All for Glory of Jesus Christ

Merokok

Setelah kemarin membahas sejumlah kebiasaan yang perlu kita hilangkan berkaitan dengan masalah finansial, kita beralih ke area lain dalam hal kebiasaan yang perlu kita hilangkan. Hari ini dan beberapa hari ke depan kita akan masuk ke kebiasaan yang berkaitan dengan area hal-hal yang masuk ke dalam tubuh kita. Hari ini saya akan membahas mengenai merokok.

Saya memiliki seorang ayah yang dulunya perokok berat. Saya juga memiliki mantan kekasih yang dulunya seorang perokok. Saya kurang jelas alasan ayah saya dulu merokok, namun saya cukup ingat alasan mantan kekasih saya merokok dulu. Ia pernah bercerita dulu ia merokok agar diterima lingkungannya.

Ada juga teman-teman saya yang juga perokok. Ketika saya tanya alasannya mereka berkata karena stress. Saat merokok pikiran terasa ringan dan stress terasa berkurang. Hal ini membuat saya bingung.

Saya kalau stress tidak perlu merokok untuk mengurangi stress saya. Saya bisa tidur saja dan saat bangun stress saya sedikit berkurang. Tindakan lain biasanya saya berdoa dan minta kekuatan serta petunjuk dari Tuhan berkaitan dengan masalah yang saya hadapi. Cara lain lagi adalah menceritakan masalah yang saya alami pada teman yang dapat dipercaya.

Jadi, saya sungguh yakin alasan pengurang stress itu sebenarnya hanyalah berada dalam level atau tingkatan sugesti. Kalau memang dengan rokok seharusnya bisa mengurangi stress, lalu mengapa saya tidak merokok untuk mengurangi stress dan juga sekian banyak orang lain yang tidak merokok?

Alasan kedua adalah dengan sekian banyak kandungan dalam rokok yang ada di dalamnya, termasuk nikotin dan ter yang berbahaya bagi tubuh, bagaimana bisa merokok jadi tidak stress? Saya akan menggunakan analogi berikut untuk menjelaskan maksud saya tadi.

Saat orang luka, ia akan cenderung berkumpul dengan orang luka lagi. Ini merupakan pernyataan yang sudah sangat terbukti kebenarannya, baik yang saya alami sendiri  maupun yang pernah diceritakan sejumlah orang kepada saya. Mengapa demikian? Karena memiliki dasar persamaan. Ibarat magnet yang menarik besi dan logam lain didekatnya.

Jadi sesungguhnya memang kandungan dalam rokok itu seharusnya kalau disadari benar akan membuat stress karena memang bisa membuat berbagai macam implikasi negatif bagi tubuh kita. Jadi saat stress mencari yang memiliki stress juga: ya si rokok tadi itu. Jelas ini alasan yang tidak benar karena ibarat orang buta harus menuntun orang buta ya jelas tidak bisa.

Saya akan beralih ke alasan lain untuk merokok, yaitu untuk diterima lingkungan. Ini juga alasan yang tidak dapat diterima. Jika Anda harus merokok untuk dapat diterima di lingkungan tersebut, berarti sesungguhnya itu bukan lingkungan yang tepat bagi Anda.

Mengapa demikian? Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang tidakbersyarat. Jadi Anda tidak perlu untuk merokok untuk diterima di dalamnya. Sering kali yang terjadi adalah bukan karena lingkungan tersebut bersyarat, namun karena seseorang merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya sehingga merasa perlu untuk menjadi sama dengan yang lain untuk dapat diterima walaupun itu adalah dari segi negatif. Ini bukan hal yang benar.

Matius 6:25: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Hidup Anda penting sekali dan untuk hidup karena kita masih di dunia, kita membutuhkan tubuh kita. Jika Anda merokok lalu terkena sakit, bukankah Anda sedang mencobai diri Anda sesungguhnya? Anda tidak memerlukan rokok untuk dapat hidup. Anda tidak memerlukan rokok untuk dapat lepas dari stress. Anda bahkan tidak perlu rokok untuk dapat menjadi kreatif dan produktif.

Semua alasan yang saya kemukakan tadi hanyalah alasan dalam level sugesti di pikiran Anda. Pernah mendengar mengenai efek placebo? Ini merupakan suatu efek psikologis yang telah diuji dalam dunia kedokteran. Ada sejumlah pasien yang memiliki keluhan-keluhan dalam kesehatannya namun ternyata ketika diperiksa tidak ada sesuatu pun yang salah dalam tubuh si pasien.

Lalu dicoba diberikan suatu kapsul kepada pasien yang dikatakan dapat menyembuhkan penyakit si pasien. Ternyata dari hasil riset ditemukan bahwa sejumlah pasien mengalami kesembuhan dan mereka berterima kasih untuk pil ajaib yang diberikan dokter. Padahal pil ajaib tersebut tidak pernah ada, itu adalah pil kosong. Jadi pasien sembuh karena sugesti bahwa meminum obat akan sembuh.

Sama dengan  merokok. Saat Anda berpikir kalau stress harus merokok baru hilang stress Anda, itu Anda memakai efek plasebo yang sama. Juga bila Anda berpikir sudah merokok akan menyebabkan Anda menjadi kreatif dan produktif, itu juga efek plasebo.

1 Korintus 6:19: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

1 Korintus 6:20: Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ayat dalam 1 Korintus 6:19-20 memang konteksnya bukan tentang rokok, namun karena memang isinya dapat dilihat secara general, akan saya gunakan berikut ini. Saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi kita, sebagai Raja dan Tuhan atas hidup kita, saat itu kita menerima keselamatan.

Saat kita menerima keselamatan, berarti dosa kita ditebus dan diampuni;kita bertobat dan memulai hidup yang baru. Ibarat obat di apotik, saat menebus obat perlu membayar. Begitu pula dengan kita. Saat dosa kita ditebus, Kristus menebus kita dengan darah-Nya, dengan nyawa-Nya.

Sesudah ditebus, obat menjadi milik kita. Sesudah kita ditebus Kristus, kita menjadi milik-Nya. Itu sebabnya kita memiliki hidup baru, bukan hidup lama lagi yang penuh dosa dan kesia-siaan.

Pertanyaannya adalah jika Anda sudah bukan milik Anda lagi, bukankah Anda tidak bisa seenaknya dengan diri Anda? Maksudnya seenaknya adalah  mengikuti segala keinginan kedagingan Anda. Ibaratnya Anda menjual barang ke orang lain. Setelah menjadi milik orang lain, jelas Anda tidak berhak lagi atas barang tersebut bukan?

Sama setelah Kristus menebus kita, kita tidak berhak lagi atas diri kita. Kita bukan lagi milik diri kita sendiri. Karena bukan lagi milik diri kita sendiri, kita hidup bukan untuk diri kita sendiri. Apalagi setelah kita menerima dan mengundang Kristus menjadi Tuhan dan Juru Selamat dalam hidup kita, jelas sebagai Raja, sebagai Tuhan kita, kita harus ikut hal yang dikatakan-Nya bukan?

Benar, mengikut Tuhan Yesus kadang membuat kita sampai ke batas ketahanan kita karena kita selalu akan berbenturan dengan manusia daging kita yang cenderung ingin terus lari kepada dosa. Akan tetapi jangan takut, jangan kuatir. Ia memberikan penolong kepada kita berupa Roh Kudus, Roh-Nya sendiri, Roh Allah sendiri.

Jika Anda perokok, Anda perlu mengingat orang-orang yang Anda kasihi. Jika Anda seorang ayah, ingatlah istri dan anak-anak Anda. Jika Anda seorang ibu, ingatlah suami dan anak-anak Anda. Jika Anda seorang anak, ingatlah ayah ibu Anda. Bahkan jika Anda tidak memiliki siapapun di dunia ini, ingatlah akan Kristus yang mengasihi Anda lebih dari siapapun.

Kita hidup untuk satu tujuan, yaitu memuliakan Allah. Saat kita kembali kelak, kita juga perlu mewariskan sesuatu kepada orang-orang di sekitar kita. Warisan yang paling bertahan lama adalah warisan teladan dan kasih. Jika Anda mengasihi orang-orang di sekitar Anda, Anda tidak boleh egois hanya memikirkan diri sendiri.

Dulu ayah saya mencoba berhenti merokok setelah melihat kakek saya dari pihak ibu meninggal dunia. Saat itu saya bahkan belum lahir. Ayah saya juga belum menjadi orang percaya. Saya mengetahui hal ini dari cerita beliau.

Ia bercerita bahwa dulu ia perokok berat. Ketika melihat kakek saya meninggal, ia berpikir bahwa anak-anaknya masih kecil dan jika ia meninggal, maka kemungkinan anak-anaknya akan terlantar. Oleh sebab itu, ayah saya memutuskan berhenti merokok.

Tidak mudah menurut cerita ayah saya untuk berhenti merokok. Mulai dari teman-teman yang merokok juga, juga keinginan yang sangat besar untuk merokok. Ayah saya mencoba berhenti merokok sebanyak 3 kali dan kali ke-3 berhasil. Padahal Ayah saya bukan orang percaya saat itu. Ia baru menjadi orang percaya beberapa tahun terakhir ini saja.

Mantan kekasih saya dulu bercerita bahwa ia juga perokok. Suatu hari ia memutuskan untuk berhenti merokok. Ia berdoa kepada Tuhan agar ia bisa berhenti merokok dan ternyata Tuhan membuat ia menjadi mual hanya dengan mencium bau asap rokok.

Almarhum kakak ipar saya adalah seorang perokok. Karena merokok, almarhum kakak ipar saya menderita sakit kanker getah bening. Akan tetapi puji Tuhan, Tuhan mau mengubah kutuk menjadi berkat. Di akhir hidupnya, almarhum kakak ipar saya mau menerima Kristus dan berkat kesaksian itu pulalah, ayah saya akhirnya mau menerima Kristus pula.

Salah seorang kakak kelas saya waktu S1 beberapa tahun lalu meninggal dunia. Ia masih amat muda. Saya hanya diceritakan oleh seorang teman saya di kampus. Jika Anda perokok, datanglah pada Tuhan dan mintalah pada Tuhan untuk membantu Anda lepas dari kebiasaan itu.

Saya tidak ingin hal yang menimpa almarhum kakek saya, almarhum kakak ipar saya, dan juga almarhum kakak kelas saya menimpa Anda. Sudah cukup kesedihan yang timbul karena orang-orang yang ditinggalkan hanya karena rokok. Inilah saatnya untuk berubah.

Jika Anda mau, Anda akan bisa. Ayah saya yang waktu itu saja bukan orang percaya, bisa melakukannya, apalagi Anda yang memiliki Roh Kudus di dalam Anda? Harus lebih bisa lagi. Pertanyaannya adalah maukah Anda?

Amin.

Iklan

Comments on: "Merokok" (27)

  1. FB Comment from SM:
    Aku bersyukur semenjak kecil sampai sekarang tidak mengenal yg namanya ROKOK. amin…..

  2. FB Comment from VH:
    Berdosakah merokok itu?

    • Iya ci karena tidak merawat baik2 tubuh yang bukan milik kita lagi. Apalagi kalau sampe merokok di depan orang yang ga merokok tambah dosa, soalnya meracuni orang lain.

  3. FB Comment from KRC: i still smoke. hehehe.

    • Ayo berhenti :). Kalau ngurangin sih dari cerita Papi g ga bisa soalnya tar berangsur nambah lagi nambah lagi. Lebih baik stop sekalian. Once forever :).

  4. FB Comment from KRC: dunno…
    tadinya udah stop 3 mingguan… dadak bete ama orang, jadi smoke lagi. mangkel gue……..
    ehehehe.

  5. FB Comment from VH:
    Aku still juga ha ha ha
    Berhenti pas hamil n nyusuin stlh itu makin parah n makin banyak ho ho ho

  6. FB Comment from VH:
    berhenti mau tp ini gk di dukung ma suami alias di beliin terus hahahaha

    • Ya kalau gitu dibilangin aja ke Ko2, Ci, udah ga ngeroko lagi hihihihi. Ganti minta beliin yang lain aja ci wakakkakaka :P. Contohnya: coklat atau permen, tar bisa dibagiin ke temennya anak2 Cici :D.

  7. FB Comment from VH:
    Usul yg bagus…dukung doa terus ya san…niat ada tp suges itu yg susah di buang, org serumah perokok semua.

    • Sip ci. Soalnya saya baca, untuk membuang satu kebiasaan harus diganti dengan kebiasaan lain. Biar cici jadi pelopor perubahan di rumah ci. 1 orang bisa membuat perubahan besar dan bersama-sama kita bisa mengubah dunia.

    • FB Comment from EHC:
      jangan nyerah untuk berhenti merokok kan ada Babe yang memampukan untuk bisa berenti total ^^

  8. FB Comment from DT:
    dari kecil ga pernah merokok, lingkungan sekitar saya perokok semua. tapi puji Tuhan, saya mengambil keputusan untuk tidak menjadi perokok.

  9. FB Comment from FD:
    I am not smoker,thanks for this useful note

  10. FB Comment from SA:
    Sejak mengenal Tuhan Yesus saya berhasil berhenti merokok… This true…

  11. FB Comment from ICS:
    Nice share ci… It’s really really hard to stop smoking… Pokonya buat yg mrencanakan idup tanpa roko sampe tua JANGAN pernah coba2 dah… Awalnya dari cuma coba2 tp dijamin ketagihan…

    • Segala pujian bagi Tuhan. Memang buat yang belum pernah jangan sampai coba2. Bagi yang udah pernah, lebih baik berhenti. Toh ga ada yang ga bisa, permasalahannya cuma mau atau ga mau :).

  12. FB Comment from DHK:
    Ech aku punya produk yg bikin orng males merokok, sebab begitu disentuh rasa rokok yg tadinya terasa jadi gak ada rasanya he he alias kayak isep kertas terbakar …
    Sudah kubuktikan dgn 2 rokok yg satu disentuh dan yg satu tdk hasilnya perokoknya ngomel rokoknya koq jadi aneh ha ha … Harga cuman 100 rb per lembar koyo’, kamu belum tau kan?

    • Wah mahal ya wakakkaka. Ya, buat yang mau berhenti merokok, ini ada satu alternatifnya. Yo yang mau pesen, ini ada agennya. Btw promosi di sini kena tarif lho, wakakkakaka :P.

  13. FB Comment from DHK:
    Biarin kena tarif yg penting halal gak nipu ha ha ha…
    Ayo sapa yang mau pesen ntar didemonstrasikan juga boleh

    • Wakakakkakaka, ga kog becanda. Yo, yang mau pesan, silakan hubungi DHK. Berhenti merokok berarti membebaskan diri Anda dari racun, membebaskan keluarga Anda dari racun, dan membebaskan lingkungan Anda dari racun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: