All for Glory of Jesus Christ

Bercanda Cabul

Hari ini kita akan masuk pada pembahasan mengenai bercanda cabul. Bercanda cabul atau bercanda kotor ini merupakan fenomena yang umum terjadi bahkan di televisi juga banyak disiarkan. Karena dianggap umum, hal ini sudah dianggap hal yang biasa, sehari-hari, dan diterima sebagai suatu kelaziman.

Padahal Firman Tuhan berkata dengan tegas:

Filipi 4:8: Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Kita harus memikirkan semua hal yang benar, yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Permasalahannya bagaimana caranya kita bisa memikirkan semua itu jika hal yang kita dengar setiap hari adalah kata-kata yang sebaliknya?

Roma 10:17: Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman kita ditentukan oleh hal yang kita dengar. Jika hal yang kita dengar itu seturut kebenaran Firman Tuhan, maka hasilnya kita juga akan terbentuk untuk memiliki iman seturut kebenaran Firman Tuhan.

Saya jadi teringat suatu kejadian menarik berkaitan dengan masalah pendengaran ini. Saya akan membagikannya berikut ini. Beberapa waktu lalu, saya sempat ingin menonton ke bioskop karena saya melihat kelihatannya ada satu film bagus yang ingin saya tonton, yaitu Ice Age 3.

Saya tertarik ingin menonton film ini karena memang saya sudah pernah menonton Ice Age 1 dan memang sangat menarik. Walaupun film kartun, pesan moralnya sangat kental dan plot cerita juga sangat menarik. Nah waktu itu karena ayah saya ingin pergi ke suatu tempat, saya ikut dengan harapan bisa lebih dekat menuju bioskop.

Di perjalanan, saya berubah pikiran mengenai bioskop yang akan saya tuju. Jadi dari Bioskop Galaxy saya berubah pikiran ke Bioskop Empire. Pada saat saya sampai di Bioskop Empire ternyata oh ternyata di sana tidak diputar film tersebut. Saya memang mengingat dengan jelas itu untuk Bioskop Galaxy, sedangkan untuk Bioskop Empire tidak saya perhatikan dengan jelas.

Jadi kemudian saya menggunakan angkutan kota (angkot) pergi menuju Bioskop Galaxy. Setelah sampai di Bioskop Galaxy ternyata oh ternyata, kembali terjadi lagi hal yang aneh. Film tersebut sudah tidak diputar lagi! Hahahaha, mengecewakan sekali.

Akan tetapi, ternyata Tuhan ingin menyuguhkan saya tontonan lain yang tak kalah menariknya. Saat saya pulang, di angkot saya menemukan sejumlah kejadian unik yang belum pernah saya temui sebelumnya. Saya akan ceritakan satu saja yang memang berkaitan dengan topik ini. Untuk yang lain-lainnya nanti saja bila ada topik yang sesuai.

Pada saat saya naik angkot, ternyata ada 2 orang ibu yang sedikit aneh dalam penglihatan saya. Saya terus memperhatikan mereka dan ternyata mereka tuli. Karena tuli, mereka menggunakan bahasa isyarat. Hal yang menarik adalah saya menemukan bahwa karena tuli mereka tidak bisa berbicara dengan jelas seperti pada orang kebanyakan.

Masuk akal sekali karena memang hal yang kita dengar itu yang dapat kita ucapkan. Hal yang kita dengar itu yang dapat kita pikirkan. Jadi pikiran, perkataan, pendengaran, semuanya ini saling berkaitan satu dengan lainnya.

Efesus 5:4: Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono–karena hal-hal ini tidak pantas–tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

Hari ini karena pembahasan adalah mengenai bercanda kotor, maka mulai sekarang mari kita buang semua itu. Bercanda atau tidak, perkataan kotor dan cabul itu tidak ada tempatnya untuk keluar dari mulut kita.

Amsal 18:21: Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Jika kita suka bercanda cabul, itu yang akan kita terima buahnya. Saat bercanda, kata-kata diucapkan, terdengar oleh telinga, dari telinga tersimpan ke pikiran dan dari pikiran masuk ke hati. Ini sangat berbahaya. Lagipula jika kita bercanda, tidak mungkin seorang diri bukan? Pasti melibatkan orang-orang lain.

Saat kita bercanda cabul, sebenarnya kita sedang meracuni orang-orang lain di sekitar kita. Ya, selain meracuni diri sendiri, kita juga sedang meracuni orang-orang lain yang mendengarkan kita. Padahal orang-orang yang mau mendengarkan kita adalah orang-orang yang peduli pada kita. Jelas kalau orang tidak peduli, mereka tidak akan mendengarkan kita. Betul tidak?

Bagaimana mungkin kita meracuni orang yang peduli pada kita?

1 Korintus 5:11: Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Bahkan dengan tegas dikatakan dalam 1 Korintus 5:11 untuk tidak bergaul dengan orang yang cabul, termasuk di sini adalah yang suka berkata-kata kotor dan cabul. Mengapa demikian? Karena pergaulan merupakan salah satu cara untuk membentuk kita juga.

Tuhan terlalu mengasihi kita, sampai-sampai Ia rela mati demi kita. Ia berikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Semua dosa kita, semua kutuk, semuanya Ia tebus. Ia yang adalah Allah, bahkan rela mengambil semua dosa itu, mengambil semua kutuk itu.

Apakah kita akan membiarkan begitu saja pengorbanan Kristus bagi kita? Apakah kita akan terus berkata-kata cabul dan kotor dalam pergaulan kita? Ini adalah tantangan untuk kita semua menjaga perkataan kita, menjaga pikiran kita, menjaga hati kita dari semua hal yang cabul dan kotor. Ini tantangan bagi kita untuk benar-benar hidup kudus di mata Tuhan. Ini saatnya bagi kita untuk menanggalkan semua perkataan yang tidak berkenan di hadapan-Nya, termasuk bercanda cabul.

Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: