All for Glory of Jesus Christ

Hari ini saya akan membahas cerita perjalanan tanggal 8 – 9  Juli 2009. Cerita perjalanan tanggal 8 Juli 2009 adalah sebagai berikut: hari ini kami beristirahat di rumah. Tadi siang saya membantu ibu saya di dapur untuk membuat baso goreng dan kerupuk.

Baso goreng ibu saya, bukan saya mau promosi, enak sekali dan sangat digemari oleh orang-orang yang pernah memakannya, terutama anak-anak. Keponakan-keponakan saya, termasuk yang sudah besar sekalipun, sangat suka dengan baso goreng buatan ibu saya. Jadi tidak heran, keponakan saya (Nicky) selama kami berlibur dan tinggal di rumah kakak saya, beberapa kali meminta baso goreng untuk lauk makan.

Padahal ibu saya pintar memasak. Mayoritas masakannya enak-enak. Saya sendiri heran baso gorengnya ternyata yang menjadi favorit keponakan saya. Padahal masakan lain-lainnya juga enak-enak. Entahlah hahahaa, saya juga tidak tahu alasannya.

Setelah itu saya membantu kakak saya membuat cheese cake. Cheese cake bahannya terdiri atas krim keju, mentega yang dicairkan, telur, biskuit  manis yang dihancurkan sampai halus, dan gula. Semua bahan itu diaduk menjadi satu, kecuali krim kejunya tidak dimasukkan ke sana.

Lalu ambil wadah yang ada alumunium foil-nya, masukkan adonan ke situ. Padatkan untuk menjadi dasar cheese cake. Lalu masukkan krim kejunya. Masukkan ke dalam oven selama 30-35 menit. Angkat, biarkan agar dingin. Sesudah dingin, masukkan ke dalam kulkas. Cheese cakenya enak. Tidak terlalu manis sehingga tidak membuat giung. Kalau tidak ingat kalorinya yang tinggi, saya ingin makan banyak-banyak cheese cake-nya. Sayang waktu itu saja berat badan saya sudah naik ahhahaha.

Hari ini kemudian kami ke Kedutaan Besar Indonesia di Perancis untuk memilih Presiden RI. Pukul 18.00 kami naik bis dan sampai sana sekitar pukul 18.40. Di dalam bis kami bertemu dengan beberapa orang Indonesia lain yang rupanya juga menuju ke arah yang sama. Terus setelah selesai kita pulang. Ternyata toko-toko sudah banyak yang tutup. Kami sampai apartemen pukul 19.30.

Saya sempat membaca Doraemon 24. Di sana ada cerita tentang raja lalim di Jepang tempo dulu. Doraemon dan Nobita kesal melihat si raja lalim ini lalu mereka terbang ke masa lalu saat si raja lalim memerintah.

Lalu si raja lalim secara tidak sengaja menemukan kendaraan yang digunakan Doraemon dan Nobita untuk menembus waktu dan terlempar ke masa kini. Dari pengalaman di masa kini, si raja lalim memperoleh pelajaran berharga untuk bisa menjadi raja yang baik. Doraemon dan Nobita lalu membantu raja lalim kembali ke negerinya di masa lalu dan raja itu setelah mengalami pengalaman di masa depan ternyata berubah menjadi raja yang baik.

Pelajaran dari cerita perjalanan tanggal 8 Juli 2009 adalah sebagai berikut: pemilihan umum merupakan suatu proses penting bagi kelangsungan negara kita. Tentu saja sekarang hasilnya sudah diperoleh dan saya yakin siapapun yang terpilih merupakan hasil yang diizinkan Tuhan dan yang terbaik untuk Indonesia tercinta.

Bagaimana sikap kita seharusnya kepada pemerintah?

Roma 13:1: Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.

Pemerintah adalah otoritas di atas kita. Jadi selain orang tua dan pemimpin rohani, pemerintah memiliki otoritas di atas kita. Jelas kita wajib untuk taat pada hukum. Mungkin masih banyak kekurangan dan kelemahan di sana-sini, namun sesungguhnya untuk memimpin negara yang begitu besar ini sangatlah tidak mudah.

Titus 3:1: Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.

Hal yang sungguh membuat saya prihatin adalah ketika sejumlah orang yang mengeritik pemerintah namun tidak berbuat apa-apa untuk membuat perbaikan. Jadi hanya kritik, mengeluh, dan menggerutu, tapi tidak berbuat apa-apa. Ini hal yang sangat buruk.

Jauh lebih baik jika orang tidak berbicara apa-apa dan melakukan sesuatu walaupun masih jauh dari sempurna daripada orang yang mengeritik di sana-sini namun tidak pernah melakukan apapun. Setidaknya jika seseorang melakukan sesuatu walau tidak sempurna, nanti ia atau orang lain dapat menyempurnakan hal yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Inilah waktunya kita menjadi berkat dan memberkati negeri kita. Mungkin dengan pekerjaan kita, kita melakukan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mendukung pembangunan negeri kita. Mungkin dengan menaati hukum dan pemerintah kita, sehingga tercipta ketertiban dan kestabilan. Mungkin dengan mendoakan pemerintah kita, ya doa kelihatannya mungkin sepele tapi jangan salah.

Dengan doa syafaat, Abraham bisa bernegosiasi dengan Allah untuk membatalkan membumihanguskan Sodom dan Gomora. Walaupun akhirnya memang tetap dibumihanguskan karena ada 10 orang benar di Sodom dan Gomora. Anda bisa membacanya di Kejadian 18:16 – 19:29.

Pertanyaannya adalah apakah Anda ingin menjadi bagian orang benar sehingga dapat mengubah rencana Allah membumihanguskan Sodom dan Gomoraseperti zaman Abraham dulu? Ataukah Anda ingin menjadi orang yang justru menyebabkan Allah malah benar-benar membumihanguskan Sodom dan Gomora? Satu orang dapat membuat perbedaan dan bersama-sama kita semua dapat membuat perbedaan yang besar. Pastikan kita mengambil bagian di dalamnya untuk berdiri atas bangsa kita.

Ya itulah menjadi berkat dan memberkati. Dalam ukuran manusia mungkin itu hal yang kecil dan tak berarti. Akan tetapi bila setiap orang melakukan hal itu, saya yakin akan terjadi hal yang luar biasa bagi negeri kita tercinta ini.

2 Tawarikh 7:14: dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Mari berdoa bersama-sama dengan saya:

Kami bersyukur ya Bapa, Kau berikan negeri ini yang di dalamnya menjadi tempat kami bekerja, berusaha, belajar, dan hidup, ya Tuhan. Kami percaya tidak ada kebetulan dalam Engkau ya Tuhan saat Kau tempatkan kami di Indonesia.

Biarlah pemulihan dari-Mu meliputi negeri kami, ya Bapa. Negeri kami negeri yang besar dan membutuhkan kasih-Mu, ya Tuhan. Kami anak-anak-Mu datang kepada-Mu dengan bersatu hati memohon pemulihan untuk negeri kami. Untuk semua aspek ya Tuhan, baik ekonomi, sosial, hukum, pertahanan dan keamanan, semuanya ya Tuhan. Kami percaya tidak ada yang tidak mungkin dan kami percaya akan ada pemulihan bagi negeri kami.

Kami serahkan negeri kami, Indonesia yang kami cintai kepada-Mu ya Tuhan. Kiranya Engkau yang memberikan hikmat bagi para pemimpin kami untuk memimpin negeri kami dengan penuh kebijaksanaan dan keadilan. Biarlah hikmat-Mu saja yang menuntun mereka untuk melangkah dan membuat segala keputusan demi perbaikan dan kemajuan negeri kami.

Biarlah pada akhirnya nama-Mu yang ditinggikan di atas negeri kami. Biarlah pada akhirnya semua dapat melihat pekerjaan tangan-Mu atas negeri kami sehingga kami bisa terkagum dan kemuliaan-Mu dinyatakan sungguh atas negeri kami.
Dalam nama Tuhan Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur. Amin.

Cerita perjalanan tanggal 9 Juli 2009 adalah sebagai berikut: hari ini kami pergi makan siang ke China Town. Kami berangkat dari apartemen dan sampai metro sekitar pukul 11.40. Sampai China Town sekitar pukul 12.15. Kami makan di Restoran Heng Lay.

Porsinya luar biasa besar dan saya memilih mie karena mie adalah makanan favorit saya hahahha. Ayah dan ibu saya memesan bebek. Bebeknya enak, tapi rasanya masih kalah enak jika dibandingkan dengan yang di pesawat. Mienya enak, walau lebih enak pho pesananan kakak saya.

Mienya kecil-kecil, mungkin cuma 1 mm lebarnya. Pho itu mirip dengan kwetiaw. Jadi lebar-lebar dan berwarna putih. Tapi ukurannya jauh lebih lebar dari kwetiau. Kalau kwetiau paling hanya 0,5 cm, sedangkan pho bisa sampai sekitar 2 cm. Rasanya sangat nikmat.

Pukul 13.00 kami selesai makan lalu belanja ke Tang Freres dan Paris Store sampai pukul 13.45. Sesudah itu kami pulang. Sampai di apartemen pukul 14.40.

Malamnya saya memasak untuk keponakan saya karena menu makan malam kami adalah lotek dan keponakan saya tidak suka bumbu kacang. Jadi saya menggorengkan sosis dan baso, lalu men-cah caisim.

Hal yang membuat saya sangat senang ternyata sepiring sosis goreng dan baso goreng plus sepiring ca caisim dihabisin semua oleh keponakan saya hahaha. Katanya enak. Seneng sekali saya waktu itu. Memang paling senang kalau sesudah memasak dan ternyata yang memakannya dapat makan dengan lahap dan suka dengan masakan yang dibuat.

Hari ini dapat info kalau saya menang IPod Shuffle dari jawaban.com. Itu hadiah dari lomba Jawaban Facebook Competition. Saya sangat senang. Jadi pagi-pagi saat saya membuka facebook, ada ucapan selamat dari seorang teman di facebook dan lalu ada tag notes dari Jawaban Indonesia yang mengumumkan bahwa saya memenangkan IPod Shuffle.

Pelajaran dari cerita perjalanan tanggal 9 Juli 2009 adalah sebagai berikut: pertama-tama saya ingin melakukan standing ovation untuk para ibu rumah tangga dimanapun Anda berada. Anda adalah orang-orang yang luar biasa yang Tuhan pakai. Mungkin banyak dari Anda yang merasa rendah diri karena merasa “hanya” sebagai ibu rumah tangga “biasa”.

Anda salah! Tuhan menyentuh kehidupan lewat tangan Anda, lewat kehadiran Anda. Lewat Anda, suami Anda memperoleh dukungan, hormat, dan kasih Anda yang memungkinkannya melakukan pekerjaan yang besar. Lewat Anda, anak-anak Anda memperoleh kasih sayang, teladan, dan pengajaran.

Jangan pernah kecil hati bahwa Anda “hanya” sebagai ibu rumah tangga “biasa”. Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling berdedikasi yang ada di dunia ini. Pekerjaan 24 jam sehari 7 hari seminggu sepanjang tahun tanpa libur dan tidak dibayar.

Ya, tanpa mengecilkan peran seorang ayah yang juga sangat luar biasa penting bahkan sentral dalam keluarga, saya dalam kesempatan ini ingin menyemangati para ayah dan setiap anak untuk lebih mencintai dan menghargai istri dan ibu Anda. Mungkin istri atau ibu Anda tidak sempurna, tapi siapakah yang sempurna di dunia ini?

Ayat bagi para suami:

Efesus 5:28: Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Begitu juga para ibu (para istri), saya kesempatan ini ingin menyemangati Anda untuk lebih menghormati dan mencintai suami Anda. Tentu saja anak-anak juga saya ingi menyemangati Anda untuk melakukan hal yang sama pada ayah Anda.

Ayat bagi para istri:

Efesus 5:22: Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,

Efesus 5:23: karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Ayat bagi anak-anak:

Efesus 6:1: Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Efesul 6:2: Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

Efesus 6:3: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Rumah tangga akan sukses jika para istri membiarkan suami Anda yang memimpin rumah tangga Anda dan bukan Anda yang memimpin. Tugas Anda adalah menjadi penolong yang sepadan bagi suami Anda dan untuk tunduk kepada suami Anda.

Menjadi penolong bukan berarti Anda lebih rendah, justru dibutuhkan kemampuan, hikmat, dan kesabaran yang luar biasa untuk itu. Saya sangat mengharapkan Anda semua semakin bertumbuh dalam iman dan cinta kepada Tuhan, karena:

Mazmur 111:10: Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Untuk tunduk dibutuhkan kerendahan hati yang luar biasa dan itu memang tidak mudah. Melakukan perintah dan kehendak Allah memang terkadang tidak mudah, bahkan menantang kita sampai batas tertinggi.

Akan tetapi, saat kita taat dan melakukan setiap perintah-Nya, maka hidup ini akan menjadi indah. Bukan menjadi mudah, karena memang hidup ini tidak pernah mudah. Hidup ini menjadi indah saat kita taat kepada Tuhan karena kita tahu dengan persis pemegang hidup kita dan kita tidak perlu dicekam ketakutan dan kekuatiran

Jika kita melihat di seluruh Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dari Kitab Kejadian sampai Wahyu, kita bisa melihat peran seorang ibu dan ayah dalam membentuk anak-anaknya.

Pelajaran berikutnya dari cerita perjalanan tanggal 9 Juli 2009: dari IPod Shuffle yang saya menangkan, saya dapat menambah daftar kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Jadi ceritanya adalah saya sedang memikirkan untuk memiliki sesuatu untuk merekam suara berkenaan dengan liburan saya ke Eropa ini. Saya saat itu memikirkan MP3, namun dari pembicaraan dengan kakak saya, ia menyarankan IPod saja.

Lalu baru saja saya mempertimbangkan untuk membeli IPod, ada email masuk ke alamat email. Isinya adalah informasi mengenai suatu lomba di facebook yang diadakan oleh jawaban.com. Anda tahu apa hadiahnya? Ya, IPod Shuffle. Cerita selanjutnya Anda tahu akhirnya.

Hal-hal yang saya tidak doakan tetapi saya mendapatkannya dan luar biasa karena sebetulnya itu bukan barang-barang yang kalau saya tidak mendapatkannya saya bisa menderita atau mati misalnya hahahaha.

IPod yang saya menangkan menambah kesaksian saya mengenai “Payung Pink dan Kepiting”. Anda bisa membaca mengenai hal itu di “Dimensions of Sacrificing (Tetralogi-4)”. Bahkan, cerita perjalanan ini dari awal sampai akhir nanti pada akhir Juli 2009 ini juga melengkapi kesaksian saya, bahwa Tuhan luar biasa baik pada saya.

Hari ini saya mengalami sesuatu yang cukup membuat saya sedih, bahkan sangat sedih sebenarnya. Saya tidak bisa menceritakannya kepada Anda karena sangat bersifat pribadi.

Akan tetapi dari perjalanan hidup saya bersama Tuhan, saya tetap percaya bahwa hal yang saya hanya inginkan saja, Tuhan bisa beri. Ia peduli dan sangat mengasihi saya. Kalau Ia tidak peduli dan tidak mengasihi saya, untuk apa Ia beri hal-hal yang bahkan hanya sekedar saya inginkan? Bahkan liburan ini merupakan  hal yang sama sekali tidak pernah ada dalam pikiran saya, toh Tuhan beri juga.

Saya percaya dan masih menunggu rencana-Nya bagi saya. Saya yakin bahwa apapun yang terjadi di depan, saya dapat mengandalkan Dia, Allah dan Tuhan yang luar biasa. Walau harus lewat lembah air mata, lewat liku-liku masalah dan kesulitan, saya tahu tangan-Nya tak pernah melepaskan saya.

Mazmur 23:4: Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Ya, bahkan saat ini saya mengetikkan ini dengan penuh berurai air mata. Saya hanyalah manusia biasa dengan perasaan. Jelas saya tidak kebal dengan kesedihan. Jelas saya bisa sedih. Saya juga bisa marah, walau relatif agak jarang hahaha. Saya juga bisa kecewa. Bahkan saya juga sering bandel, kalau Tuhan suruh sesuatu saya sering mengatakan nanti dulu ya Tuhan.

Tapi untungnya Tuhan begitu sabar pada saya, Ia tidak pernah tinggalkan saya. Ia sangat mengasihi saya. Bahkan saat ini pun saya merasakan Ia sangat dekat dengan saya. Bukan berarti bahwa dengan mudah saya bisa begitu saja menjadi tidak sedih. Tidak!

Waktu adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan untuk memulihkan dari kesedihan, dari kekecewaan, dan dari kemarahan. Akan tetapi, karunia Tuhan yang terbesar untuk memulihkan diri dari semuanya adalah iman untuk tetap percaya, bahwa apapun yang terjadi Ia tetap pegang kendali atas hidup saya.

Saya bersyukur bisa memberikan kesaksian ini, bukan hanya hal-hal yang menyenangkan saya saja yang dapat saya saksikan demi kemuliaan Allah, tapi hal-hal yang menyedihkan saya biarlah juga untuk kemuliaan Allah semata. Saya ingin seluruh hidup saya hanya untuk memuliakan Dia.

Roma 8:28: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Roma 8:28 dan Mazmur 23 merupakan dua ayat emas bagi saya. Ya, ayat kesukaan saya, karena saya merasakan benar kedua ayat ini di dalam hidup saya. Saya hidup bukan karena kebetulan, saya ada bukan karena tanpa alasan, dan saya percaya saya bisa hidup sampai hari ini karena kemurahan hati Allah.

Saat memandang ke belakang dalam perjalan hidup saya, terkadang jika hanya melihat pada satu sisi, saya sering ingin berkata:
”Why God?”
(“Mengapa Tuhan?”)

Akan tetapi ketika melihat sisi lainnya, saya tahu saya dapat berkata:

“Thank you, Lord.”

(“Terima kasih, Tuhan.”)

Ayub 2:10: Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Dalam Ayub 2:10 dikatakan bahwa Ayub menegur istrinya yang hanya ingin menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk. Harap dicatat di sini tidak ditulis “menerima yang buruk dari Allah” karena memang Allah tidak pernah memberi yang buruk. Ia hanya memberi yang terbaik bagi kita.

Bahkan persoalan, masalah, tantangan, itu juga kalau diizinkan Allah dalam hidup kita, semuanya adalah baik, bahkan terbaik bagi kita. Hal yang saya alami juga merupakan hal yang terbaik bagi saya. Saya tidak mengerti rencana Tuhan, karena siapalah manusia ini? Seberapakah pikiran saya yang terbatas dapat mengerti rencana Allah yang tidak terbatas itu?

Roma 11:33: O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Bahkan saat saya sedang mengetikkan ini, di latar belakang terdengar dari tadi berbagai lagu penyembahan yang isinya benar-benar menghibur saya. Saat ini saya sedang diperdengarkan lagu “Dia Mengerti”.

Luar biasa bukan? Sungguh saya takjub dan terpesona akan kebesaran-Nya. Tidak ada yang kebetulan bagi dia. Ya, bukan saat ini saja, dari tadi saat saya mulai mendengarkan lagu dan itu tidak saya atur sebelumnya.

Kalaupun saat ini Anda sedang mengalami kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kehancuran sekalipun, tetaplah percaya. Tuhan mengerti kesedihanmu, kekecewaanmu, kemarahanmu, bahkan Ia turut bersedih bila kau merasa hancur. Tetap beriman, tetap percaya, tetap taruh harapanmu dalam Dia, karena Ia tahu yang terbaik bagimu.

Sama seperti saya, saya juga tidak tahu rencana dan maksud Tuhan bagi saya, tetapi yang saya tahu hanyalah walaupun saya tidak tahu rencana dan maksud Tuhan bagi saya, saya tahu bahwa saya dapat mempercayai-Nya. Saya tahu Ia begitu mengasihi saya. Saya tahu bahwa Ia tidak pernah tinggalkan saya. Hal itu memberikan kekuatan besar bagi saya.

Saya ingin itu juga yang menjadi kekuatan dalam hidup Anda. Apapun boleh terjadi, tapi satu yang tidak boleh berubah: Tuhan adalah satu-satunya yang akan tetap di hidup kita, karena Ia adalah batu karang yang teguh, tempat kita dapat berpegang dan tidak tersesat. Ia adalah benteng pertahanan saat musuh menyerang. Ia adalah tempat perlindngan ketika badai  menerpa. Tetap percaya, tetap beriman.

Mari bersama-sama dengan saya berdoa:

Bapa yang maha baik, saya bersyukur kepada-Mu bahwa kejadian-Mu adalah besar dan ajaib. Sungguh tak terkira pikiran-Mu dan rancangan-Mu bagi kami. Tak ada satupun pikiran dan rancangan-Mu untuk kecelakaan kami Tuhan. Betapa Engkau Allah yang luar biasa peduli pada kami.

Tuhan, apapun yang terjadi dalam hidup kami, entah kami muda atau tua, entah apapun yang kami lakukan, kami mau tetap senantiasa berpegang teguh pada Engkau. Kami ingin setia melakukan setiap kehendak-Mu, Tuhan. Bahkan kalaupun kami tidak mengerti setiap rencana-Mu, Tuhan, kami tahu bahwa Kau hanya merancangkan yang terbaik dan sempurna bagi kami.

Apapun boleh terjadi dalam hidup kami, ya Tuhan, hanya satu yang kami minta. Jangan pernah lepaskan tangan kami, ya Tuhan. Jangan pernah berlalu dalam hidup kami. Asalkan Kau bersama kami, itu saja sudah cukup, bahkan sangat cukup. Memiliki Engkau adalah hal terbaik dalam kehidupan kami.

Tuhan, apapun yang terjadi dalam hidup kami, kami ingin tetap hidup dalam kehendak-Mu. Mampukan kami, ya Bapa, untuk tetap setia dan tetap menaruh iman percaya kami hanya kepada-Mu. Engkau segala-Nya bagi kami.

Terima kasih Tuhan untuk segala yang Tuhan izinkan dalam hidup kami. Kami percaya itu adalah yang terbaik dan sempurna bagi kami. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin

Untuk cerita perjalanan selanjutnya, silakan kembali esok hari.

(Bersambung ke Bagian-15)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: