All for Glory of Jesus Christ

Sinergi

Pembahasan hari ini adalah mengenai kata “Sinergi”. Mungkin Anda sudah akrab dengan kata ini atau mungkin baru kali pertama mendengar kata ini? Tidak apa-apa. Saya akan mengambil definisi sinergi, yaitu dari sini.

Synergy (from the Greek syn-ergos, συνεργός meaning working together) is the term used to describe a situation where different entities cooperate advantageously for a final outcome. Simply defined, it means that the whole is greater than the sum of the individual parts. Although the whole will be greater than each individual part, this is not the concept of synergy. If used in a business application it means that teamwork will produce an overall better result than if each person was working toward the same goal individually.

Jika diterjemahkan adalah sebagai berikut:

Sinergi (dari kata Yunani syn-ergos, συνεργός berarti bekerja bersama) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu situasi saat entitas yang berbeda bekerja sama secara menguntungkan untuk satu hasil akhir. Secara sederhana, hal tersebut berarti keseluruhan dari sinergi akan lebih besar dari penjumlahan dari masing-masing bagian. Walaupun demikian, keseluruhan dari sinergi akan lebih besar dari penjumlahan dari masing-masing bagian itu bukanlah konsep dari sinergi. Jika digunakan dalam penerapan bisnis berarti suatu tim kerja akan memberikan hasil yang lebih baik daripada jika setiap orang bekerja untuk tujuan yang sama tapi secara individual.

Dari definisi tersebut kiranya menjadi jelas mengenai sinergi. Lalu bagaimana penerapan sinergi dalam bisnis dan pekerjaan kita? Untuk perusahaan-perusahaan korporasi atau konglomerasi yang telah melibatkan sekian banyak unit usaha yang berbeda-beda, biasanya terjadi sinergi, yaitu entah dengan unit usaha di dalam korporasi/konglomerasinya sendiri atau dengan unit usaha lain, bahkan dengan korporasi lain. Untuk yang terakhir itu biasa dikenal dengan istilah corporate to corporate atau business to business.

Semakin besar suatu perusahaan, biasanya akan membuat sinergi dengan pihak-pihak lain. Jadi terdapat pembagian antara upstream process (proses hulu) dan downstream process (proses hilir). Lalu perusahaan biasanya melakukan analisis untuk melakukan sinergi pada upstream process, downstream process, atau pada keseluruhan proses (upstream dan downstream process).

Dalam dunia kerja, biasanya sinergi terjadi dalam satu perusahaan itu. Entah antara satu departemen yang sama atau lintas departemen. Biasanya untuk perusahaan dengan struktur organisasi fungsional, yang terjadi adalah sinergi dalam satu departemen (fungsional) yang sama. Untuk perusahaan dengan struktur matriks, yang terjadi adalah sinergi lintas departemen dan biasanya untuk menangani proyek-proyek tertentu.

Nah bagaimana untuk kita menerapkan sinergi secara tepat?

1. Dengan penuh hikmat yang dari Tuhan.

Pembahasan mengenai hikmat sudah pernah dibahas dalam “Hikmat”. Silakan mengacu ke sana untuk pembahasannya. Mengapa kita perlu hikmat dari Tuhan? Karena bersinergi itu harus mencapai tujuan akhir dan saling menguntungkan, jauh daripada jika bekerja secara sendiri-sendiri.

Hikmat kita perlukan untuk memilih pihak yang tepat dengannya kita dapat bersinergi. Jika kita memilih pihak yang tidak tepat bukan sinergi yang terjadi; tetapi besar kemungkinan kita akan menjadi pihak yang dirugikan. Ingat prinsip sinergi: saling menguntungkan.

2. Dengan penuh perencanaan, namun tetap kita harus peka terhadap arahan Tuhan.

Pembahasan mengenai perencanaan telah dibahas dalam “Planning”. Silakan mengacu ke sana untuk pembahasannya. Tanpa perencanaan yang matang, orang-orang terbaik pun yang dikumpulkan untuk bersinergi, tetap tidak dapat berjalan dengan mulus.

Dengan siapakah kita perlu bersinergi dalam bisnis dan pekerjaan kita?
1. Dengan Roh Kudus tentunya.

Yohanes 14:16: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Ya, manusia memiliki kelemahannya. Manusia memiliki keterbatasannya. Sehebat-hebatnya seorang manusia, seberpengalamannya seorang manusia, tetap ia manusia dengan segala kelemahand an keterbatasannya.

Jika kita bersinergi dengan Roh Kudus yang adalah Allah sendiri, jelas kita akan tidak terkalahkan!

2. Dengan orang-orang yang terbaik di bidangnya dan juga memiliki karakter yang baik: memiliki integritas, pekerja keras dan cerdas, dan memiliki perilaku professional.

Pembahasan mengenai integritas sudah pernah dibahas dalam “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-3)”. Pembahasan mengenai bekerja keras dan cerdas telah pernah dibahas dalam “Kerja keras dan Kerja Cerdas”. Pembahasan mengenai perilaku profesional sudah dibahas dalam “Professional Attitude”. Jadi, silakan mengacu ke masing-masing notes untuk pembahasannya.

3. Dengan orang-orang yang Roh Kudus tuntun kita kepadanya.

1 Samuel 16:10: Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: “Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.”

1 Samuel 16:11: Lalu Samuel berkata kepada Isai: “Inikah anakmu semuanya?” Jawabnya: “Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai: “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.”

1 Samuel 16:12: Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.”

Seperti Tuhan memilih Daud sebagai raja atas Bangsa Israel, demikian juga tuntunan Roh Kudus atas orang-orang yang Ia tuntun kita kepadanya untuk bersinergi. Mungkin dari segi pengalaman dan kepopuleran, orang tersebut tidak berpengalaman dan tidak populer. Tapi kalau Roh Kudus yang pimpin kita untuk bersinergi dengannya, taatlah!

Mungkin dalam pemikiran kita, orang yang terbaik adalah orang yang sesuai dengan kriteria kita. Namun jika Tuhan yang tuntun, seperti Daud yang dalam pemikiran manusia tidak tepat sebagai raja, justru dialah yang Tuhan pilih.

Jangan pernah mengabaikan tuntunan Roh Kudus. Pekalah terhadap suara-Nya, termasuk dalam penentuan orang yang dengannya Anda akan bersinergi.

Jadi, siap bersinergi?

Amin.

Iklan

Comments on: "Sinergi" (2)

  1. FB Comment from AWB:
    Apakh kita bisa besinergy jga dgn T’?..hehehehe..
    thanks kak bt catatannya..
    Be Bless olwez…amin..

    • Bisa dong :). Setiap hari kita bersinergi dengan Tuhan dalam diri Roh Kudus :). You’re welcome. Gbu too.

      Btw T’ itu maksudnya Tuhan? Soalnya disingkat2 takutnya maksudnya bukan itu :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: