All for Glory of Jesus Christ

Pemimpi

Hari ini saya masuk ke pembahasan berikutnya, yaitu mengenai kebiasaan menjadi pemimpi. Apakah itu sesuatu yang buruk? Mari perlahan-lahan kita masuk ke dalam pembahasan ini.

Setiap kemajuan di dunia ini dimulai dari impian yang besar. James Watt yang memulai Revolusi Inggris dengan mesin uapnya dan membawa dunia pada kemodernan. Thomas Alva Edison dengan bola lampunya sehingga mengubah dunia menjadi seperti sekarang ini. Bahkan impian untuk terbang yang dulu dianggap sesuatu yang sangat mengada-ada, dapat diwujudkan oleh Wilbur bersaudara.

Bagaimana dengan kita? Punyakah kita impian-impian yang besar? Kita wajib memiliki satu atau beberapa impian besar. Semakin besar impian kita semakin baik. Bahkan salah satu tokoh besar dunia yang berasal dari Indonesia, Bung Karno berkata:

“Gantunglah cita-citamu setinggi langit.”

Tanpa impian yang besar tidak akan ada perubahan dalam dunia. Begitu juga dengan kita. Pembahasan mengenai impian (visi) telah pernah dibahas dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-2)”.

Dari sana, kita beranjak ke pertanyaan berikutnya: what’s next? Selanjutnya apa? Jika kita hanya berhenti di bermimpi saja, itulah si pemimpi. Sebesar apapun suatu impian, itu hanya akan tetap menjadi impian.

Hal ini sesuatu yang buruk. Banyak orang takut untuk mewujudkan mimpinya karena takut akan prospek/peluang akan adanya kegagalan. Ada lagi yang tidak mewujudkan mimpinya karena terlalu banyaknya mimpi yang dimiliki. Ini juga kontra produktif.

Untuk bisa berhasil kita perlu melepaskan rasa takut untuk gagal. You’ll never know until you try. Tapi bukan berarti perlu coba-coba untuk hal yang tak perlu dan bodoh, itu juga keliru.

Jika memiliki impian terlalu banyak, tapi jadi bingung untuk mewujudkannya ini juga keliru. Sayang sekali sekian banyak impian tapi tidak diwujudkan. Oleh karena itu perlu dibuat prioritas impian yang akan diwujudkan, lalu kerjakan satu per satu dari impian dengan prioritas tertinggi.

Untuk itu perlu dilakukan dua hal, pertama melihat pada potensi kita sendiri. Jangan sampai keinginan setinggi langit, tapi potensi kita tidak mungkin untuk memenuhinya. Ini adalah bagai pungguk merindukan bulan. Hal kedua, pastikan kita menyerahkan impian kita ke dalam tangan Tuhan. Jika memang itu impian yang Tuhan taruh di dalam hati kita, pasti Ia akan membuat kita sampai ke tujuan pada akhirnya.

Efesus 5:16: dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Ketiga adalah berkaitan dengan ayat Efesus 5:16. Waktu yang kita miliki terbatas sekali. Satu jam hanya 24 jam. Hanya 1440 menit. Saya pernah berharap memiliki 100 jam dalam sehari, sayangnya itu hanya sebatas impian yang tak mungkin terwujud.

Setiap orang memiliki waktu yang sama dalam hidupnya. Apakah Anda sering mendengar perkataan:

“Lho kog sudah hari Sabtu lagi? Padahal rasanya baru kemarin Sabtu deh.”

Inilah hari-hari terakhir. Waktu yang ada terasa bergerak begitu cepat. Jadi, manfaatkan waktu yang kita miliki sebaik-baiknya untuk mewujudkan impian-impian kita.

Yakobus 1:22: Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Terakhir, jika kita sudah tahu kita perlu memiliki mimpi dan bukan hanya mimpi yang biasa-biasa saja, tapi mimpi yang besar. Juga kita sudah tahu bahwa kita harus mewujudkan mimpi berdasarkan skala prioritas, Begitupun kita mengerti kita harus memanfaatkan waktu yang ada untuk mewujudkan mimpi tersebut, the last but not the least is to do it.

Ya, kita perlu bergerak untuk mewujudkan impian itu. Tidak masalah untuk melangkah hanya sedikit-sedikit setiap kalinya, asalkan itu dilakukan secara terus-menerus, kita pasti akan sampai di tujuan pada akhirnya.
Selamat bermimpi! Selamat mewujudkan impian!

Amin.

Iklan

Comments on: "Pemimpi" (4)

  1. FB Comment from SM: Amin…..

  2. FB Comment from EHC:
    masih belajar untuk berjalan dengan mimpi yang besar (seperti kebanyakan orang masih takut akan gagal)

  3. FB Comment from AG:
    ya terkadang,, rada pesimis dengan impian tp kita tetap hrs optismis untuk mewujudkan impian kita,,
    makasi cici atas notenya setidaknya menyegarkan impian yg sempat terabaikan,,,,! GBU

  4. @EHC & AG
    Terus melangkah, walau sedikit demi sedikit. Lepaskan rasa takut, lepaskan rasa pesimis. Gantikan dengan iman kepada Tuhan. Pada akhirnya pasti kalian akan sampai ke mewujudkan impian itu juga. Gbu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: