All for Glory of Jesus Christ

Building Success Habit

Pembahasan hari ini bicara tentang kebiasaan-kebiasaan yang perlu dibangun untuk mencapai sukses. Sukses merupakan perjalanan. Sukses itu adalah proses. Karena sifatnya adalah perjalanan dan proses, jelas tidak bisa sekali jadi. Bahkan untuk yang telah mengalami terobosan yang luar biasa dari Tuhan sekalipun (baca “Breakthrough”) itupun merupakan suatu proses.

Mengapa saya sebut sukses merupakan proses? Karena setiap orang harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk dapat mencapai sukses. Sukses dalam definisi yang telah dibahas sebelumnya adalah bukan sukses semu, tapi sukses yang sejati: sukses yang menyeluruh, integral, meliputi setiap aspek dalam kehidupan manusia.

Untuk dapat melakukan peran, tugas, dan fungsi dengan sebaik-baiknya dan efektif (sukses) itu kita perlu mengerti bukan perjalanan satu dua hari. Kalau kita melihat kisah sukses orang-orang ternama yang telah dibukukan atau yang dapat kita baca di internet, semua bermula dari perjalan panjang dari bawah sekali.

Kolonel Sanders yang memulai bisnis KFC-nya saat berusia 65 tahun, harus mengalami ditolak di sana-sini ketika menawarkan resep rahasianya. Lalu akhirnya dia memutuskan untuk membuat bisnis sendiri dari nol. Hasil akhirnya adalah seperti yang kita lihat sekarang ini, KFC sudah mendunia.

Supermarket di Jerman yang dimiliki oleh dua bersaudara (saya lupa lagi nama dua bersaudara ini). Mereka mulai dari toko kelontong sederhana dan sekarang sudah memiliki ratusan bahkan ribuan supermarket di seluruh Jerman.

Google dimulai dari ide dua orang calon doktor yang menawarkan ide kepada berbagai perusahaan internet besar dan ditolak, lalu mereka bergabung dan akhirnya terciptalah Google yang sekarang ini kita kenal.

Bahkan Facebook yang diluncurkan oleh Mark Zuckerberg yang saat ini baru berusia 25 tahun (ya karena saya menulis di Facebook, saya merasa sangat perlu untuk memberikan penghargaan pada yang membuat situs networking ini hehehe), itu dimulai dari ia membuat situs networking yang dibantu oleh Andrew McCollum, juga Dustin Moskovitz dan Crish Hughes (sumber dari sini dan sini). Ia menjadi miliader termuda yang dicatat oleh Forbes dan dicapai karena usaha sendiri, bukan karena warisan.

Melihat kisah sukses orang-orang besar ini, sungguh menginspirasi kita. Tapi kita bahkan punya kisah sukses orang-orang besar sepanjang segala sejarah peradaban yagn dicatat di Alkitab.

Jelas nomor satu adalah kisah fenomenal Tuhan Yesus yang hanya berkarya selama 3 tahun saja, ternyata karya-Nya bisa mengubah dunia, ya bahkan mengubah saya dan Anda juga. Inilah tokoh tersukses sepanjang segala sejarah dunia. Mengapa saya bahas mengenai Kristus? Karena penginjilan dan dunia bisnis dan pekerjaan itu memiliki esensi yang sama: pelayanan.

Sejak awal kita sepakat bisnis dan pekerjaan kita adalah demi kemuliaan Allah sehingga tidak kita pisahkan dan seharusnya memang demikian bahwa bisnis dan pekerjaan kita adalah bentuk pelayanan kita juga (memiliki aspek rohani), bahkan seluruh kehidupan kita adalah bentuk pelayanan kita (memiliki aspek rohani).

Tidak cukup hanya itu, Tuhan Yesus juga menyiapkan suksesornya (penerusnya), yaitu Petrus.

Matius 16:18: Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Ya, dengan Petrus yang menjadi penerus Tuhan Yesus, sehingga ia memimpin murid-murid lainnya meneruskan Injil Tuhan Yesus. Namun gebrakan yang dilakukan Petrus itu terjadi karena memang Roh Kudus yang penuh dalam diri-Nya dan dalam diri para murid (Kisah Para Rasul 2:1-13), lebih fenomenal lagi Petrus yang hanya penjala ikan yang tidak berpendidikan bisa pada sekali kotbah memenangkan 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2:14-41).

Ini merupakan sukses yang luar biasa. Fenomenal sekali bagi seorang pengkotbah atau pendeta untuk bisa memenangkan 3000 jiwa sekali kotbah. Padahal Petrus ini sama sekali tidak bersekolah di Sekolah Teologi, bahkan yang saya baca banyak ahli meragukan bahwa surat Petrus pertama dan kedua ditulis oleh Petrus karena mengingat latar belakang Petrus yang tidak berpendidikan teologia sama sekali, bisa menulis kitab yang luar biasa.

Itulah karya Roh Kudus yang mengubahkan orang biasa, bahkan yang mungkin dipandang rendah oleh orang lain sebagai orang yang luar biasa.

Dari Petrus kita beralih ke tokoh Paulus, suksesor selanjutnya dari Kristus. Paulus ini juga tokoh fenomenal. Gebrakannya juga luar biasa. Penginjilannya mulai dari orang-orang Yahudi, kemudian sampai ke orang-orang non Yahudi sebagai penggenapan Amanat Agung Tuhan Yesus yang tertulis dalam:

Matius 28:19-20a: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Dari http://id.wikipedia.org/wiki/Yesus, saya mendapatkan bahwa penginjilan Paulus dimulai dari panglima Romawi, Kornelius (Kisah Para Rasul 10), hingga akhirnya merambah ke seluruh Asia Minor dan Afrika Utara, daratan Eropa Barat, Eropa Timur, Rusia, benua Amerika dan Australia, dan akhirnya ke Asia. Ini semua bisa Anda baca dalam Kisah Para Rasul  13-28. Sungguh sukses yang luar biasa fenomenal!

Untuk bisa mencapai sukses sedemian rupa, jelas kita bisa menilik bahwa terdapat sejumlah kebiasaan-kebiasaan yang perlu kita miliki untuk mencapai sukses. Berikut ini akan saya tuliskan hal-hal yang saya peroleh berdasarkan pengalaman sukses semua tokoh yang saya telah sebutkan:

1. Tuhan Yesus selalu memulai persiapan karya-Nya dengan mengambil saat teduh terlebih dahulu.

Markus 1:35: Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Ini merupakan kebiasaan untuk mencapai sukses. Ya, mencari kehendak Bapa itu perlu kita lakukan setiap hari, setiap saat. Bukan hanya pada saat ada masalah, tapi juga saat tidak ada masalah.

2. Petrus dan Paulus bisa mencapai kesuksesan yang fenomenal karena dipenuhi oleh Roh Kudus. Kebiasaan sukses kedua yang perlu kita miliki adalah untuk senantiasa hidup dipenuhi Roh Kudus, selalu peka terhadap suara Roh Kudus. Ini merupakan kebiasaan yang perlu dibangun bukan dalam waktu sehari, tapi terus-menerus.

Jika Allah sendiri menyertai, menuntun, mengarahkan, bahkan berbicara kepada kita setiap waktu, bukankah ini suatu hal yang sangat menyenangkan? Bukan hanya menyenangkan tapi juga memang hal yang sangat kita butuhkan. Tujuan hidup kita adalah untuk bersekutu dengan Tuhan, untuk memuliakan Tuhan, sekaligus untuk melayani dan berbuah. Hal ini bisa tercapai sekali jalan jika kita memiliki kebiasaan untuk hidup akrab dengan Roh Kudus.

Bahkan khususnya di dunia bisnis dan pekerjaan yang sangat dinamis, terus berubah setiap waktu, kita sangat perlu peran Roh Kudus. Biarlah kita membangun kebiasaan sukses, yaitu dengan hidup dipenuhi Roh Kudus dan selalu peka terhadap suara-Nya.

3. Semua tokoh yang saya sebutkan selalu setia mulai dari perkara kecil. Mereka membangun bisnis dan pekerjaannya dari nol. Ya, karya Kristus yang dilanjutkan oleh Petrus dan Paulus pun juga dimulai dari nol.

Lukas 16:10: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

4. Saya tidak pasti hal ini berlaku untuk semua tokoh atau tidak, tapi setidaknya saya tahu dengan pasti sebagian besar dari tokoh yang saya sebutkan memiliki kebiasaan hidup sederhana.

Bahkan untuk dua bersaudara yang menjadi raja supermarket di Jerman tersebut dari yang pernah saya baca, masih menetapkan kesederhanaan yang sama pada setiap supermarket yang mereka miliki sehingga konsumen dapat tetap diuntungkan.

Yakobus 5:5: Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.

Benar bahwa Tuhan menginginkan kita hidup dalam kecukupan dan bahkan dalam kelimpahan. Benar bahwa Tuhan memberikan juga kuasa bagi kita untuk menikmatinya

Pengkotbah 3:13: Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

Namun semua itu bukan untuk bermewah-mewah, justru kita perlu tetap hidup sederhana dan menggunakan kekayaan kita untuk kemuliaan Allah (ingatlah tujuan hidup kita di dunia ini).

5. Kebiasaan sukses lainnya adalah bergaul dengan orang-orang yang memiliki perspektif sukses juga.

1 Korintus 15:33: Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Ya, kita sudah tahu benar dalam “Friendship”, jika kita memilih sahabat yang salah, itu akan mempengaruhi hidup kita. Begitu pula dalam bisnis dan pekerjaan kita.

Jadi, siap membangun kebiasaan-kebiasaan sukses?

Amin.

Iklan

Comments on: "Building Success Habit" (2)

  1. FB Comment from ASP:
    6. Jangan takut. (“Jangan kuatir dgn apa yg kamu makan / pakai.”)
    jangan hidup dari kegagalan di masa lalu. jangan hidup dari kemenangan dari masa lalu.

    • Amin :D. Thanks :). Yup, bahkan sebenernya succes habit bukan cuma 5 or 6 seperti yang sudah kamu tambahin, tapi semua success habit itu ada dalam Alkitab. Jadi kalau mau sukses, sebenernya belajarlah dari setiap Firman Tuhan :…).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: