All for Glory of Jesus Christ

Hari ini saya akan menceritakan kisah perjalanan saya bersama keluarga, yaitu pada tanggal 26 dan 27 Juni 2009. Berikut ini merupakan cerita perjalanan tanggal 26 Juni 2009: hari ini kami pergi ke Jerman. Dari apartemen kami berangkat sekitar pukul 09.30.

Pukul 10.10 di perjalanan tiba-tiba terlihat ada asap tebal. Ternyata ada mobil terbakar di jalan dan ada petugas pemadam kebakaran di sana mencoba memadamkan kebakaran tersebut memakai alat pemadam kebakaran. Pukul 12.45 kami berhenti dulu di pinggir jalan untuk makan siang.

Di sana sudah ada meja di pinggir jalan yang memang disiapkan untuk orang-orang yang mau piknik. Tersedia juga tempat duduk. Di sebelah sananya ada tempat sampah. Memang tempat itu disiapkan bagi setiap pengguna jalan yang memang ingin beristirahat sambil makan. Sangat nikmat makan siang di pinggir jalan dengan makanan yang dibekal.

Pukul 13.05 kami berangkat lagi. Pukul 15.30 kami akhirnya sampai Jerman. Setelah memarkirkan mobil, pukul 15.45 kami naik kereta gantung (sky lift) Kolner Seilbahn yang menyeberangi Sungai Rhine ke taman Rheinpark. Pada waktu di atas sky lift saya melihat-lihat ke bawah. Ternyata oh ternyata… banyak orang yang sedang berjemur dan…… mereka dalam keadaan (maaf) telanjang.

Saya sampai kaget karena sejumlah perempuan dan sejumlah laki-laki ternyata dengan tenangnya bertelanjang ria. Astaga! Kereta gantung berakhir di Rheinpark. Rheinpark merupakan taman bunga taman bunga sekaligus juga ada tempat main anak-anak (bisa lihat di album foto saya). Setelah puas berfoto-foto di taman bunganya dan setelah keponakan saya puas bermain-main di situ, kami pukul 17.00 berangkat dari Rheinpark ke sebuah gereja, yaitu Kolner-Dom.

Kami melihat-lihat di Kolner-Dom sampai pukul 18.00. Sayang sekali kami tidak boleh berfoto di dalam gerejanya, padahal kembali arsitektur gerejanya sangat bagus. Saya kembali merasakan suasana yang benar-benar mengundang untuk berdoa. Ya, suasana yang khidmat itu kembali terasa dengan sangat kental. Pukul 18.00 kami keluar dari gereja.

Lalu kami berjalan-jalan dan melihat-lihat toko-toko dekat situ. Ada Lacoste, Louis Vuitton, Aigner, Swarovski, Esprit, Bvlgari, dan masih banyak lagi yang lain merek-merek terkenal dunia. Pukul 18.30 setelah puas meliat-lihat dan berfoto-foto, kami makan malam ke Chinese Restoran dekat situ (China Restaurant Shanghai). Dari sekian banyak masakan yang ada, bebek Pekingnya luar biasa. Benar-benar enak! Untuk masakan lainnya juga tak kalah nikmat, tapi bebek Pekingnya benar-benar istimewa.

Pukul 19.30 kami selesai makan dan berfoto-foto kembali. Ternyata di sana ada festival musik dan banyak orang berkumpul. Jadi kami berhenti sejenak untuk melihat festival musiknya. Sesudah melihat festival musiknya, kami kembali naik kereta gantung untuk kembali ke tempat parkir mobil. Lalu kami meneruskan perjalanan menuju ke Hotel Ibis di Belanda.

Di sepanjang jalan ternyata banyak terjadi kecelakaan, mungkin ada sekitar 5-6 kecelakaan terjadi. Mungkin karena hujan jadi terjadi kecelakaan. Pukul 22.30 akhirnya sampai hotel dan waktunya istirahat.

Pelajaran dari cerita perjalanan 26 Juni 2009: saya mengerti bahwa kebudayaan memang bisa berbeda-beda, hanya saja masalah kesusilaan saya pikir menjadi hal yang sangat aneh jika orang (maaf) telanjang di muka umum.

Roma 13:13: Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.

Pelajaran lebih lanjut adalah kita perlu senantiasa waspada dalam perjalanan, termasuk dalam kehidupan. Bahaya dan godaan selalu mengintai kita.

1 Petrus 5:8: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Bahkan Iblis juga siap untuk menjatuhkan kita. Karena itu kita harus senantiasa waspada dan berjaga-jaga.

Cerita perjalanan 27 Juni 2009: pukul 09.00 kami check out dari hotel. Di perjalanan ada bangunan dan di depannya ada tulisan “Te Huur”. Saya ingat-ingat dulu saya pernah membaca novel “Four Season in Belgium” yang ditulis oleh Fanny Hartanti. Dalam novel tersebut dituliskan juga tentang “Te Huur”. “Te Huur” merupakan Bahasa Belanda yang artinya disewakan. Ternyata ada gunanya juga membaca novel selain untuk menghibur hehehe.

Di sepanjang jalan banyak sekali dapat saya jumpai padang rumput. Di sana domba dan sampi banyak yang sedang duduk-duduk dan merumput. Di dekat sana juga biasanya ada semacam sungai kecil atau mata air dan biasanya setiap padang rumput itu ada rumah penduduknya.

Pukul 10.30 kami sampai di Volendam. Di sana kami berfoto-foto menggunakan pakaian khas warga di Volendam. Selelah melihat di sana-sini, pukul 12.20 kami baru keluar dari Volendam. Udara di sana sangat dingin. Sepanjang jalan kami jumpai di setiap rumah penduduk banyak terdapat bunga2 di depan rumahnya. Sangat menarik!

Pukul 13.30 kami sampai Amsterdam. Lalu pukul 13.45 saya bersama orang tua saya naik Holland International for Cruise & Cannal. Perahunya berlayar menyusuri sungai dan kami bisa melihat bangunan-bangunan dalam berbagai gaya. Sayangnya kamera saya baterainya habis dan saya tidak membawa penyesuai stop kontak untuk charger baterai. Alhasil saya malam sebelumnya tidak bisa mengisi baterai kamera sehingga foto-foto selama di Belanda sangat sedikit.

Kami keluar dari kapal pukul 14.45 lalu kami kembali ke China Hotel Holland. Pukul 16.30 kita sampai di hotel dan setelah istirahat sebentar, pukul 17.00 kami menuju tempat makan Mingkee Restaurant. Makanan di sana itu sangat mirip dengan makanan Indonesia dan harganya pun relatif tidak terlalu mahal. Rasanya senang sekali makan masakan dengan rasa yang familiar hehehe.

Setelah selesai makan, kami menuju Supermarket Amazing Oriental untuk membeli buah-buahan. Pukul 19.00 kami sudah melaju ke tempat miniatur Belanda, yaitu Madurodam. Kami sampai di sana pukul 19.15, tapi sayangnya pukul 20.00 sudah akan tutup sehingga kami tidak jadi masuk. Dari Madurodam kami menuju groceries lain, yaitu Albert Heijn sampai pukul 19.45. Sesudah itu kami kembali ke hotel. Sampai hotel pukul 20.00. Waktunya untuk istirahat.

Pelajaran yang dapat diambil dari cerita perjalanan 27 Juni 2009: melihat sekian banyak padang rumput dan sapi serta domba yang ada, saya langsung teringat seketika dengan Mazmur 23.

Mazmur 23:1: Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mazmur 23:2: Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Mazmur 23:3: Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mazmur 23:4: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mazmur 23:5: Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Mazmur 23:6: Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Seperti domba yang dapat tinggal tenang di padang rumput, demikianlah juga kita jika kita hidup dalam gembalaan Kristus. Melihat dengan mata kepala sendiri domba-domba dan sapi-sapi yang sedang merumput sungguh membuat Mazmur 23 menjadi hidup dalam bayangan saya.

Saya mengalami sendiri saat ketika berada di padang rumput hijau dan saat dibimbing ke air yang tenang oleh Tuhan. Hal ini artinya saat semua kondisi aman dan nyaman, Ia selalu beserta saya. Juga saat disegarkan dan dituntun Tuhan, ini juga saya alami, yaitu saat saya merasa lelah dan kering, juga saat membutuhkan arah Ia tak pernah kecewakan saya.

Bahkan dalam lembah kekelaman pun Tuhan selalu menyertai. Seperti yang sudah saya bagikan notes terdahulu, saat saya berada dalam titik terendah dalam hidup saya pun, Tuhan tetap bersama saya.

Tuhan mencukupi kebutuhan saya, membuat hidup saya merasa cukup dan puas. Saya meyakini bahwa kalau sekarang Tuhan melakukan itu bagi saya, maka saya mengaminkan ayat terakhir dalam Mazmur 23, yaitu Mazmur 23:6 itu juga terjadi sampai akhir hidup saya. Bagaimana dengan Anda? Jika Tuhan melakukan hal itu pada hidup saya, saya yakin Ia juga dapat melakukan yang sama dalam hidup Anda.

Untuk mengikuti cerita perjalanan saya selanjutnya, silakan kembali besok.

(Bersambung ke Bagian-7)

Iklan

Comments on: "Cerita Perjalanan Bagian-6 (26 -27 Juni 2009)" (4)

  1. FB Comment from SM:
    Amin Ya Rbl Alamin….mudah2an Alloh selalu memberkati umatNya yg dalam keadaan haus dan lapar.

    • Amin, pasti kog :). Tuhan sudah berjanji, orang yang lapar dan haus pasti akan dipuaskan.

      Matius 5:6: Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

      Dipuaskan secara jasmani dan rohani :). Tuhan memberkati.

  2. FB Comment from EHC:
    Bapa memang gembala yang baik bgt

  3. Amin, memang Ia adalah gembala yang luar biasa 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: