All for Glory of Jesus Christ

Event 1: Merdeka!

Besok adalah tanggal yang istimewa, yaitu 17 Agustus 2009. AAdTI (Ada Apa dengan Tanggal Itu?) Ya, itulah tanggal kemerdekaan negara kita, Indonesia. Biasanya dalam tanggal itu banyak didengung-dengungkan mengenai nasionalisme dan kebanggaan berbangsa dan bernegara.

Nasionalisme dan kebanggaan berbangsa dan bernegara erat kaitannya dengan sesuatu yang dicurahkan, dikucurkan, ditorehkan, dan dilakukan bagi bangsa dan negara.

Apakah contohnya?

– Para pahlawan membuktikan nasionalisme dan kebanggaan mereka berbangsa dan bernegara Indonesia dengan merahnya darah mereka yang tercurah untuk merebut kemerdekaan.

– Para budayawan dan seniman menorehkan segenap daya dan tenaga dalam mempertunjukkan karya anak bangsa di hadapan dunia internasional.

– Para olahragawan mencucurkan peluh demi menjaga berkibarnya Sang Merah Putih.

Lalu bagaimana dengan kita? Saya terinspirasi menuliskan hal ini karena ada seorang teman yang menuliskan mengenai pemilihan 7 keajaiban dunia.

Saya seperti halnya Anda, bukan seorang pahlawan, sehingga saya tidak bisa mencurahkan darah saya untuk merebut kemerdekaan. Saya juga bukan seorang budayawan dan seniman sehingga tentu saja tidak bisa mempertunjukkan karya anak bangsa di hadapan dunia internasional. Bukan juga saya sebagai olahragawan yang dapat mencucurkan peluh demi kibarnya Sang Saka.

Lalu? Saya percaya nasionalisme dan kebanggaan berbangsa dan bernegara bukan hanya monopoli para pahlawan, para budayawan dan seniman, atau para olahragawan. Kalau Tuhan memberikan saya kesempatan untuk menarikan jari saya di atas laptop saya, maka saya yakin itulah yang saya harus lakukan.

Ya, nasionalisme bukan diukur dari tingkatan kemerahan darah saya atau tingkat keputihan tulang saya. Nasionalisme juga bukan diukur dari SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) yang Puji Tuhan sudah dihapuskan sekarang. Nasionalisme juga bukan diukur dari asli merupakan warga keturunan asli Indonesia atau tidak.

Nasionalisme diukur dari hal yang akan Anda lakukan bagi negeri ini, bagi bangsa ini. Jadi pada kesempatan ini, ini momen yang tepat untuk menggalang kembali rasa cinta dan bangga sebagai Bangsa Indonesia. Karena suatu bangsa yang tidak memiliki rasa cinta dan bangga atas negerinya sendiri dan atas bangsa sendiri, pada hakekatnya sudah mengalami mati suri, kehilangan identitas.

Apa saja yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan nasionalisme kita? Untuk menunjukkan rasa cinta dan bangga kita kepada negeri ini?

1. Berdoa: bagi bangsa dan negara kita, bagi para pemimpin negara kita. Ya, jangan pernah remehkan kuasa doa. Ini hal yang kecil namun bisa berdampak luar biasa.

Matius 18:20: Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Hanya dua atau tiga orang saja berkumpul untuk berdoa atas nama Tuhan, maka Ia ada di tengah-tengah kita. Bagaimana bila seluruh rakyat Indonesia berkumpul untuk sama-sama berdoa? Saya sungguh yakin bahwa akan ada suatu perubahan besar terjadi.

2. Berkarya. Kerjakan setiap pekerjaan, setiap tugas, setiap kewajiban dengan memberikan yang terbaik.

Filipi 1:22a: Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

Bagi Ibu rumah tangga, jadilah ibu rumah tangga yang terbaik. Bagi para pelajar, jadilah pelajar yang terbaik. Bagi para pekerja dan pengusaha, jadilah pekerja dan pengusaha yang terbaik.

Dimulai dari keluarga, akan membentuk keluarga terbaik. Dari keluarga akan membentuk lingkungan yang terbaik. Dari lingkungan akan membentuk daerah yang terbaik. Dari daerah akan membentuk negara yang terbaik.

3. Mulai dari hal-hal yang kecil. Saya akan berikan satu contoh kecil yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Seperti kata teman saya, mari kita bersama-sama mendukung Komodo sebagai salah satu nominator 7 keajaiban dunia.

Caranya sangat mudah: kunjungi http://www.new7wonders.com/ dan pilih Komodo di nomor 1, 6 lainnya silakan pilih bebas. Lalu isi informasi diri dan jangan lupa untuk klik link yang akan dikirimkan ke email Anda untuk melakukan verifikasi pilihan Anda. (Verifikasi link sangat penting karena tanpa itu, pilihan Anda tidak dihitung).

4. Terakhir, karena memang prinsip di Alkitab disebutkan untuk setia pada perkara kecil, saya akan mengusulkan satu hal lagi yang bisa Anda lakukan.

Lukas 16:10: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Topik bulan Agustus dalam notes saya adalah “All about Bad Habits”. Saat saya merencanakan menyusun topik, saya tidak mengingat mengenai 17 Agustus. Tetapi kemudian ketika topik Bulan Agustus sudah rampung terpilih dan topik harian selama Bulan Agustus juga sudah tersusun semua, baru saya ingat.

17 Agustus adalah hari kemerdekaan. “All about Bad Habits” juga membutuhkan kemerdekaan. Memang sungguh dalam Tuhan tidak ada yang sifatnya kebetulan. Kemerdekaan sejati hanya ada dalam Tuhan. Untuk menjadi keluarga yang terbaik (di poin 2 tadi) jelas harus dibentuk dari individu terbaik.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya mengajak Anda semua untuk memilih satu kebiasaan buruk yang ada dalam diri Anda (entah yang sudah saya bahas atau belum) dan menggantinya dengan kebiasaan yang baik.

Ingat: Anda dapat mengandalkan Tuhan. Roh Kudus ada dalam Anda. Anda akan dapat menang atas kebiasaan buruk yang ada dalam diri Anda. Saya yakin kita semua pasti bisa menang atas satu kebiasaan buruk.

Hanya satu? Ya, satu saja dulu. Jangan membuat rencana ambisius lalu gagal karena frustasi. Satu saja dulu. Tunggu dulu! Tentu saja kita tidak akan berhenti di mengganti satu kebiasaan buruk saja. Setelah satu berhasil, mari kita lanjutkan untuk mengganti kebiasaan buruk lainnya. Setiap kali satu saja.

Sedikit-sedikit akan menjadi bukit. Setia pada perkara kecil akan dipercayakan perkara yang besar.

Selamat ber-17 Agustus! Merdeka!

Amin.

(Footnote: Thanks to Deni Hendra who have informed me about voting “Komodo”. It inspires me to write this note. Thank you. Gbu.)

Iklan

Comments on: "Event 1: Merdeka!" (4)

  1. FB Comment from RK: emang …. uda merdeka ?!?!

  2. FB Comment from EHC: MERDEKA!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: