All for Glory of Jesus Christ

Reach Your Dreams

Pembahasan hari ini adalah mengenai meraih impian Anda. Mengenai impian telah pernah dibahas dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-2)”. Jika Anda belum mengetahui impian Anda, silakan baca notes tersebut.

Nah, jika Anda sudah mengetahui impian Anda, pertanyaannya selanjutnya bagaimana? Dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-3)” sudah dijelaskan langkah-langkah untuk menjabarkan impian Anda dalam langkah konkrit. Namun karena sifatnya masih sangat umum, dalam pembahasan kali ini akan saya persempit khusus untuk konteks bisnis dan pekerjaan.

Bagaimana mencapai impian Anda? Mungkin Anda ingin sukses. Seperti yang kita sudah bahas, sukses berarti melakukan peran, tugas, dan fungsi kita dengan sebaik-baiknya dan efektif di dunia bisnis dan dunia kerja yang kita hadapi. Dampak dari sukses adalah entah kekayaan, nama besar, kekuasaan, kepopuleran, dan seterusnya.

Jika kita ingat dalam pembahasan di Renungan Harian edisi Januari 2009: “Goal Setting” yang ditulis oleh Christov yang dicantumkan dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-3)” terdapat kriteria penyusunan target (goals): SMART, yaitu:

S-pecific (khusus dan jelas).

M-easurable (dapat diukur).

A-ttainable (dapat dicapai).

R-ealistic (realistis).

T-angible (konkrit).

Nah untuk mencapai impian sukses kita dalam dunia bisnis dan pekerjaan saya juga akan mengacu ke kriteria tersebut.

Langkah-langkah untuk mencapai impian kita:

1. Specific (khusus dan jelas): kita ingin sukses dalam dunia bisnis dan pekerjaan kita. Untuk membuat impian kita menjadi khusus dan jelas kita perlu menuliskannya pada selembar kertas. Bahkan untuk membuat impian kita semakin jelas, dari yang pernah saya baca, kita dapat memberitahukan impian kita pada sejumlah orang terdekat (inner circle) kita.

Selain membuat impian kita menjadi jelas, kita memiliki tim pendorong dan pendukung sehingga bisa memacu kita mencapai impian kita. Selain inner circle kita, kita juga perlu membuat impian sukses kita semakin jelas dengan mengikutsertakan 1 Pribadi terdekat kita: Roh Kudus. Ya, inilah tim pendorong dan pendukung yang akan selalu beserta kita, bahkan jika kita membuat impian sukses yang keliru, Penolong ini akan mengingatkan dan mengoreksi kita.

Yohanes 14:16: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Ya, orang-orang terdekat kita bisa sibuk dan walaupun mereka mungkin ingin selalu mendukung dan mendorong kita, namun mereka juga memiliki hal yang perlu mereka kerjakan. Sementara Roh Kudus, walaupun Ia bekerja senantiasa, Ia selalu ada untuk kita. Ya, Ia merupakan Pribadi Allah sendiri yang diberikan kepada kita oleh Bapa berdasarkan permintaan Tuhan Yesus untuk menyertai kita selama-lamanya.

Bayangkan, Pribadi Allah sendiri beserta kita! Pastilah Ia akan membuat impian kita semakin jelas jika memang sesuai dengan kehendak dan rancangan-Nya. Jika Roh Kudus, yang adalah Allah sendiri, selalu bersama kita, jelas kita akan dapat mencapai impian sukses kita.

Roma 8:31: Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

2. Measurable (dapat diukur): untuk dapat diukur pertama-tama kita perlu tetapkan ukuran impian sukses kita. Ukuran sukses yang paling mudah memang dari dampak sukses itu: kekayaan, nama besar, kekuasaan, kepopuleran, dan seterusnya. Namun hal-hal itu merupakan ukuran yang kesekian dari sukses yang sesungguhnya. Sukses yang sesungguhnya pertama-tama justru diukur dari tercakupnya semua aspek kehidupan di dalamnya.

Jadi untuk mencapai impian sukses dalam dunia bisnis dan pekerjaan, pertama kita bergerak dari luasnya cakupan aspek kehidupan di dalamnya. Semakin banyak aspek kehidupan yang terjaga dan tertata baik dalam hidup kita, semakin impian sukses kita itu teraih.

Jika hubungan Anda dengan Tuhan tidak baik, sebanyak apapun uang Anda itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan keluarga merenggang, sebanyak apapun kekuasaan Anda itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan sahabat Anda tidak baik, sebesar apapun nama Anda dikenal orang itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan rekan bisnis dan rekan kerja memburuk, sepopuler apapun Anda itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan orang lain tidak harmonis, sehebat apapun Anda dalam bisnis dan pekerjaan Anda itu belum bisa disebut sukses.

Memang ukuran lima aspek ini sifatnya kualitatif, tapi dapat dirasakan baik atau tidak baiknya sehingga walaupun tidak dapat diukur dengan angka, tapi dapat diukur dengan rasa. Walaupun sifatnya relatif, jelas kalau hubungan kita tidak baik dengan seseorang maka kita tidak akan mengatakan hubungan kita baik bukan?

3. Attainable (dapat dicapai): impian sukses hanya sekedar impian sukses jika tidak bisa dicapai. Ya, miliki impian yang memang dapat dicapai. Contoh: seorang insinyur pertanian ingin menjadi dokter bedah. Mungkinkah itu dicapai? Tidak, kecuali jika yang bersangkutan menempuh pendidikan lagi sebagai dokter bedah.

Untuk itu, impian sukses yang kita tetapkan jelas harus melihat pada diri kita. Apakah bagian kita? Apakah kemampuan kita? Lakukanlah di sana, jangan mau melakukan bagian orang lain karena kalau kita ingin melakukan bagian orang lain itu tidak mungkin, tidak dapat dicapai.

1 Korintus 3:6: Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

Jadi ada bagian masing-masing dan perlu diingat supaya impian sukses dapat dicapai, selain memang mengerjakan bagian kita, juga perlu peran serta Allah di dalamnya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam poin 1, jika Roh Kudus menyertai kita maka impian sukses kita akan dapat kita capai.

4. Realistic (realistis): impian sukses kita harus realistis. Jadi, pastikan impian sukses kita itu memang sanggup kita wujudkan. Contoh: seperti Bandung Bondowoso yang membangun 1000 candi dalam waktu sehari semalam dalam dongeng demi memenuhi permintaan Roro Jonggrang yang merupakan dongeng terbentuknya Candi Prambanan.

Itu adalah dongeng, jadi jelas tidak realistis. Bahkan jika mengerahkan ahli-ahli arsitektur ternama di duniapun, akan mustahil membangun 1000 candi dalam waktu sehari semalam. Ya, walaupun melibatkan seluruh ahli arsitekstur ternama, seluruh pekerja di dunia, jelas tidak mungkin.

Mengapa? Karena candi itu merupakan bangunan. Untuk sebuah bangunan berdiri butuh perencanaan pengadaan material, perencanaan arsitektur, perencanaan struktur bangunan, dan seterusnya. Oleh karena itu jelas tidak mungkin membangun 1000 candi dalam waktu sehari semalam. Ini adalah hal yang tidak realistis.
Begitu juga dengan impian sukses yang menitikberatkan ukuran suksesnya pada kekayaan dalam jangka waktu singkat. Seperti sudah dibahas di poin nomor dua, selain menyalahi urutan penentuan ukuran sukses, juga tidak sesuai dengan ayat firman Tuhan.

Memperoleh kekayaan itu wajar, bahkan Tuhan ingin kita hidup sejahtera namun ingin mendapatkan kekayaan dalam waktu singkat ini tidak benar dan tidak realistis.

Amsal 28:20: Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Saya sudah mendengar banyak cerita orang yang menyimpan uang/meminjamkan uang dengan harapan mendapatkan bunga yang besar (ingin cepat kaya). Ternyata kemudian orang yang dipercaya menyimpan uang atau yang dipinjamkan uang ini melarikan diri bersama dengan uang yang dipercayakan kepadanya.

Amsal 13:11: Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Hal yang realistis adalah bila kita hidup berdasarkan Amsal 13:11. Jadi jangan ingin cepat menjadi kaya dalam sekejap. Sukses itu proses, bukan instan. Realistislah dalam impian sukses Anda!

5. Tangible (konkrit): impian sukses Anda harus konkrit dan berwujud. Jadi jangan sekedar impian sukses semata. Jangan sekedar angan-angan sukses semata. Kita wajib memiliki impian sukses yang besar, namun bukan berhenti hanya di situ. Kita wajib mewujudnyatakan hal itu menjadi sesuatu yang nyata.

Yakobus 2:22: Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Tanpa diwujudnyatakan (tanpa perbuatan-perbuatan), maka impian sukses (iman)

hanya akan tinggal menjadi impian sukses (iman).

Yakobus 2:26: Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Impian sukses (iman) yang tidak diwujudkan (tanpa perbuatan) akan lenyap (mati). Inginkah Anda melihat impian sukses Anda lenyap? Kalau tidak, bertindaklah untuk mewujudkan impian sukses Anda.

Reach your dreams! Selamat meraih impian Anda!

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: