All for Glory of Jesus Christ

Higher Purpose

Pembahasan ini menjadi penutup pembahasan sepanjang bulan Juni mengenai bisnis dan pekerjaan. Pembahasan ini akan membahas mengenai “Higher Purpose” atau tujuan yang lebih tinggi dalam bisnis dan pekerjaan. Pembahasan ini terinspirasi oleh kotbah dari Rick Warren. Khusus untuk pembahasan ini, Regular Notes dan BV Notes digabungkan. Karena merupakan penggabungan, saya akan menuliskan dalam 1,5 atau 2 halaman (sebagai hasil rata-rata antara Regular Notes dan BV Notes).

Setiap orang yang bergerak dalam dunia bisnis dan pekerjaan pasti ingin sukses. Ya, setiap orang jelas ingin memperoleh dampak sukses yang umum dikenal: kekayaan, nama besar, kekuasaan, kepopuleran, dan seterusnya. Mungkin relatif lebih sedikit orang yang sungguh-sungguh ingin sukses dalam definisi yang sesungguhnya, yaitu melakukan peran, tugas, dan fungsinya dengan sebaik-baiknya dan efektif.

Dampak sukses sejati bukan hanya yang sudah disebutkan tadi, tapi juga meliputi terjaga dan tertata dengan rapinya setiap aspek kehidupan seseorang. Ya, bukan hanya dalam bisnis dan pekerjaan, tapi juga hubungannya dengan Tuhan, dengan keluarga, dengan teman-teman, dengan rekan bisnis dan rekan kerja, serta dengan orang lain.

Permasalahannya jika Anda sudah memiliki sukses yang umum dikenal, pertanyaannya adalah selanjutnya kemudian apa? What’s next? Apakah untuk menambah dampak sukses Anda? Setelah itu, lalu apa?

Jangan lupa akan tujuan penciptaan kita. Ya, Tuhan ingin kita hidup dalam berkecukupan dan bukan berkekurangan, bahkan Tuhan ingin kita hidup dalam kelimpahan. Namun, tujuan penciptaan kita bukanlah supaya kita hidup makmur. Bukan supaya kita senang, bukan supaya kita bahagia.
Walaupun jika kita hidup sesuai tujuan penciptaan kita, ya kita bisa hidup makmur, kita bisa hidup senang, kita bisa hidup bahagia. Jadi jangan dibalik. Saya akan menuliskan kembali sedikit dari kotbah Rick Warren. Penjualan buku yang ditulis oleh Rick Warren “Purpose Driven Life” mencapai 15 juta buku. Tidak dituliskan jumlah uang yang diperoleh tapi disebutkan bahwa Rick Warren menjadi sangat kaya.

Setelah kaya, yang Rick Warren lakukan adalah tidak mengadakan perubahan berarti dalam gaya hidupnya (jadi masih gaya hidup seperti sebelum ia menjadi kaya). Kemudian Rick Warren berhenti menerima gaji dari gereja tempat ia melayani selama ini serta membuat lembaga untuk membiayai gereja-gereja, melengkapi para pemimpin, menolong orang miskin, perhatian bagi orang sakit, dan mendidik generasi selanjutnya.

Tidak berhenti sampai di situ, Rick Warren juga mengembalikan gaji yang diterimanya selama 24 tahun ia mengabdi dan saya akan mengutip kata-katanya selanjutnya:

“It was liberating to be able to serve God for free.”

(“Itu merupakan suatu kemerdekaan untuk dapat melayani Tuhan secara cuma-cuma.”)

Wow, sungguh perkataan yang luar biasa! Saya sangat terharu saat saya membaca kotbah beliau. Ya, para pebisnis dan para pekerja, Anda harus memiliki dalam pikiran Anda suatu mental untuk tujuan yang lebih tinggi.

Anda berbisnis dan bekerja bukan hanya untuk sukses dan memperoleh dampak kekayaan, kekuasaan, kepopuleran, nama besar, dan seterusnya. Anda berbisnis dan bekerja karena Anda melayani Tuhan yang Maha besar, Raja di atas segala raja.

Kolose 3:23: Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kita datang ke dunia tanpa apapun: tanpa harta, bahkan tanpa pakaian. Saat kembali pun, tidak ada harta yang akan kita bawa.

Ayub 1:21a: katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya.

Oleh karena itu sudah selayaknya dan sepantasnya harta yang tidak akan kita bawa itu kita gunakan untuk kemuliaan Tuhan. Ya, kemuliaan Tuhan, itulah tujuan penciptaan kita: demi memuliakan Raja di atas segala raja, Tuhan di atas segalanya.

Matius 6:19: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Matius 6:20: Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Ya, jika kita memperoleh dampak sukses dengan kekayaan sebagai salah satu dampaknya, gunakan itu untuk melakukan hal-hal yang merupakan pengumpulan harga di surga (perbuatan baik). Keselamatan kita adalah anugerah, tidak bisa diperoleh dengan perbuatan baik, tetapi harta di sorga itu tergantung dari hal yang sudah kita lakukan untuk Tuhan.

Lukas 12:20: Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Lukas 12:21: Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Jangan sampai kita hanya berhenti pada sukses yang semu: memperoleh dampak sukses dan berhenti sampai di situ. Dikatakan oleh Allah bahwa itulah orang yang bodoh dalam Lukas 12:20. Milikilah tujuan yang lebih tinggi!

Are you ready for success? Prepare yourself first for having higher purpose.

(Jadi siap sukses? Siapkanlah diri Anda terlebih dahulu untuk memiliki tujuan yang lebih tinggi).

Amin.

(Footnote:

Thanks to Noviana Kalalo who has sent Rick Warren’s sermon. It inspires me to write this notes. Gbu.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: