All for Glory of Jesus Christ

Manipulatif

Hari ini saya akan membahas mengenai manipulatif. Manipulatif adalah tindakan atau kata-kata yang bersifat menipu, pada umumnya dilakukan atau dikatakan untuk membuat orang mengikuti keinginan kita tanpa yang bersangkutan menyadarinya.

Jika telah menjadi-jadi, itulah yang namanya kejahatan: penipuan, penggelapan uang/barang milik perusahaan, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari hal ini juga banyak dijumpai. Mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat.

Saya berikan 2 contoh kondisi. Contoh pertama: Anda mendekati seseorang, berteman dengannya karena Anda mengharapkan sesuatu darinya: misalnya menginginkan hartanya. Contoh kedua: Anda berteman dengan seseorang karena Anda ingin menjadikannya murid Kristus.

Pertanyaan saya: mana yang manipulatif? Apakah contoh pertama? Contoh kedua? Atau keduanya? Jawaban saya adalah keduanya.

Hal yang menyedihkan adalah banyak orang yang cinta Tuhan melakukan baik yang pertama maupun yang kedua. Padahal Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan hal yang sedemikian. Dengan orang-orang berdosa Tuhan Yesus bergaul akrab tetapi bukan karena Ia ingin membuat mereka menjadi pengikut-Nya.

Ia bergaul akrab dengan orang-orang berdosa karena Ia mengasihi mereka. Jadi Tuhan Yesus adalah penabur benih, penjala manusia; bukan pemaksa, bukan memanipulasi.

2 Korintus 4:2: Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Hendaklah kita sungguh-sungguh menyatakan kebenaran dan tidak memanipulasi. Jika Anda memiliki teman yang tidak seiman lalu Anda rindu melihat teman Anda diselamatkan. Jika setelah Anda mengabarkan Injil kepadanya dan Ia menolak, apakah Anda akan menjauhinya?

Jika Anda adalah pemimpin kelompok kecil (kelompok sel) lalu Anda bertemu dengan sejumlah orang yang Anda ajak ke kelompok sel. Lalu apakah Anda hanya akan menghubunginya jika akan Anda ajak ke kelompok sel?

Jika untuk dua kasus di atas Anda mengatakan “ya” maka rendahkanlah hati di hadapan Tuhan dan bertobat. Tugas kita semua sebagai anak-anak Terang adalah hanya menabur benih dan bukan untuk memaksa. Tugas kita untuk melakukan amanat Agung:

Matius 28:19-20a: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

Permasalahannya adalah kita hanya bertugas untuk mengabarkan Injil dan mengabarkan kebenaran. Jika hati mereka tergerak, barulah kita masuk ke langkah selanjutnya. Jika tidak, ya kita tidak berhak memaksa. Tetaplah berteman dengan mereka.

Masalah hubungan adalah masalah pribadi. Begitu pula masalah hubungan antara manusia dengan Allah adalah hubungan yang pribadi. Kita bisa membujuk, mendorong, atau mengarahkan, tapi tidak bisa memaksa dan memanipulasi.

Saya akan kontraskan contoh tadi (mengenai penginjilan) dengan contoh berikut. Pernahkah Anda didatangi oleh teman yang menjadi agen entah MLM, asuransi, kartu kredit, atau investasi apapun? Seandainya teman Anda hanya mendatangi Anda ketika dia memang ingin memprospek Anda menjadi kliennya, bagaimana perasaan Anda?

Saya di sini tidak mengatakan bahwa semua agen MLM, asuransi, kartu kredit, atau investasi seperti demikian. Hanya saja dari yang sudah banyak saya alami, saya merasa begitu dimanipulasi dan muak.

Dalam hubungan antara manusia dan Tuhan, Tuhan melihat manusia sebagai subyek, sebagai partner yang setara. Dalam hubungan antara manusia, seharusnya pun seperti itu. Namun saat ada satu pihak yang berusaha memanipulasi, hubungan kesetaraan itu rusak dan berganti menjadi hubungan subyek-obyek.

Di sini saya tidak mengatakan bahwa menjadi agen MLM, asuransi, kartu kredit, atau investasi lainnya itu tidak boleh. Boleh saja, asalkan benar-benar mengikuti prinsip yang benar dan tidak memanipulasi.

Apakah asal muasal dari kebiasaan manipulasi?

Yeremia 17:9: Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Segala sesuatu bersumber dari hati. Jika saat membaca notes ini Anda merasa tertusuk, segeralah datang pada Tuhan dan minta ampun kepadanya. Berkomitmenlah kepadanya untuk mengubah kebiasaan Anda. Mintalah kekuatan dari-Nya untuk bisa mengubah kebiasaan Anda.

Tidak ada yang tak bisa, yang ada hanya tak mau. Jadi, maukah Anda untuk mengubahnya?

Amin.

Iklan

Comments on: "Manipulatif" (4)

  1. FB Comment from DHK:
    kalo pemain the master itu berdosa apa nggak? Kan ada yg manipulatif, meski aku sendiri gak tau!

    • Saya pernah menonton beberapa kali. Untuk yang sulap tentu tidak, karena mereka menggunakan kecepatan tangan, sejumlah teknik, dan peralatan panggung tertentu.

      Untuk yang sifatnya memang black magic nah itu berada dalam klasifikasi yang berbeda. Jadi di sini memang perlu dibedakan antara yang memang murni sulap dan yang bukan. Semoga penjelasan saya bisa membantu.

  2. FB Comment from ASP:
    manipuasi sama rekayasa sama ngga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: