All for Glory of Jesus Christ

Bersumpah Palsu

Pembahasan hari ini masih berkaitan dengan pembahasan kemarin, yaitu masih seputar kejujuran. Hari ini saya akan membahas mengenai bersumpah palsu. Seringkah Anda mendengar orang berkata seperti demikian?

“Aku bersumpah bahwa …… “ (silakan isi titik-titiknya sendiri)

Perkataan sumpah ini merupakan suatu bentuk pengokohan yang akan mengakhiri segala perbantahan.

Ibrani 6:16: Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

Permasalahannya adalah kita dilarang untuk mengucapkan sumpah palsu. Jangankan sumpah palsu, kebohongan saja kita dilarang mengatakannya. Bahkan Tuhan Yesus katakan untuk tidak bersumpah demi langit atau demi apapun.

Yakobus 5:12: Yang terutama sekali, ialah: Janganlah bersumpah, baik demi langit, maupun demi bumi, atau demi apa pun saja. Katakanlah saja “Ya” kalau maksudmu ya, dan “Tidak” kalau maksudmu tidak; supaya kalian jangan dijatuhi hukuman oleh Allah.

Matius 5:33: Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

Matius 5:34: Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

Matius 5:36: janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

Matius 5:37: Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Mengapa dikatakan untuk tidak bersumpah demi apapun? Karena jika kita mengucapkan sumpah lalu kita tidak menepati sumpah tersebut, kita menjadi bersalah.

Imamat 5:4: Atau apabila seseorang bersumpah teledor dengan bibirnya hendak berbuat yang buruk atau yang baik, sumpah apapun juga yang diucapkan orang dengan teledor, tanpa menyadari hal itu, tetapi kemudian ia mengetahuinya, maka ia bersalah dalam salah satu perkara itu.

Oleh karena itu Tuhan Yesus lalu mengatakan untuk tidak bersumpah. Hal ini merupakan suatu tantangan bagi kita untuk hidup dalam integritas. Artinya hidup dalam integritas adalah perkataan dan perbuatan kita itu bersifat selaras.

Jadi walaupun kita tidak bersumpah, orang percaya akan kata-kata kita karena memang integritas kita sudah terbentuk sedemikian rupa. Inti dari ayat tersebut adalah untuk hidup jujur dan berintegritas sehingga tanpa kita bersumpah pun orang sudah percaya bahwa hal yang kita katakan adalah benar adanya.

Bahkan hal yang tragis itu orang sedikit-sedikit bersumpah demi nama Tuhan. Untuk hal kecil saja bersumpah demi nama Tuhan. Padahal setiap ucapan kita itu dinilai oleh Tuhan.

Imamat 19:12: Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Benar semua manusia itu tidak sempurna, tapi kita semua perlu belajar untuk hidup dalam kebenaran. Dengan kekuatan kita sendiri jelas tidak akan sanggup. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus memberikan Roh Kudus, Roh-Nya sendiri, Roh Kebenaran itu untuk tinggal bersama-sama dengan kita.

Baik bercanda ataupun serius, hendaklah kita tidak dengan mudahnya mengucapkan kata sumpah. Mungkin ada situasi seperti di pengadilan kita harus mengucapkan sumpah. Ini merupakan suatu bentuk bagi kita benar-benar jujur.

Bahkan seandainya pun tidak ada pengambilan sumpah di pengadilan, tetap saja kita harus berkata jujur. Hal yang tragis, di pengadilan sekalipun setelah disumpah ada saja orang yang berani bersumpah palsu.

Jika kita bersumpah demi nama Tuhan, saat kita tidak melakukannya maka kita bersalah akan dua hal, yaitu karena bersumpah palsu dan juga karena kita tidak menghormati nama Tuhan yang kita gunakan.

Dalam sepuluh perintah Allah dikatakan bagi kita untuk tidak menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan atau tidak hormat. Itu sebabnya jika kita bersumpah demi nama Tuhan tapi kita tidak melakukannya, berarti kita juga bersalah karena menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.

Bagaimana bila kita bersumpah bila Tuhan mengabulkan keinginan kita maka kita akan melakukan sesuatu bagi Tuhan? Jenis sumpah atau nazar ini juga kita perlu bersifat hati-hati. Jika kita tidak menepatinya maka kita bersalah. Jadi sebisa mungkin tidak perlu bernazar jika tidak yakin dapat menepatinya. Juga bila kita yakin dapat menepatinya, lebih baik tidak bernazar. Karena jika kita teledor, itu juga mendapat hukuman.

Ulangan 23:21: “Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.

Ulangan 23:22: Tetapi apabila engkau tidak bernazar, maka hal itu bukan menjadi dosa bagimu.

Mungkin Anda ada yang merasakan bahwa semakin ke sini perintah Tuhan yang saya angkat merupakan hal-hal yang keras. Saya juga baru menyadarinya. Kelihatannya memang Tuhan ingin kita maju bukan hanya pada ranah yang lunak dan mudah, tapi Tuhan ingin memimpin kita pada melakukan segenap firman-Nya, bahkan yang kelihatannya keras dan sulit sekalipun.

Inilah tantangan bagi kita semua, bagi Anda dan saya, untuk benar-benar total mengandalkan Tuhan dan komitmen hidup dalam tuntunannya. Seperti pernah saya katakan pada notes-notes sebelumnya bahwa untuk menerima Tuhan itu gratis, tapi ada harga untuk mengikut Tuhan. Bahkan kadang-kadang kita harus membayar mahal untuk mengikut Tuhan karena kita perlu menyangkal diri kita, memikul salib kita setiap hari, dang mengikut Dia.

Akan tetapi jangan kuatir, semua itu imbalannya pantas. Bukan hanya Surga di kekekalan, tapi juga Surga di bumi, yaitu: kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Inilah tantangan bagi iman kita untuk secara total hidup dalam kebenaran.

Siap tidak siap kita akan masuk ke dalam tantangan itu, maka dari sekarang kita harus terus memupuk sikap hati untuk mengandalkan Tuhan. Mengandalkan diri sendiri pasti kita tak sanggup, tapi dengan adanya Allah di dalam kita, kita pasti akan sanggup menanggung segala hal.

Filipi 4:13: Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Amin.

Iklan

Comments on: "Bersumpah Palsu" (2)

  1. FB Comment from GJ:
    Jangankan sumpah palsu, sumpah doank aja nggak boleh kan. Cuma masukkan, rasanya alasan nggak boleh bersumpah “demi…” itu karena segala sesuatu yang ada di atas bumi itu bukan milik kita, tapi milik Tuhan.
    Contoh : “Sumpan demi Tuhan”… , nggak boleh karena Tuhan bukan milik kita, nggak boleh donk jadi bahan sumpah.

    • Sumpah emang ga boleh dianggap ringan, sebaiknya ga bersumpah. Kalau di persidangan atau pas sumpah jabatan kan ada tuh pengambilan sumpah. Di perjanjian lama juga ada sumpah kog ke Allah. Tuhan Yesus di Matius 5:34 – 34 itu menjel…askan lebih lanjut alasan sebaiknya jangan.

      Sebenernya alasan ga boleh bersumpah “demi langit” itu karena kita emang kita ga berkuasa atas langit (liat di ayat Matius 5:34). Allah dalam perjanjian Lama banyak bersumpah karena memang Dia Allah yang ga pernah salah, ga pernah teledor, ga pernah lalai. Karena Ia ngerti keterbatasan manusia yang kadang butuh peneguhan, beberapa kali dicatat Allah bersumpah pada manusia. Ya gpp, Allah gitu lho hahaha.

      Beda soal kalau manusia bersumpah. Kalau teledor aja jadi salah, jadi memang amannya jangan bersumpah. Walau ga niat buat melanggar sumpah, tapi menunda2 aja memenuhi itu dianggap teledor = salah. Resikonya gede gitu lho.

      Jadi selain melihat keterbatasan manusia, Tuhan Yesus juga pengen ngajar kita buat jangan terpatok ke masalah hukum Taurat aja dalam arti sekarang udah bukan waktunya hidup dalam standar Taurat, tapi harus hidup dalam standar yan…g lebih tinggi lagi.

      Malah sebenernya dengan bilang jangan bersumpah ini, Tuhan Yesus mau bilang, “Nah lu hidup harus bisa dipercaya ya sama orang. Biar lu ga pake sumpah2, lu harus bisa dipercaya.” Kurang lebih intinya sih gitu.

      Ini nemu artikel yang membahas hal yang sama juga. Boleh dibaca buat menambah penjelasan di sini.

      http://www.gkri-exodus.org/page.php?SER-Yakobus5%3A12-13.

      Di sana ada latar belakang penulisan juga tentang konteks jangan bersumpah yang diambil dari Yakobus 5:12-13.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: