisai, jadi salah paham kepada Amasa sehingga akhirnya Amasa mati di tangan Yoab.

Jangan sampai kita mengalami hal itu karena kita suka menunda-nunda secara negatif. Tuhan punya rencana yang indah untuk kita, termasuk dalam bisnis dan pekerjaan kita. Jangan sampai kita tidak siap untuk menerimanya karena kita suka menunda-nunda secara negatif.

Jadi, menundalah (dalam pengertian yang positif) dan hindarilah menunda (dalam pengertian yang negatif).
Amin.

Comments on: "Procrastinating" (2)

  1. FB Comment from RS:
    Menunda = miss God’s blessings. Orang lain yg dapet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: