All for Glory of Jesus Christ

Menggunakan Narkoba

Kemarin kita sudah membahas mengenai “Merokok”. Hari ini kita akan membahas mengenai menggunakan narkoba. Narkoba singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Dari yang saya baca, narkoba biasanya bermula dari merokok. Jadi dari merokok lalu ingin mencoba-coba yang lebih lagi.

Sifat dosa memang begitu. Awalnya dari yang “kecil” lalu beralih ke yang lebih “besar”. Sebenarnya tidak ada dosa “kecil” dan dosa “besar” karena semua dosa adalah sama, upahnya maut.

Roma 6:23a: Sebab upah dosa ialah maut;

Bagaimana orang bisa jatuh ke menggunakan narkoba? Motivasinya sama seperti kemarin dalam “Merokok” dan juga ditambah ingin mencoba-coba.

Yakobus 1:14: Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Saya pernah membaca kisah seorang yang mulai dari pengguna narkoba karena mencoba-coba padahal ia berasal dari keluarga yang bahagia. Ayahnya adalah dokter dan ketika keluarganya tahu ia seorang pecandu, sangat menyedihkan sekali yang terjadi.

Bukan hanya sebagai pecandu karena ia juga sudah menjadi pengedar narkoba. Baru ketika ada kawannya yang meninggal dunia karena overdosis, orang ini mulai ingin berhenti dari kebiasaannya menggunakan narkoba.

Pengguna narkoba bahkan memiliki efek yang lebih dahsyat lagi dari perokok. Karena memang di dalam narkoba terdapat zat aditif yang dapat menyebabkan sejumlah tertentu efek yang dicari, juga bersifat ketagihan. Pengguna narkoba jika sudah mendekati sakaw (efek kesakitan karena tidak mendapatkan konsumsi narkoba) itu sangat mengerikan karena mampu melakukan apa saja untuk mendapatkan narkoba.

Saya pernah membaca dan menonton mengenai kisah orang pecandu narkoba yang mencuri, menjual barang-barang di rumahnya, menipu, bahkan yang sampai menjual diri demi mendapatkan zat itu. Sungguh sangat tragis. Efek narkoba bersifat jangka panjang karena dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak.

Dari yang saya baca, biasanya kebiasaan mulai dari rokok dan minum minuman beralkohol alkohol, kemudian naik ke narkoba. Pembahasan mengenai minum minuman beralkohol akan saya bahas berikutnya. Informasi berikut ini saya ambil dari sini. Jenis-jenis narkoba mulai dari morfin, heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.

Bahkan ada yang disebut psikotropika yang sebenarnya dapat digunakan untuk pengobatan namun bila disalahgunakan menjadi berbahaya. Termasuk dalam kelompok ini adalah amfetamin, ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom.

Untuk efek masing-masingnya dapat dibaca pada blog tersebut. Blog tersebut sangat bagus karena menjelaskan satu per satu secara lengkap beserta efek dari setiap zat yang digunakan.

Secara singkat dari Wikipedia saya memperoleh informasi bahwa efek narkoba ada 5, yaitu halusinogen, stimulan, depresan, adiktif, dan pada akhirnya semua itu akan membawa pada kerusakan organ tubuh dan jika melebihi takaran (overdosis) maka dapat membawa ke kematian.

Efek halusinogen sesuai namanya membuat seseorang berhalusinasi. Efek stimulan sesuai namanya menstimulasi seseorang menjadi lebih aktif sementara waktu. Efek depresan membuat seseorang menjadi tenang, bahkan dapat membaut pemakainya tidur dan tidak sadarkan diri. Efek adiktif adalah efek kecanduan dan akan membuat pemakai bersifat pasif karena secara tidak langsung nakoba memutuskan syaraf-syaraf di otak.

Bagi orang tua, Anda wajib menjadi orang tua juga sahabat bagi anak-anak Anda, terutama yang masih remaja. Remaja merupakan usia yang rentan dalam mencoba-coba sesuatu. Perhatikan teman-teman bergaul anak Anda dan berikan informasi serta penanaman nilai-nilai dalam kehidupan anak sejak dini.

Dalam daily devotional yang ditulis Rick Warren yang berjudul “Legacy to the Next Generation: Acceptance” diungkapkan mengenai hasil riset yang menyatakan bahwa terdapat satu factor yang paling besar mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan dalam hidup anak dan hal itu adalah kehadiran dan penerimaan seorang dewasa yang peduli dan mengasihi anak tersebut.

Hal yang menarik disebutkan lagi bahwa peran tersebut tidak harus orang tua, tetapi bisa siapapun yang memberikan kasih, penerimaan, dan tuntunan di dalam Tuhan. Akan tetapi setiap orang tua bukanlah sebuah kebetulan Anda diberikan anak.

Jika Tuhan memberikan Anda anak, sudah seharusnya Andalah yang bertanggung jawab untuk memberikan kasih, penerimaan, dan tuntunan di dalam Tuhan bagi anak Anda. Jangan sampai Anda melempar tanggung jawab itu kepada guru, pengajar sekolah minggu, pendeta, atau orang lainnya. Itu adalah tugas Anda dan tanggung jawab Anda kepada Tuhan dalam membesarkan anak Anda.

Lukas 12:48: Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Anak Anda adalah harta pemberian Allah yang terbesar. Oleh karena Allah mempercayakan kepada Anda harta-Nya, jelas Anda perlu bertanggung jawab atas harta yang luar biasa berharga itu.

Begitu pula jika kita sudah tau mengenai narkoba dan mengenai bahayanya, juga mengenai perintah dan larangan yang Tuhan berikan, sudah seharusnya kita untuk taat. Karena jika kita tahu tapi kita tidak melakukan kehendak Tuhan atau kita tahu tapi kita melanggar larangan Tuhan, kita akan banyak mendapatkan hukuman.

Saya sungguh percaya tema Bulan Agustus ini mengenai kebiasaan buruk benar-benar bukan kebetulan. Di dalam Tuhan sungguh tidak ada yang kebetulan. Mari kita semua masuk lebih dalam ke hadirat-Nya untuk makin hidup semakin menyerupai Dia.

Kolose 3:10: dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Jika Anda memiliki teman atau orang-orang terdekat yang berada dalam jerat narkoba, jangkau ia. Setiap orang butuh orang lain. Jika Anda terjerat narkoba, minta pertolongan kepada Tuhan dan akui ini pada orang terdekat Anda supaya mereka bisa mendukung Anda lepas dari narkoba.

Tidak ada yang tidak mungkin. Tidak ada yang tidak bisa. Pertanyaannya adalah: maukah Anda?
Amin.

Iklan

Comments on: "Menggunakan Narkoba" (4)

  1. FB Comment from DHK: Kalo bung haji Rhoma Irama bilang “kenapa yang enak2 koq dilarang…”
    mungkin ada betulnya he he ^_^

  2. FB Comment from EHC:
    pembahasan yang berguna juga untuk gw, klo nanti gw punya anak, thx dan terus jadi alatNya ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: