All for Glory of Jesus Christ

Tukang Mengeluh

Hari ini kita masih berkutat di kebiasaan buruk seputar perkataan, yaitu mengenai masalah mengeluh. Berapa banyak yang memiliki kebiasaan buruk ini? Saya akan termasuk yang mengangkat tangan hahahaha.

Ya, ini adalah kebiasaan yang perlu diberantas karena apa?

Bilangan 14:29: Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

1 Korintus 10:10: Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Dulu Bangsa Israel yang senang mengeluh, dibinasakan di padang gurun oleh Allah. Sekarang ini karena kita hidup di bawah hukum kasih jadi kita tidak langsung dibinasakan secara jasmani seperti dahulu orang-orang yang hidup dalam Hukum Taurat.

Akan tetapi, saat kita bersungut-sunggut, sesungguhnya kita sudah mengalami “kematian”.

1 Korintus 14:17: Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Kerajaan Allah adalah identik dengan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus. Saat kita mengeluh dan bersungut-sungut, damai sejahtera dan sukacita itu hilang. Kerajaan Allah itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Allah.

Di luar Allah tidak ada kehidupan. Jadi saat kita mengeluh sebenarnya kita sudah “mati”. Minggu ini kotbah di gereja saya adalah menyinggung hal itu. Pendeta saya mengemukakan 2 istilah yang berkaitan dengan pembahasan hidup dan mati ini. Istilah hidup ada 2 istilah, yaitu bios dan zoe. Bios itu adalah hidup tapi jasmani saja. Tetapi Zoe adalah hidup yang sesungguhnya, jasmani dan rohani.

Bahkan dalam suatu tulisan yang saya peroleh di internet yang ditulis oleh Adam Dyer, dikatakan bahwa dalam:

Yohanes 14:6: Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kata “hidup” yang digunakan di sana adalah “zoe”. Jadi hidup bukan hanya badani, tapi juga rohaninya. Nah saat kita bersukacita, kita berpindah dari kondisi “zoe” ke kondisi “bios”. Jadi hanya badannya saja yang hidup tapi rohaninya mati.

Nah orang yang badannya saja hidup tapi rohaninya mati itu adalah yang saya sebut sebagai kekosongan (emptiness). Hal ini sudah dibahas dalam “Emptiness”.

Filipi 2:14: Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

Ditegaskan lagi dalam Filipi 2:14 bagi kita semua untuk tidak bersungut-sungut. Tidak bersungut-sungut merupakan bagian dari penyangkalan diri, memikul salib, dan mengikut Tuhan.

Matius 16:24: Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.

Penyangkalan diri berarti kita melawan kedagingan kita. Jika kita mengalami suatu masalah yang begitu berat, kecenderungan alami kita adalah mengikuti kedagingan kita: bersungut-sungut. Saat kita belajar untuk tidak bersungut-sungut, itu berarti kita menyangkal diri.

Memikul salib berarti kita menahan beban yang ada dan terus berjalan di dalam hal-hal yang telah Tuhan gariskan. Melawan kecenderungan alami itu tidak mudah. Oleh karena itu, tidak mengeluh dan senantiasa bersukacita itu dikategorikan dalam memikul salib.

Mengikut Tuhan berarti kita setia dan taat dalam segala perintah-Nya. Dalam hal ini untuk senantiasa bersukacita dan tidak mengeluh saat mengalami masalah.

Mari kita semua belajar untuk tidak menjadi tukang mengeluh. Sebaliknya, mari kita belajar untuk menjadi penyebar sukacita.
Amin.

Comments on: "Tukang Mengeluh" (4)

  1. FB Comment from ASP:
    kayak ny manusia emank punya bakat ngeluh.
    baru masuk kuliah ngeluh d jailin senior. mo lulus ngeluh juga d bantai dosen. nganggur, ngeluh. kerja, ngeluh juga. idup, ngeluh bnyk penderitaan. mo mati ngeluh juga minta perpanjangan idup.

  2. FB Comment from ASP:
    iy soal ny manusia sulit buat merasa puas. jd ny selalu ngeluh.
    “enough is not enough when we can get more” – quote ny sapa ya.

    • Ya, itulah dalam Tuhan kita ditantang untuk menanggalkan itu.

      Matius 16:24: Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: