All for Glory of Jesus Christ

Hari ini saya akan menceritakan kisah perjalanan tanggal 28 Juni 2009. Cerita perjalanan 28 Juni 2009 adalah sebagai berikut: Pagi-pagi sebelum breakfast saya mencoba-coba fasilitas internet yang disediakan hotel di lobi. Ternyata… cepat internetnya. Pada kesempatan itu saya sempat juga membuka forum jawaban.com di sana. Sayangnya untuk membuka email dan facebook tidak bisa.

Untuk breakfast-nya saya harus katakan untuk sekelas hotel bintang empat dan memiliki nama sebagai Chinese Hotel, saya cukup kecewa dengan makanan yang disajikan. Bukan apa-apa, chinese food sudah cukup terkenal di seluruh dunia sebagai makanan yang lezat, namun ketika saya makan di Chinese Hotel rasa makanannya ternyata hambar. Sayang sekali. Pukul 08.30 setelah breakfast, kami check out dari hotel.

Hari ini kami menuju Belgia. Sedari berangkat dari Perancis menuju Jerman, lalu menuju Belanda, dan hari ini menuju Belgia, kakak ipar dan kakak saya selalu menggunakan GPS (Global Positioning System) untuk menunjukkan arah ke tujuan yang dituju. Hal yang sangat menarik mengenai GPS ini: bahkan untuk tempat-tempat yang kelihatan sepi, alat ini tetap presisi dan tidak keliru menunjukkan arah.

Pukul 11.00 kami sampai ke kota turis Belgia, yaitu Brugge. Di sana ternyata ada kincir angin. Siapa bilang kincir angin monopoli negeri Belanda? Belgia juga ternyata memilikinya hehehe. Di sana kami berfoto-foto terlebih dulu.

Dari sana, kami lalu menuju museum coklat. Nama museumnya Choco-Story. Di sana ada sejarah dari Bangsa Maya dan Aztec yang mulai minum coklat sebagai obat (pahit tanpa gula). Selanjutnya ada penjelasan mengenai pembuatan gula. Lalu perkembangan coklat sampai ke coklat sekarang ini.

Selain itu juga dijelaskan tentang para pembuat coklat terkenal di Belgia. Dalam salah satu sejarahnya dijelaskan bahwa coklat dulunya adalah minuman para bangsawan dan pendeta. Selain itu, juga ada pameran coklat dalam berbagai bentuk patung. Salah satunya adalah patung coklat yang dibuat oleh orang Rusia yang merupakan salah satu masterpiece. Luar biasa, sangat indah karyanya! Foto masterpiece patung coklat Rusia tersebut dapat dilihat di album foto saya.

Tidak berhenti sampai di situ, selain mengenai sejarah coklat, fungsi, dan perkembangan coklat, bahkan patung-patung yang penuh daya seni terbuat dari coklat, juga ditampilkan peragaan (demo) pembuatan coklat yang berisi (praline). Setelah selesai peragaan, kami bahkan dipersilakan untuk mencicipi sendiri coklat tersebut.

Sesudah makan siang, kami naik perahu mengelilingi sungai di sana. Seperti di Amsterdam, Belanda; kami bisa melihat-lihat bangunan dalam berbagai bentuk. Kami juga melewati yang disebut sebagai river of love tempat angsa-angsa dengan asyiknya berenang-renang.

Pukul 13.45 kami selesai naik perahu lalu melanjutkan perjalanan. Pukul 15.15 kami sampai di Bruparck (Mini Europe), di Brussel. Di sana kami bisa melihat miniatur berbagai tempat dan bangunan di Eropa. Menarik sekali. Pukul 16.30 kami baru keluar dari sana.

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke tempat patung anak kecil yang sedang buang air kecil, yaitu Manneken Pis. Sampai di sana sekitar pukul 17.00. Ini adalah simbol kota Brussel. Lalu ada patung lain yang katanya kalau memegang patung itu keinginan bisa terpenuhi. Kami berjalan-jalan di pertokoan dekat Mannekin Pis sampai pukul 18.00.

Setelah itu kami meneruskan perjalanan untuk kembali ke Perancis. Pukul 19.00 kami ke Restoran Celestel, di Perancis. Di sana porsi makannya sangat besar. Ayah saya memesan ayam goring. Ibu saya memesan iga. Saya sendiri memesan spaghetti. Semuanya enak, tapi yang paling luar biasa adalah iganya. Pukul 20.00 kami melanjutkan perjalanan lagi dan sampai apartemen sekitar pukul 23.00.

Pelajaran cerita perjalanan tanggal 28 Juni 2009: ketika kakak ipar dan kakak saya menggunakan GPS untuk menunjukkan arah sampai tujuan, mereka yakin bahwa GPS itu dapat diandalkan. Mengapa mereka bisa yakin? Karena GPS memang ditunjang oleh teknologi satelit untuk menunjukkan arah dengan tepat.

Dalam kehidupan ini kita memiliki GPS istimewa, yaitu Roh Kudus. GPS tidak akan tahu jika suatu jalan ditutup untuk perbaikan jalan, tidak demikian dengan Roh Kudus. Segala sesuatu diketahui oleh Roh Kudus, Roh Allah sendiri. Jika kita bisa percaya pada GPS, benda dan teknologi buatan tangan manusia, bagaimana sikap kita terhadap Roh Kudus itu sendiri? Terhadap Allah sendiri?

Hal yang sangat ironis jika kita bisa mengikuti GPS tapi tidak mengikuti tuntunan Roh Kudus. Lebih ironis lagi ketika kita mengikuti kekuatan yang di luar kekuatan Tuhan. Contohnya: patung yang di dekat Mannekin Pis. Banyak orang yang sekedar menganggap sepele dan berkata:

“Yah, siapa tahu saja betul bahwa keinginan saya dapat terkabul.”

atau

“Namanya kan cuma senang-senang saja. Toh tidak ada ruginya dicoba.”

Salah sama sekali! Saat kita mempercayai sesuatu di luar kuasa Tuhan, itulah saatnya kita membuka celah bagi kuasa Iblis merusak hidup kita. Saya yakin ini bukan kebetulan karena saya memang sedang mencari kesempatan untuk membahas mengenai masalah email berantai dan sms berantai.

Sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan perjalanan saya, namun karena masih berkait dengan inti pelajaran yang dapat diambil maka saya tuliskan di sini. Sering sekali saya menerima email berantai atau sms berantai yang isinya antara lain: saya akan mendapatkan keberuntungan, mujizat, keinginan terkabul, sesuatu yang baik terjadi, mendapat jodoh, dll jika saya mengirimkan kembali email atau sms berantai tersebut kepada orang lain.

Ada lagi versi kebalikannya, bahwa saya akan mendapatkan kesialan, malapetaka, tidak memiliki jodoh, mendapat sakit, dll jika saya tidak mengirimkan kembali email atau sms berantai tersebut kepada orang lain.

Hal yang membuat saya lebih prihatin lagi, bahkan email atau sms berantai itu seringkali dibungkus oleh hal-hal yang bersifat rohani. Alhasil orang mengirimkan karena berpikir hal tersebut adalah bersifat rohani. Inilah saatnya kita berpikir kritis.

Ingat: Tuhan adalah Allah yang berkuasa dan berdaulat atas dunia dan segala isinya, juga surga dan segala isinya. Tidak ada sesuatu terjadi di luar perkenan dan izin Tuhan. Tuhan memegang kendali atas segala sesuatunya. Apakah berkat dan mujizat Tuhan ditentukan oleh sms dan email berantai? Sama sekali tidak!

Jangan jadikan sms atau email berantai sebagai semacam mantra. Berkali-kali saya sudah sering menyampaikan hal ini pada yang mengirimkan sms atau email berantai. Kuasa Tuhan tidak ditentukan oleh sms atau email berantai. Bagaimana bila kita tidak mengirimkannya? Tidak takutkah kita akan kutuk dan malapetaka yang akan menimpa?

Jawabannya: Tidak perlu! Bukankah Ia Allah yang berdaulat atas seluruh dunia ini? Mengapa kita harus takut? Saat kita takut, saat itulah Iblis bisa mengambil alih dan mewujudkan kutukan dan malapetaka itu.

Ada satu hal sms berantai yang pernah saya terima yang kemasannya bersifat rohani, yaitu berisi sejumlah ayat dan dituliskan untuk mengirimkan kepada orang lain dan dituliskan bahwa kirimkan kepada orang lain dan akan mendapat hal yang baik dengan kata-kata penutup bahwa tidak pernah rugi untuk membagikan firman Tuhan.

Saya mau membahas sebagai berikut: memang tidak pernah rugi untuk membagikan firman Tuhan. Semakin banyak kita membagikan firman Tuhan, semakin kita merasa cukup dan terpenuhi. Namun permasalahannya jika Anda membagikan firman Tuhan dari sms berantai tadi, apa motivasi Anda?

Apakah sungguh untuk membagikan firman Tuhan? Apakah sungguh untuk memberkati orang lain? Ataukah untuk mendapatkan hal yang baik dari pengiriman sms tersebut? Jika jawabannya yang pertama dan kedua, puji Tuhan. Akan tetapi, kalau mau menilik secara lebih kritis, jika benar motivasi Anda adalah yang pertama dan yang kedua, kemungkinan besar tidak perlu ada kata-kata:

“akan mendapat hal yang baik”

atau yang sejenisnya. Membagikan dan memberkati, ya membagikan dan memberkati. Tidak perlu ada kata-kata semacam itu. Akhirnya kemungkinan besar motivasinya jatuh kepada yang terakhir. Jika benar demikian, maka bukankah sebenarnya yang terjadi itu adalah seolah-olah menggunakan firman Tuhan sebagai mantra?

Firman Tuhan adalah kata-kata yang diinspirasikan oleh Roh Kudus yang ditulis oleh 40 orang penulis dalam berbagai waktu yang berbeda namun saling mendukung dan sangat konsisten, sehingga tidak mungkin merupakan pemikiran manusia. Akan tetapi, segala sesuatu itu tergantung pada hati, tergantung pada motivasi kita.

2 Timotius 3:16: Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Firman Tuhan dapat digunakan secara positif, seperti tertulis dalam ayat tadi. Akan tetapi, juga dapat digunakan secara negatif tergantung motivasi orang yang menggunakannya. Dalam apapun yang Anda hadapi, Anda dihadapkan pada dua pilihan: melakukan yang benar atau tidak. Silakan memilih dengan bijaksana.

Untuk kisah perjalanan saya berikutnya, silakan kembali esok hari.

(Bersambung ke Bagian-8)

Iklan

Comments on: "Cerita Perjalanan Bagian-7 (28 Juni 2009)" (2)

  1. FB Comment from EHC:
    Roh Kudus memang Gps yang tercanggih dalam hidup kita

    • Amin! Yup tul banget :D. GPS harus di-charge dan bisa soak, tapi Roh Kudus akan terus bekerja dalam diri kita, jika kita mengizinkannya bekerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: