All for Glory of Jesus Christ

Bergosip

Hari ini kita masih membahas kebiasaan seputar perkataan. Hari ini adalah kombinasi beberapa kebiasaan yang sudah dibahas sebelumnya. Hari ini saya akan membahas mengenai bergosip.

Bergosip adalah membicarakan mengenai sesuatu yang tidak pasti kebenarannya, biasanya ditambah-tambahi supaya isi cerita semakin menarik, dan makin lama makin jauh dari kebenaran. Bahkan saat membicarakan sesuatu yang pasti kebenarannya, hanya saja disampaikan bukan untuk membangun, ini juga termasuk bergosip.

Biasanya orang bergosip karena tidak memiliki hal yang lebih menarik untuk diceritakan atau dilakukan.

1 Timotius 5:13: Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas.
Di dalam 1 Timotius 5:13 digunakan kata “meleter” sebagai kata bergosip. Dalam versi bahasa Inggris, digunakan kata “gossips”. Meleter jika Anda ingat pelajaran Bahasa Indonesia saat di sekolah dasar adalah bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan cara seekor hewat berbicara. Ingat tidak hewan apa?

Hewan itu adalah bebek. Jadi mungkin kalau Anda ingat dulu ada seperti ini: kambing mengembik, kucing mengeong, anjing menggonggong, jangkrik mengerik, dan bebek… meleter. Nah… mengapa yang digunakan sebagai penggambaran menggosip sebagai meleter?

Kalau kita memperhatikan sekumpulan bebek sedang berkumpul, biasanya mereka akan mengeluarkan suara:

“Wek wek wek wek.”

Suara itu biasanya diikuti oleh suara bebek-bebek lainnya. Semakin lama semakin gaduh. Hal yang menarik adalah bebek biasanya memang hidup berkelompok dan dalam berkelompoknya hal yang khas adalah suara meleternya itu.

Di dalam 1 Timotius 5:13 dijelaskan dengan gamblang mengenai ciri-ciri orang yang senang bergosip, yaitu: bermalas-malasan dan sibuk berbicara kian kemari. Bicaranya adalah hal-hal yang bersifat mencampuri urusan orang lain.

Masalahnya adalah bukan karena yang bersangkutan memang peduli atau memang mengasihi orang lain, tapi memang karena ingin ikut campur dalam urusan orang lain. Dalam ikut campur itu, biasanya penggosip mengatakan hal-hal yang tidak baik.

Terdapat perbedaan besar antara orang yang peduli dan penggosip. Biasanya penggosip akan bertanya, memancing-mancing supaya orang menceritakan sesuatu, dan tak lama dari itu, hal yang diceritakan tersebut akan tersebar ke mana-mana. Hal yang biasanya menjadi rahasia, itu bisa diketahui oleh orang-orang lainnya.

Hal yang lebih parah lagi bila yang digosipkan itu melibatkan orang yang terkenal dan informasi yang disebarkan itu tidak benar dan menjatuhkan nama orang tersebut. Bahkan kalau ada informasi untuk mendoakan seseorang, yang terjadi adalah bukannya mendoakan tetapi menggosipkan pokok doa orang tersebut.

Ini adalah hal yang fatal. Apalagi jika yang digosipkan adalah para pemimpin, sangat-sangat berbahaya hal ini. Karena bisa meretakkan kesatuan dalam suatu kelompok, organisasi, dan dalam hal ini gereja tidak terkecuali, ya kita perlu membuat perbedaan dalam hal ini untuk membungkam penggosip dan tidak menjadi penggosip.

3 Yohanes 1:10: Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Ternyata penggosip bukan hanya ada sekarang saja. Dari zaman dahulu di zaman Para Rasul hidup juga sudah ada penggosip-penggosip. Bahkan pada zaman Tuhan Yesus, ternyata terdapat sejumlah penggosip juga, yaitu orang Farisi.

Orang Farisi memiliki tugas untuk mengajar, namun ketika Tuhan Yesus tampil ternyata godaan bergosip juga menghinggapi mereka. Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengecam mereka dengan keras.

Lukas 12:1: Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

Saat kita bergosip, ada kemungkinan besok atau lusa hal yang kita gosipkan juga menimpa diri kita. Bukankan sangat menyedihkan jika kita mengalami suatu yang buruk lalu hal tersebut tersebar di muka umum dan menjadi bahan pergunjingan orang?

Bagaimana jika kita menjadi orang yang digosipkan untuk hal-hal yang buruk? Entah isi gosip tersebut benar atau tidak, pertama-tama kita perlu minta Tuhan menjaga hati kita untuk tidak masuk dalam sakit hati dan kepahitan. Setelah itu kita perlu mengampuni orang yang menggosipkan kita. Jika gosip itu benar, ada baiknya kita juga minta Tuhan mengampuni kita dan sungguh-sungguh bertobat.

Bagaimana jika itu gosip yang keliru? Bagaimana jika hal itu sengaja dilepaskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mempermalukan dan menjatuhkan kita karena mereka iri atau tidak suka kepada kita? Kita bisa saja membela diri dengan membuat penjelasan kepada sejumlah orang yang kita kenal yang memang mengetahui hal tersebut.

Pada dasarnya jika suatu gosip tidak terbukti, dengan sendirinya akan lenyap begitu saja. Tunjukkan bahwa kita tidak seperti yang digosipkan itu. Seperti yang saya sering katakan kepada teman saya,

“Anggap saja selebritis jika dibicarakan oleh orang-orang.”

Hahahaha, ya mungkin itu suatu perkataan yang lucu ya. Tapi memang biasanya orang yang paling sering dibicarakan adalah orang terkenal, iya tidak? Hahaha, jadi ya mungkin bahkan kita perlu bersyukur juga kalau sering dibicarakan oleh orang lain.

Memang standar Tuhan itu sangat tinggi. Tanpa kekuatan dari-Nya jelas kita tidak akan sanggup untuk melakukannya. Oleh karena itu, mari kita minta kekuatan dari-Na supaya dimampukan untuk hidup sungguh berkenan di hadapannya.

Hal itu juga termasuk berkata-kata yang membangun. No gossip! No gossipper!

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: