All for Glory of Jesus Christ

Jujur, tapi Cerdik

Pembahasan hari ini berdasarkan ayat berikut ini:

Amsal 11:3: Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

Amsal 13:16: Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.

Dalam dunia bisnis dan pekerjaan kita harus jujur tapi cerdik. Jujur dalam arti kita berjalan dengan lurus, tidak menipu orang, tidak membohongi orang. Jujur dalam arti kita tidak merugikan orang.
Pertanyaannya: bagaimana dengan hal-hal yang bersifat rahasia dan krusial dalam bisnis dan pekerjaan kita? Apakah kita perlu menceritakan dengan jujur pula jika ditanya? Dalam hal ini jawabannya, kita tidak boleh berbohong, tapi kita harus cerdik.

Kalau orang bertanya demikian, kita tidak perlu membeberkan rahasia bisnis dan pekerjaan kita. Dalam dunia psikolog, bahkan hal ini sangat dijaga ketat. Psikolog tidak boleh membeberkan kasus pasiennya kepada siapapun, kecuali bila memang pasien ini terlibat masalah hukum yang kepadanya psikologi ini diminta bantuannya untuk mengecek kejiwaan si pasien tersebut.

Nah, bagaimana dengan kita? Apapun bisnis kita, apapun pekerjaan kita, jelas kita juga perlu menjaga rahasia bisnis dan pekerjaan kita. Kita perlu cerdik. Tapi karena dalam waktu yang sama, kita juga harus jujur lalu bagaimana?

Hakim-hakim 16:18: Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya kepadanya, disuruhnyalah memanggil raja-raja kota orang Filistin, katanya: “Sekali ini lagi datanglah ke mari, sebab ia telah menceritakan segala isi hatinya kepadaku.” Lalu datanglah raja-raja kota orang Filistin itu kepadanya sambil membawa uang itu.

Lihat: Simson berbicara jujur mengenai rahasia kekuatannya. Akibatnya?

Hakim-hakim 16:21: Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.

Ya, karena menceritakan rahasia kekuatannya, Simson ditangkap dan dicungkil kedua matanya. Jika kita menceritakan rahasia bisnis dan pekerjaan kita, ini bisa mengakibatkan hal yang sama. Kalau kita menceritakan rahasia bisnis dan pekerjaan kita pada orang yang jujur pula dan tidak bermaksud menghancurkan usaha kita, itu masih tidak masalah.

Bagaimana kalau kita menceritakan rahasia bisnis dan pekerjaan kita pada orang yang memang tidak berniat baik? Akibatnya seperti Simson yang ditangkap sehingga tidak berdaya lagi, lumpuh. Ya, terutama dalam bisnis, ini dapat menyebabkan kita kehilangan daya kita. Bahkan Simson mengalami dicungkil kedua matanya, padahal mata adalah untuk melihat. Ya, akibatnya kita akan mengalami kehilangan dan kerugian yang sangat besar.

Oleh karena itu kita perlu cerdik. Masalah rahasia bisnis dan pekerjaan perlu dipegang baik-baik. Kalaupun akan dibagikan, bagikan dengan  hikmat sehingga kita tahu dengan benar, hal yang dibagikan itu akan mendukung bagi kemajuan bersama.

Kalau dengan Anda membagikan rahasia bisnis dan pekerjaan Anda, semua pihak bisa mencapai tujuannya dengan sebaik-baiknya dan efektif, itu bagus, bahkan perlu Anda bagikan. Contoh: rahasia bisnis dan pekerjaan Anda misalnya adalah mengandalkan Tuhan, setia pada perkara kecil, peka pada tuntunan Roh Kudus, dan seterusnya.

Penting untuk membagikan hal-hal seperti itu kepada orang lain. Bagaimana dengan masalah orang kunci? Metode-metode kunci? Sistem-sistem utama? Untuk hal ini, Anda perlu lebih berhati-hati. Tidak kepada sembarang orang Anda dapat membagikan hal ini.

Saya pernah mendengar kesaksian mengenai seseorang ibu yang sangat jujur dan baik hati, namun tidak cerdik dan berhikmat. Ibu ini membeberkan seluruh rahasia perusahaannya pada seseorang dan ternyata orang ini memang ingin membuka usaha sejenis.

Kemudian orang ini membajak (hijack) orang-orang kunci di perusahaan ibu yang jujur dan baik hati ini, sehingga akhirnya perusahaan ibu ini menjadi bangkrut. Sayang sekali bukan? Kita tidak perlu menjadi paranoid bahwa setiap orang ingin menjahati dan merebut bisnis atau pekerjaan kita, tapi kita juga perlu berhikmat dan cerdik.

Ada cerita lain. Cerita ini saya peroleh dari kotbah pendeta saya. Diceritakan mengenai seorang pengusaha emas yang jujur. Di saat toko emas lain menurunkan jumlah karat untuk persen karat yang sama, pengusaha emas ini tetap jujur.

Sementara waktu memang usahanya mengalami masalah, karena orang jadi berpindah kepada toko lain yang menawarkan harga lebih murah. Pengusaha ini berkata bahwa memang di tokonya harga lebih mahal dari toko lain, tapi jumlah karatnya sesuai dengan persen yang ditetapkan.

Pada akhirnya kejujuran pengusaha ini membuahkan hasil. Orang-orang yang berpindah akhirnya menyadari hal ini dan memang mereka pada akhirnya kembali membeli ke toko pengusaha yang jujur ini. Ini menunjukkan pengusaha ini jujur dan cerdik.

Jujur karena tidak menipu persen karat pada emas. Cerdik karena dia memberikan informasi kepada pembelinya mengenai kondisi sesungguhnya yang pengusaha ini terapkan. Dalam prosesnya, pengusaha ini tidak menjelek-jelekan nama toko emas lainnya (karena tidak menyebutkan nama toko emas tertentu).

Amsal 14:2: Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

Amsal 14:8: Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.

Mazmur 111:10: Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Orang yang jujur menandakan yang bersangkutan takut akan Tuhan.  Orang yang cerdik itu memiliki hikmat untuk mengerti jalan yang harus ditempuh, dan untuk berhikmat awalnya adalah takut akan Tuhan.

Saat kejujuran berpasangan dengan kecerdikan, saat itulah bisnis dan pekerjaan kita akan sungguh-sungguh berbuah. Jadi, siap untuk jujur namun cerdik?

Amin.

Iklan

Comments on: "Jujur, tapi Cerdik" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    Tulus seperti merpati namun harus cerdik seperti ular 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: