All for Glory of Jesus Christ

Pergaulan Malam

Hari ini saya akan membahas mengenai pergaulan malam. Pergaulan malam di sini adalah yang umum disebut sebagai dugem (dunia gemerlap). Dari berbagai cerita dan informasi yang saya dapatkan, pergaulan malam sangat erat (walau tidak selalu)  kaitannya dengan seks bebas, merokok, minum minuman beralkohol yang mengarah ke mabuk, bahkan saya dengar juga ada penggunaan narkoba.

Apalagi bahkan untuk masuk ke suatu tempat dugem sangat tidak murah, sungguh membuat saya heran karena tetap banyak orang senang dengan pergaulan malam ini. Bahkan informasi yang saya dapat, harga minuman beralkohol yang dijual di sana juga mahal. Jadi sebenarnya, apa keuntungan dengan dugem tersebut?

1 Korintus 15:33: Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Saya rasa-rasanya belum pernah bertemu dengan seorang pun yang pergi dugem dan mengatakan bahwa ia menjadi lebih dekat dengan Tuhan karena ia pergi dugem. Satupun belum pernah ada seperti itu. Banyak sekali yang terjadi adalah kejatuhan pada satu hal dan berlanjut ke lain hal.

Kita perlu berteman dan menerima semua orang, namun orang-orang yang kita jadikan sahabat dan dengannya kita bergaul akrab itu jelas perlu kita pilih dengan seksama. Penjangkauan dan persahabatan jelas merupakan dua hal yang berbeda. Contoh yang sangat jelas: Tuhan Yesus. Walaupun Ia adalah Allah, Ia ingin menjangkau manusia. Untuk itu Ia mengambil rupa seorang manusia, menjadi sama dengan manusia, kecuali dalam hal dosa.

Filipi 2:6: yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

Filipi 2:7: melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Tuhan Yesus bergaul akrab dengan para murid-Nya dan ia juga merangkul orang-orang berdosa: pemungut cukai, orang-orang sakit, orang-orang yang dianggap berdosa dan dikucilkan oleh masyarakat. Di atas ke semuanya itu Ia tetap tidak berbuat dosa.

Jika memang kita beralasan bahwa kita dugem untuk penjangkauan, saya sesungguhnya agak meragukan alasan itu. Mengapa demikian? Karena saya tidak yakin penjangkauan yang dilakukan di tempat dugem bisa efektif. Salah-salah ingin menjangkau malah dijangkau, yaitu jadi Anda yang terbawa.

Amsal 13:20: Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Lebih baik kita tidak mencobai diri sendiri. Jangan merasa bahwa diri kita kuat dan dapat mengendalikan diri. Saat kita merasa kuat dan dapat mengendalikan diri, biasanya saat itulah kita jatuh.

Amsal 16:18: Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Saat kita sombong merasa kita mampu dan kuat bertahan atas segala godaan, biasanya tak lama dari itulah saat kita jatuh. Sebaliknya saat kita merasa tak mampu dan lemah, namun kita meminta kekuatan pada Sumber dari Segala Sumber, yaitu Allah sendiri, saat itulah kita akan dapat bertahan.

2 Korintus 12:10: Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Tapi jika kita berada dalam kesukaran karena kita memang mencobai diri sendiri dan memang kita senang bermain-main dalam dosa, ya jangan heran bila kita harus berada dalam penghukuman. Memang jika kita bertobat, Tuhan yang Maha Pengampun selalu akan memberi pengampunan bagi kita. Akan tetapi, tidak serta-merta kita bebas dari konsekuensi dosa.

Konsekuensi dosa adalah maut, berkat pengampunan Tuhan kita tidak mati. Hanya saja konsekuensi akibat dosa kita tetap ada dan kita harus menanggung itu. Contoh: Anda pergi dugem, lalu mabuk. Mabuk saja sudah dosa karena melanggar ketetapan Tuhan. Saat mabuk Anda memukul orang dan orang itu masuk rumah sakit misalnya.

Saat Anda sadar, Anda bertobat minta ampun pada Tuhan. Tuhan pasti mengampuni Anda. Tapi, jelas orang yang masuk rumah sakit karena Anda pukul itu tetap harus diobati. Anda jelas perlu bertanggung jawab atasnya.

Selain memang bisa membawa pada berbagai macam pencobaan, pergaulan malam juga tidak baik bagi kesehatan. Waktu malam adalah waktunya beristirahat, waktunya untuk tenang dan memberi waktu bagi tubuh meregenerasi sel-selnya. Jika Anda bukannya istirahat, tetapi malah pergi untuk dugem, jelas tubuh tidak bisa beristirahat.

Padahal tubuh Anda bukan milik Anda lagi. Anda bertanggung jawab atasnya kepada Tuhan untuk menjaganya sebaik-baiknya supaya dapat membantu Anda mengerjakan segala hal demi kemuliaan Allah.

Hidup dan mati kita memang ada di tangan Tuhan, akan tetapi jika karena kita tidak taat pada perintah-Nya dan gemar mencobai diri sendiri, jangan sampai kita menyesal jika hidup kita penuh dengan jatuh bangun.

Jika sekarang Anda masih diberi nafas kehidupan oleh Tuhan, bersyukurlah bahwa Tuhan masih memberi Anda waktu untuk bertobat. Hidup di dunia ini hanya sekali, gunakan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Allah.

Matius 16:26: Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Dunia ini bukanlah rumah kita. Ini hanyalah persinggahan sementara kita sebelum kita menuju kekekalan. Manfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya sehingga saat kita kembali ke rumah kita yang sesungguhnya di Surga, kita telah meninggalkan warisan yang terindah berupa teladan bagi setiap orang yang mengenal kita.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: