All for Glory of Jesus Christ

Hari ini pembahasan saya adalah mengenai cerita perjalanan tanggal 1 Juli 2009. Hari ini kembali saya menonton rekaman penyisihan Britain’s Got Talent yang lain. Semakin banyak orang-orang dengan bakat-bakat luar biasa bermunculan. Saya akan membahas tiga penampilan, yaitu Aidan Davis, Greg Pritchard, dan Jamie Pugh.

Aidan Davis merupakan seorang yang berusia 11 tahun. Penampilannya kelihatan manis. Ya layaknya anak laki-laki berusia 11 tahun, tampak lugu dan manis. Pertama saya menduga bakatnya adalah bernyanyi, ternyata bukan. Bakatnya adalah menari.

Ketika dia mulai menari, wahhh.. luar biasa. Anda bisa melihat penampilan Aidan Davis di youtube.com. Penampilan yang sangat luar biasa. Seorang anak berusia 11 tahun memiliki bakat yang begitu besar layaknya seorang penari profesional. Sangat menakjubkan!

Penampilan kedua yang akan saya bahas adalah penampilan dari Greg Pritchard. Greg memiliki penampilan seperti seorang penyanyi rock. Ketika ia memperkenalkan diri, saya sudah menduga akan mendengar lengkingan suara penyanyi rock, akan tetapi lagi-lagi saya salah. Ternyata oh ternyata, betul Greg menyanyi akan tetapi jenis musiknya bukan rock melainkan opera. Lebih mengejutkan lagi suaranya itu seperti suara sopran. Jadi suara tinggi dan mirip sekali suara wanita.

Ini sungguh-sungguh mencengangkan. Suaranya pun luar biasa enak didengar. Benar-benar penampilan yang mengherankan! Ya, karena memang sungguh-sungguh di luar dugaan.

Penampilan ketiga yang akan saya bahas adalah penampilan Jamie Pugh. Jamie Pugh berusia 37 tahun, kelihatan sangat tidak meyakinkan, dan sangat tidak percaya diri. Kembali kasus Susan Boyle terulang. Ya, suaranya merupakan suara khas Opera. Sangat Indah dan memukau. Mengingatkan saya akan suara Luciano Pavarotti almarhum. Sedikit ironis karena pekerjaan Jamie adalah seorang pengantar pizza mengingat bakatnya yang sangat besar.

Pukul 18.00 kami menuju ke Mall Les Quatre Temps lagi untuk melihat-lihat. Kebetulan saat kami ke sana sedang sangat ramai. Maklumlah musim sale dimulai, sehingga banyak sekali orang yang ke sana untuk berbelanja. Hal yang mengejutkan terjadi. Dompet kakak saya nyaris dicopet orang. Untungnya tidak terjadi.

Karena mall sangat penuh saat itu dan sedang melihat-lihat baju, kakak saya tidak menyadari bahwa ada yang sudah mengambil dompetnya. Mungkin kakak saya menyenggol si pencopet karena dompet itu ditemukan di lantai. Kakak saya sama sekali tidak menyadari hal yang terjadi sampai melihat dompetnya di lantai. Untungnya tidak ada yang hilang. Cuaca sangat panas, memang beberapa  hari ini sedang panas-panasnya.

Pelajaran dari cerita perjalanan tanggal 1 Juli 2009: dari penampilan Aidan Davis saya belajar bahwa bakat dan kemampuan yang dilatih sedari kecil itu merupakan hal yang sangat berharga, bahkan bisa menjadi salah satu kunci kesuksesan. Ya, yang saya tahu adalah pesenam dan perenang biasa berlatih dari sejak kecil sekali, juga termasuk di dalamnya penari balet dan pemusik (umumnya piano klasik).

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bakat dan kemampuan yang berpadu dengan ketekunan dan kegigihan itu merupakan kunci sukses. Ya, semua itu dirangkum dalam kerja keras. Mengenai kerja keras telah dibahas dalam “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”. Silakan mengacu ke sana untuk pembahasannya.

Pelajaran dari penampilan Greg Pritchard: saya berpikir penampilannya bukan satu kesatuan. Mengapa demikian? Penampilan di atas panggung merupakan satu kesatuan utuh antara kostum, tema, dan dengan bakat yang akan ditampilkan. Hal ini yang gagal ditampilkan Greg Pritchard. Akibatnya walau penampilannya bagus, namun kesannya misleading (mengarahkan orang ke arah yang salah).

Sama dengan hidup kita. Saat hidup kita tidak membentuk satu kesatuan yang utuh, hidup kita akan menjadi misleading, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Kalaupun hidup kita baik-baik saja, suatu saat kita akan menemukan bahwa ada yang salah yang perlu diperbaiki dalam hidup kita karena ketidakutuhan itu. Mengenai keutuhan telah dibahas dalam “Whole”. Silakan ke sana untuk pembahasannya.

Pelajaran dari penampilan Jamie Pugh: banyak orang dengan bakat besar dan dengan kemampuan tinggi, namun tidak cukup percaya diri dengan bakat besar dan dengan kemampuannya. Akibatnya yang terjadi mereka menunda-nunda untuk meraih impian mereka karena takut tidak mampu meraihnya, atau bahkan mengubur impian mereka dalam-dalam.

Hal ini mengingatkan saya akan kisah seorang dengan satu talenta di Alkitab yang mengubur dalam-dalam talenta yang dimilikinya.

Matius 25:18: Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

Apa akibat yang diterima hamba yang menguburkan talentanya?

Matius 25:30: Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Ya, hamba itu dijebloskan Tuannya (yang adalah perumpamaan dari Tuhan sendiri) ke dalam kegelapan kekal. Kegelapan kekal adalah kematian bukan dalam arti badani. Jadi bukan badannya yang mati. Tempat terdapat ratap dan kertak gigi, itulah penggambaran dari neraka. Apakah Anda pikir neraka itu adalah nanti, setelah kita meninggalkan dunia fana ini?

Jawabannya: Tidak! Sekarangpun kita bisa mengalami neraka. Salah satunya jika kita tidak mempergunakan bakat dan kemampuan yang kita miliki untuk kita pergunakan sesuai tujuan penciptaan kita, yaitu untuk kemuliaan Tuhan. Neraka yang dimaksud di sini adalah hidup (dalam arti badannya hidup) tapi seolah-olah sudah mati: tidak ada lagi semangat, tidak ada lagi harapan, penuh kekosongan, dan dalam keputusasaan.

Kelak itu pula yang terjadi di neraka yang sesungguhnya: tidak ada semangat, tidak ada harapan, kosong, penuh keputusasaan. Ya, bahkan penuh ratapan dan kertak gigi. Mengerikan? Ya, benar. Jangan sampai Anda masuk ke neraka, baik di dunia maupun di kekekalan kelak.

Untuk menghindari masuk neraka, baik di dunia maupun di kekekalan, kuncinya ada dua, dan inilah inti dari kekristenan sesungguhnya. Saya tidak sedang mempromosikan Agama Kristen di sini. Saya hanya menjelaskan bahwa yang terpenting bukan kekristenan dalam arti agama, jadi bukan dalam label yang terpenting, bahkan jika Anda tidak ingin disebut sebagai orang Kristen sekalipun itu sama sekali tidak menjadi masalah.

Hal yang terpenting justru untuk hidup sesuai gaya hidup Tuhan Yesus. Ya itulah kunci untuk menghindari masuk neraka, baik di dunia maupun di kekekalan. Inilah kunci keselamatan itu. Untuk hidup sesuai gaya hidup Tuhan Yesus seperti saya sebut tadi, ada dua kunci: pertama dimulai dengan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan, Raja, dan Juru Selamat pribadi Anda.

Hal itu ditandai dengan hati Anda mau terbuka, menerima Ia, serta mengundang Ia untuk masuk ke dalam hati Anda dan membiarkan-Nya memerintah dalam hidup Anda. Saya tadi menyebutkan dua kunci. Kunci kedua adalah menghidupi setiap ajaran-Nya.

Bagaimana untuk menghidupi setiap ajaran-Nya? Ringkas: dengan taat dan setia untuk melakukan setiap perintah-Nya. Apa saja perintah-Nya? Salah satunya hidup mengembangkan bakat dan kemampuan yang telah Ia beri dalam hidup Anda sebagai alat bagi kemuliaan-Nya. Masih banyak lagi yang lain.

Saya mau memberikan suatu pemberitahuan bagi Anda yang belum menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi Anda. Menerima Kristus itu mudah sekali. Cukup mengaku dengan mulut dan dalam hati Anda bahwa Ia adalah Tuhan dan Juru selamat pribadi Anda, bahwa Anda orang berdosa yang butuh penebusan dosa dan Anda meminta Tuhan Yesus untuk menebus dosa Anda serta menjadi raja dan Tuhan atas hidup Anda. Ya, semudah itu!

Akan tetapi untuk menghidupi setiap ajaran-Nya itu merupakan tantangan sesungguhnya. Saya bisa bilang itu sangat tidak mudah, bahkan menantang diri Anda untuk sampai ke penyangkalan diri. Penyangkalan diri artinya tidak mengikuti keinginan dan kehendak diri Anda yang egois, tidak mengikuti hawa nafsu, dan kedagingan karena ingin hidup sesuai kehendak Tuhan. Itulah penyangkalan diri!

Berat? Ya, berat! Akan tetapi, jangan putus asa! Segala sesuatu ada harganya. Untuk hal yang memang Anda perjuangkan dengan susah payah, ada imbalannya. Selain hidup kekal (keselamatan), Anda juga akan beroleh damai sejahtera dan janji-janji Allah yang hanya dapat Anda peroleh lewat iman dan hidup dengan menghidupi Firman-Nya.

Satu lagi yang saya mau beritahukan. Menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam hidup Anda bukan berarti semua masalah yang Anda hadapi itu hilang seluruhnya. Tidak! Kalau itu yang Anda harapkan, Anda akan kecewa sekali! Ya, kadang-kadang malah setelah menerima Kristus, permasalahan Anda akan semakin banyak.

Takut? Mungkin, Anda akan takut setelah saya katakan demikian. Akan tetapi Tuhan tidak pernah membiarkan anak-Nya sendirian. Kalau Ia izinkan suatu masalah ada dalam hidup Anda, itu berarti adalah cara-Nya untuk mendidik, membentuk diri Anda, dan membuat diri Anda bertumbuh: menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Bahkan Ia memberikan Penolong, yaitu Roh Kudus, Roh-Nya sendiri dalam diri Anda yang akan membantu Anda, memberikan petunjuk bagi Anda saat Anda mengalami masalah. Bukankah ini luar biasa?

Saya kembali harus memperingatkan Anda. Saya tidak ingin memberikan harapan palsu kepada Anda. Roh Kudus yang dapat menolong Anda, merupakan Pribadi dari Tuhan sendiri, Roh Allah sendiri. Untuk itu Anda perlu hubungan yang akrab dengan-Nya, hati yang terbuka dan penuh kerinduan untuk mengalami kuasa Roh Kudus dinyatakan secara total di dalam hidup Anda.
Sulit? Tidak! Mengapa tidak langsung saja sekejap Roh Kudus bekerja secara total dalam diri Anda? Karena Allah kita bukanlah Allah yang instan. Ya, terkadang Ia bekerja melalui mujizat yang menakjubkan sampai hari ini, namun lebih sering Ia mendidik kita melalui proses. Mengapa demikian? Untuk mendewasakan dan membentuk kita.

Saya akan memberikan kesaksian berkaitan hal itu, yaitu mengenai ayah dan ibu saya. Mereka menerima Kristus setelah kami semua anak-anaknya terlebih dahulu menerima Kristus. Jadi masih terbilang relatif baru. Setelah mereka menerima Tuhan Yesus dalam hidup mereka, tidak serta merta mereka langsung berubah menjadi seperti malaikat. Tidak!

Akan tetapi proses perlahan demi perlahan, saya melihat ada perubahan dalam hidup mereka. Satu hal yang pasti yang saya lihat dalam hidup mereka: mereka berkurang dalam hal kekuatiran dan lebih mengandalkan Tuhan dalam hidup mereka.

Memang mereka masih jauh dari sempurna, saya apalagi, karena memang untuk menjadi sempurna itu benar-benar proses seumur hidup. Akan tetapi setelah mereka menerima Kristus dalam hidup mereka, mereka terlihat lebih damai dan tidak banyak kuatir lagi. Puji Tuhan!

Apakah setelah menerima Kristus masalah mereka hilang seluruhnya? Sama sekali tidak! Mereka masih mengalami banyak masalah. Namun setiap kali mereka mengalami masalah, mereka tahu bahwa mereka tidak perlu kuatir karena mereka dapat mengandalkan Tuhan.

Anda rindu mengalami hal yang sama? Langkahnya secara singkat sudah saya sebutkan di atas. Untuk langkah lebih terperinci, dapat Anda baca di “Emptiness”.

Untuk cerita perjalanan saya berikutnya, silakan kembali esok.

(Bersambung ke Bagian-10)

Comments on: "Cerita Perjalanan Bagian-9 (1 Juli 2009)" (2)

  1. FB Comment from C:
    hari ini berat euy bacaannya… harus dibaca beberapa kali… dan di latih seumur hidup ^.^
    semangat, semangat !!!
    thanks a lot !🙂

    • Puji Tuhan, thanks. Ehem, ga berat kog, bagian terberat sudah ditanggung Tuhan Yesus di kayu Salib, kita ditinggalin bagian teringan. Semangat juga Chil! You’re welcome🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: